
Silvi yang kala itu melihat gerak gerik aneh Zein , langsung mengikuti Zein dari belakang menuju keluar Restoran .
Begitu pun dengan Raya . Ya , Wanita yang menjebak Zein adalah Raya , ia sengaja nekat menyusul Zein ke Swiss hanya karena ingin menjalankan Rencana licik nya .
Zein terus saja berjalan keluar menuju parkiran hingga sampai di samping mobil seseorang ..
" Kenapa makin gerah begini ? " Gumam Zein pelan , Sambil melepaskan kemeja nya dan hanya menyisakan Baju lengan pendek yang ia kenakan .
" Seperti ada orang yang sengaja menjebak ku . Sial !!! '' Umpat Zein kesal sambil mencoba menetralkan Hasrat dalam dirinya karena terpengaruh obat Rangsang itu .
" Aku membutuhkan nya saat ini . Tapi siapa yang bisa membantu menuntaskannya ? Akhh " Erang Zein kesal ..
Silvi yang kala itu berjalan lebih dulu di banding Raya langsung menghampiri Zein .
" Zein ? " Panggil Silvi lembut sambil menepuk pelan pundak Zein .
Zein menoleh ke asal suara . Entah mengapa saat melihat Silvi gelora di dalam diri nya menggebu gebu .
" Tolong bantu aku !! " Ujar Zein lirih ..
ia bingung harus bagaimana lagi ...
" Bantu ? Ada apa dengan mu Zein ? Kamu sakit ? kok gelisah begini ? '' Ujar Silvi sambil memeriksa kondisi badan Zein .
Meski pun saat bersama Zein jantung nya berdegup kencang , akan tetapi Silvi harus melakukan nya untuk memastikan keadaan Zein ..
" Ikut lah dengan ku ! " Zein berkata sambil menarik pelan tangan Silvi ke arah jalan Raya .
" Zein , kamu mau bawa aku kemana ? Kita belum pamit dengan Rombongan Sam dan kak Silva " Ujar Silvi mencoba melepaskan genggaman tangan Zein di tangannya .
Zein tidak peduli dengan ucapan Silvi . ia kemudian menyetop taksi dan mengajak Silvi pergi dari Sekitaran Restoran itu .
Sedangkan di parkiran restoran , seorang wanita tengah menoleh ke sana ke mari ..
" **** !! Ke mana sih Zein? Kok gak ada ! " Ujar wanita itu kesal sambil berjalan mengelilingi parkiran , Siapa tahu ia melihat Zein .
🕊
__ADS_1
🕊
🕊
Taksi yang di tumpangi Zein dan Silvi sudah sampai di hotel tempat mereka menginap .
" Zein kenapa kita pulang ke hotel tidak memberitahu Mereka ? Pasti mereka khawatir saat ini " Ujar Silvi mencoba memberi peringatan pada Zein .
Zein hanya diam saja sambil terus berjalan ke arah depan tanpa menoleh ke Silvi .
Silvi yang kala itu juga tidak curiga dengan sikap Zein pun hanya mengikuti Zein saja dari belakang .
ia berpikir bahwa Zein saat ini sedang ada dalan masalah kerja atau Keluarga .
Mereka berdua menaiki Lift .
Ting !!
Pintu Lift terbuka dan Zein menarik pelan tangan Silvi ke arah kamar nya .
" Zein , kenapa menuju ke kamar mu ? lepaskan tangan ku " Silvi sudah mulai melihat gelagat aneh dari Zein .
Ceklek !!
Pintu kamar terbuka ..
Zein dengan cepat segera mengunci pintu kamar , dan melemparkan tubuh Silvi ke atas Ranjang .
" Zein apa yang kau lakukan ? Aku ingin keluar dari kamar ini . Buka pintu nya !! " Teriak Silvi kala melihat Zein berjalan ke Arah nya dengan tatapan mata penuh hasrat ..
" Jangan macam-macam dengan ku . Kau belum tahu siapa aku !! " Teriak Silvi kencang .
Untung saja Kamar hotel yang mereka tempati kedap suara , jadi meskipun berteriak kencang tidak akan ada yang mendengar nya .
" Tolong bantu aku Silvi , Aku sejujurnya menyukai mu dari pertama kita bertemu . Akan tetapi, kamu tidak pernah menoleh pada ku , kamu selalu saja bersama Daniel . Hati ku sakit vi , Aku mencoba untuk tidak menghiraukan perasaan ku , tapi tidak bisa . Aku malah semakin ingin memiliki mu " Zein menjelaskan pada Silvi .
" Zein , Sebenarnya aku juga mempunyai perasaan yang sama seperti mu , setiap menatap atau dekat dengan mu , jantung ku berdegup kencang . Aku tidak tahu jika itu yang di nama kan Cinta ." Ujar Silvi jujur .
__ADS_1
ia tidak ingin memendam lagi perasaan nya pada Zein .
karena zein juga sudah mengakui semua nya .
" Kamu sudah mengakui semua nya , dan perasaan kita sama . Kalau begitu , aku akan melakukannya pada mu " Ujar Zein dengan Hasrat yang tidak bisa di kontrol lagi .
ia terus merangkak pelan ke arah ranjang , di mana Silvi sudah duduk di atas nya dengan memeluk kedua lutut nya ..
" Zein kau ini apa-apaan ? Jangan sentuh aku . jika kau mencintaiku , kau bisa melakukannya setelah kita menikah !! " Teriak Silvi saat Zein sudah berhasil mengungkung tubuh nya .
Zein tidak menggubris ucapan Silvi .
ia malah mendekat kan wajah nya ke wajah Silvi .
Silvi pun mendorong dada Zein dengan kuat , Namun apalah daya , tenaga Zein lebih kuat dari nya .
" Jangan Sentuh aku Zein , aku mohon !! " Ujar silvi lirih sambil meneteskan air mata .
ia tidak pernah memikirkan kejadian seperti ini akan menimpanya .
" Apa yang sudah terjadi padamu ? kenapa kau berubah menjadi bangsat seperti ini !! Hiks..hiks.. " Silvi terisak isak ketika Zein sudah berhasil mengoyak pakaian atas nya .
" Brengsek lepaskan aku , Jangan lakukan ini pada ku Zein Jangan !!! " Ucap Silvi memberontak .
Akan tetapi , Zein dengan kuat memegang ke dua tangan Silvi dan mulai mencumbu bagian leher Silvi ..
Silvi hanya bisa menangis saja meratapi nasib nya , kejahatan dan ilmu bela diri nya hilang begitu saja ketika sudah di perlakukan seperti itu pada Zein .
ia tidak tahu harus bagaimana lagi ...
APAKAH YANG AKAN TERJADI SELANJUTNYA ?
**Yang sabar ya Silvi 😭😭😭
Happy Reading Guys ❤
__ADS_1
See you next part 💃🏻
JANGAN LUPA BERIKAN LIKE , VOTE , KOMEN DAN HADIAHNYA 🔥🔥**