
Cuaca di pagi hari ini sangat cerah , secerah wajah gadis yang saat itu baru saja selesai melakukan ritual mandinya .
Gadis tersebut bersiap siap untuk pergi ke butik , Karena beberapa bulan lagi akan ada event Desainer di luar kota ..
Jadi , gadis tersebut sangat sibuk dengan urusan desain baju dan para model nya ..
25 Menit kemudian Silva sudah selesai dengan penampilan nya yang selalu sederhana namun tetap memancarkan aura kecantikannya langsung menuruni anak tangga satu persatu ..
Dengan memakai baju berwarna hijau simpel dan sederhana ia sama sekali tidak terlihat seperti anak orang berada...
" Pagi semua " Sapa Silva ke pada orang tua nya saat sudah berada di meja makan ..
" Pagi sayang , Kelihatannya kamu lagi senang banget . Ada apa hayo ? " Laras sedikit menggoda sang putri , ia berpikir bahwa silva ceria begitu karena Samuel kemarin malam .
" Ma , Beberapa bulan lagi Iva mau mengikuti acara event di kota J " Ucap Silva sambil tersenyum
" Oh , Mama pikir kamu ceria begini karena samuel " Jawab mama sedikit kikuk.
" Mama ih , Apaan sih " Silva langsung bete sedangkan papa hanya tersenyum sambil menyimak obrolan Sang istri dan putri nya .
Mereka bertiga melanjutkan sarapannya dengan sedikit Canda gurau Mama Laras yang menggoda Silva dengan Samuel .
Saat sudah selesai sarapan , Silva pamit ke orang tua nya untuk segera berangkat ke butik ..
Gadis tersebut menyetir mobil sambil mendengarkan lagu "Hanya Dia" ..
Silva bahkan ikut menyanyikan lirik lagu tersebut sembari mengetuk kan jari jari lentik nya ke setir mobil ..
Hanya butuh beberapa menit , Silva sudah sampai di parkiran butiknya ..
Ia langsung turun dan memasuki butik tersebut ...
Terlihat para karyawan menyapa nya , dan Silva membalas dengan senyum dan anggukan kepala .
Silva memasuki ruang kerja nya lalu segera membuat desain baju yang akan ia pamerkan di event nanti , Hingga suara pesan masuk di ponsel yang membuyarkan lamunannya ..
*ting
Unknown Number
__ADS_1
π² "Selamat pagi menjelang siang silva , kau mau tidak makan siang bersama ku nanti* ? " Isi pesan tersebut.
Dahi Silva berkerut ..
Nomor tidak dikenal tiba-tiba mengajaknya makan siang bersama ? Aneh . b**atinnya
Iva mengabaikan pesan tersebut, dan tidak lama ponselnya kembali berdering pertanda bahwa ada yang menelpon nya .
kring kring kring
π "*Hai Nona Silva , Apa kau masih mengingat suara ku ? " Tanya penelpon tersebut
Astaga , dia ini .. pria gila itu . batin Iva*
π " Hm , Tentu saja saya mengenalnya tuan . Ada apa ? Saya tidak punya banyak waktu meladeni anda " Ucap Silva cuek.
π " Astaga , kau ini . sangat-sangat cuek , setidaknya kita berkenalan dulu supaya kau tidak berpikir macam macam tentang mu " pria di sebrang sana paham bahwa Silva tidak nyaman dengannya .
Tapi mau bagaimana lagi ? Ia sudah terlanjur terpikat oleh Silva , Sikap yang sopan , Cuek , dan tatapan mata nya yang indah tidak bisa ia lupakan ..
π " Maaf Tuan Samuel , Saya sedang sibuk " Silva langsung mematikan ponselnya sepihak .
Ia langsung menghembuskan nafas kasar , Kenapa harus berurusan dengan pria seperti itu , pikirnya .
gadis cuek , batinnya
Tak lama kemudian ..
tok tok tok .. Terdengar suara pintu di ketuk dari luar ..
" Masuk " Jawab nya sedikit berteriak.
" Anda memanggil saya tuan ? " Jawab pria yang baru masuk tersebut
" Iya , Makan siang nanti kita akan pergi ke IVA BOUTIQUE " Ujar Samuel santai
" Apa tuan mau membeli jas baru ? Atau pakaian baru ? " Sekertaris pribadi Samuel bertanya
" Kau tidak perlu banyak tanya , ikuti saja perintah ku " Ucap Samuel datar
__ADS_1
" B-Baik Tuan " Jawab Leo , Seorang sekertaris pribadi sekaligus tangan kanan Samuel Nugraha ..
π
π
π
Di sebuah kantor lain , dengan nama perusahaan Mandala Grup tampak seorang gadis masih berkutik di meja kerja nya ..
Hingga seorang pria datang menemui nya..
" Silvi , Nanti kamu ikut saya ke sebuah butik . Kita akan Membeli beberapa kemeja dan jas untuk saya pakai di acara lelang beberapa hari lagi " Ujar pria tersebut yang tak lain adalah bos Silvi di kantor .
" Tapi tuan , kenapa harus saya ? Bukannya tuan bisa pergi sendiri ? Atau mungkin mengajak orang lain " Jawab silvi malas
" Kamu itu sekertaris saya , jangan kebanyakan membantah bisa tidak ? " Pria tersebut kembali berucap
" Baik lah- baik lah ... Saya akan segera menyelesaikan tugas saya dulu " Silvi hanya bisa pasrah .
" Good " Pria tersebut tersenyum sambil berlalu dari meja silvi.
" Dasar bos nyebelin !! " Umpat silvi pelan
Silvi tidak ingin kehilangan pekerjaan nya itu , karena dia tidak mau menjadi pembunuh lagi ..
Banyak yang menyewa jasa nya untuk menjadi pembunuh bayaran sewaktu ia dulu hidup sangat susah ...
Entah sudah berapa banyak dosa yang ku perbuat , batin silvi menyesal jikalau mengingat masa lalu kelam nya ..
Penasaran dengan kisah selanjutnya? ? Apakah silva dan silvi akan bertemu ? Lalu apa yang akan terjadi ? Pantau terus karya Author guys π€
**Neng Silva , Sederhana Tapi mampu membuat Kaum Adam insomnia π
Happy reading guys β€
See you Next part ππ»ππ»
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak , LIKE , VOTE , KOMEN & HADIAHNYA
Dukungan kalian Adalah SEMANGAT Authorπ**