Gadis Kembar

Gadis Kembar
BAB 66 Kesepakatan Keluarga


__ADS_3

Pagi ini rombongan Sam sudah sampai di indonesia .


Ya ? Karena Sam juga ingin secepatnya pulang untuk mengurus masalah yang sahabat nya ciptakan .


lagi pula , di swiss juga tidak ada urusan lagi .


Maka dari itu , mereka semua juga setuju pulang ke Indonesia meski pun mendadak .


Sam , Daniel , Zein , Riko , Silvi dan Silva sudah berada di kediaman Keluarga Wijaya .


" Papa tidak menyangka sahabat kamu mempunyai sifat seperti itu Sam , untung saja dia masih mempunyai akal sehat Jika tidak , entah apa yang akan di lakukan nya pada Silvi " Ujar Andre sedikit kecewa .


Mereka semua yang ada di ruang keluarga Pun hanya terdiam saja mendengar ucapan kecewa Dari Andre , Ayah kandung Silvi .


Tak berselang lama , beberapa mobil tampak berhenti di halaman rumah Wijaya ...


Di mobil pertama ada Ibu Dewi , Dan mobil ke dua Adalah keluarga Zein .


Mereka semua masuk ke dalam ruang keluarga Wijaya dan duduk di sofa yang berada di sana .


Ayah Zein hanya memandang Zein kecewa , begitu pun dengan Bunda Zein . Hanya Jeny lah yang merasa gembira , karena ia tidak susah payah menjadi mak comblang untuk Zein dan Silvi .


" Maaf Tuan Wijaya , kita langsung saja membicarakan apa rencana selanjutnya " Ujar Ayah Zein yaitu tuan Randa Maheswari pada Andre .


" Baik lah , karena semua sudah berkumpul di sini , sebelum menentukan langkah selanjutnya , saya ingin bertanya dahulu pada Zein dan Juga Silvi putri bungsu saya " Ujar Andre menjeda ucapan nya .


" Apa kalian benar-benar saling mencintai ? Dan apakah kalian siap jika harus ke jenjang yang lebih serius ? " Tanya Andre pada Zein dan Silvi yang kala itu duduk berdampingan menghadapi Sidang keluarga .

__ADS_1


" Saya siap Tuan ! Dan saya , sangat mencintai Silvi '' Ujar Zein mantap Sambil melirik ke samping yaitu melihat Silvi .


" Apa kamu bisa saya percaya untuk menjaga anak saya ? sedangkan kalian saja baru beberapa kali bertemu " Tanya Andre lagi .


" Saya bisa menjamin semua nya tuan , dan saya bisa melindungi Silvi segenap Jiwa dan Raga saya " Jawab Zein tegas.


" Kami bisa mengenal lagi lebih dekat , jika kami sudah bersama nanti , bukankah itu malah semakin bagus ? " Ujar Zein tanpa rasa takut atau pun grogi .


Andre hanya mengangguk-anggukkan kepala nya saja .


ia salut dengan jawaban yang Zein berikan , sangat padat dan tegas .


Andre juga yakin , bahwa sebenarnya Zein adalah pria yang baik dan tepat untuk putri nya .


" Silvi , kenapa kamu diam saja nak ? Apa ada yang mengganjal dalam pikiran mu ? Atau kamu tidak bersedia melanjutkan jenjang yang lebih serius lagi dengan Zein ? " Tanya Andre pada sang putri yang terus menunduk saja .


" Vi bersedia Pa , tidak ada yang vi pikirkan . Hanya saja .. " Ucapan Silvi terpotong sambil menatap Dewi sang ibu angkat dan Riko .


Dewi yang paham akan tatapan itu pun langsung tersenyum .


" Ibu merestui kamu dan Nak Zein , Nak ! Dan abang kamu ? kamu jangan takut dengan dia , biar ibu nanti yang urus " Ujar Dewi paham dengan apa yang Silvi pikirkan .


ia pun merasa jika Zein adalah Pria yang baik.


" Baik lah , Jika semua sudah setuju maka 2 hari lagi kita akan mengadakan lamaran untuk Zein dan Silvi , dan pernikahan mereka nanti akan kita satu kan dengan Samuel dan Silva . Apa ada yang keberatan ? " Tanya Andre mengajukan pertanyaan pada semua yang ada di ruangan itu .


Semua orang mengangguk tanda setuju .

__ADS_1


Kemudian Tuan Randa beranjak dari duduk nya menghampiri Andre.


" Tuan andre , 2 hari lagi kami akan datang ke mari untuk melamar putri anda . Sekali lagi , maaf kan atas ke khilaf'an putra saya " Ujar Randa mengulurkan tangannya pada Andre ..


Andre membalas uluran tangan randa , dan mereka saling berjabat tangan lalu berpelukan ala Pria ...


Kemudian di semua orang yang ada di sana berdiri dan berjabat tangan satu sama lain .


" Bu , karena acara lamaran vi dua hari lagi , ibu besok harus menginap di sini . Silvi juga butuh ibu " Ujar Silvi manja memeluk tubuh sang ibu .


" Kamu tenang saja sayang , Ibu tidak akan melewatkan acara penting kamu " Ujar Dewi mencium pucuk kepala Silvi .


" Maafin Silvi bu ! " Seru Silvi lirih


" Tidak ada yang perlu di minta maafkan sayang , ini sudah jalan takdir kalian , jalani saja dan terima . Hm ? " Ujar Dewi tulus sambil mencium kening Silvi .


Silvi hanya tersenyum , meskipun dewi adalah ibu angkat nya . Akan tetapi dewi sangat menyayangi nya , bahkan Silvi dari dulu tidak pernah terkena marah ..



**Ciee yang mau lamaran 🌹🌹


Happy Reading Guys ❤


See you Next Tomorrow 💃🏻💃🏻


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA 🔥🔥**

__ADS_1


__ADS_2