GADIS KECIL KESAYANGAN CEO 2

GADIS KECIL KESAYANGAN CEO 2
CHAPTER 11


__ADS_3

"Fira, bawakan tas ku!" Suruh Starla ketika ia berada dibawah tangga. Sementara Fira berada dianak tangga paling atas.


Fira menghela nafas, ia berbalik lalu berjalan menuju kamar Starla mengambil tasnya lalu menemui Starla.


Fira meletakan tas itu disamping kursi Starla, lalu Fira berjalan kearah Ayahnya.


"Ayah, aku pergi dulu!" Pamit Fira.


"Kamu tidak sarapan dulu?" Tanya sang ayah heran.


"Umm... tidak, aku tidak lapar!" Jawab Fira.


"Baiklah...," Bagas menganggukan kepalanya.


"Sampai jumpa, ayah!"


"Berhati-hatilah!" Pesan sang Ayah.


Fira mengangguk, kemudian Fira berjalan keluar dari rumahnya. Setibanya didepan komplek, Fira menunggu taksi online pesananannya. Ia sengaja memesan taksi online agar tidak salah naik kendaraan lagi seperti kemarin. Kejadian kemarin sangat memalukan baginya. Bagaimana bisa ia tidak fokus dan malah naik kendaraan orang lain?


Cukup lama Fira berdiri, akhirnya taksi online pesanannya tiba. Sang supir keluar dari mobil menjemput Fira.


"Atas nama Alfira Sheria?" Tanyanya memastikan.


"Benar pak, saya Fira!" Jawab Fira.


"Baiklah, silahkan masuk!" Sang supir membukakan pintu mobil untuk Fira.


Fira masuk kedalam mobil, tak lama setelah itu mobil melaju meninggalkan kompleks perumahan Fira.


"Kita sudah sampai!" Ucap sang supir ketika tempat tujuan Fira terlihat.


Fira menatap keluar jendela untuk memastikan.


"Oh benar, ini uangnya!" Sahut Fira sambil memberikan selembar uang.


Fira keluar dari mobil lalu berjalan masuk kedalam perusahaan Angga. Beberapa karyawan disana menyapa Fira, kemarin ia berkenalan dengan beberapa pegawai disana. Sekarang ia memiliki banyak teman sekantor, tapi tentu saja Lia, Nisa dan Andri adalah teman utama Fira.


Fira masuk kedalam studio, ia menyapa teman kerjanya Lia dan Nisa sementara Andri belum tiba. Fira mengobrol bersama Lia dan Nisa sambil menunggu kedatangan Andri.


Pukul 09.00 tepat, waktunya bekerja. Fira mempersiapkan kameranya, lalu ia memotret seorang model pria dengan pakaian produk AL Grup. Menurut Fira, pakaian yang dibuat di Al Grup Fashion sangat menarik perhatiannya. Gaun cantik nan indah membuatnya ingin memilikinya.


Tak hanya itu, AG (Al Grup) Fashion juga membuat pakaian anak laki-laki dan perempuan. Fira melihat ada beberapa anak kecil diruang utama tempat para model mempersiapkan diri.


Selesai memotret Fira menghampiri Lia, ia memperlihatkan hasil jepretannya kepada Lia.

__ADS_1


"Bagus sekali, kamu ternyata pandai memotret!" Puji Lia.


Seketika Fira teringat sebuah hal yang membuatnya merasakan sakit dikepalanya, Fira merintih sambil terus memegang kepalanya. Lia, Nisa dan Andri panik melihat Fira yang kesakitan. Lia memegang bahu Fira menuntunnya untuk duduk, sementara Andri mengambilkan segelas air untuk Fira. Nisa mengoleskan minyak kayu putih ke kening Fira untuk meredakan rasa sakit.


"Kenapa? Kenapa sakit sekali?" Batin Fira.


"Kamu pandai memotret" ucapan yang dilontarkan Lia terus terngiang dibenaknya seakan ada seseorang yang pernah mengucapkannya namun Fira tidak dapat mengingatnya.


Perlahan kondisi Fira membaik, ketiga temannya pun dapat bernafas lega karena Fira baik-baik saja.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Apa kamu sedang sakit?" Tanya Nisa khawatir.


Lia mengangguk mengiyakan pertanyaan Nisa.


"Entahlah, kepala ku terasa sakit setelah mendengar ucapan Lia!" Jawab Fira dengan suara lirih.


Ketiganya tampak bingung dengan kondisi Fira, mereka saling menatap satu sama lain.


TOK... TOK... TOK


"Permisi, apa kalian sedang sibuk?" Seseorang bertanya sambil masuk kedalam studio setelah mengetuk pintu.


"Kak Yunda!" Sontak ketiganya terkejut melihat Yunda tiba.


Yunda melemparkan senyuman manisnya yang kemudian pandangannya teralih kearah Fira.


"Tidak apa, hanya sedikit pusing." Jawab Fira sambil tersenyum.


Yunda bernafas lega, ketiga temannya tersenyum melihat kondisi Fira yang mulai membaik.


"Syukurlah, jika kamu sakit segera bilang padaku. Aku akan membantumu meminta izin ke presdir!" Ucap Yunda dengan penuh perhatian kepada Fira.


Fira mengangguk sambil mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Yunda.


"Aku tak menyangka Kak Yunda sangat baik kepadaku, berbeda dengan saudariku sendiri!" Batin Fira tersenyum miris.


"Oh ya! Aku kesini ingin menanyakan tentang pekerjaan kalian, apakah ada yang sulit?" Ucap Yunda mengutarakan maksud kedatangannya.


"Tidak ada, bahkan kami sudah siap dengan majalahnya. Kami hanya perlu meminta koreksi dari presdir!" Jawab Lia.


"Wah! Kerja kalian benar-benar cepat, presdir pasti senang!" Sahut Yunda dengan tersenyum ramah.


"Baiklah, aku akan mengatakannya pada presdir untuk menilai hasil kerja kalian!" Lanjutnya.


Yunda berpamitan kembai keruang kerjanya.

__ADS_1


Fira berjalan-jalan sendiri disekitar halaman kantornya. Ia begitu takjub dengan kantor tempat ia bekerja, sangat besar dan mewah. Tak heran jika keluarga Sunjaya menjadi keluarga yang disegani banyak orang. Meski keluarga itu baru populer beberapa minggu yang lalu.


Fira memotret gedung tersebut, terlihat sangat gagah berdiri ditengah-tengah kota. Senyumnya mengembang ketika melihat hasil jepretannya.


"Apa dulu aku sangat menyukai memotret ya?" Gumamnya.


"Mungkin saja," jawab seseorang dari belakang.


Fira terkejut, ia membalikan badannya lalu melihat sosok pria yang menjawab ucapannya itu.


"Tuan Angga?" Fira memberi salam dengan sopan dan formal.


"Hasil jepretanmu selalu bagus, tak heran jika kau terpilih sebagai juru foto di HSE!" Ucap Angga berjalan mendekati Fira.


"Anda menyanjung saya, tuan. Terima kasih!" Sahut Fira dengan agak malu dengan ucapan Angga.


Angga tersenyum kecil melihat Fira yang tampak sangat cantik dan imut dengan.


"Tuan? Apakah anda baik-baik saja?" Fira tampak bingung dengan Angga yang hanya terdiam sambil terus menatapnya.


Angga tersadar, ia menyadari sikapnya yang berlebihan menatap Fira.


"Ya! Aku baik-baik saja, datanglah ke ruanganku 30 menit dari sekarang!" Sahutnya.


Angga berlalu pergi dari hadapan Fira meninggalkan tanda tanya dipikiran Fira. Mengapa dia begitu aneh? Itulah pikiran Fira.


30 menit kemudian, Fira tiba diruang kerja Angga.


"Masuklah!" Ucap Angga menyahuti Fira yang mengetuk pintu sebelumnya.


Fira masuk kedalam ruangan, ia duduk dikursi tepat didepan Angga setelah Angga mempersilahkan ia duduk.


"Ada apa, tuan memanggil saya?" Tanya Fira penasaran.


"Aku ingin kau memperbaiki foto ini, foto ini agak kurang bagus!" Jawab Angga sambil memberikan halaman majalah yang baru saja diselesaikan olehnya dan teman-temannya.


"Oh baiklah, akan saya kerjakan ulang. Tapi mengapa anda memanggil saya dan bukannya Nisa?" Tanya Fira, ia sangat bingung bukakah editor foto itu Nisa dan bukan dirinya mengapa ia yang dipanggil?


"Karena kau yang memotretnya!" Jawab Angga dengan jelas.


Ya, memang benar Fira yang memotretnya. Fira hanya merasa aneh saja, dulu ia tidak pernah dipanggil ke ruang kerja bosnya untuk masalah perbaikan foto. Dimas-lah yang selalu dipanggil, atau rekan kerjanya yang lain.


Fira tahu ini bukan HSE, melainkan Al Grup! Ia harus bisa beradaptasi dengan orang-orang disana dan juga peraturan yang tertera di Al Grup.


"Baik saya mengerti, saya undur diri!" Ucap Fira.

__ADS_1


Fira berjalan keluar dari ruang kerja Angga, Angga termenung selepas Fira pergi.


Ia teringat kejadian 14 tahun yang lalu, dimana Klasenna mengalami kecelakaan.


__ADS_2