
Saat Silva dan Silvi saling melempar senyum dan mengelus perut Silva . Tak sengaja mata Silvi melihat sebuah piring berisi potongan mangga yang berada di meja dapur .
"Mangga muda !!" Seru Silvi berbinar sambil berjalan ke meja dapur .
ia duduk di kursi meja itu .
Silvi menatap potongan buah mangga tersebut dan langsung menelan liur nya .
Tanpa menunggu apa pun lagi , Silvi langsung mengambil satu potong buah mangga dan ia masukkan ke dalam mulut nya .
"Em ya ampun , enak sekali" Ujar Silvi mengunyah buah mangga yang berada dalam mulut nya .
Silva hanya heran saja melihat Silvi .
"Sejak kapan kamu menyukai mangga muda sayang ?" Tanya Zein yang kala itu baru nongol di pintu dapur di ikuti oleh Samuel yang entah kapan ada bersama nya .
Silvi menolehkan kepala ke asal suara .
"Zein !! Entah la , saat melihat nya di piring , aku langsung ingin memakannya" Ucap Silvi santai sambil mengambil lagi sepotong buah mangga dan memakannya .
Silva pun yang sudah peka langsung memberi usul .
"Jika aku boleh memberi saran , sebaiknya kalian segera ke dokter"Ujar Silva pada Silvi .
"Dokter ?" Silvi membeo
"Kakak tidak ada yang sakit , kenapa kami harus ke dokter ?" Tanya Silvi heran .
"Kakak hanya penasaran saja dengan perubahan tubuh dan juga selera kamu . Jangan-jangan kamu hamil !!" Seru Silva membuat Zein dan silvi saling pandang .
"Ha..ha.." Silvi tertawa geli .
"Hamil ? ya gak mungkin lah kak . Vi itu doyan makan dan lagi gak mual" Ujar Silvi santai sambil memandang Zein .
"Vi gak mual sih kak , tapi yang sering mual tuh Zein . Mungkin dia masuk angin" Lanjut ucapan Silvi .
Dan itu mampu membuat Silva yakin bahwa sang adik saat ini tengah berbadan dua .
"Benarkah Zein?" Tanya Silva memastikan .
"Iya kak , aku setiap pagi mual dan kalau mencium bau sesuatu yang tidak biasa aku pun mual . Bukan hanya tidak biasa , wangi parfum ku sendiri saja , aku bisa mual" Ujar Zein tidak habis pikir .
Silva menganggukkan kepala .
"Ayo , kakak dan kakak ipar kalian akan mengantar kalian ke rumah sakit untuk periksa'' Ujar Silva yakin sambil berjalan menuju kamar tamu .
Di ikuti oleh Samuel .
Ya , selama Silva hamil., Samuel memindahkan semua keperluan mereka berada di kamar tamu . karena tidak ingin Silva naik turun tangga .. ia tidak ingin terjadi sesuatu pada Silva dan calon buah hati nya .
Samuel dan Silva bergegas keluar kamar saat sudah selesai bersiap .
"Ayo !" Ajak Samuel keluar .
Silvi berdiri dari duduk nya ingin protes .
"Tapi.." Belum juga melayangkan protesan , Silva dengan cepat menyela nya.
"Tidak ada tapi-tapian . kakak cuma mau kalian ikut saja , dan kalau memang hasil nya positif itu akan bagus bukan ? tapi jika tidak . Jangan berkecil hati" Ujar Silva nekat dan tidak terbantah kan .
Silvi dan Zein hanya pasrah saja dan mengikuti langkah Silva keluar rumah menyusul Sam yang sudah berada di dalam mobil .
#Skip_Perjalanan .
25 Menit kemudian mereka berempat sampai di rumah sakit .
''Ayo turun !" Ajak Samuel pada kedua adik iparnya saat sudah membukakan pintu untuk Silva .
__ADS_1
Zein dan Silvi turun dari mobil .
Lalu mereka berempat jalan menuju ke ruangan dokter obgyn .
Setelah sampai di ruangan dokter kandungan Silva , ia langsung mengetuk pintu .
Tok Tok Tok
"Masuk !!",Seru dokter dari dalam ruangan .
Samuel dan Silva masuk ke dalam diikuti dengan Zein dan Silvi yang berada di belakang mereka .
Dokter Hafizah berdiri dari duduk nya .
"Tuan dan Nyonya Nugraha !! Apa ada masalah dengan kandungan Nyonya ??" Tanya Dokter Hafizah heran , karena baru beberapa hari yang lalu pasutri di hadapan nya itu kontrol .
Silva hanya tersenyum dan mendekat ke arah meja dokter .
"Tidak dok , saya ingin memeriksakan adik kembar saya . Saya ingin tau dia hamil atau tidak" Silvi langsung berbicara ke topik tanpa ber basa basi .
Dokter tersenyum lega .
"Baik lah , mari Nyonya , ikut saya" Ujar dokter Hafizah berjalan ke arah ranjang pasien .
Silva dan Silvi mengikuti langkah dokter , sedangkan Samuel dan Zein hanya menunggu di kursi meja dokter .
"Silahkan berbaring Nyonya..?" Dokter tidak meneruskan ucapan nya .
"Silvi Maheswari !" Sahut Silvi .
Dokter tersenyum simpul kemudian mulai menyalakan monitor USG dan memberikan gel pada perut Silvi lalu menjalankan alat USG tersebut di perut Silvi .
Dokter tersenyum dan menghentikan aktivitas nya .
"Selamat Nyonya Maheswari , anda sedang hamil . Dan kehamilan anda baru memasuki usia 4 Minggu , jadi saya sarankan agar anda harus berhati-hati dalam menjalankan aktivitas dan juga makanan yang anda konsumsi" Jelas dokter pada Silvi.
"Benarkan dia hamil dok ?" Tanya Silva antusias .
Silvi hanya diam saja mematung ,ia tidak menyangka bahwa keinginannya sudah terkabul , sebab ia tidak merasakan apa pun.
Dokter mulai menjalankan alat USG itu lagi di perut Silvi yang masih rata .
"Lihat lah Nyonya , ini dia janin nya" Dokter menunjuk titik kecil di dalam monitor .
Silva mendekat dan menyipitkan matanya .
"Ternyata benar !!" Seru Silva senang
"Selamat sayang !!" Silva memeluk Silvi yang berada di atas ranjang .
Silvi hanya tersenyum haru .
ia meneteskan air mata .
"Kamu kenapa ? Kok malah nangis ??" Tanya Silva heran
"A-aku tidak menyangka kak !! Aku tidak menyangka akhirnya doa ku terkabul ." Ujar Silvi menyeka air mata .
lalu ia duduk di atas ranjang .
"Tapi kamu bahagia kan dek ?" Tanya Silva lembut sambil mengelus rambut Silvi .
Silvi menganggukkan kepala dan tersenyum sumringah .
"Mari Nyonya , kita akan beri tahu suami anda" Ajak dokter berjalan ke meja kebesarannya .
Zein yang melihat sang istri seperti habis menangis langsung berdiri dari duduk nya dan menghampiri Silvi .
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang ?" Tanya Zein lembut sambil menangkup wajah Silvi .
Silvi menatap wajah Zein .
"Zein !!!" Seru Silvi menangis di dalam pelukan Zein .
Zein yang heran langsung menatap dokter dan Silva .
"Ada yang bisa menjelaskan kenapa istri saya menangis ??" Ujar zein
Silva hanya tersenyum saja lalu mendekat ke arah Samuel .
"Selamat Tuan Maheswari , anda akan segera menjadi orang tua !" Ucap Dokter .
Zein mengerutkan alis tidak mengerti .
"Orang tua ?" Beo Zein bingung .
"Ya , orang tua . Istri anda saat ini sedang hamil tuan " Ucap dokter menjelaskan.
"Hamil ? tapi istri saya tidak merasakan apa pun dok , dia tidak mual dan makannya juga tetap lahap" Ujar Zein heran
"Dan saya yang memang mual dan kadang tidak berselera saat makan" Lanjut Zein lagi .
Dokter tersenyum
"Itu berarti istri anda mengalami kehamilan simpatik . Yaitu suami yang ngidam dan merasakan mual dan perubahan hormon lainnya" Ujar Dokter menjelaskan ..
Zein langsung mengerti dan menatap Silvi yang berada di dalam pelukannya .
ia mengecup lembut pucuk kepala Silvi .
"Terimakasih untuk hadiah nya sayang!!" Ujar Zein pelan di telinga Silvi .
Silvi hanya mengangguk dan mengeratkan pelukannya .
"Saya akan berikan resep vitamin dan pereda mual , Tuan bisa menebusnya di apotik nanti" Ujar Dokter menuliskan obat yang harus di tebus .
Setelah menyerahkan resep obat itu , mereka berempat langsung berpamitan pulang .
~~
Saat ini mereka berempat sedang berada di dalam mobil .
Silva menoleh ke kursi belakang dimana Silvi masih betah berada di dalam pelukan Zein .
"Kita harus beritahu kabar bahagia ini pada keluarga" Ujar silva memberi saran
"Aku setuju !" Jawab Sam melirik ke arah Silva.
"Baik kah , aku juga setuju !" Ujar Zein menyetujui .
Lalu Samuel menjalankan mobil keluar dari area rumah Sakit menuju kediaman keluarga Wijaya. ..
Tak lupa , Zein menelpon kedua orang tuanya supaya datang ke rumah Wijaya .
**Senyum kebahagiaan Silvi saat mengetahui bahwa ia sedang hamil 🙈🙈
HAPPY READING ❤
SEE YOU NEXT PART NANTI SIANG CINTA 💃🏻
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN DAN FOLLOW AKUN MOM AL +
SEMANGAT BERPUASA 🙏🏻💪**
__ADS_1