Gadis Kembar

Gadis Kembar
BAB 22 BERTUKAR


__ADS_3

Hari sudah menjelang malam , Saat ini keluarga Kecil Wijaya sudah terlihat lengkap dan bahagia ...


Mereka tidak menyangka semua ini akan terjadi ..


Memang Rencana sang maha kuasa tidak ada yang tahu ..


Setelah selesai makan malam mereka semua duduk diruang keluarga untuk mengobrol sebentar sebelum tidur ...


Tentu saja membicarakan hal seputar seharian melakukan aktivitas apa saja ..


" Silvi , Mama seneng banget akhirnya kamu kembali lagi ke rumah ini sayang " Ujar Laras sambil memeluk tubuh Silvi dari samping


" Iya ma , Vi juga seneng bisa ketemu keluarga kandung vi lagi . Tapi , jujur vi bener-bener gak ingat apa pun yang terjadi sebelum kecelakaan itu " Ucap Silvi yang memang sudah tau cerita itu dari sang ibunda


" Kamu gak perlu mikirin itu lagi , yang terpenting sekarang kamu udah balik sama keluarga utuh kamu " Laras berkata sambil tersenyum , dia sangat-sangat bahagia karena akhirnya keluarga ini terlihat sempurna .


" O ya , Vi ? Kamu Mulai besok bekerja di kantor Papa aja ya ? undur diri dari Kantor Mandala " Perintah andre pada Silvi


" Baik Pa , Besok vi bakalan Resign dari kantor Mandala " Sahut Silvi..


" Bagus , Papa sebenarnya sudah menyuruh kakak mu untuk menggantikan posisi papa , tapi dia tidak mau " Andre kemudian melirik Silva yang saat itu tengah memakan cemilan ringan


" Papa ih , kan udah Va bilang , bakat va itu di desainer , bukan bisnis seperti di kantor papa itu " Jawab Silva sambil cemberut


" Kakak tenang aja , sekarang papa gak bakalan nyuruh kakak lagi , karena udah ada Vi yang ngebantu papa " Ujar Silvi tulus.


" Good , cukup bagus " Jawab Silva sambil tersenyum..


" Oh ya , aku lupa sesuatu " Silva langsung bangkit dari duduknya , kemudian tiba-tiba menarik tangan Silvi dan menaiki anak tangga menuju kamar Silvi .


Silvi yang kaget hanya bisa mengikuti arah langkah kaki Silva , Andre dan Laras pun hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum melihat pemandangan yang mereka lihat saat ini .


" Kak , Kamu bawa aku kemana ? " Tanya Silvi saat mereka menaiki tangga


" Udah , kamu diem aja . Ada yang mau kakak omongin sama kamu " Silva berbicara sambil terus melangkah menuju kamar Silvi


Sesampainya di depan pintu kamar Silvi , Silva langsung membuka pintu dan masuk ke kamar tersebut dengan tangan masih menarik Silvi .

__ADS_1


Kemudian mereka berdua duduk di tepi ranjang.


" Vi , Kakak bisa minta bantuan kamu Nggak? " Ucap Silva.


" Bantuan Apa ? " Bukannya menjawab , Silvi malah balik bertanya pada Silva , karena penasaran..


" Gini , tadi siang tuh ya . Si pria gila ,, Eh salah-salah , Maksud kakak Samuel , Dia dateng ke butik kakak . Dan dia ngajak kakak Diner besok malam , Tapi kakak males tau jalan sama dia . Ngebosenin , Kamu mau gak , gantiin kakak buat Diner sama dia ? " Silva menatap Silvi dengan tatapan memohon


Silvi tersentak kaget !


" Apa ? Aku ? Enggak akh , Gak mau . Kenapa gak kakak batalin aja tuh rencana " Silvi menolak


" Please vi , karena dia udah ngebantu kakak dalam suatu masalah kemaren , jadi kakak itu janji kalo bakalan mau diajak makan malam berdua dengannya " Silva masih menatap silvi


Silvi yang bingung pun berkata


" Aduh kak , gimana ya ? Nanti Vi pikirin dulu deh " Silvi menjadi bimbang


" Kakak tunggu jawaban kamu besok sore , sepulang kakak dari butik . Oke ? " Silva mengangkat jari jempol tangannya ....


" Ya udah kakak balik ke kamar ya , Bye adik ku " Ucap Silva sambil tersenyum senang


'semoga silvi mau menggantikan ku , yes !! akhirnya gk jd diner bareng tuh pria gila' batin silva


ia menuju kamar nya sambil terus tersenyum ..


Sedangkan di kamar sebelah nya , Silvi sedang bingung memikirkan ide konyol sang kakak .


" Apa yang harus gue lakuin ? Baru juga dateng ke rumah ini , udah harus ngikut ke konyolan kak Silva. Nasib lu Vi vi '' Umpat Silvi


" Besok aja deh gue pikirin lagi , Ngantuk !!. Mau tidur dulu , Hoam " Silvi bermonolog sambil menguap , kemudian ia tertidur pulas sambil memeluk guling .


**🕊


🕊


🕊**

__ADS_1


Berbeda dengan Silvi, , Di sebuah Rumah yang tampak sederhana , Terlihat seorang wanita paruh baya menangis di kamar nya . Baru 1 hari di tinggal sang putri , ia sudah sangat rindu ingin bertemu lagi ..


Lalu tak lama kemudian, seorang pria tampan masuk ke kamarnya ..


" Bu , ibu jangan terlalu memikirkan Silvi . Dia masi tinggal satu kota dengan kita , Kita bisa menjumpai nya atau mungkin Silvi bisa mampir kemari nanti . Kalau ibu sakit , Silvi pasti bakalan khawatir nanti " Jelas pria itu panjang lebar


" Ibu cuma ngerasa kesepian nak , biasanya rumah ini rame kalau ada Silvi , kalian berdua saling mengejek . Dulu ibu memang melarang nya , tapi saat ini ibu menginginkan hal itu nak , ibu kesepian, ibu rindu Silvi " Dewi menangis sejadi-jadi nya saat mengingat masa-masa bersama Silvi .


Kemudian Riko memeluk tubuh sang ibunda tercinta nya , ia tidak bisa melihat wanita hebat nya itu menangis dan menjadi lemah begini .


" Bu sudah lah , Riko gak mau ibu sakit . Riko ada di sini bu , Riko akan selalu menemani ibu " Ucap Riko lembut pada Dewi


Dewi mengangguk kan kepalanya sambil terus memeluk tubuh sang putra , Ia tidak boleh lemah seperti ini , benar kata Riko . Jika dia sakit , Silvi pasti akan sangat khawatir , ia tidak menginginkan hal itu .


" Ya sudah , ibu tidur ya . Ini sudah malam " Ucap Riko melepas pelukan pada tubuh Dewi , saat dewi sudah berbaring , kemudian Riko menyelimuti tubuh dewi hingga batas dada ,,


" Ingat , ibu jangan terlalu banyak pikiran , ibu gak mau kan liat Riko sedih dan merasa bersalah , seperti anak yang tidak berguna mengurus ibunya sendiri " Ucap Riko sedih pada dewi


" Kamu jangan ngomong gitu nak , ibu akan berusaha lebih kuat lagi menerima kenyataan ini " Sahut Dewi sambil tersenyum ke arah sang putra .


" Riko balik ke kamar dulu ya , ibu langsung tidur , jangan mikirin apa pun lagi . Masih ada Riko disini " Ucap lembut Riko


Dewi hanya mengangguk kan kepala , kemudian Riko mengecup kening sang ibunda lalu berlalu pergi dari kamar Dewi ..


'beginilah , aku jadi tidak ingin menikah dan berurusan dengan wanita . ibu ku masih butuh aku , aku tidak ingin ketika menikah , perhatian ku terbagi dua' Riko berkata dalam hati .


Ya , meskipun saat ini usia Riko sudah memasuki 32 tahun , ia tetap belum mau menikah , bahkan dekat wanita pun tidak pernah. . Padahal banyak wanita yang mengejar nya , selain tampan , mempesona , dia juga cerdas .



**Jangan begitu banget ngapa neng ngeliat nya ! Serem tau 😳😳


Happy Reading Guys ❤


See you Next part 💃🏻


Jangan lupa tinggalkan jejak , LIKE , VOTE , KOMEN DAN HADIAHNYA 🔥🔥**

__ADS_1


__ADS_2