GADIS KECIL KESAYANGAN CEO 2

GADIS KECIL KESAYANGAN CEO 2
CHAPTER 33


__ADS_3

Pagi harinya, suasana pantai begitu indah. Angin pagi yang sejuk, deburan ombak yang menenangkan. Kicauan burung camar yang terdengar riang, pasir putih yang lembut.


Yunda berdiri didepan pantai, Yunda merentangkan kedua lengannya membiarkan angin pantai menembus tubuhnya.


"Kak Yunda!" Sapa Fira.


Yunda menoleh, "Fira!" Jawab Yunda.


"Apa yang harus dilakukan hari ini?" Tanya Fira.


"Emm aku rasa tidak ada, karena yang memotret untuk iklan bukan dirimu."


"Ah iya, dimana Starla?" Tanya Yunda yang tidak melihat keberadaan Starla.


"Mungkin dimobil Van sedang berias!" Jawab Fira.


Yunda mengangguk kemudian berjalan menuju mobil van yang dimaksud Fira. Yunda menemukan Starla tengah duduk disofa sambil memainkan ponselnya.


"Nona Starla, mari ikut saya untuk melakukan syuting iklan!" Ucap Yunda dengan sopan.


"Siapa kamu berani menyuruhku?" Jawab ketus Starla.


"Saya mohon, segera laksanakan tugas anda!" Ucap Yunda lagi.


"Berisik! Tidak perlu dibertahu aku juga akan melakukannya!" Sahut Starla sambil berjalan keluar.


Starla dengan sengaja menyenggol lengan Yunda.


"Huuff... jika aku mempunyai saudara sepertimu, aku tidak akan berbaik hati!" Gumam Yunda.


Acara syuting iklan berlangsung, Starla menyuruh Fira ini dan itu ketika ia break syuting. Yunda yang melihatnya menggelengkan kepala, ia tak habis pikir bagaimana bisa Starla melakukan hal tersebut kepada Fira.


"Ini terlalu manis, kamu tahu kan makanan manis sangat tidak baik?" Ucap Starla marah sambil meletakan piring kecil berisi kue.


Fira menghela nafas, ia sangat lelah sedari tadi disuruh oleh Starla. Fira mengambil piring tersebut, Fira hendak berjalan kembali kedapur namun Starla sengaja menarik gaun yang dipakai Fira hingga Fira menumpahkan kue tersebut kegaun Starla.


"Apa yang kamu lakukan!?" Bentak Starla sambil mencoba membersihkan noda kue dengan tisu.


Fira terkejut, ia segera membantu Starla. Fira hendak membantu membersihkan gaun Starla namun Starla menepis kasar lengan Fira.


"Tidak usah membantuku! Apa kamu sengaja melakukannya?!" Ucap Starla marah-marah.


Suara keras Starla didengar oleh banyak orang, sehingga mereka menatap kearah keduanya. Begitupun Yunda yang memperhatikan sedari tadi, ia tahu jelas bahwa Starla sendiri yang sengaja menarik gaun Fira sehingga menumpahkan kue tersebut.


"Kenapa kamu menyalahkanku? Bukankah kamu tadi menarik pakaianku?" Tanya Fira dengan tenang.


Starla kesal mendengar ucapan Fira, ia menjambak rambut Fira dengan kasar.


"Jelas-jelas kamu yang salah, lagipula buat apa aku sengaja melakukannya?!" Bentak Starla.


"Aarggh... sakit, lepaskan rambutku!" Ujar Fira mencoba melepaskan tangan Starla dari rambutnya.

__ADS_1


Yunda bergegas menghampiri keduanya lantas menepis keras lengan Starla dari rambut Fira.


"Jangan menganggunya, dan lakukan tugasmu!" Tegas Yunda marah.


Semua orang terkejut, sosok Yunda yang baik dan ramah kini berubah menjadi sosok yang menakutkan.


Starla menatap Yunda yang menatap wajahnya dengan tatapan tajam, Starla kesal karena Yunda membela Fira daripada dirinya.


"Aku tidak terima!" Teriak Starla.


Starla menarik lengan Fira keluar dari ruang istirahat, Yunda berlari menyusul keduanya.


"Starla! Lepaskan Fira!" Teriak Yunda sambil berlari.


Starla membawa paksa Fira menuju pantai.


"Aku tidak pernah terima kau ada didunia ini! Enyahlah!" Starla berhenti didepan air pantai, Starla mencengkram erat lengan Fira.


"Arrrgghh... sakit, lepaskan tanganku!" Rintih Fira berusaha melepaskan lengannya.


"Dengarkanlah! Aku tidak sudi menjadi saudarimu! Kehadiranmu mengubah segalanya, kau merebut segalanya dariku! Jika saja kau tak ada, aku tak akan menderita!" Ucap Starla dengan nada tinggi.


Starla mendorong Fira hingga jatuh ketanah, Yunda tiba dibelakang keduanya. Yunda merasakan sakit pada perutnya, namun ia harus membantu Fira.


Starla mendekati Fira yang terduduk dipasir, Starla menampar keras wajah Fira. Starla hendak menampar wajah Fira lagi, namun Yunda mencegahnya dengan menggenggam lengan Starla.


"Berhenti! Jangan menamparnya lagi, apa kamu tidak takut tuan Angga marah?" Tegas Yunda sambil berusaha menahan rasa sakitnya.


"Apa urusannya denganmu? Kenapa kau begitu bersikeras membelanya?" Tanya Starla marah.


Starla menepis lengan Yunda kemudian mendorongnya, Yunda hampir terjatuh namun Angga tiba dan memeluknya agar tak terjatuh.


"Berani sekali kau menganggu gadis dan wanitaku!" Ujar Angga menatap tajam Starla.


Starla berjalan mundur melihat tatapan dari Angga, sekujur tubuhnya kaku dan gemetar. Ia takut menghadapi Angga, Yunda dan Fira terkejut melihat kedatangan Angga.


"Sa... sa-saya... ti-tidak... me-melakukan apapun...," sahut Starla gemetar.


"Benarkah? Lalu kenapa gadisku terjatuh ditanah, dan kau berusaha mendorong wanitaku?" Tanya Angga lagi dengan auranya yang dingin.


Jarvis tiba ditempat kejadian, beberapa menit yang lalu Angga tiba dihotel dan menyusul Yunda keacara syuting iklan. Angga tak menemukan keberadaan Yunda dan Fira, ia hanya melihat beberapa orag berkerumun menatap kearah pantai. Angga melihat Starla yang mencoba mencelakai Fira, dan Yunda yang mencoba melerai keduanya.


Angga bergegas berlari mendekat kearah pantai, ia khawatir pada gadis dan wanitanya. Ia tak ingin keduanya terluka, Angga tiba tepat waktu sebelum Yunda terjatuh. Angga bernafas lega sesaat ketika ia berhasil memeluk Yunda.


Dan kini ia melihat Fira terduduk lemas diatas pasir dengan wajah merah bekas tamparan dari Starla.


Angga melepas pelukannya dari Yunda, "Bantulah Fira berdiri!" Suruh Angga setengah berbisik.


Yunda mengangguk, ia berjalan kearah Yunda sambil memegangi perutnya. Yunda mengulurkan tangannya, Fira menyambutnya kemudian mencoba berdiri.


"Kau menaparnya bukan?" Tanya Angga kepada Starla yang diam tanpa berbicara.

__ADS_1


Yunda menyaksikan tatapan tajam Angga kepada Starla sambil merangkul Fira agar tak terjatuh.


"Tidak! Sa... saya tidak melakukannya...," bantah Starla.


"Pembohong!" Angga menampar wajah Starla dengan keras hingga tersungkur jatuh keatas pasir.


Angga mendekati Starla, mengangkat wajah Starla. "Jangan pernah mengganggu gadis dan wanitaku! Ingat itu!" Pesan Angga.


Angga berjalan kearah Yunda dan Fira.


"Bagaimana keadaan kalian?" Tanya Angga berusaha menyembunyikan kekhawatirannya.


"Saya baik-baik saja," jawab Fira sembari memegang pipinya.


Yunda hendak menjawab, namun rasa sakit diperutnya bertambah hingga ia tak dapat lagi menahannya.


"Aaah... sa-sakit sekali...," rintih Yunda sambil memegang perutnya.


"Apa yang terjadi?" Tanya Angga panik.


Angga menggendong Yunda.


"Lia! Obati Fira, dan kau Jarvis. Urus wanita itu!" Suruh Angga kepada Lia dan Jarvis. Lia ikut menghampiri Yunda dan Fira bersama Jarvis.


"Baik tuan!" Jawab keduanya bersamaan.


Angga membawa Yunda kembali kekamar, Yunda berusaha mengatur nafasnya menahan rasa sakit diperutnya.


"Anakku... Mama mohon kamu harus bertahan... jangan tinggalkan Mama!" Batin Yunda.


Angga membaringkan tubuh Yunda diatas kasur, "Kenapa tiba-tiba perutmu sakit?" Tanya Angga.


"Sa... saya tidak apa-apa," jawab Yunda lemas.


"Katakanlah!" Ujar Angga.


"Saya benar-benar tidak apa-apa tuan"


"Tidak mungkin jika kau baik-baik saja tapi merasakan sakit," ucap Angga dengan lembut.


Angga mengelus lembut perut Yunda, Yunda terkejut merasakan tangan hangat Angga berada diperutnya.


"Tuan... anda...," Yunda sedikit tersipu dengan yang dilakukan Angga.


Angga mencium perut Yunda, kemudian duduk disamping Yunda. Angga memegangi tangan Yunda, mengelusnya dengan lembut.


"Kau wanitaku yang hebat, terima kasih karena telah menjaga adikku." Ucap Angga dengan tulus.


Yunda tersenyum, "Tidak masalah tuan, saya sudah menganggap Fira sebagai adik saya sendiri." Jawab Yunda.


Angga mencium kening Yunda, "Istirahatlah, aku akan kembali menemuimu nanti."

__ADS_1


Angga pergi meninggalkan kamar Yunda.


Yunda memegangi keningnya, "Kenapa kamu memperlakukanku seperti ini?" Gumamnya.


__ADS_2