
Setelah memberi tahu seluruh keluarga , Kedua keluarga besar itu kini tengah berkumpul makan malam .
"Asik deh , akhirnya Jen punya ponakan 3 sekaligus" Ujar Jeny gembira .
Semua orang hanya tersenyum bahagia .
Lalu mereka makan malam bersama di kediaman keluarga Wijaya .
Saat mereka sedang asyik makan ..
"Hoek , Hoek .." Zein berlari ke arah dapur sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan
"Zein !!" Seru Silvi berdiri dari tempat duduknya menyusul Zein ke dapur .
Sesampainya di dapur , Silvi mendekat ke arah Zein yang tertunduk di depan kran air pencuci piring , ia melihat wajah pucat dan keringat di wajah Zein .
"Sayang , are you oke ?" Tanya Silvi lembut sambil mengelap keringat di dahi Zein .
"I am oke honey . seperti biasa , aku mual , tetapi aku tidak bisa mengeluarkan isi perut ku !" Seru Zein lemas .
Silvi pun kasihan melihat sang suami .
"Zein , jika bisa , aku ingin kamu membagi kesulitan mu ini pada ku . Aku tidak tega melihat mu mengidam begini !!" Ujar Silvi sedih sambil menggenggam tangan Zein
Zein tersenyum melihat reaksi sang istri .
"Sayang , ini sudah biasa . Aku tidak apa-apa , jangan terlalu khawatir " Ucap Zein menangkup pipi Silvi dan mengecup kening nya .
"Ayo , kita kembali ke meja !" Ajak Zein menggenggam jemari Silvi .
Mereka berdua pun pergi menuju meja makan .
Laras yang saat itu melihat menantu dan putri nya mendekat ke meja pun langsung membuka suara .
"Zein , kamu kenapa nak ??" Tanya Laras khawatir .
Zein duduk kembali di kursi nya .
"Tidak apa Ma . Ini sudah biasa" Sahut Zein tersenyum tipis .
Laras menatap Silvi yang masih betah memandang wajah lelah Zein .
"Vi , kamu bisa jelaskan ke Mama ?" Laras belum puas dengan jawaban yang menantu nya berikan .
"Jadi begini Ma , Vi mengalami kehamilan simpatik . yaitu , vi tidak mengalami mual atau apa pun itu , hanya saja .. Yang mengalami semua itu Zein" Ujar Silvi menatap Zein .
"Kamu yang sabar ya nak , semua kehamilan itu memang berbeda-beda" Ucap Laras memberi semangat pada menantu dan putri nya .
Silvi hanya tersenyum saja , dan mereka pun melanjutkan makan malam lagi sambil mengobrol ringan , dengan Zein yang hanya memakan buah-buahan saja .
ia ingin mual jika melihat nasi lagi .
Pukul 21.00 WIB . Keluarga Zein sudah pulang terlebih dahulu , dan saat ini tinggal lah Samuel , Silva , Zein dan Silvi yang masih berada di rumah Wijaya .
"Pa , kami pamit pulang ya ?" Ujar Samuel berpamitan pada sang mertua .
__ADS_1
"Sam , lebih baik kalian menginap saja satu malam disini , besok pulang kerja , baru jemput istri kamu !" Ucap Andre memerintah .
"Kamu juga Zein , lebih baik kalian berdua juga menginap di rumah papa . Papa juga kangen dengan kedua putri papa " Lanjut Andre pada kedua pasutri itu .
Mereka semua saling pandang , dan tak lama kemudian Samuel menganggukkan kepala diikuti oleh Silva , Zein dan Silvi .
Andre tersenyum senang karena usulannya di penuhi oleh kedua putri dan kedua menantu nya .
Laras yang baru saja keluar dari dapur langsung menuju ruang tamu .
"Sayang anak-anak Mama , kalian menginap di sini aja ya nak ? Mama kangen sama kalian berdua , apa lagi sekarang ada calon cucu Mama" Ucap Laras memohon , ia tidak tahu jika sang suami sudah bicara duluan pada menantu dan anak nya .
"Iya Ma , tadi papa juga udah nyuruh kok !" Ujar silva mendekat ke arah sang Mama diikuti oleh Silvi .
Kemudian.mereka bertiga berpelukan dan menuju ke sofa depan TV .
"Ayo , Mama pengen liat film baru bareng kalian . Tadi Mama baru beli kaset nya" Ujar Laras menarik tangan kedua putri nya agar duduk di sofa itu .
Para suami hanya menggelengkan kepala saja melihat hobi Mama dan Anak itu , mereka bertiga duduk di ruang tamu di temani segelas kopi dan cemilan .
Laras mengambil kaset yang berada di dalam laci , kemudian memasukkannya ke dalam DVD dan film mulai di putar .
Mereka bertiga diam saja menyimak film laga tersebut di temani beberapa cemilan ringan di meja mereka .
🍓
🍓
🍓
DI kamar Zein dan Silvi .
"Zein , bangun !!" Silvi menggoyangkan tubuh sang suami yang berada di samping nya .
"Hm ,, apa sih sayang ? aku ngantuk !!" Sahut Zein dengan suara berat khas orang bangun tidur .
"Aku lapar !!!" Rengek Silvi tidak tahan
"Astaga , ini sudah jam berapa ? Sebaiknya kamu tidur saja , dan besok bangun pagi-pagi langsung aku buatkan makanan untuk kamu , ya ??" Zein memberi penawaran .
"Zein , kamu kok gitu sih ? Anak kamu ini kelaparan . Gak kasihan deh" Silvi memasang wajah merajuk.
ia menoleh ke arah Zein yang masih nyaman memejamkan matanya .
"Kalau kamu gak mau ambil kan atau buatkan aku makanan , ya udah . Aku buat sendiri !!" Sentak Silvi marah .
Kemudian ia ingin menurunkan kaki nya dari ranjang , namun suara Zein mampu menghentikan nya .
"Iya iya , ini aku bangun . Aku buatin , kamu di sini aja jangan kemana-mana" Ucap Zein memperingati Silvi .
Silvi tersenyum senang sambil menganggukkan kepala nya .
"Hoam !!!" Zein menguap sambil turun dari ranjang .
ia berjalan ke arah pintu kamar .
__ADS_1
"Begini amat punya istri yang hamil kebo . Makan mulu doyan nya !!" Ujar Zein tersenyum sambil menggelengkan kepala .
ia pun berjalan ke arah tangga menuju dapur .
Sesampainya di dapur , Zein membuka kulkas dan tidak menemukan makanan .
"Habis !! aku harus membuat apa untuk Silvi ?" Gumam Zein berbicara sendiri .
Ia tersenyum karena memiliki ide .
kemudian ia mengambil rempah-rempah yaitu Cabai , bawang putih & merah .
ia mulai menggiling bumbu-bumbu itu di dalam cobek , lalu memanaskan minyak di dalam kuali , dan saat minyak sudah panas , ia langsung memasukkan bumbu halus itu ke dalam kuali .
Sreng !
Begitulah kurang lebih suara bumbu Zein saat ia masukkan kedalam kuali yang berisi minyak panas .
Zein menambahkan telur , dan mengaduk nya di dalam kuali , kemudian ia mengambil beberapa centong nasi dan memasukkan ke dalam kuali yang sudah berisi telur di tambah kecap dan sedikit penyedap rasa .
Zein membolak balikkan nasi tersebut hingga bumbu dan penyedap rasa menjadi satu .
Setelah di rasa semua sudah selesai dan rasa pas . Zein mengangkat nya lalu menaruh nasi goreng itu ke dalam piring .
Tak lupa Zein menambahkan telur dadar mata sapi , bawang goreng , kerupuk , irisan timun dan irisan tomat .
Zein meletakkan piring itu di nampan dengan segelas susu cokelat .
Zein berjalan menaiki tangga menuju kamar , setelah sampai di kamar ia langsung membuka pintu kamar nya .
"Sayang !! Makanan nya udah jadi" Seru Zein berjalan mendekat ke arah sang istri yang sedang menunggunya di atas ranjang sambil menonton televisi .
Silvi menoleh ke asal suara , lalu ia tersenyum berbinar .
"Wah , aroma nya saja sangat enak . Aku tidak sabar menikmati nya !!" Ujar silvi sumringah saat Zein sudah berada di samping nya membawa nampan .
Zein hanya tersenyum melihat kesenangan Silvi . Hanya makan seadanya saja , bisa membuat sang istri bahagia .
Silvi mulai menyendok kan nasi ke dalam mulut nya ..
"Emm , masakan kamu memang paling enak sayang !!" Ujar Silvi sambil mengunyah nasi yang berada di dalam mulut nya .
"Sayang , pelan-pelan makannya . Aku gak akan minta , nanti kamu ke sedak kalau buru-buru begitu" Ucap Zein lembut memberi peringatan pada Silvi .
Silvi hanya tersenyum lebar sambil memakan nasi goreng spesial buatan tangan suami nya dengan perlahan ...
Ya , Zein terkadang suka membuatkan makanan atau masakan spesial yang sederhana untuk sang istri .
**Ekspresi babang Zein saat menatap Silvi yang sedang makan dengan lahap 😍😍.
HAPPY READING ❤
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN 🔥🔥**
__ADS_1