Gadis Kembar

Gadis Kembar
EXTRA PART BAB 11


__ADS_3

Setelah memberi tahu seluruh keluarga , Kedua keluarga besar itu kini tengah berkumpul makan malam .


"Asik deh , akhirnya Jen punya ponakan 3 sekaligus" Ujar Jeny gembira .


Semua orang hanya tersenyum bahagia .


Lalu mereka makan malam bersama di kediaman keluarga Wijaya .


Saat mereka sedang asyik makan ..


"Hoek , Hoek .." Zein berlari ke arah dapur sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan


"Zein !!" Seru Silvi berdiri dari tempat duduknya menyusul Zein ke dapur .


Sesampainya di dapur , Silvi mendekat ke arah Zein yang tertunduk di depan kran air pencuci piring , ia melihat wajah pucat dan keringat di wajah Zein .


"Sayang , are you oke ?" Tanya Silvi lembut sambil mengelap keringat di dahi Zein .


"I am oke honey . seperti biasa , aku mual , tetapi aku tidak bisa mengeluarkan isi perut ku !" Seru Zein lemas .


Silvi pun kasihan melihat sang suami .


"Zein , jika bisa , aku ingin kamu membagi kesulitan mu ini pada ku . Aku tidak tega melihat mu mengidam begini !!" Ujar Silvi sedih sambil menggenggam tangan Zein


Zein tersenyum melihat reaksi sang istri .


"Sayang , ini sudah biasa . Aku tidak apa-apa , jangan terlalu khawatir " Ucap Zein menangkup pipi Silvi dan mengecup kening nya .


"Ayo , kita kembali ke meja !" Ajak Zein menggenggam jemari Silvi .


Mereka berdua pun pergi menuju meja makan .


Laras yang saat itu melihat menantu dan putri nya mendekat ke meja pun langsung membuka suara .


"Zein , kamu kenapa nak ??" Tanya Laras khawatir .


Zein duduk kembali di kursi nya .


"Tidak apa Ma . Ini sudah biasa" Sahut Zein tersenyum tipis .


Laras menatap Silvi yang masih betah memandang wajah lelah Zein .


"Vi , kamu bisa jelaskan ke Mama ?" Laras belum puas dengan jawaban yang menantu nya berikan .


"Jadi begini Ma , Vi mengalami kehamilan simpatik . yaitu , vi tidak mengalami mual atau apa pun itu , hanya saja .. Yang mengalami semua itu Zein" Ujar Silvi menatap Zein .


"Kamu yang sabar ya nak , semua kehamilan itu memang berbeda-beda" Ucap Laras memberi semangat pada menantu dan putri nya .


Silvi hanya tersenyum saja , dan mereka pun melanjutkan makan malam lagi sambil mengobrol ringan , dengan Zein yang hanya memakan buah-buahan saja .


ia ingin mual jika melihat nasi lagi .


Pukul 21.00 WIB . Keluarga Zein sudah pulang terlebih dahulu , dan saat ini tinggal lah Samuel , Silva , Zein dan Silvi yang masih berada di rumah Wijaya .


"Pa , kami pamit pulang ya ?" Ujar Samuel berpamitan pada sang mertua .

__ADS_1


"Sam , lebih baik kalian menginap saja satu malam disini , besok pulang kerja , baru jemput istri kamu !" Ucap Andre memerintah .


"Kamu juga Zein , lebih baik kalian berdua juga menginap di rumah papa . Papa juga kangen dengan kedua putri papa " Lanjut Andre pada kedua pasutri itu .


Mereka semua saling pandang , dan tak lama kemudian Samuel menganggukkan kepala diikuti oleh Silva , Zein dan Silvi .


Andre tersenyum senang karena usulannya di penuhi oleh kedua putri dan kedua menantu nya .


Laras yang baru saja keluar dari dapur langsung menuju ruang tamu .


"Sayang anak-anak Mama , kalian menginap di sini aja ya nak ? Mama kangen sama kalian berdua , apa lagi sekarang ada calon cucu Mama" Ucap Laras memohon , ia tidak tahu jika sang suami sudah bicara duluan pada menantu dan anak nya .


"Iya Ma , tadi papa juga udah nyuruh kok !" Ujar silva mendekat ke arah sang Mama diikuti oleh Silvi .


Kemudian.mereka bertiga berpelukan dan menuju ke sofa depan TV .


"Ayo , Mama pengen liat film baru bareng kalian . Tadi Mama baru beli kaset nya" Ujar Laras menarik tangan kedua putri nya agar duduk di sofa itu .


Para suami hanya menggelengkan kepala saja melihat hobi Mama dan Anak itu , mereka bertiga duduk di ruang tamu di temani segelas kopi dan cemilan .


Laras mengambil kaset yang berada di dalam laci , kemudian memasukkannya ke dalam DVD dan film mulai di putar .


Mereka bertiga diam saja menyimak film laga tersebut di temani beberapa cemilan ringan di meja mereka .


🍓


🍓


🍓


DI kamar Zein dan Silvi .


"Zein , bangun !!" Silvi menggoyangkan tubuh sang suami yang berada di samping nya .


"Hm ,, apa sih sayang ? aku ngantuk !!" Sahut Zein dengan suara berat khas orang bangun tidur .


"Aku lapar !!!" Rengek Silvi tidak tahan


"Astaga , ini sudah jam berapa ? Sebaiknya kamu tidur saja , dan besok bangun pagi-pagi langsung aku buatkan makanan untuk kamu , ya ??" Zein memberi penawaran .


"Zein , kamu kok gitu sih ? Anak kamu ini kelaparan . Gak kasihan deh" Silvi memasang wajah merajuk.


ia menoleh ke arah Zein yang masih nyaman memejamkan matanya .


"Kalau kamu gak mau ambil kan atau buatkan aku makanan , ya udah . Aku buat sendiri !!" Sentak Silvi marah .


Kemudian ia ingin menurunkan kaki nya dari ranjang , namun suara Zein mampu menghentikan nya .


"Iya iya , ini aku bangun . Aku buatin , kamu di sini aja jangan kemana-mana" Ucap Zein memperingati Silvi .


Silvi tersenyum senang sambil menganggukkan kepala nya .


"Hoam !!!" Zein menguap sambil turun dari ranjang .


ia berjalan ke arah pintu kamar .

__ADS_1


"Begini amat punya istri yang hamil kebo . Makan mulu doyan nya !!" Ujar Zein tersenyum sambil menggelengkan kepala .


ia pun berjalan ke arah tangga menuju dapur .


Sesampainya di dapur , Zein membuka kulkas dan tidak menemukan makanan .


"Habis !! aku harus membuat apa untuk Silvi ?" Gumam Zein berbicara sendiri .


Ia tersenyum karena memiliki ide .


kemudian ia mengambil rempah-rempah yaitu Cabai , bawang putih & merah .


ia mulai menggiling bumbu-bumbu itu di dalam cobek , lalu memanaskan minyak di dalam kuali , dan saat minyak sudah panas , ia langsung memasukkan bumbu halus itu ke dalam kuali .


Sreng !


Begitulah kurang lebih suara bumbu Zein saat ia masukkan kedalam kuali yang berisi minyak panas .


Zein menambahkan telur , dan mengaduk nya di dalam kuali , kemudian ia mengambil beberapa centong nasi dan memasukkan ke dalam kuali yang sudah berisi telur di tambah kecap dan sedikit penyedap rasa .


Zein membolak balikkan nasi tersebut hingga bumbu dan penyedap rasa menjadi satu .


Setelah di rasa semua sudah selesai dan rasa pas . Zein mengangkat nya lalu menaruh nasi goreng itu ke dalam piring .


Tak lupa Zein menambahkan telur dadar mata sapi , bawang goreng , kerupuk , irisan timun dan irisan tomat .


Zein meletakkan piring itu di nampan dengan segelas susu cokelat .


Zein berjalan menaiki tangga menuju kamar , setelah sampai di kamar ia langsung membuka pintu kamar nya .


"Sayang !! Makanan nya udah jadi" Seru Zein berjalan mendekat ke arah sang istri yang sedang menunggunya di atas ranjang sambil menonton televisi .


Silvi menoleh ke asal suara , lalu ia tersenyum berbinar .


"Wah , aroma nya saja sangat enak . Aku tidak sabar menikmati nya !!" Ujar silvi sumringah saat Zein sudah berada di samping nya membawa nampan .


Zein hanya tersenyum melihat kesenangan Silvi . Hanya makan seadanya saja , bisa membuat sang istri bahagia .


Silvi mulai menyendok kan nasi ke dalam mulut nya ..


"Emm , masakan kamu memang paling enak sayang !!" Ujar Silvi sambil mengunyah nasi yang berada di dalam mulut nya .


"Sayang , pelan-pelan makannya . Aku gak akan minta , nanti kamu ke sedak kalau buru-buru begitu" Ucap Zein lembut memberi peringatan pada Silvi .


Silvi hanya tersenyum lebar sambil memakan nasi goreng spesial buatan tangan suami nya dengan perlahan ...


Ya , Zein terkadang suka membuatkan makanan atau masakan spesial yang sederhana untuk sang istri .



**Ekspresi babang Zein saat menatap Silvi yang sedang makan dengan lahap 😍😍.


HAPPY READING ❤


JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN 🔥🔥**

__ADS_1


__ADS_2