
"Bagaimana kencanmu dengan perempuan kemarin?" Tanya Angga yang penasaran dengan kencan Jarvis tadi malam.
"Kenapa kau menanyakan hal itu?" Tanya balik Jarvis, Angga melihat raut wajah Jarvis yang menahan malu dari kaca spion didepan Jarvis.
"Hanya bertanya," jawab Angga singkat.
"Kau sendiri, bagaimana hubunganmu dengan Yunda?" Tanya Jarvis yang membalikan keadaan.
"Kau balas dendam kepadaku, karena aku bertanya soal hubunganmu?" Ucap Angga dengan sebelah alis terangkat.
"Cih! Aku hanya bertanya," jawab Jarvis.
Angga mengalihkan pandangannya menuju luar kaca jendela mobilnya, Jarvis yang tengah menyetir melihat keadaan Angga yang duduk dibelakang dari kaca diatasnya.
"Apa kau memikirkan Fira?" Tanya Jarvis.
"Ya!" Jawab Angga singkat.
"Aku sarankan agar kau tidak terlalu dekat dengannya!" Ucap Jarvis.
"Jika aku tidak dekat dengannya, bagaimana caranya agar aku bisa mengembalikan ingatannya?" Tanya Angga dengan sedikit kesal.
"Bukan itu maksudku, aku hanya bermaksud agar kau segera mengatakan bahwa dia adikmu sebelum dia mengira bahwa kau mencintainya!" Jelas Jarvis.
Angga terdiam.
"Aku tahu," ucapnya.
....
"Kak Yunda, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Fira yang melihat Yunda terdiam dikantin tanpa menyentuh makanannya.
Setelah kejadian itu, Fira melihat Yunda keluar dari ruangan Angga tak lama setelah ia keluar. Fira melihat raut wajah Yunda yang tampak kusut, ia berpikir bahwa mungkin saja Yunda tengah memikirkan banyak hal. Fira menemui Yunda lalu mengajaknya makan siang bersama. Yunda tidak menolak, ia mengikuti ajakan Fira.
"Aku baik-baik saja, hanya ada hal yang aku pikirkan!" Jawab Yunda.
"Katakanlah padaku jika kamu punya masalah kak!" Ucap Fira penuh perhatian.
"Terima kasih!" Sahut Yunda.
"Bagaimana mungkin aku menceritakannya padamu? Kamu terlihat sangat dekat dengan presdir, aku yakin kamu menyukainya!" Batin Yunda.
"Hai Fira, hai kak Yunda!" Sapa Lia yang tiba bersama Nisa.
"Lia, Nisa!" Sahut Fira.
Yunda tersenyum, Lia dan Nisa duduk dikursi.
"Ngomong-ngomong, kamu dekat dengan tuan Jarvis ya?" Tanya Yunda yang sempat mendengar berita bahwa Lia dekat dengan Jarvis.
"Emm... yah, kami dekat karena sekantor bukan?" Jawab Lia dengan malu.
"Ya ampun Lia, jangan sok sembunyi-sembunyi deh. Kak Yunda benar, bahkan kemarin malam dia berkencan dengan tuan Jarvis!" Ucap Nisa yang gereget dengan Lia.
Fira tertawa kecil, tampak wajah Lia yang merah merasa malu.
"Tidak perlu malu, aku turut bahagia kamu dekat dengan tuan Jarvis. Beliau sangat baik dan perhatian!" Ucap Yunda dengan penuh perhatian.
"Benar, kami mendukung kamu Lia!" Seru Nisa mengiyakan.
Lia tersenyum canggung.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, apakah kak Yunda punya pria yang disukai?" Tanya Nisa.
Yunda terkejut. Pria disukai? Mungkinkah ia menyukai Angga? Ataukah justru ia masih ragu dengan perasaannya?
Yunda terdiam.
Fira memiringkan kepalanya, ia bingung mengapa Yunda terdiam dan kembali bersedih.
"Kak Yunda?" Panggil Fira.
Yunda menoleh ia tersadar dari lamunannya.
"Ya? Ada apa?" Tanya Yunda.
"Kenapa kak Yunda terdiam? Apakah kakak ada masalah?" Tanya Lia.
Yunda menggeleng "Tidak ada!" Jawabnya.
"Oh ya! Malam ini akan ada pasar malam di taman Indah Jakarta!" Ucap Nisa memberi tahu.
"Apa kalian akan pergi?" Tanya Nisa.
"Oh benar, a-aku pergi...," sahut Lia menggantung.
"Yah... aku tahu kamu pergi bersama tuan Jarvis!" Ucap Nisa dengan sedikit iri.
"Kamu Fira?" Tanya Nisa.
"Aku pergi bersama Dimas!" Jawab Fira.
"Kak Yunda bersama siapa?" Tanya Lia.
Yunda terdiam.
"Tunggu! Aku tidak boleh mengharapkan itu!" Lanjutnya dengan menggelengkan kepala.
"Kak Yunda tidak pergi?" Tanya Fira yang melihat Yunda menggeleng.
"Eh? A-aku pergi kok, Nisa bukankah kamu sendiri? Bagaimana kalau kita pergi bersama?" Ucap Yunda.
"Wah! Ya, aku setuju!" Jawab Nisa senang.
....
"Jadi kau akan pergi jalan-jalan bersama wanitamu malam ini?" Tanya Angga setelah Jarvis meminta izin.
"Benar, aku ingin membawanya jalan-jalan ke pasar malam. Mungkin, Yunda juga ingin pergi. Kenapa kau tidak membawanya?" Ucap Jarvis.
"Yunda? Apa benar dia ingin pergi?" Pikir Angga.
"Hmm... mungkin saja dia pergi bersama temannya!" Sahut Angga dengan wajah datar.
"Bagaimana dengan Fira? Apa dia juga akan pergi ke pasar malam?" Tanya Jarvis.
"Sepertinya pria itu yang akan membawanya!" Jawab Angga.
Pagi tadi Angga mendengar percakapan Dimas mengenai jalan-jalan Fira malam ini. Dimas ingin membawa Fira ke pasar malam bersamanya, ia justru lupa akan hal itu.
"Yah, kau datang saja dan cari Yunda!" Ucap Jarvis.
"Sejak kapan kau menjadi begitu berisik?" Tanya Angga dengan dingin.
__ADS_1
"Aku hanya menyarankan!" Gerutu Jarvis.
Jarvis pergi setelah ia merajuk, Angga terdiam.
"Pasar malam?" Gumamnya.
"Baiklah, aku akan pergi!" Lanjutnya.
Malam pun tiba, seperti percakapan sebelumnya. Fira pergi bersama Dimas, Dimas datang kerumahnya untuk menjemputnya. Lia pergi bersama Jarvis, Jarvis harus menunggu Lia yang super duper lama karena harus tampil cantik didepan Jarvis. Sementara Nisa, awalnya ia pergi bersama Yunda. Setelah keduanya tiba dipasar malam, tiba-tiba Angga menghampirinya lalu membawa Yunda pergi bersamanya.
"Ck! Kalian sungguh tega, Lia bersama tuan Jarvis, Fira bersama Dimas, Andri bersama Mia, kak Yunda bersama tuan Angga, lalu aku bersama siapa?" Gerutu Nisa.
"Eh? Kak Yunda bersama tuan Angga?!" Lanjutnya setelah ia menyadari hal yang tak terduga itu.
"Kenapa anda ada disini?" Tanya Yunda setelah ia berjalan-jalan bersama Angga namun tak ada satupun yang berbicara.
Angga terdiam sambil menggandeng lengan Yunda.
"Karena wanitaku ada disini!" Jawab Angga.
"Si-siapa dia?" Tanya Yunda ragu.
Angga berhenti, Yunda ikut berhenti lalu menoleh kearah Angga. Angga menatapnya.
"Tentu saja dirimu!" Jawab Yunda sembari membelai pipi Yunda.
Yunda terpana, ia melihat wajah Angga dari dekat.
"Tampan!" Pujinya dalam hati.
"Kau menyukainya?" Tanya Angga tanpa lepas menatap Yunda.
Yunda memalingkan wajahnya, sudah terlalu lama ia menatap Angga.
"Apa maksud anda?" Yunda balik bertanya sambil menyelipkan rambutnya kebelakang telinga.
Angga mendekatkan wajahnya, ia berbisik tepat didekat telinga Yunda.
"Apa kau menyukaiku? Ataukah kau menyukai malam ini?" Bisiknya.
Sontak telinga Yunda memerah. Yunda sedikit mendorong tubuh Angga tanpa menatapnya.
"A-anda terlalu dekat!" Ucapnya sambil mendorong Angga.
Angga menarik lengan Yunda yang mendorongnya lantas memeluknya dengan erat.
"Kenapa jika terlalu dekat? Apa kau merasa tidak nyaman?" Tanyanya dengan nada lembut.
Wajah Yunda memerah, jantungnya berdebar sangat cepat. Yunda juga dapat mendengar detak jantung Angga yang terdengar normal.
"Detak jantungnya, terdengar sangat jelas!" Batin Yunda sambil memejamkan matanya.
Angga melihat Fira yang tengah memegang boneka ditangan kirinya sementara tangan kanannya memegang permen kapas. Fira tersenyum bahagia bersama Dimas disampingnya.
"Kau menjaganya dengan baik, sesuai permintaanku!" Gumam Angga.
"Tuan, apa yang anda katakan?" Tanya Yunda.
"Bukan apa-apa!" Jawab Angga.
__ADS_1