
Silvi yang kala itu melihat sang kakak memakai syal pun mempunyai ide untuk menjahili .
"Em , Kak ! Kenapa kakak memakai syal ? Apa kakak sakit ?" Tanya Silvi pura-pura polos
Silva yang tadi nya tertunduk mendongakkan kepalanya dan menatap satu persatu orang yang berada di meja makan.
"Em , I-iya . Sepertinya , kakak sedang gak enak badan , mungkin karena lelah" Ucap Silva berbohong.
"Tapi aku lihat-lihat , seperti ada tanda merah di dekat dagu kakak" Ujar Silvi memancing lagi
"Hah ?" Silva pun kaget
"Em , Itu .. " Silva bingung harus mencari alasan apa lagi .
Para anggota keluarga yang berada di meja makan pun hanya menahan tawa nya .
"Em , Seperti nya , Nyamuk di kamar kak Silva sangat nakal ya kak !" Ujar Jeny tidak mau kalah .
Silvi hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum lucu melihat wajah tegang dan gugup Sang kakak kembar .
"Sudah sudah . Kita makan saja!" Seru Andre menengahi kejahilan putri bungsunya .
Kemudian mereka semua makan bersama .
Setelah selesai makan .
__ADS_1
"Anak-anak dan para menantu Papa , Papa punya kejutan untuk kalian" Ujar Andre memulai pembicaraan.
"Kejutan ? Apa ?" Tanya Silvi tidak sabaran
"Papa udah membeli 4 Tiket bulan madu untuk kalian berdua ke Belanda" Ujar Andre tersenyum
"Belanda ? Gak perlu pa , kenapa papa harus repot-repot membelikan kami . Kami bisa membeli nya sendiri" Ujar Sam tidak terima .
Andre hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan menantu nya itu .
"Nak Samuel , Papa bukan mau merendahkan atau menyepelekan kamu . Papa hanya memberi hadiah sebagai tanda pernikahan kalian" Ucap Andre menjelaskan
"Tidak masalah Pa . Kami akan pergi , tapi pekerjaan kami .." Zein menjeda ucapan nya
"Kalian tenang saja , semua sudah papa handel . Tentu saja di bantu oleh para orang tua kalian masing-masing" Ujar Andre mengerti..
"Kalian berempat harus bersantai dulu . Karena kami sudah sangat ingin menimang cucu " Ucap Laras senang
Kedua gadis kembar itu hanya menggeleng kan kepala mendengar ucapan Laras barusan.
"Mama doain aja yang terbaik untuk kami" Ucap Silva lembut .
Laras tersenyum lembut ke arah sang putri sulung .
" O ya sayang , Bunda punya sesuatu buat kamu . Jangan menilai dari rupa atau harganya , Nilai lah dari ketulusan bunda memberi nya untuk kamu" Ucap Bunda Zein
__ADS_1
Silvi tersenyum manis menatap sang ibu mertua .
"Ini , bunda dan ayah memberikan hadiah rumah untuk kalian berdua . Siapa tau , kalian ingin tinggal di rumah sendiri , Sebenarnya bunda gak tega harus pisah dari kalian , tapi mau bagaimana pun , kalian harus bisa menentukan pilihan yang terbaik untuk kehidupan rumah tangga kalian berdua" Bunda Zein memberi wejangan sambil menyodorkan kunci rumah dan Sertifikat nya ke hadapan Silvi dan Zein .
"Terimakasih bunda , Vi senang banget bunda memberi pengertian untuk Vi dan Zein . Kami berdua janji , meskipun kami tinggal di rumah kami sendiri , jika ada waktu luang . Kami pasti akan berkunjung ke rumah Bunda dan juga Mama " Ucap Silvi tersenyum bahagia menerima pemberian sang ibu mertua .
Bunda Zein mengulum senyum tulus pada Silvi sang menantu .
"Sayang , Mami juga punya hadiah untuk kalian" Ucap Ayu ingin memberikan hadiah juga untuk putra satu-satunya dan menantu kesayangannya
"Hadiah apa sih Mi ? Perusahaan ? Rumah ? Mobil ? Sam udah siapin semua nya" Ujar Sam heran
"Terserah Mami dong mau ngasih hadiah apa !" Sungut Ayu menatap kesal ke arah Sam . Putra nya itu tidak pernah terima jika sang Mami membelikan apa pun untuk nya . Ia tidak ingin merepotkan sang Mami .
APA YA KIRA-KIRA YANG MAU DI BERIKAN MAMI AYU PADA SEPASANG PENGANTIN BARU ITU ?
ADA YANG BISA NEBAK ??
**Abang Pilot .. Terbangi hati adek ke hati mu dong 😭 Mimpi !!! 🤧😂
HAPPY READING GUYS ❤
SAMPAI JUMPA DI EPISODE SELANJUTNYA 💃🏻💃🏻
__ADS_1
BERIKAN DUKUNGAN 🔥🔥**