Gadis Kembar

Gadis Kembar
EXTRA PART BAB 9


__ADS_3

5 Bulan kemudian .


Waktu sangat cepat berlalu , setelah Samuel memberi kabar tentang kehamilan Silva , tak terasa usia kandungan Silva sudah memasuki 7 bulan .


Saat ini hari minggu ,Silva dan Samuel sedang duduk di taman samping rumah menikmati weekend berdua .


"Sam !!" Panggil Silva lembut


Samuel yang sudah merasa bahwa ada yang di inginkan istri nya pun langsung peka.


"Ya sayang ? Apa yang kamu mau ?" Tanya Sam langsung .


Silva hanya tersenyum menampakkan gigi rata nya ..


" Aku mau makan mangga muda" Ujar Silva dengan wajah memohon


"Mangga muda ? Aku akan mencari kan nya untuk mu" Jawab Samuel ingin berdiri dari duduk nya .


Akan tetapi , saat ia ingin berdiri , sebuah tangan mencekal nya.


"Kamu mau kemana ?" Tanya Silva heran .


"Aku akan mencari kan buah mangga untuk mu , aku akan membeli nya" Sahut Sam jujur .


Silva mengerutkan dahi .


"Beli ? Sayang apa kamu lupa kalau di sana ada pohon mangga" Silva menunjuk ke arah pohon mangga yang berada tak jauh dari tempat duduk mereka .


Mata Samuel pun mengikuti arah jari telunjuk Silva .


"Aku tidak tau kalau di sana ada pohon mangga nya !!" Ujar Sam memang tidak tau . karena dia jarang melihat sekeliling rumah nya .


"Nah karena sekarang kamu udah tau , cepetan ambil kan !!" Rengek Silva manja .


"Tapi..." Samuel menjeda ucapannya.


"Baik lah , aku akan panggil kan seseorang untuk memanjat pohon itu" Jawaban Samuel membuat Silva menggelengkan kepala cepat .


Samuel yang heran pun langsung bertanya .


" Kenapa ?" Samuel pun bingung


Silva tersenyum manis .


"Sayang , kenapa kamu harus repot-repot menyuruh seseorang untuk memenuhi keinginan anak kamu? Kamu kan bisa mengambil nya sendiri" Ucap Silva santai


Namun tidak dengan Samuel yang kala itu terkejut mendengar permintaan sang istri .


"Aku ?" Ulang Samuel memastikan .


"Iya kamu !! Ayo lah sayang ambil kan , aku sudah tidak sabar ingin memakannya" Silva menarik tangan Samuel berjalan ke arah pohon mangga itu .


Saat ini perut Silva sudah sangat membuncit seperti usia kandungan nya sudah berusia 9 bulan , itu karena ia sedang hamil kembar .


Mereka berdua sampai di dekat pohon mangga .


"Cepetan kamu naik sayang , aku dan anak-anak kamu akan menunggu di bawah sini" Ujar silva senang .


Samuel pun bingung harus bagaimana , ia takut jika bisa naik tapi tidak bisa turun .

__ADS_1


pasalnya , dulu sewaktu kecil , Samuel pernah terjatuh dari pohon rambutan yang lumayan tinggi dan membuat nya patah tulang tangan .


Hingga sekarang , kejadian itu masih membuat nya trauma jika sudah urusan manjat memanjat .


"Sayang , Tapi aku..." Ucapan Samuel terpotong .


"Kamu tidak ingin menuruti keinginan anak-anak kamu ?" Silva memasang wajah sendu.


"Ya sudah !!" Ia membalikkan badannya memunggungi Samuel .


"Sayang , papi kamu tidak mau menuruti permintaan kamu . mungkin dia tidak begitu menyayangi...." Perkataan Silva terputus ketika mendengar suara sesuatu .


Bluk bluk


Sesuatu terjatuh dari atas pohon mangga .


Karena penasaran , Silva pun langsung membalikkan tubuh nya menghadap pohon mangga .


"Buah mangga ??" Gumam Silva sendiri sambil tersenyum senang .


Lalu matanya beralih ke atas pohon mangga , dan ternyata sang suami sudah berada di atas sana .


Silva tersenyum manis ke arah samuel .


"Apa sudah cukup ???" Teriak Samuel dari atas pohon


"Sudah !!" Sahut Silva berteriak juga dari bawah .


Lalu ia berjalan ke mangga-mangga yang terjatuh dan mengumpulkannya .


''Akhirnya , kita bisa makan mangga muda ini sayang !!" Seru Silva mengelus perut buncit nya sambil berbinar .


"Ayo kita kupas mangga ini dan memakannya" Silva berbicara sendiri .


"Bagaimana caranya aku turun ? Silva sayang , tega banget kamu ninggalin aku !!" Ujar Sam sedih sambil terus melihat ke bawah .


🍓


🍓


🍓


Di dalam rumah .


Silva sedang duduk di kursi meja dapur sambil melahap buah yang tadi diambil Samuel .


"Em , rasanya enak sekali" Gumam Silva sambil mengunyah buah mangga muda yang sudah ia kupas .


Entah mengapa saat perutnya sudah membesar , ia baru menginginkan makan mangga muda.


ia mengambil sepotong buat mangga lagi dan di cocol ke dalam sambal rujak buatannya lalu memasukkannya kembali ke dalam mulut .


Tak lama kemudian .


"Sayang !!" Rengek Samuel berjalan ke arah Silva .


Silva menolehkan kepala .


"Kamu kenapa ?" Tanya Silva heran karena baju sang suami sangat kotor dan rambut acak acakan .

__ADS_1


"Hah ?" Samuel melongo mendengar pertanyaan Silva .


"Kamu bilang kenapa ? Aku ini kesusahan turun dari pohon dan malah kamu tinggal begitu saja tadi" Sahut Samuel cemberut .


Silva pun geli melihat ekspresi wajah sang suami .


ia bangkit dari duduk nya dan jalan mendekat ke arah Samuel berdiri .


"Maafin kita ya pi udah ninggalin papi , itu karena kami sudah tidak sabar memakan buah mangga yang papi petik . Terimakasih , mangga nya sangat enak" Ucap Silva menirukan suara anak-anak


"Tentu saja kesayangan Papi , apa sih yang enggak papi lakuin buat kalian bertiga" Ujar Samuel tersenyum .


Silva menarik tangan Sam dan menempelkan tangan Samuel di perut buncit nya .


Saat tangan Samuel masih berada di perut Silva , dan sedikit mengelusnya dengan tersenyum bahagia , tiba-tiba ..


Dug


Bayi yang berada di dalam perut Silva nendang .


Samuel dan Silva saling pandang , dan mereka berdua tertawa bersama .


"Lihat lah , mereka merespon ucapan ku"Ujar Samuel girang


"Di usia kandungan yang sudah semakin matang , mereka akan sangat aktif di dalam sana Sam" Ucap silva meletakkan tangannya di atas tangan Samuel yang berada di perut nya .


Samuel menundukkan kepala dan mencium perut Silva .


"Ekhem ekhem !!" Suara deheman seseorang berhasil membuat pasutri itu menoleh kan kepala .


"Silvi !?" Seru Silva heran


Silvi berjalan mendekat ke arah Silva.


''Hay kak . Maaf ya , Vi masuk gak bilang-bilang !" Ucap Silvi nyengir kuda


"Iya tidak apa-apa . Anggap saja rumah kamu sendiri" Sahut Silva tersenyum lembut ke arah Silvi .


Silva celingukan ..


"Kamu ke sini sendirian ?" Tanya Silva heran karena tidak melihat Zein .


"Tidak , aku bersama Zein , dia sedang pakaian bayi dari mobil" Ujar Silvi senang


Samuel dan Silva saling pandang .


"Pakaian bayi ?" Ulang silva mengikuti ucapan Silvi


"Iya pakaian bayi , tadi Vi dan Zein jalan-jalan ke Mall . Eh terus ngeliat baju-baju bayi gitu imut-imut . Jadi Vi beli aja buat calon ponakan Vi" Ujar Silvi berjalan mendekat ke arah silva.


"O ya ? Makasih banyak Aunty" Ujar Silva mengelus perut nya .


"Sama-sama sayang , semoga aunty cepat nyusul Mami kalian ya" Ujar Silvi tersenyum sambil mengelus perut Silva .



**Tuan dan Nyonya Nugraha 🔥🔥


HAPPY READING GUYS ❤

__ADS_1


See you next part 💃🏻💃🏻


JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN DAN SELAMAT BERPUASA 🔥🔥**


__ADS_2