Gadis Kembar

Gadis Kembar
BAB 45 Awal perkenalan


__ADS_3

Jeny yang saat itu melihat Silvi duduk di sofa sendirian langsung menghampiri nya .


" Nona Silvi !! " Panggil Jeny ketika hampir mendekati sofa yang Silvi duduki


Silvi langsung menoleh ketika mendengar nama nya di panggil .


kemudian ia tersenyum ketika tahu siapa yang berjalan mendekat ke arah nya .


" Jeny , kamu datang juga ? , Pasti Papa kan yang ngundang kamu ? " Ucap Silvi pada Jeny ketika Jeny sudah berada di dekat nya .


Jeny mendudukkan diri di samping Silvi .


" Iya Nona . Dan lagi , Ternyata ini adalah acara teman baik Papa aku , Papa dan Papi Indra kan berteman baik dari dulu , Sudah seperti kakak-beradik " Jawab Jeny tersenyum


" Oh , jadi kedua orang tua kalain berteman baik ya ? Aku baru tau " Ucap Silva sambil terkekeh pelan


" Sudah lupakan saja . Ngomong-ngomong kenapa Nona duduk sendirian disni ? " Tanya Jeny pada Silvi


" Sebelumnya , aku minta kamu jangan panggil aku nona kalau lagi di luar jam kerja . Aku serasa orang asing tau gak sih kalau kamu panggil gitu " Ucap Silvi


" Iya Non...Maksud saya Kak Silvi " Ujar Jeny tersenyum kikuk ..


" Panggilan seperti itu lebih bagus , lagian usia kita hanya terpaut 3 tahun bukan ? lebih tua aku dari pada kamu " Ujar Silvi


Jeny hanya menanggapi ucapan silvi dengan tersenyum .


" O ya , kakak belum jawab pertanyaan ku tadi . kenapa di sini sendirian ? " Tanya Jeny kembali ..


" Gak papa , bosen aja sama acara yang beginian " Sahut Silva sambil tersenyum


" Sekarang kan ada aku , jangan bosen dong " Ucap Jeny akrab


" Tentu , aku ada teman ngobrol " Sahut Silvi senang,


Lalu mereka melanjutkan mengobrol ringan seputar pekerjaan dan kehidupan sehari-hari ..


" O ya , kamu datang ke mari dengan siapa ? " Tanya Silvi pada Jeny


" Sama kakak pertama aku . Tunggu ya kak , aku kenalin " Ucap Jeny.


Kemudian Jeny berdiri dan menoleh ke sana kemari guna mencari kakak ny .


" Kak Zein ! " Panggil Jeny melambaikan tangan ketika ia melihat Kakak nya .


Zein berjalan ke arah sang adik .


" Ada apa ? " Tanya Zein Singkat pada sang adik ketika sudah sampai di dekat nya .


" Aku mau ngenalin kakak sama seseorang '' Ujar Jeny sambil menarik tangan Silvi Supaya berdiri .


Dan saat Silvi membalikkan badan , betapa terkejut nya ia saat melihat siapa pria yang ada di hadapannya .


'Astaga , Pria ini ? dunia ini bagaikan daun kelor , sangat sempit . kenapa aku harus berjumpa lagi dengannya ?' batin Silvi dalam hati.


" Kak Silvi !! " Panggil Jeny Membuyarkan lamunan Silvi .


Silvi mengalihkan pandangannya ke arah lain .


" Kenapa kakak memandang kak Zein seperti itu ? " Tanya Jeny penasaran .


" Em , tidak , tidak apa-apa " Jawab Silvi sekenanya

__ADS_1


Zein hanya diam saja memandang silvi . Tanpa ekspresi.


" Kak , kenalin . Ini kak Silvi , Saudari kembar kak Silva " Ucap Jeny pada Zein .


Zein mengulurkan tangan pada Silvi .


" Zein Maheswari . Senang bertemu dengan anda Nona " Ucap Zein pada Silvi


Silvi menerima uluran tangan Zein .


" Silvi Anjani Wijaya . Senang juga bisa berkenalan dengan anda tuan " Ujar Silvi sopan


Lalu mereka melepas uluran tangan itu .


" Jeny !! " Silva memanggil Jeny , dan itu sontak membuat Jeny menoleh dan langsung pergi menemui Silva .


" Kak , Jen tinggal dulu ya " Jeny berpamitan pada Zein dan Ivi .


" Eh ,, Jeny !!! " Panggil Silvi , namun tidak terdengar oleh Jeny .


Silvi hanya tersenyum kikuk pada Zein yang saat ini berdiri di hadapannya dengan ekspresi datar .


" Ehm !! " Silvi berdehem dan ia memulai membuka suara .


" Maaf kan saya tuan Zein , karena saya pikir waktu itu anda seorang tukang bengkel ." Ujar Silvi malu


" Tidak masalah Nona , karena penampilan saya yang sederhana , banyak orang salah mengartikan pekerjaan saya " Ucap Zein biasa saja .


" Sekali lagi maaf . " Ucap Silvi menundukkan kepala .


" O ya , Kalau boleh saya tau , pekerjaan anda apa ya tuan ? " Tanya Silvi mencoba mengenal zein


Zein menatap Wajah cantik Silvi , namun hanya beberapa detik saja .


" Oh , Anda sebagai pilot . Pantas saja penampilan anda tidak terlalu mencolok " Ujar Silvi tersenyum kikuk .


Zein hanya tersenyum tipis pada Silvi .


" Anda Sendiri ? Apa pekerjaan anda nona ? " Tanya Zein pada Silvi .


" Saya bekerja sebagai wakil direktur di perusahaan WIJAYA GROUP Tuan " Sahut Silvi


Zein hanya mengangguk-angguk kan kepala saja tanda mengerti .


Lalu mereka mengobrol ringan sebentar .


" Kak Zein , Ayo kita pulang . Hari sudah hampir larut " Ucap Jeny tiba-tiba kala sudah berada di dekat Sang kakak .


Zein langsung menoleh kan kepala melihat sang adik yang sudah berada di samping nya .


" Ayo . Nona Silvi , kami berdua pamit pulang " Ujar Zein berpamitan pada Silvi .


" Baik kah , hati-hati ya Zein , Jeny " Ucap Silvi , kemudian ia memeluk tubuh Jeny .


Zein pergi menemui Samuel dan Silva guna berpamitan pulang , Sedangkan Jeny dan Silvi berjalan ke arah luar Rumah untuk mengantarkan Jeny ke parkiran mobil nya .


Jeny dan Silvi sedang mengobrol Ringan di parkiran mobil sambil menunggu Zein .


Namun tiba-tiba tangan Jeny di tarik oleh seseorang , dan itu membuat Silvi dan Jeny terkejut .


" Hei , lepaskan tangan ku . Dasar pria brengsek !! " Ujar Jeny sedikit berteriak sambil berusaha melepaskan tangan nya .

__ADS_1


" Diam kau ! Sudah ku bilang jangan bermacam-macam dengan ku . Kau harus menuruti segala keinginan ku , kau harus kembali pada ku " Ujar Pria itu sambil terus berusaha menarik tangan Jeny .


Silvi yang saat itu mengikuti mereka langsung berteriak .


" Hei pria Sialan , lepaskan tangan Adik ku !! " Teriak Silvi sambil menatap tajam ke arah pria itu .


Pria itu berhenti , namun tangannya masih memegang pergelangan tangan Jeny .


" Aw , lepaskan aku . Tangan ku sakit " Ringis Jeny kesakitan , karena pria itu memegang tangannya dengan cukup kuat .


Pria itu tidak peduli dengan ucapan Jeny . ia menatap Silvi tajam .


" Tidak perlu ikut campur Nona , jangan mencari masalah dengan Saya " Ujar Pria itu Angkuh ..


" Heh ! " Silvi tersenyum sinis


" Aku tidak pernah takut dengan Siapa pun pria tidak waras ." Ujar Silvi santai sambil berjalan mendekat ke arah Jeny .


" Jangan mendekat , atau aku patah kan tangannya " Ucap pria itu mengancam Silvi .


" Dasar lelaki banci , tidak tahu malu , dan tidak punya sopan santun ! Cih " Bentak Silvi sambil berdecih di hadapan pria itu .


" Berani sekali kau mengatai ku " Pria itu merah dan hampir melayangkan satu tamparan ke arah Silvi , akan tetapi Silvi berhasil menangkap tangan pria itu ..


" Jangan Pernah sentuh aku pria bodoh " Ujar Silvi berani .


Pria itu mendorong tubuh Jeny , Lalu ia menarik tangan Silvi dan langsung menampar pipi Silvi .


Plak !!


Sebuah tamparan yang lumayan keras mendarat di pipi Silvi , Sangat panas dan kebas . Bahkan sedikit cairan kental keluar dari sudut bibirnya ..


Silvi memang cairan kental yang keluar dati sudut bibirnya .


" Sial . Berani Sekali kau !! " Geram Silvi tertahan


tanpa berkata apa pun lagi , Silvi langsung melakukan penyerangan pada pria itu .


pria itu berhasil membuat Silvi jatuh ke tanah , karena saat ini Silvi sedang memakai gaun .


" Aw " Ringis Silvi saat ia terjatuh .


Pria itu berjalan mendekat ke arah Silvi , lalu mencengkram dagu Silvi .


" Sudah ku bilang jangan ikut campur dengan urusan ku Nona " Ujar Pria itu Sombong ..


Silvi hanya tersenyum miring membalas Perkataan pria di hadapannya saat ini .


AKAN KAH ADA YANG MENOLONG SILVI ? ATAU SILVI AKAN DI PUKUL HABIS-HABISAN OLEH PRIA GILA ITU ? SEMOGA SAJA JENY MEMANGGIL SESEORANG UNTUK MEMINTA BANTUAN .



Silvi sih pemberani 😳



**Akang Pilot 😍😍


Happy Reading Guys ❤


See you Next part 💃🏻

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan Jejak kalian 🙏🏻


LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH NYA 🔥🔥**


__ADS_2