
5 Bulan kemudian .
Waktu sangat cepat berlalu , setelah Samuel memberi kabar tentang kehamilan Silva , tak terasa usia kandungan Silva sudah memasuki 7 bulan .
Saat ini hari minggu ,Silva dan Samuel sedang duduk di taman samping rumah menikmati weekend berdua .
"Sam !!" Panggil Silva lembut
Samuel yang sudah merasa bahwa ada yang di inginkan istri nya pun langsung peka.
"Ya sayang ? Apa yang kamu mau ?" Tanya Sam langsung .
Silva hanya tersenyum menampakkan gigi rata nya ..
" Aku mau makan mangga muda" Ujar Silva dengan wajah memohon
"Mangga muda ? Aku akan mencari kan nya untuk mu" Jawab Samuel ingin berdiri dari duduk nya .
Akan tetapi , saat ia ingin berdiri , sebuah tangan mencekal nya.
"Kamu mau kemana ?" Tanya Silva heran .
"Aku akan mencari kan buah mangga untuk mu , aku akan membeli nya" Sahut Sam jujur .
Silva mengerutkan dahi .
"Beli ? Sayang apa kamu lupa kalau di sana ada pohon mangga" Silva menunjuk ke arah pohon mangga yang berada tak jauh dari tempat duduk mereka .
Mata Samuel pun mengikuti arah jari telunjuk Silva .
"Aku tidak tau kalau di sana ada pohon mangga nya !!" Ujar Sam memang tidak tau . karena dia jarang melihat sekeliling rumah nya .
"Nah karena sekarang kamu udah tau , cepetan ambil kan !!" Rengek Silva manja .
"Tapi..." Samuel menjeda ucapannya.
"Baik lah , aku akan panggil kan seseorang untuk memanjat pohon itu" Jawaban Samuel membuat Silva menggelengkan kepala cepat .
Samuel yang heran pun langsung bertanya .
" Kenapa ?" Samuel pun bingung
Silva tersenyum manis .
"Sayang , kenapa kamu harus repot-repot menyuruh seseorang untuk memenuhi keinginan anak kamu? Kamu kan bisa mengambil nya sendiri" Ucap Silva santai
Namun tidak dengan Samuel yang kala itu terkejut mendengar permintaan sang istri .
"Aku ?" Ulang Samuel memastikan .
"Iya kamu !! Ayo lah sayang ambil kan , aku sudah tidak sabar ingin memakannya" Silva menarik tangan Samuel berjalan ke arah pohon mangga itu .
Saat ini perut Silva sudah sangat membuncit seperti usia kandungan nya sudah berusia 9 bulan , itu karena ia sedang hamil kembar .
Mereka berdua sampai di dekat pohon mangga .
"Cepetan kamu naik sayang , aku dan anak-anak kamu akan menunggu di bawah sini" Ujar silva senang .
Samuel pun bingung harus bagaimana , ia takut jika bisa naik tapi tidak bisa turun .
__ADS_1
pasalnya , dulu sewaktu kecil , Samuel pernah terjatuh dari pohon rambutan yang lumayan tinggi dan membuat nya patah tulang tangan .
Hingga sekarang , kejadian itu masih membuat nya trauma jika sudah urusan manjat memanjat .
"Sayang , Tapi aku..." Ucapan Samuel terpotong .
"Kamu tidak ingin menuruti keinginan anak-anak kamu ?" Silva memasang wajah sendu.
"Ya sudah !!" Ia membalikkan badannya memunggungi Samuel .
"Sayang , papi kamu tidak mau menuruti permintaan kamu . mungkin dia tidak begitu menyayangi...." Perkataan Silva terputus ketika mendengar suara sesuatu .
Bluk bluk
Sesuatu terjatuh dari atas pohon mangga .
Karena penasaran , Silva pun langsung membalikkan tubuh nya menghadap pohon mangga .
"Buah mangga ??" Gumam Silva sendiri sambil tersenyum senang .
Lalu matanya beralih ke atas pohon mangga , dan ternyata sang suami sudah berada di atas sana .
Silva tersenyum manis ke arah samuel .
"Apa sudah cukup ???" Teriak Samuel dari atas pohon
"Sudah !!" Sahut Silva berteriak juga dari bawah .
Lalu ia berjalan ke mangga-mangga yang terjatuh dan mengumpulkannya .
''Akhirnya , kita bisa makan mangga muda ini sayang !!" Seru Silva mengelus perut buncit nya sambil berbinar .
"Ayo kita kupas mangga ini dan memakannya" Silva berbicara sendiri .
"Bagaimana caranya aku turun ? Silva sayang , tega banget kamu ninggalin aku !!" Ujar Sam sedih sambil terus melihat ke bawah .
🍓
🍓
🍓
Di dalam rumah .
Silva sedang duduk di kursi meja dapur sambil melahap buah yang tadi diambil Samuel .
"Em , rasanya enak sekali" Gumam Silva sambil mengunyah buah mangga muda yang sudah ia kupas .
Entah mengapa saat perutnya sudah membesar , ia baru menginginkan makan mangga muda.
ia mengambil sepotong buat mangga lagi dan di cocol ke dalam sambal rujak buatannya lalu memasukkannya kembali ke dalam mulut .
Tak lama kemudian .
"Sayang !!" Rengek Samuel berjalan ke arah Silva .
Silva menolehkan kepala .
"Kamu kenapa ?" Tanya Silva heran karena baju sang suami sangat kotor dan rambut acak acakan .
__ADS_1
"Hah ?" Samuel melongo mendengar pertanyaan Silva .
"Kamu bilang kenapa ? Aku ini kesusahan turun dari pohon dan malah kamu tinggal begitu saja tadi" Sahut Samuel cemberut .
Silva pun geli melihat ekspresi wajah sang suami .
ia bangkit dari duduk nya dan jalan mendekat ke arah Samuel berdiri .
"Maafin kita ya pi udah ninggalin papi , itu karena kami sudah tidak sabar memakan buah mangga yang papi petik . Terimakasih , mangga nya sangat enak" Ucap Silva menirukan suara anak-anak
"Tentu saja kesayangan Papi , apa sih yang enggak papi lakuin buat kalian bertiga" Ujar Samuel tersenyum .
Silva menarik tangan Sam dan menempelkan tangan Samuel di perut buncit nya .
Saat tangan Samuel masih berada di perut Silva , dan sedikit mengelusnya dengan tersenyum bahagia , tiba-tiba ..
Dug
Bayi yang berada di dalam perut Silva nendang .
Samuel dan Silva saling pandang , dan mereka berdua tertawa bersama .
"Lihat lah , mereka merespon ucapan ku"Ujar Samuel girang
"Di usia kandungan yang sudah semakin matang , mereka akan sangat aktif di dalam sana Sam" Ucap silva meletakkan tangannya di atas tangan Samuel yang berada di perut nya .
Samuel menundukkan kepala dan mencium perut Silva .
"Ekhem ekhem !!" Suara deheman seseorang berhasil membuat pasutri itu menoleh kan kepala .
"Silvi !?" Seru Silva heran
Silvi berjalan mendekat ke arah Silva.
''Hay kak . Maaf ya , Vi masuk gak bilang-bilang !" Ucap Silvi nyengir kuda
"Iya tidak apa-apa . Anggap saja rumah kamu sendiri" Sahut Silva tersenyum lembut ke arah Silvi .
Silva celingukan ..
"Kamu ke sini sendirian ?" Tanya Silva heran karena tidak melihat Zein .
"Tidak , aku bersama Zein , dia sedang pakaian bayi dari mobil" Ujar Silvi senang
Samuel dan Silva saling pandang .
"Pakaian bayi ?" Ulang silva mengikuti ucapan Silvi
"Iya pakaian bayi , tadi Vi dan Zein jalan-jalan ke Mall . Eh terus ngeliat baju-baju bayi gitu imut-imut . Jadi Vi beli aja buat calon ponakan Vi" Ujar Silvi berjalan mendekat ke arah silva.
"O ya ? Makasih banyak Aunty" Ujar Silva mengelus perut nya .
"Sama-sama sayang , semoga aunty cepat nyusul Mami kalian ya" Ujar Silvi tersenyum sambil mengelus perut Silva .
**Tuan dan Nyonya Nugraha 🔥🔥
HAPPY READING GUYS ❤
__ADS_1
See you next part 💃🏻💃🏻
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN DAN SELAMAT BERPUASA 🔥🔥**