
Samuel dan Silva sedang keliling Mall mencari keberadaan Silvi ..
" Dimana Silvi ya ? Ponsel nya juga gak diangkat " Gerutu Silva khawatir.
" Kamu tenang dulu , jangan terlalu khawatir begini . Silvi juga kan sudah dewasa , dia tau apa yang harus di lakukan . " ujar Samuel mencoba menenangkan Sang pujaan hati nya .
Mereka berdua terus berjalan menyusuri Mall itu , hingga tanpa sadar mereka melihat dua orang wanita saling menjambak Rambut .
Silva dan Sam mendekat ke arah dua orang wanita itu .
" Silvi !! " Teriak Silva saat sudah hampir mendekati mereka yang saling jambak itu , dan jangan lupa . Seorang pria tampan yang menatap heran ke arah saudari kembar itu ..
" Lepaskan tangan mu dari rambut adik ku " Ujar Silva melepas paksa tangan Jani yang menarik rambut Adik nya .
" Kakak , kalian kemana saja ? Lihat .. Aku tidak mengenal mereka berdua . tapi dia malah melakukan kekerasan pada ku '' Ujar Silvi merengek memeluk lengan Silva sambil menunjuk Jani.
Silva mengelus lembut Kepala sang adik ,,
Kemudian mata nya menatap datar pada Wanita yang saat itu sedang merapikan rambut nya .
ia berjalan mendekat ke arah Jani ..
" Nona , anda punya masalah dengan saya , jangan ikut campurkan adik saya ke dalam masalah kita " Ucap Silva datar
" Em , A-aku tidak tahu jika kalian kembar " Ujar Jani gugup .
" Aku sudah mengatakan pada nya bahwa aku bukan kak Silva , aku ini Silvi kembaran Kakak " Sahut Silvi langsung ..
" Aku tadi sangat emosi , karena aku melihat Reno dan Dia berpelukan . Aku pikir tadi kau " Ucap Jani tidak ingin di salahkan .
" Seharusnya anda bertanya dulu , apa anda tidak bisa membedakan antara saya dengan Adik saya ? " Ujar Silva menunjuk badannya sendiri dari atas sampai bawah.
" Tentu saja tidak bisa , karena aku tidak tahu jika kau punya kembaran !! " Ucap Jani sedikit membentak.
" Hei , jangan berani membentak kakak ku " Silvi maju mendekati Kakak nya dan Jani .
" Kenapa memang nya ? kakak dan adik sama saja . Yang kakak murahan dan adik nya seperti preman pasar " Ucap Jani sambil tersenyum sinis
" Diam Kau ! Kau ya..." Ucapan Silvi terhenti karena Samuel dengan cepat memotong nya .
" Anda belum kapok Nona? Setelah saya memberi anda sedikit pelajaran supaya jangan mengusik hidup orang-orang di sekeliling saya ? " Ucap Samuel menatap tajam Jani , Lalu pandangannya beralih ke Seorang pria yang berdiri tak jauh dari mereka . Yaitu Reno .
Samuel berjalan mendekat ke adah Reno ,,
__ADS_1
" Halo tuan Reno ? Apa kabar anda ? Semua masalah ini timbul karena anda . Dan anda hanya diam saja begini seperti patung ? " Ucapan Samuel menohok hati Reno .
" Saya minta maaf tuan . Dan Silva , aku masih sangat mencintai kamu , dulu maupun sekarang , aku menikahi wanita itu karena terpaksa . Aku tidak pernah mencintai nya , bahkan aku tidak pernah menyentuh nya selama ini " Ujar Reno Menatap sendu ke arah Silva
Silva membuang arah pandangannya , karena ia tidak tega melihat wajah sedih Reno itu .
" Tidak perlu di bahas lagi tuan Reno . Saya tidak peduli dengan alasan apa yang anda berikan . inti nya , sekarang saya sudah melupakan anda , dan saya sudah punya pilihan lain . Kami juga akan segera menikah " Ujar Silva santai , ia tidak ingin terlihat lemah dihadapan sang mantan .
Sementara Samuel , ia terkejut sekaligus bahagia mendengar penuturan dari Silva .
'Menikah ? oh ya ampun , akhir nya sebentar lagi tongkat base ball ku menemukan tempat nya' Ujar Samuel bahagia dalam hati ..
Samuel melupakan kemarahan nya pada Reno , ia berjalan ke arah Silva dengan senyum mengembang .
" Sayang , benarkah yang kamu katakan ? kita akan segera menikah ? " Bisik samuel menggoda di telinga Silva , ketika ia sudah berdiri di samping sang kekasih nya itu .
" Sam , kita lanjutkan nanti bicara nya . Kamu ini , selalu saja tidak sabaran " Sahut Silva mencubit kecil pinggang Samuel..
" Aw , Mau lagi !! " Rengek samuel manja , tanpa mempedulikan beberapa pasang mata yang melihat interaksi manja nya .
" Pfft " Silvi menahan tawa ketika melihat Sikap Asli seorang CEO JAYA NUGRAHA yaitu tuan SAMUEL NUGRAHA . Sikap yang di kenal angkuh , sombong , dan dingin .. Sekarang berubah menjadi Lucu dan manja , akan tetapi jika itu hanya bersama Silva saja , terkadang juga menyebalkan menurut Silvi .
" Va , saat ini aku sudah yakin . Bahwa kamu memang sudah melupakan aku , kamu sudah memilih pasnagan yang tepat untuk masa depan mu . Maaf kan aku , jika selama ini masih berharap pada mu , Sungguh aku malu Silva . Sekali lagi maaf kan aku , aku tidak akan pernah menganggu mu lagi " Ujar Reno tertunduk lesu .
Meskipun sangat Sulit bagi nya melupakan Silva , tetapi ia harus bisa menerima kenyataan ..
" Kamu lihat aku Ren , Aku sudah memaafkan mu . Mungkin kita memang di takdir kan tidak berjodoh , seharusnya kamu menerima keberadaan Jani di hidup mu . Jangan menyianyiakan seseorang yang mau menerima kita apa ada nya " Ucap Silva lembut sambil tersenyum menatap Reno .
Reno membalas senyuman tulus Silva .
" Apa aku boleh memeluk mu ? Sekali ini saja " Ujar Reno tiba-tiba ..
Namun , belum sempat Silva menjawab , Samuel sudah berada di samping Silva .
" Jika anda ingin memeluk , peluk saja saya . sebagai wakil Silva " Ucap samuel kesal
" Jangan mencari kesempatan " Lanjut nya lagi .
Silva dan Reno hanya menggeleng kan kepala mereka sambil tersenyum lucu ..
" Ternyata anda sangat posesif pada Kekasih anda ya tuan ? " Ujar Reno mengejek .
" Tentu saja , tidak ada yang boleh menyentuh nya selain aku " Sahut Samuel sambil merapatkan tubuh nya ke tubuh Silva ..
__ADS_1
" Astaga Sam . Kamu ini apa-apaan !! " Ucap Silva tersenyum gemas melihat tingkah samuel yang suka manja dengan nya .
" Ya sudah Ren , aku pergi dulu ya . Seperti nya calon suami ku ini agak sensitif sekarang " Ucap Silva bergurau sambil terkekeh pelan .
" Jangan lupa , jika kalian menikah nanti , undang aku " Ujar Reno santai .
" Tentu " Silva
" Tidak " Samuel
Mereka berbicara bersamaan ..
Kemudian Reno tertawa lucu melihat tingkah cemburu Samuel .
Sedangkan Silvi , ia tersenyum geli .
Dan Jani , memasang wajah biasa saja .
Silva dan Sam mengajak Silvi pergi dari tempat itu , Akan tetapi . Sebelum pergi Silva berbicara terlebih dahulu pada Jani .
" Mungkin saja Reno berpaling dari mu karena Sifat Mu ini , Jadi lah wanita yang lembut , supaya pasangan mu tidak mencari wanita lain " Ujar Silva tersenyum tulus pada Jani .
" Tidak perlu menasehati ku . Jangan sok pintar " Setelah berbicara begitu , Anjani atau Jani langsung pergi meninggalkan mereka semua . Entah itu marah , atau malu . tidak mengerti !!
Sam , Iva , ivi dan Reno juga bubar pergi Dari tempat itu menuju tujuan masing-masing .
SYUKURLAH MEREKA UDAH BAIKAN . KITA TUNGGU SEMUA KEBUCINAN ABANG SAM YES ??
LALU KISAH CINTA SILVI DAN SANG PARTNER NYA NANTI .
PANTAU TERUS CERITA SI KEMBAR , BY : MOM AL π
Pasangan bucin ππ
**Reaksi silvi saat marah dengan Jani.. Menyeramkan ππ
Happy Reading Guys β€
See you Next part ππ»
__ADS_1
Jangan Lupa tinggalkan jejak kalianπ₯π₯
LIKE , KOMEN , VOTE DAN HADIAHNYA ππ»π**