GADIS KECIL KESAYANGAN CEO 2

GADIS KECIL KESAYANGAN CEO 2
CHAPTER 23


__ADS_3

"Jarvis, bagaimana dengan jadwalku apakah begitu padat?" Tanya Angga ketika ia tengah menandatangani kontrak kerja sama.


"Yah, tentu saja. Kau itu seorang Direktur mana mungkin kau punya waktu senggang!" Jawab Jarvis.


"Oh, aku jadi ingat. Bulan depan kau harus mengunjungi Bali untuk iklan produk kecantikan!" Lanjut Jarvis setalah melihat jadwal kegiatan Angga yang telah ia atur.


"Bali? Sempurna!" Ucap Angga senang dengan senyum kecil.


Jarvis mengernyitkan dahi. Sesenang itukah pergi ke Bali? Pikir Jarvis.


"Apa yang terjadi padamu? Kenapa terlihat senang saat aku menyebutkan Bali?" Tanya Jarvis.


Angga menatap datar Jarvis.


"Bukan apa-apa!" Jawab Angga singkat.


Jarvis menggedikkan bahu "Malam ini akan ada pesta penghargaan di City Store!" Ucap Jarvis.


"Hm? Pesta?" Tanya Angga memastikan.


"Benar, kau mendapat undangan sebagai kategori pengusaha pendatang baru terpopuler!" Jawab Jarvis.


"Apa tidak bisa jika aku tidak menghadirinya?" Angga sangat malas jika ia diminta menghadiri acara penghargaan atau acara pesta yang melibatkan banyak orang didalamnya.


Angga sangat membenci tempat ramai dan bising, baginya hal itu sangat mengganggu pikirannya. Angga mempunyai rencana lain malam nanti, yaitu membawa Yunda jalan-jalan.


"Tidak bisa! Kau tak pernah menghadiri acara ini dan selalu merepotkanku!" Jarvis menjawab dengan bertolak pinggang.


"Yang benar saja! Aku mempunyai rencana lain malam ini!" Ucap Angga tak kalah kesalnya dengan Jarvis.


"Apa kau pikir cuma dirimu yang ingin kencan dengan wanita? Aku juga!" Sahut Jarvis.


"Kau setiap hari melakukannya, berbeda denganku yang harus menjaga perasan orang lain!" Sesaat Angga memikirkan Fira, Angga tahu jika selama ini ia selalu bersikap baik terhadapnya. Hal itu akan menimbulkan rasa suka Fira kepada dirinya.


Jarvis menghela nafas panjang, padahal dulu ia pernah mengingatkan Angga agar tidak terlalu dekat dengan Fira dan secepatnya memberitahukan identitas Fira yang sesungguhnya.


"Itu salahmu," gumam Jarvis.


"Baiklah, aku akan menghadiri acara penghargaan itu untuk mewakilimu. Sementara kau, pergi pesta pernikahan Andri!" Tegas Jarvis.


Walaupun sebenarnya Jarvis lebih memilih hadir diacara pesta pernikahan Andri daripada harus menghadiri acara penghargaan itu. Yah, tentu saja karena Lia berada disana. Tidak hanya itu, bahkan Fira dan Yunda pun hadir diacara tersebut. Ia harus rela menunggu sedikit lebih lama sebelum pergi ke acara pesta pernikahan Andri. Setidaknya 1 jam setelah acara dimulai.


"Bagus! Dengan begitu aku akan berada disamping Yunda!" Ucap Angga.

__ADS_1


"Ck! Kenapa pula aku memiliki bos seperti dia? Yah, itu lebih baik ketimbang harus menjadi asisten Darren!" Gumam Jarvis dalam hati.


Malam tiba, tepat pukul 10.00 WIB Jarvis tiba digedung resepsi pernikahan Andri. Angga telah tiba lebih dulu sebelum dirinya, Angga mendapatkan satu penghargaan dalam kategori pengusaha pendatang baru terpopuler.


Tentu saja populer! Banyak kaum hawa yang menganggumi ketampanan serta kekayaan Angga. Mereka hanya menilai dari wajah dan harta, jarang dari mereka yang mengagumi kepintaran ataupun kelebihan yang dimiliki seseorang.


Angga melihat Yunda yang tengah berbincang bersama Fira, Lia dan Nisa. Angga duduk diam disebuah sofa paling pojok, Angga sengaja memilih tempat itu untuk menghindari kerumunan. Setibanya ia disana banyak penggemar yang mengkerubunginya. Jika saja Jarvis bersamanya maka kelak tidak akan ada yang mendekati Angga.


"Hm... berapa lama lagi dia duduk disana?" Gumam Angga kesal melihat Yunda sedari tadi hanya berbincang bersama temannya. Yunda bahkan tak melirik kearahnya.


Angga mengambil ponselnya dari saku celananya, malam ini Angga tak memakai setelan jas. Angga hanya memakai kemeja hitam dengan celana jeans hitam kasual, tidak terlalu mencolok tapi terlihat berwibawa.


Angga mengetik sebuah pesan lalu mengirimkannya pada Yunda.


"Temui aku dibalkon!" tulis pesan Angga.


"Apakah presdir disini?" Pikir Yunda. Yunda melihat kesekelilingnya mencari keberadaan Angga.


Pandangan Yunda terhenti pada pria yang duduk disofa paling pojok. Angga! Itu dia pria yang ia cari.


Angga berdiri lalu berjalan kearah balkon, Jarvis menghampiri meja tempat Lia duduk bersama Fira, Nisa dan Yunda.


Jarvis membawa Lia mengobrol bersama disuatu tempat yang terpisah. Kini tersisa 3 gadis cantik.


"Hm? Aku ingin pergi ke toilet. Kalian lanjutkan saja!" Jawab Yunda yang kemudian melesat pergi dari sana hilang ditengah-tengah kerumunan.


Yunda tiba dibalkon tempat Angga yang ingin menemuinya, Yunda tak mendapati keberadaan Angga disana. Ketika ia akan berbalik, seorang pria memeluknya dari belakang. Yunda terkejut, ia hendak memberontak namun Yunda mencium aroma parfum yang sangat ia kenal.


"Presdir!" Panggil Yunda.


Angga menempelkan dagunya dibahu Yunda, Angga menghirup dalam-dalam aroma tubuh Yunda.


"Iya, ini aku!" Jawab Angga dengan kedua mata terpejam.


"A-apa yang anda lakukan disini?" Tanya Yunda gugup.


"Menemuimu!" Jawab Angga singkat masih dengan kedua mata terpejam.


Yunda terdiam, ia menengadahkan kepalanya menatap langit malam yang dihiasi bintang. Tak banyak, hanya beberapa bintang yang terlihat.


"Mengapa anda memeluk saya?" Tanya Yunda memberanikan diri bertanya.


"Karena kau wanitaku!" Jawab Angga membuka kedua matanya kemudian mengecup pipi kiri Yunda.

__ADS_1


Yunda menundukan kepalanya. Ia berpikir, haruskah ia bertanya pada Angga saat ini? Ataukah ia masih harus menunggu waktu yang tepat?


"Tuan... sa-saya.." Yunda menghentikan ucapannya sesaat.


Angga tersenyum, Angga kembali mencium pipi kiri Yunda.


"Jangan minum terlalu banyak!" Ucap Angga.


Yunda mengangguk kecil, kemudian Angga melepaskan pelukannya. Angga menyuruh Yunda untuk kembali kemejanya karena sudah terlalu lama Yunda pergi.


....


"Fira adikku!" Panggil seorang wanita dengan meninggikan nada bicaranya sehingga semua orang menoleh kearahnya.


Fira berdiri dari duduknya disusul Nisa.


"Rupanya kamu disini, kenapa kamu memakai gaun itu?" Ucap Starla setelah mengamati gaun Fira.


Ya! Starla Putri Bagaskara, ia sengaja datang keacara pernikahan Andri untuk mempermalukan Fira.


"Adikku tersayang, kenapa kamu tidak bilang padaku jika kamu tidak memiliki gaun yang cantik?" Lanjutnya berpura-pura kasihan pada Fira.


Fira terdiam menatap Starla dengan ekspresi datar.


"Jika saja kamu bilang padaku, aku akan memberikan gaun yang cantik untukmu." Ucapnya.


Tentu 'Gaun cantik' yang dimaksud Starla bukan gaun cantik terbuat dari kain sutra yang lembut dihiasi permata yang berkilau. Fira tahu betul 'Gaun Cantik' itu gaun yang tidak sesuai dengan kriterianya.


"Wah! Tidak ku sangka ternyata Starla baik juga mau meminjamkan gaunnya kepada adiknya." Pujian dari orang-orang kepada Starla.


Nisa yang mendengarnya merasa marah dan kesal, Nisa tahu niat busuk Starla yang ingin mempermalukan Fira didepan banyak orang.


Nisa melangkah maju hendak membela Fira namun Fira menahan lengan Nisa agar tidak melakukannya.


"Tidak apa, biar aku yang urus." Bisik Fira.


"Huhuhu.... Fira, apakah kamu pikir aku ini kakak yang tidak baik? Hiks... aku sangat menyayangimu...," ucap Starla dengan nada sedih yang dibuat-buat.


"Kasian sekali Starla, dia selalu menyayangi adiknya tetapi adiknya malah tidak tahu diri!" Bisik tamu undangan yang membela Starla.


"Apa kamu tahu kabar bahwa Starla bukan kakak kandung Fira?"


"Ya! Aku pernah mendengarnya, mungkin Fira merasa tersaingi oleh Starla!" Balas tamu undangan yang lain.

__ADS_1


"Heh! Lihat, siapa yang menang disini!" Gumam Starla dalam hati.


__ADS_2