
"Ah! Apa kamu Fira?" Tanya Yunda dengan nada ramah.
"Eh? Tunggu!" Batin Fira terkejut setelah melihat perubahan ekspresi wajah Yunda.
"Ah iya! Itu benar," jawab Fira.
Yunda tersenyum, ia mengulurkan tangannya. Dengan perasaan ragu Fira menyambutnya.
"Aku Ayunda, panggil saja kak Yunda!" Ucapnya dengan senyum ramah.
"Oh? Ya! Saya Fira, mohon bimbingannya kak!" Jawab Fira membalas senyuman Yunda.
Yunda melepas jabatan tangannya, lalu ia mengambil berkas dari mejanya.
"Oh ya, kenapa kamu menemuiku?" Tanya Yunda.
"Saya diperintahkan tuan Angga menemui kakak untuk memgambil lembar pekerjaan saya!" Jawab Fira.
"Begitu ya, tunggu sebentar akan aku carikan dulu!" Ucap Yunda.
Ayunda memeriksa mejanya mencari lembar pekerjaan yang akan dikerjakan Fira.
"Ketemu!"
"Ini, aku akan mengantarmu ke studio pemotretan!" Ucap Yunda setelah menemukan lembar kerja Fira, ia menyerahkannya kepada Fira lalu menuntunnya menuju studio pemotretan.
"Tak kusangka, kak Yunda begitu baik dan juga ramah. Dia memang pantas menjadi sekertaris!" Batin Fira kagum pada Ayunda.
Setibanya distudio pemotretan...
"Nah, Fira ini studionya. Ruang kerjamu ada didalam studio, mari masuk!" Ucap Yunda, ia membuka pintu dan mempersilahkan Fira untuk masuk.
"Selamat pagi kak Yunda!" Sapa pegawai yang ada di studio.
"Pagi juga, perkenalkan ini Fira fotografer baru kita!" Jawab Yunda sekaligus memperkenalkan Fira.
"Halo, mohon bantuannya!" Sahut Fira.
"Hai Fira, namaku Lia!" Jawab seorang gadis berambut pendek sebahu.
"Aku Nisa, dan ini Andri!" Ucap perempuan dengan rambut terikat dibelakang, ia memperkenalkan seorang pria dengan kumis tipis disampingnya.
"Ah ya, salam kenal!" Jawab Fira sambil tersenyum.
"Baiklah, selamat bekerja semuanya!" Ucap Yunda memberi semangat.
Semuanya mengangguk, lantas Yunda kembali keruang kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya. Fira melihat lembar kerjanya, hari ini ia akan memotret salah satu brand ambassador baru di Al Grup.
"Fira, jika kamu membutuhkan bantuan katakan saja pada kami. Kami akan membantumu!" Ucap Lia sembari menyiapkan alat make up.
"Ya benar itu. Oh ya, aku disini sebagai editor foto untuk majalah. Dan Andri yang akan mengatur lampu, Lia bekerja sebagai perias model!" Sahut Nisa menjelaskan.
"Sekarang aku mengerti, terima kasih!" Ucap Fira dengan tulus.
Fira duduk disofa mempersiapkan kameranya, tak lama setelah itu datang seorang gadis cantik dengan rambut terurai.
"Selamat pagi semuanya!" Sapa gadis tersebut.
"Pagi!" Jawab Lia, Nisa dan Andri bersama.
"Pagi juga!" Fira mengalihkan pandangannya kearah gadis tersebut, ia sangat terkejut mendapati saudarinya berada dipintu masuk studio.
"Fira? Kenapa kamu ada disini?" Tanya Starla sama terkejutnya.
"Eh? Apa kalian saling kenal?" Tanya Nisa.
__ADS_1
Starla menatap Nisa.
"Iya, dia salah satu asisten rumah tangga dirumahku. Tak kusangka sekarang dia ada disini, apakah dia menjadi office boy disini?" Jawab Starla menyembunyikan hal yang sebenarnya.
"Keterlaluan!" Batin Fira kesal.
"Tidak! Dia menjadi fotografer disini!" Andri membantu Fira menjawab sambil merangkul pundaknya.
"Fira, apa benar kamu menjadi asisten rumah tangga dirumahnya?" Tanya Andri.
Fira melirik kearah Starla yang tengah menatapnya dengan tajam. Fira menyunggingkan senyum sinis.
"Dia saudariku!" Jawab Fira yang mampu membuat semua orang terkejut.
"Wah tega sekali, bagaimana bisa kamu menganggap saudarimu sebagai pembantu!" Ucap salah seorang pria dibelakang Starla dengan raut wajah dingin.
Semua orang tertegun, mereka menunduk memberi salam.
"Selamat pagi Tuan!" Sapa semua orang termasuk Fira.
Starla membalikan badannya menatap Angga yang kini berada dihadapannya.
"Kau bran ambassador baru di sini kan?" Tanya Angga.
Starla mengangguk.
"Jagalah sikapmu, jangan sampai aku membatalkan kontrak denganmu!" Tegas Angga sambil menatap tajam Starla.
Starla gemetar melihat Angga yang begitu tegas dan menatapnya dengan tajam. Begitu pun dengan yang lain, mereka merasakan hal yang sama. Setelahnya Angga kembali berjalan meninggalkan studio pemotretan.
"Wah! Seram sekali!" Ucap Lia bergidik ngeri.
"Baiklah, ayo kita bekerja!" Sahut Nisa.
Pemotretan berlangsung, Fira dengan sabar menanggapi sikap Starla yang menjengkelkan. Ia harus bisa menjadi seorang fotografer yang handal dan dapat mengontrol emosinya.
"Fira! Lakukan dengan benar, jangan sampai foto mu tidak bagus!" Ucap Starla sambil memperbaiki riasannya.
"Baiklah, akan aku lakukan!" Jawab Fira berusaha sabar.
Waktu berjalan dengan cepat, acara pemotretan selesai dilakukan. Fira menyerahkan hasil jepretannya kepada Nisa.
"Kamu pasti lelah, bagaimana jika kita makan siang bersama?" Tawar Lia kepada teman-temannya juga Fira.
"Ide yang bagus, ayo kita istirahat sejenak!" Jawab Nisa menyetujui usulan dari Lia.
Setelahnya mereka keluar menuju kantin untuk makan siang. Sembari menunggu pesanan, mereka saling bercerita mengenai diri mereka masing-masing. Sementara itu, di dalam studio Starla diam-diam masuk memeriksa kamera milik Fira.
"Aku akan membuatmu dikeluarkan Fira!" Ucapnya.
Starla menghapus beberapa foto hasil jepretan Fira, akan tetapi perbuatannya diketahui oleh Jarvis sehingga beberapa foto masih tersimpan.
"Apa yang kau lakukan?!" Tanya Jarvis setelah merebut kamera Fira.
"A-aku tidak melakukan apapun!" Jawab Starla berbohong.
"Dengarkan aku! Jangan membuat masalah disini jika kau tidak ingin keluar dari perusahaan Al Grup!" Tegas Jarvis.
Starla mengangguk, Jarvis berbalik berjalan keluar dari studio.
"Sial! Aku ketahuan! Bagaimana pun caranya, aku harus membuat Fira keluar dari sini!" Ucap Starla sambil menopang dagunya.
....
"Ada apa?" Tanya Angga setelah Jarvis masuk kedalam ruangannya.
__ADS_1
"Perempuan itu berusaha untuk membuat Fira keluar dari sini!" Jawab Jarvis setelah ia duduk disofa.
Angga mengangkat sebelah alisnya dengan kedua punggung tangannya menopang dagu.
"Kau mencegahnya?" Tanya Angga.
Jarvis mengangguk.
"Tentu saja, jika tidak mungkin Fira tidak akan memiliki foto-foto itu lagi. Meski beberapa foto telah terhapus!" Jawab Jarvis.
"Baiklah, jika itu yang dia inginkan maka silahkan saja berusaha untuk mengeluarkan gadis itu!" Ucap Angga tersenyum dingin.
"Kau... kau jangan tersenyum seperti itu!" Sahut Jarvis yang melihat senyuman Angga membuatnya bergidik ketakutan.
"Jangan melihat senyumanku!" Ucap Angga.
Jarvis menghela nafas panjang.
"Anak dan ayah sama saja!" Gumamnya.
"Aku dengar itu!" Tegas Angga menatap tajam Jarvis.
"Ah iya! Aku baru ingat, aku harus menemui Yunda. Sampai jumpa!" Jarvis bergegas keluar dari ruangan Angga sebelum ia diterkam habis olehnya.
Kring... kring...
Fira menatap layar ponselnya yang menampilkan nama dan sebuah foto seseorang.
"Dimas?" Batinnya setelah melihat nama dari si penelpon.
"Fira, kenapa kamu tiba-tiba mengundurkan diri?" tanya Dimas dari seberang telpon.
"Oh ya! Aku minta maaf, aku mendapat tawaran pekerjaan dengan gaji yang sangat besar!" Jawab Fira.
"Huff... baiklah, setidaknya kamu baik-baik saja" ucap Dimas.
"Malam ini, kamu ada acara tidak?" tanyanya.
"Umm... tidak, kenapa?" Jawab Fira.
"Aku akan menjemputmu, kita makan malam bersama. Bagaimana?" ajak Dimas.
"Baiklah, aku akan bersiap-siap malam ini!" Jawab Fira.
Sambungan telpon terputus, Fira menatap teman-teman barunya yang tengah melirik penuh arti kepadanya.
"A-apa ada yang salah?" Tanya Fira.
"Apa dia pacarmu? Kamu terlihat senang tadi!" Tanya Lia.
"Ya benar, apa dia mengajakmu berkencan?" Sahut Nisa.
"..." Andri hanya terdiam, ia sibuk memperhatikan layar ponselnya.
"Tidak, dia bukan pacarku. Dia teman kerjaku sebelum aku disini, malam ini dia mengajakku untuk makan malam!" Jawab Fira sambil menggelengkan kepalanya.
Lia dan Nisa terkekeh melihat wajah Fira yang memerah menahan rasa malu.
JARVIS EDGARDAD
PEMBERITAHUAN!!
GADIS KECIL KESAYANGAN CEO SEASON 2 Up setiap hari Senin, Rabu dan Jumat. Jangan lupa like and vote yaa
__ADS_1