GADIS KECIL KESAYANGAN CEO 2

GADIS KECIL KESAYANGAN CEO 2
CHAPTER 31


__ADS_3

Pagi tiba, perusahaan Angga sepi dikarenakan hari ini hari liburan bagi para pekerja.


Fira, Yunda, Lia, Nisa, dan Jarvis telah berada dibandara menunggu kedatangan Angga. Angga tiba sedikit terlambat karena semalam ia kurang tidur, Gaby menelponnya hingga larut malam.


"Baiklah, bagaimana persiapan kalian?" Tanya Angga ketika ia tiba dibandara.


"Semuanya sudah siap tuan!" Jawab mereka serentak.


Angga mengangguk kecil, "Jarvis bagaimana dengan pesawat keluarga Sunjaya?" Tanya Angga.


"Sudah siap dari 10 menit yang lalu tuan, kita hanya perlu menunggu perintah dari tuan saja!" Jawab Jarvis.


"Baiklah, tunggu apalagi segera naik kepesawat!" Ucap Angga.


Lia, Nisa, Fira, Yunda dan Jarvis menarik kopor mereka menuju pesawat. Angga tak membawa banyak pakaian, ia hanya membawa tas kecil berisi 2 sampai 3 pakaian saja. Sementara yang lain, mereka membawa begitu banyak perlengkapan dari mulai pakaian, handuk, hingga perlengkapan yang lain seperti kamera, make up, dan lainnya.


"Tuan!" Panggil Fira ketika ia berada didalam pesawat.


Angga menoleh, "Ada apa?" Tanya Angga.


"Saya mohon maaf atas perlakuan kemarin," ucap Fira dengan menunduk.


"Saya tidak sengaja mengusir anda, saya hanya terbawa suasana saat itu." Lanjutnya.


Angga tersenyum, ia mengangkat lengannya menyentuh kepala Fira kemudian mengusapnya dengan lembut.


"Tak perlu meminta maaf, aku tahu kau tidak bermaksud seperti itu!" Jawab Angga.


Fira terkesima, "Anda memaafkan saya?" Tanya Fira memastikan.


"Tentu saja, mengapa tidak? Sekarang duduklah ditempatmu, pesawat sebentar lagi terbang!" Jawab Angga.


Fira mengangguk kemudian berjalan menuju tempat ia duduk, Fira duduk bersama Nisa sementara Lia bersama Yunda dan Jarvis tentu bersama Angga.


Pesawat terbang menuju Bali, beberapa jam berlalu kini mereka tiba di Bandara Bali, mereka kemudian menempuh perjalanan dengan bis menuju pantai Melati. Angga menyewa beberapa kamar hotel untuk pegawainya.


"Fira dan Nisa kalian tidur dikamar 086, Lia dan Yunda kalian tidur dikamar 098, dan Jarvis kau tidur dilobi!" Ucap Angga membagikan kamar yang dipesannya.


"Anda pasti bercanda bukan? Kenapa saya tidur dilobi?" Tanya Jarvis kesal.


"Menurutmu? Kau selalu bersamaku bukan?" Tanya balik Angga.

__ADS_1


"Kau ini menyebalkan sekali!" Gerutu Jarvis.


Nisa, Lia, Fira dan Yunda terkekeh melihat aksi konyol dari Angga dan Jarvis. Sebelum acara syuting dimulai, Jarvis menyempatkan dirinya membawa Lia jalan-jalan. Begitupun Nisa dan Fira, keduanya berjalan bersama menyusuri pasir.


"Apa kau tidak mempunyai teman?" Tanya Angga yang melihat Yunda berdiam diri melihat Nisa dan Fira.


"Saya mempunyai teman, mereka sedang bermain disana!" Jawab Yunda menunjuk Fira.


"Ikutlah bersamaku!" Angga menarik lengan Yunda membawanya menuju sebuah kafe.


Angga memesan makanan, ia tiba-tiba merasa sangat lapar dan ingin memakan banyak makanan. Begitupun Yunda yang tergiur melihat banyak makanan diatas meja. Yunda makan dengan lahap, Angga tersenyum melihat Yunda yang makan dengan lahap.


"Pelan-pelan saja, kau makan sebanyak itu apakah muat diperutmu?" Tanya Angga.


"Tentu saja, karena sekarang saya makan untuk dua orang!" Jawab Yunda tanpa sadar.


Angga tersedak


"Apa kau bilang?" Tanya Angga setelah meneguk air.


Yunda pura-pura tidak tahu maksud dari Angga, dengan cepat ia mengelak.


"Apa maksud anda? Mengapa anda begitu terkejut?" Tanya balik Yunda.


"Maksud saya, bukankah saya makan bersama anda? Jadi sudah tentu saya makan untuk dua orang," jawab Yunda.


Angga mengernyitkan dahinya, sementara Yunda kembali makan seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


"Fiuhh... untung saja aku bisa mengelak, kenapa juga aku keceplosan?!" Ucap Yunda dalam hatinya.


Selesai makan, Angga mengajak seluruh karyawannya untuk menaiki kapal pesiar. Sementara bintang iklan yang ditunggunya tak kunjung tiba.


"Pemandangan yang indah bukan?" Tanya Jarvis pada Yunda.


Yunda mengangguk, "Benar, aku tidak pernah melihat pemandangan seindah ini!" Jawab Yunda sambil memperhatikan pemandangan laut yang biru.


Jarvis memperhatikan Yunda, bola matanya tak sengaja menangkap gambar yang baru pertama kali dilihatnya. Jarvis melihat sebuah cincin ruby yang melingkar dijari manis Yunda. Jarvis sangat mengenal cincin tersebut, dulu Gaby pernah memberikannya pada Angga untuk diberikan lagi pada wanita yang dipilih Angga.


"Angga memberikan cincin itu?" Tanya Jarvis.


Yunda mengangkat lengannya kemudian menatap cincin yang melingkar dijari manisnya.

__ADS_1


"Ah benar, entah kapan tuan Angga memasangkannya dijariku." Gumam Yunda dalam hati.


"Menurutmu?" Tanya balik Yunda dengan eskpresi datar.


"Oh ayolah! Aku hanya bertanya, kenapa kau memasang wajah seperti itu seolah-olah kau tidak menyukainya?" Gerutu Jarvis.


"Aku memang tidak menyukainya!" Jawab Yunda dengan tegas.


Jarvis menundukan kepalanya, "Apakah kau masih marah padaku?" Tanya Jarvis.


"Marah? Untuk apa? Buang-buang waktuku saja!" Jawab Yunda.


"Yang benar saja, kau tidak marah tapi-"


"Huek... huek...," ucapan Jarvis terpotong, Yunda tiba-tiba merasa mual. Yunda bergegas berlari menuju kamar mandi.


Jarvis menatap Yunda dengan heran, beberapa menit yang lalu Yunda baik-baik saja. Entah kenapa ia tiba-tiba mual seperti itu.


Disisi lain, Angga tengah menikmati pemandangan sambil duduk bersama Fira. Keduanya tengah mengobrol bersama, namun tiba-tiba Angga merasa mual kemudian berlari menuju kamar mandi.


Jarvis tiba menemui Fira, keduanya berdiri didepan kamar mandi. Jarvis menunggu Yunda, sementara Fira menunggu Angga. Angga dan Yunda keluar dari kamar mandi bersamaan, Jarvis dan Fira yang penasaran lantas memberikan pertanyaan yang sama kepada keduanya.


"Apa yang terjadi?" Tanya Jarvis dan Fira bersamaan.


"Mabuk laut!" Jawab Angga dan Yunda bersamaan pula.


Jarvis dan Fira saling menatap satu sama lain dengan otak penuh tanda tanya. Angga dan Yunda mendadak bertingkah aneh, Yunda yang banyak makan dan sering mual-mual. Sementara Angga banyak keinginan dan juga ia merasakan mual.


"Aku pergi dulu, kalian bersenang-senanglah!" Angga berjalan pergi menuju kamarnya.


"Aku juga sedikit lelah, aku ingin beristirahat. Sampai jumpa!" Yunda menyusul Angga pergi menuju kamarnya.


Jarvis dan Fira hanya bisa memandang keduanya dengan heran.


"Menurut anda apa yang terjadi pada keduanya?" Tanya Fira.


"Entahlah, mungkin memang benar mereka mabuk laut!" Jawab Jarvis sambil melirik kearah Fira.


Fira mengangguk paham, ia memutuskan untuk kembali menikmati pemandangan laut bersama Nisa. Sementara Jarvis menemui Lia.


Angga duduk dikasurnya sambil mengusap dengan gusar wajahnya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi padaku? Aku seperti ibu hamil saja!" Gumamnya kesal.


"Ugh! Rasanya sangat tidak enak, terasa sangat mual!" Gumam Yunda didalam kamarnya.


__ADS_2