
"Iih! Bisa tidak jangan meneriaki namaku?" Tanya Fira kesal.
Dimas duduk dikursinya membelakangi Fira, ia berdecak kesal menjawab pertanyaan Fira.
"Ck! Apa salahnya sih?" Ketus Dimas.
Fira memonyongkan bibirnya sambil berdumel tak jelas.
Sore hari, waktu bagi Fira untuk pulang telah tiba. Ia berjalan keluar dari Hot Star Entertainment (HSE), dihalaman parkir ia bertemu dengan Dimas. Lelaki itu memang selalu mengantar Fira pulang.
"Mau jalan dulu atau langsung pulang?" Tanya Dimas setelah ia masuk kedalam mobil.
"Pulang, aku tidak mau mendengar ocehan nenek lampir itu!" Jawab Fira sambil terkekeh mendengar ucapannya sendiri.
"Berdosa kamu!" Ucap Dimas yang ikut terkekeh. Dimas melajukan kendaraannya menuju sebuah perumahan. Sesampainya didepan gerbang pintu rumah Fira, ia memberhentikan mobilnya.
"Terima kasih sudah mau mengantarku!" Ucap Fira melambaikan tangannya, tak lama setelah Fira berkata demikian. Mobil Dimas melaju keluar dari perumahan Fira.
Fira masuk kedalam halaman rumahnya, raut wajah malas terpampang jelas diwajah Fira. Bagaimana tidak? Ia begitu malas ketika menginjakan kakinya dirumah itu, seorang ibu angkat dan adiknya selalu membuatnya tak nyaman tinggal dirumah itu. Hanya dihadapan ayah angkatnya ia diperlakukan dengan baik.
"Heh jelek! Buatkan aku jus!" Suruh Starla tanpa peduli kepada Fira yang baru saja pulang.
Fira menghela nafas.
"Baiklah, akan aku buatkan!" Jawabnya.
Fira meletakan tasnya diatas meja, kemudian berjalan menuju dapur. Starla melirik sekilas kearah Fira yang telah berbalik menuju dapur. Pandangannya kini teralihkan pada sebuah tas bahu milik Fira. Starla berjalan kearahnya, sebuah ide gila muncul dipikirannya. Starla mengambil tas Fira, kemudian melihat isi dari tas tersebut.
"Heh! Lihat saja nanti, kamu tidak akan pernah bisa menyelesaikan laporanmu!" Ucap Starla dengan seringainya.
Fira merasakan firasat buruk, dengan cepat ia mengambil jus yang telah dibuatnya kemudian berjalan kembali menuju ruang TV. Fira melihat Starla yang tengah memainkan kameranya. Dengan langkah cepat Fira menghampirinya.
"Starla, apa yang kamu lakukan?" Tanya Fira tepat dibelakang Starla sebelum Starla menghapus foto yang akan dijadikan Fira bahan laporannya.
Starla meletakan kembali kamera itu kedalam tas dengan terburu-buru, takut ia mendapat amuk dari sang ayah.
"Ti-tidak, aku tidak melakukan apa-apa!" Jawab Starla, ia mengambil jus yang ada ditangan Fira kemudian berjalan kearah sofa lalu duduk disana.
"Tikus nakal!" Umpat Fira dalam hati, ia mengambil tasnya kembali lalu berjalan menuju kamarnya.
"Sial! Aku gagal!" Ucap Starla kesal setelah ia melihat Fira pergi menuju kamarnya.
Fira menjatuhkan tubuhnya diatas kasur, ia menutup kedua matanya dengan lengan kirinya.
"Ayah... ibu... apakah kalian merindukan aku?" Batin Fira.
Fira membuka matanya, melihat telapak tangannya.
"Siapa aku?" Ucapnya pelan.
Tok
Tok
Tok
"Masuk!" Sahut Angga menyuruh seseorang masuk.
__ADS_1
"Ini informasi yang kau minta!" Jarvis masuk kedalam ruangan Angga lalu menaruh berkas yang dibawanya keatas meja Angga kemudian ia berjalan duduk disofa.
"Hmm... jadi kau telah mendapatkannya!" Ucap Angga.
Angga mengambil berkas tersebut kemudian membacanya.
BIODATA
Nama : Alfira Sheria Bagaskara
Tempat, Tanggal lahir : 20 September 2002
Asal : Jakarta Selatan
Nama Ibu : Anastasya Frenzzy
Nama Ayah : Bagaskara
Saudara : Starla Putri Bagaskara
Pasangan Bagaskara dan Anastasya telah diberi izin untuk mengadopsi Alfira secara hukum.
"Jadi, dia bukan anak kandung keluarga itu?" Tanya Angga setelah membaca biodata Fira.
"Benar, dan mungkin saja dia adalah orang yang kau cari!" Jawab Jarvis.
"Pintar!" Angga menjentikan jarinya memuji pemikiran Jarvis.
Pagi hari yang cerah, Fira terbangun dari tidurnya. Ia bergegas membersihkan tubuhnya, bersiap menuju tempat ia bekerja.
Selesai bersiap, Fira berjalan keluar menuruni anak tangga dan menyapa penghuni rumah lainnya.
"Tidak ayah, aku harus bergegas pergi!" Jawab Fira mencium pipi ayahnya kemudian kembali meneruskan perjalanannya.
Bagaskara hanya tersenyum.
"Maafkan aku, sampai saat ini aku masih merahasiakannya." Batin Bagas.
Fira berjalan keluar dari kompleks perumahannya, tepat diluar gerbang ia menemui Dimas yang telah menunggunya.
"Kamu lama sekali, kita harus cepat pergi menuju AL Group!" Ucap Dimas kesal.
"Aku minta maaf. Tunggu, tadi kamu bilang AL Group?" Jawab Fira sekaligus pertanyaan yang membuatnya membulatkan kedua bola matanya.
"Benar, setelah kemarin kamu mengirim laporan. Banyak kaum wanita yang mengincar informasi pribadi mengenai Presdir Angga!" Jawab Dimas.
"Yang benar saja, apa menariknya orang itu!" Gumam Fira.
"Apa katamu?" Tanya Dimas yang sedikit mendengar gumaman Fira.
"Oh? Bukan, bukan apa-apa. Ayo pergi!" Fira bergegas masuk kedalam mobil Dimas.
Mereka pergi bersama menuju perusahaan Angga. Sesampainya disana, mereka melihat dua orang wanita berdiri dilobi menunggu kedatangan keduanya.
"Apakah nyonya Jessi meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik perusahaan ini?" Bisik Fira ketelinga Dimas sambil menghalangi gerak mulutnya menggunakan punggung tangannya.
"Memangnya kenapa?" Tanya Dimas.
__ADS_1
"Lihat itu, mereka menunggu kita. Sebelumnya kita tidak pernah diperlakukan seperti ini!" Jawab Fira menujuk kedua wanita yang tengah berdiri dilobi.
"Entahlah,"
Dimas dan Fira tiba didepan kedua wanita itu, lantas sebuah kalung bunga diberikan kepada keduanya.
"Selamat datang, silahkan masuk. Tuan Angga telah menunggu anda berdua didalam!" Sambutnya.
Dimas dan Fira bergegas masuk kedalam perusahaan AL Group.
"Silahkan masuk, tuan Angga telah menunggu!" Ucap Jarvis dengan sopan ketika Fira dan Dimas berada diluar ruangan Angga.
"Terima kasih!" Ucap Fira dengan senyuman.
Fira dan Dimas masuk kedalam, tampaklah Angga yang tengah duduk disofa dengan sebuah dokumen yang ia pegang.
"Permisi tuan, maaf kami mengganggu!" Ucap Dimas sambil sedikit membungkukan badan.
Angga mendongak menatap kedatangan Dimas dan Fira dengan datar, kemudian ia mengisyaratkan keduanya untuk duduk. Dimas dan Fira duduk didepan Angga.
"Silahkan, apa yang akan kalian tanyakan!" Angga membuka suaranya ia menanyakan maksud dan tujuan keduanya datang keperusahaannya.
"Kami dari Gosip Entertainment, beberapa penggemar anda menginginkan sebuah berita tentang informasi pribadi anda. Saya Dimas Edwindra bertugas mencatat informasi dan menanyakan, sementara fotografernya Alfira Sheria Bagaskara!" Dimas memperkenalkan dirinya dan juga Fira.
Fira tersenyum mengiyakan ucapan Dimas, Angga mengangguk paham. Lantas Dimas mengajukan pertanyaan pertamanya. Sementara Fira memotret Angga yang tengah diwawancarai oleh Dimas.
"Kenapa pria itu terus menatapku?" Batin Fira saat tengah mengambil gambar. Angga terus memperhatikan Fira dan tentu saja sesekali ia menatap Dimas dan menjawab pertanyaannya.
"Jadi, anda belum menikah dan anda berasal dari Swiss?" Tanya Dimas memastikan.
"Benar!" Jawab Angga.
"Apakah, anda memiliki rencana untuk menikah dalam waktu dekat ini?" Dimas kembali bertanya.
"Tidak, saya hanya ingin mencari keberadaan wanita yang paling saya cinta. Wanita yang cantik, manis, dan juga sangat imut. Entah dia berada dimana, tapi saya merasakan bahwa dia sangat dekat!" Jawab Angga sambil menatap Fira.
Fira tertegun mendengar ucapan Angga, ia terdiam cukup lama sembari menatap Angga. Melihat keadaan Angga dan Fira, Dimas berdehem menyadarkan keduanya.
"Ekhem, baiklah!" Ucap Dimas.
"Ahh, kenapa aku menatapnya?" Batin Fira sambil menunduk.
Beberapa menit berlalu, Dimas dan Fira selesai mewawancarai Angga. Keduanya berpamitan untuk kembali bekerja.
"Terima kasih atas kerja samanya tuan Angga!" Ucap Fira dan Dimas secara bersamaan.
Angga mengangguk, kemudian melambaikan tangan memanggil seseorang.
Seorang pria tampak seperti office boy menghampiri Angga sambil membawa paper bag.
"Silahkan ambil!" Ucap Angga.
Dimas dan Fira saling menatap satu sama lain, lantas keduanya mengambil paper bag tersebut.
"Terima kasih tuan," ucap Fira.
DIMAS EDWINDRA
__ADS_1