
Pagi ini rombongan Sam sudah sampai di indonesia .
Ya ? Karena Sam juga ingin secepatnya pulang untuk mengurus masalah yang sahabat nya ciptakan .
lagi pula , di swiss juga tidak ada urusan lagi .
Maka dari itu , mereka semua juga setuju pulang ke Indonesia meski pun mendadak .
Sam , Daniel , Zein , Riko , Silvi dan Silva sudah berada di kediaman Keluarga Wijaya .
" Papa tidak menyangka sahabat kamu mempunyai sifat seperti itu Sam , untung saja dia masih mempunyai akal sehat Jika tidak , entah apa yang akan di lakukan nya pada Silvi " Ujar Andre sedikit kecewa .
Mereka semua yang ada di ruang keluarga Pun hanya terdiam saja mendengar ucapan kecewa Dari Andre , Ayah kandung Silvi .
Tak berselang lama , beberapa mobil tampak berhenti di halaman rumah Wijaya ...
Di mobil pertama ada Ibu Dewi , Dan mobil ke dua Adalah keluarga Zein .
Mereka semua masuk ke dalam ruang keluarga Wijaya dan duduk di sofa yang berada di sana .
Ayah Zein hanya memandang Zein kecewa , begitu pun dengan Bunda Zein . Hanya Jeny lah yang merasa gembira , karena ia tidak susah payah menjadi mak comblang untuk Zein dan Silvi .
" Maaf Tuan Wijaya , kita langsung saja membicarakan apa rencana selanjutnya " Ujar Ayah Zein yaitu tuan Randa Maheswari pada Andre .
" Baik lah , karena semua sudah berkumpul di sini , sebelum menentukan langkah selanjutnya , saya ingin bertanya dahulu pada Zein dan Juga Silvi putri bungsu saya " Ujar Andre menjeda ucapan nya .
" Apa kalian benar-benar saling mencintai ? Dan apakah kalian siap jika harus ke jenjang yang lebih serius ? " Tanya Andre pada Zein dan Silvi yang kala itu duduk berdampingan menghadapi Sidang keluarga .
__ADS_1
" Saya siap Tuan ! Dan saya , sangat mencintai Silvi '' Ujar Zein mantap Sambil melirik ke samping yaitu melihat Silvi .
" Apa kamu bisa saya percaya untuk menjaga anak saya ? sedangkan kalian saja baru beberapa kali bertemu " Tanya Andre lagi .
" Saya bisa menjamin semua nya tuan , dan saya bisa melindungi Silvi segenap Jiwa dan Raga saya " Jawab Zein tegas.
" Kami bisa mengenal lagi lebih dekat , jika kami sudah bersama nanti , bukankah itu malah semakin bagus ? " Ujar Zein tanpa rasa takut atau pun grogi .
Andre hanya mengangguk-anggukkan kepala nya saja .
ia salut dengan jawaban yang Zein berikan , sangat padat dan tegas .
Andre juga yakin , bahwa sebenarnya Zein adalah pria yang baik dan tepat untuk putri nya .
" Silvi , kenapa kamu diam saja nak ? Apa ada yang mengganjal dalam pikiran mu ? Atau kamu tidak bersedia melanjutkan jenjang yang lebih serius lagi dengan Zein ? " Tanya Andre pada sang putri yang terus menunduk saja .
" Vi bersedia Pa , tidak ada yang vi pikirkan . Hanya saja .. " Ucapan Silvi terpotong sambil menatap Dewi sang ibu angkat dan Riko .
Dewi yang paham akan tatapan itu pun langsung tersenyum .
" Ibu merestui kamu dan Nak Zein , Nak ! Dan abang kamu ? kamu jangan takut dengan dia , biar ibu nanti yang urus " Ujar Dewi paham dengan apa yang Silvi pikirkan .
ia pun merasa jika Zein adalah Pria yang baik.
" Baik lah , Jika semua sudah setuju maka 2 hari lagi kita akan mengadakan lamaran untuk Zein dan Silvi , dan pernikahan mereka nanti akan kita satu kan dengan Samuel dan Silva . Apa ada yang keberatan ? " Tanya Andre mengajukan pertanyaan pada semua yang ada di ruangan itu .
Semua orang mengangguk tanda setuju .
__ADS_1
Kemudian Tuan Randa beranjak dari duduk nya menghampiri Andre.
" Tuan andre , 2 hari lagi kami akan datang ke mari untuk melamar putri anda . Sekali lagi , maaf kan atas ke khilaf'an putra saya " Ujar Randa mengulurkan tangannya pada Andre ..
Andre membalas uluran tangan randa , dan mereka saling berjabat tangan lalu berpelukan ala Pria ...
Kemudian di semua orang yang ada di sana berdiri dan berjabat tangan satu sama lain .
" Bu , karena acara lamaran vi dua hari lagi , ibu besok harus menginap di sini . Silvi juga butuh ibu " Ujar Silvi manja memeluk tubuh sang ibu .
" Kamu tenang saja sayang , Ibu tidak akan melewatkan acara penting kamu " Ujar Dewi mencium pucuk kepala Silvi .
" Maafin Silvi bu ! " Seru Silvi lirih
" Tidak ada yang perlu di minta maafkan sayang , ini sudah jalan takdir kalian , jalani saja dan terima . Hm ? " Ujar Dewi tulus sambil mencium kening Silvi .
Silvi hanya tersenyum , meskipun dewi adalah ibu angkat nya . Akan tetapi dewi sangat menyayangi nya , bahkan Silvi dari dulu tidak pernah terkena marah ..
**Ciee yang mau lamaran 🌹🌹
Happy Reading Guys ❤
See you Next Tomorrow 💃🏻💃🏻
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA 🔥🔥**
__ADS_1