
Samuel dan Silva sudah berada di kediaman keluarga Wijaya .
Saat berada di perjalanan sepulang dari rumah sakit , Samuel sudah menghubungi seluruh keluarganya .
Dan sekarang mereka semua yaitu , keluarga Nugraha dan Wijaya sedang berkumpul di ruang keluarga .
"Sam ada apa ini ? kenapa kamu mengumpulkan kami semua ? apa ada masalah ?" Indra Nugraha sang ayahanda bertanya heran pada putra sulung nya .
Samuel hanya tersenyum saja menanggapi pertanyaan indra.
"Berhubung semua sudah berkumpul di sini , aku ingin menyampaikan kabar bahagia untuk kita semua" Ujar Sam menatap seluruh keluarga satu persatu .
"Cepat lah abang ipar , kami sudah tidak sabar menunggu kabar apa dari kalian" Ujar Silvi tidak sabaran .
Ya , karena Samuel sudah menikah dengan kakak nya , maka Silvi harus membiasakan memanggil Sam dengan sebutan abang ipar .
"Kami tadi baru saja dari rumah sakit dan langsung ke sini . Aku ingin mengatakan bahwa .. Silva sedang hamil sekarang" Ucap Samuel dengan sangat bahagia .
Seluruh keluarga melongo tidak percaya .
"Benarkah ?" Tanya laras antusias
Samuel mengangguk kan kepala , sedangkan Silva , ia hanya tersenyum lebar .
Seluruh keluarga sangat ikut bahagia mendengar kabar dari kedua anak mereka .
"Akhirnya aku akan menggendong cucu" Ucap Andre tak kalah antusias
Lalu seluruh keluarga satu persatu saling berpelukan bahagia dan bersyukur .
"Kakak selamat !!" Teriak Silvi berlari ke arah Silva lalu memegang kedua tangan Silva .
"Terimakasih" Jawab Silva singkat sambil tersenyum pada sang adik yang berada di hadapannya .
"Semoga kamu segera nyusul ya !!" Doa Silva sambil membelai rambut Silvi.
"Tentu , aku akan memerintah Zein untuk bekerja lebih keras lagi supaya aku juga cepat hamil " Ucap Silvi tanpa filter . Untung saja seluruh keluarga sedang heboh sendiri mendengar kabar bahagia itu . jika tidak , maka entah apa yang akan Zein rasakan .
Lalu kakak beradik kembar itu saling berpelukan .
"Selamat ya Sam . Sebentar lagi , kamu akan menjadi orang tua" Ucapan Selamat yang Zein lontarkan kala sudah berada di hadapan Samuel
"Thanks bro ! Semoga kamu dan Silvi segera menyusul" Doa Samuel sama seperti Silva .
Zein hanya mengangguk kan kepala saja .
Seluruh keluarga bergantian memeluk calon orang tua yaitu Samuel dan Silva .
Lalu mereka semua duduk sambil mengobrol ringan .
Tiba-tiba , Samuel mengambil amplop cokelat.
"Ini hasil USG tadi" Ujar Sam sambil meletakkan amplop itu di meja tempat duduk mereka .
Dengan cepat tangan Ayu sang mami langsung mengambil amplop itu .
__ADS_1
Dengan perlahan , ayu mengeluarkan isi amplop itu , dan saat melihat isi nya . Mata ayu berbinar sempurna .
"Kembar ??" Pekik Ayu tidak percaya .
Dan pekikan Ayu itu mengundang semua mata tertuju padanya .
Samuel dan Silva yang tentu saja sudah tau apa maksud sang Mami hanya tersenyum senang .
"Mi , kamu bilang apa ?" Tanya Indra heran .
Ayu hanya diam mematung sambil memegang kertas yang berada di amplop tadi .
Indra yang merasa penasaran dengan cepat merebut kertas di tangan sang istri .
Saat melihat isi di kertas itu , mata Indra sontak membulat sempurna .
"Ada apa ??" Tanya Andre heran melihat ekspresi wajah besan nya .
Indra menurunkan kertas di tangannya dan menatap semua orang yang ada di sana bergantian.
"Anak kita sedang hamil kembar" Ucap Indra tersenyum senang .
Mendengar perkataan indra , Andre langsung berdiri dari duduk nya dan merebut kertas itu dari tangan indra .
Saat melihat apa yang berada di dalam kertas itu , ia baru percaya apa yang dikatakan besannya .
"Papa sangat bahagia Ma !!" Ujar Andre mendekat ke arah Laras sambil membawa kertas hasil USG .
Laras pun tak kalah senang saat melihat hasil USG sang putri.
Seluruh keluarga tersenyum bahagia kecuali Silvi .
Zein menatap sang istri yang terdiam saja.
"Sayang , kamu kenapa ?" Tanya Zein heran
Silvi hanya menggelengkan kepala saja.
lalu ia tersenyum ke arah Zein , memberi tahu bahwa ia tidak apa-apa .
"Gak mungkin kamu gak kenapa-kenapa . Terlihat dari raut wajah kamu kalau kamu sedang memikirkan sesuatu . Jangan bilang kamu iri dengan Silva" Tebak Zein benar
Silvi langsung menatap tidak percaya pada suami nya .
Bagaimana suaminya itu bisa tau ?
"Em !! Aku gak mungkin berpikiran seperti itu Zein . Dia itu kakak ku , jika dia bahagia aku juga akan bahagia" Ujar silvi mendapatkan jawaban yang tepat .
Zein menggenggam tangan Silvi .
"Jika dugaan ku salah , aku sangat bersyukur . Tapi jika kamu memang iri dengan Silva , maka itu salah sayang . Semua itu sudah takdir yang maha kuasa , kita tidak bisa menghindar" Ujar Zein memberi pengertian pada Silvi .
"Kamu jangan berpikir yang tidak-tidak ya , berdoa saja selalu supaya nanti kita bisa cepat menyusul mereka mendapatkan momongan " Zein tersenyum lembut ke arah Silvi .
Silvi hanya tersenyum tipis mendengar nasehat suaminya .
__ADS_1
'Aku akan berusaha menerima nya Zein' Batin Silvi mencoba menepis pikiran buruknya .
Dan Untung saja mereka berbicara pelan seperti sedang berbisik , jadi tidak ada yang akan mendengar pembicaraan mereka berdua .
Ayu mendekat ke arah Silva , ia mendorong tubuh Samuel agar memberi jarak supaya ia bisa duduk di samping menantu nya itu .
"Sayang , kamu jangan terlalu kecapekan , jaga kesehatan , dan makan makanan yang bervitamin , supaya calon bayi kamu sehat" Ucap Ayu lembut sambil menggenggam tangan Silva .
"Iya Mi" Jawab Silva seadanya membalas senyuman Ayu m
Laras pun mendekat ke arah besan dan putri nya .
"Kamu mau minta apa nak? bilang sama Mama" Ucap Laras .
"Va gak mau apa-apa kok Ma . Cukup Mama dan seluruh keluarga doain aja , supaya kedua anak di dalam rahim Va sehat , dan juga lancar nanti saat persalinan" Ujar silva meminta dukungan
"Tentu saja kami semua akan mendoakan yang terbaik untuk kamu dan juga calon cucu kami " Sahut Indra lembut .
Silva hanya tersenyum menanggapi ucapan ayah mertua nya .
Laras tanpa sengaja melirik Silvi yang hanya diam saja .
"Silvi , sini nak !" Panggil Laras mengerti apa yang berada di dalam pikiran putri bungsunya itu .
Silvi tersenyum dan bangkit dari duduk nya , kemudian ia berjalan ke arah tempat duduk Laras .
Saat sudah sampai , Silvi segera mendudukkan diri di samping laras tepat nya samping Silva .
"Mama juga berdoa supaya kamu juga cepat di berikan momongan . Kamu jangan berkecil hati karena kakak kamu sudah hamil duluan di banding kamu , yang maha kuasa sudah menentukan semua nya . Kita hanya harus berdoa" Ucap Laras menasehati putri nya .
Silvi mendongak menatap Laras .
ia tersenyum senang , sang mama tidak pilih kasih dan masih peduli pada nya .
ia pikir , setelah ia hilang dan sudah lama baru di temukan , sang mama lebih sayang pada Silva .
"Vi tau Ma . Vi juga bahagia kalau kakak bahagia , dan masalah hamil . Mungkin Vi dan Zein belum di beri kepercayaan untuk mempunyai momongan" Ujar silvi berpikir positif
Laras mengelus lembut rambut sang putri , sedangkan Silva , ia menggenggam tangan saudari kembar nya itu .
"Kakak bangga dengan pemikiran kamu !!" Ucap Silva lembut memeluk sang adik dari samping .
Di ikuti pelukan dari Laras dan juga Ayu . Maka jadilah para wanita itu saling berpelukan bersama sambil tersenyum dan mengucap syukur .
"**Kita tidak tahu apa yang sudah ALLAH rencanakan untuk hidup kita di dunia ini , Maut , Jodoh , Rezeki , Dan perjalanan hidup kita , sudah ALLAH Tentukan dari kita masih berada di dalam kandungan ❤🙏🏻**''
**NEXT HOT DADDY 😍😍
HAPPY READING GUYS ❤
SEE YOU NEXT TOMORROW 💃🏻
BERIKAN DUKUNGAN KALIAN UNTUK MENYEMANGATI AUTHOR . MAAF APABILA BANYAK SALAH KATA DALAM PENULISAN CERITA DARI OTHOR 🙏🏻
__ADS_1
OTHOR BARU MERINTIS KARIR MENJADI PENULIS DISINI 🙂
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA BAGI YANG MELAKSANAKANNYA 🙏🏻🤗🤗**