
Saat mereka berempat sedang mengobrol dan bersenda gurau .
Tiba-tiba datang seorang wanita menyapa Zein .
" Hai Zein ! " Ujar Wanita itu menyapa Zein..
Mereka berempat serempak menoleh ke asal suara .
Zein mengerutkan dahinya melihat siapa yang menyapa nya .
" Aku membawakan ini untuk mu " Ujar Wanita itu tersenyum sambil mengulurkan tangannya yang memegang botol minuman ..
" Terimakasih " Zein menerima minuman yang wanita itu berikan ..
ia tidak enak jika harus menolak pemberian wanita itu di hadapan teman-temannya .
Wanita yang tak lain adalah Raya ..
langsung tersenyum senang karena Zein sudah menerima tawarannya .
" Boleh aku bergabung dengan kalian ? " Ujar Raya berusaha Rama .
Mereka bertiga saling pandang , Hanya Zein saja lah yang santai meminum air yang tadi Raya berikan .
ia ingin menghormati pemberian dari orang lain , agar orang itu tidak tersinggung dan sakit hati .
" Tentu Nona , Silahkan duduk " Ujar Silvi tiba-tiba .
Mereka yang ada di sana terkejut mendengar jawaban dari Silvi ..
Wanita itu tersenyum dan langsung duduk kala mendapat persetujuan dari salah satu teman Zein itu .
'mereka kembar ? wajah nya sangat mirip sekali' Batin Raya Dalam hati memandang Silva dan silvi bergantian.
" Em , Nona . Apa anda teman Zein Juga ? " Tanya Silva mencari topik pembicaraan .
" Panggil saja saya Raya " Ucap Raya ramah .
Lalu Silva , Samuel dan terakhir Silvi berkenalan dengan Raya secara bergantian. ..
" Iya Silva , Saya dan Zein adalah teman satu penerbangan " Ucap Raya tersenyum memandang wajah Zein .
" Kamu kok bisa joging di daerah sini juga ? " Tanya Silva penasaran .
" Em , Iya . Aku baru beli rumah di daerah sini , jadi .. aku berinisiatif untuk berlari pagi di taman ini . Sekalian melihat-lihat tempat di sekitar sini " Ujar Raya entah itu benar atau bohong .
'Dari tatapan wanita ini , sepertinya dia mempunyai perasaan lebih ke pada Zein ' Batin Silvi menebak .
__ADS_1
" Kalian lanjutkan saja ngobrol nya , Aku mau lanjut Lari lagi " Ucap Silvi tiba-tiba.
ia tidak nyaman dengan kedatangan Raya .
akan tetapi ia mencoba menyembunyikan itu .
Semua orang yang tengah duduk di rumputan itu menatap Silvi heran .
'Dia yang memperbolehkan wanita ini duduk di sini , tapi malah dia yang pergi . Dasar adik lugu' Batin Silva kesal terhadap Silvi.
Silvi sudah berlari jauh dari tempat mereka duduk ..
" Aku juga permisi ! " Ucap Zein berdiri dan berlalu dari tempat itu .
Raya hanya kesal menatap kepergian Zein dan Silvi .
'Aku yakin wanita itu pasti juga menyukai Zein , terlihat dari wajah dan sikap nya . Huh ' Batin Raya sebal .
Namun raya tidak ingin membuat Sam dan Iva curiga terhadap nya .
ia lebih memilih untuk duduk bersama Sam dan Iva dengan mengobrol sebentar .
🌹🌹🌹
Di tempat lain , dimana Silvi sedang asik lari Tiba-tiba ada sebuah bola kaki mengenai kepalanya .
" Kepala ku Pusing sekali " Gumam Silvi menoleh ke sana ke mari mencari keberadaan orang yang menendang bola itu .
Tak lama kemudian seorang pria tampan berlari ke arah nya.
" Maaf nona , Saya tidak sengaja " Ujar Pria itu mengambil bola di bawah tanah dekat kaki Silvi .
Kemudian pria itu berdiri tegak dan menatap kaget pada wanita yang saat ini di hadapannya .
" Sil ..." Ucapan pria itu terpotong , ia menatap lekat bola mata kecoklatan Silvi lalu kembali berkata .
" Silvi ? ternyata kamu ? Apa ada yang sakit ? Maaf kan aku , tadi aku tidak sengaja " Ujar seorang pria yaitu Daniel ..
" Tidak masalah Tuan Daniel , Sakit nya juga sudah hilang " Ucap Silvi mencoba Ramah.
" Tolong jangan panggil tuan , panggil saja aku Daniel , seperti Silva memanggil ku " Ucap Daniel .
Silvi hanya tersenyum menanggapi ucapan Daniel .
" Oh ya , Ayo duduk . Kita bisa mengobrol sebentar bukan ? " Tanya Daniel basa basi .
Silvi hanya mengangguk kan kepala , kemudian ia berjalan menuju tempat duduk yang dekat dengan tempat mereka berdiri .
__ADS_1
" Kamu sendirian? " Tanya Daniel pada Silvi
" Enggak , Aku tadi bareng kak Silva . Tapi ,, Dia lagi bareng sama tunangannya . Aku tinggalin aja mereka berdua " Ujar Silvi sambil mengelus kepalanya yang tadi terkena bola.
Daniel yang melihat silvi mengelus kepalanya , berinisiatif mengecek keadaan kepala Silvi .
" Coba aku lihat , benjol atau enggak dahi kamu " Ujar daniel melihat dahi Silvi dari dekat .
Silvi yang baru kali itu berdekatan hingga sedekat itu dengan pria hanya diam membatu . ia bingung harus bagaimana .
" Ternyata hanya sedikit merah saja , Nanti juga bakalan segera sembuh " Ujar Daniel santai .
" Eh , I-iya " Sahut Silvi gugup
" O ya , kamu kok bisa mirip sih sama Silva ? " Tanya Daniel aneh
" Hah ? Pfft !!" Silvi menahan tawanya , ia heran kenapa daniel bertanya seperti itu .
" Tentu saja wajah kami mirip . Saya kan adik kembar dan kandung nya kak Silva " Ujar Silvi terkekeh pelan .
" Haha.." Daniel tertawa lepas.
" Iya ya , kok aku bisa ngasih kamu pertanyaan yang aneh begitu tadi ? " Ucap Daniel bingung sendiri .
" Entah la , aku juga heran " Ucap Silvi juga tertawa .
Dari kejauhan seorang pria tampak melihat interaksi keduanya .
" Begitu dekat kamu dengan orang lain . Tapi sepertinya agak cuek dan malu jika berdekatan. dengan ku " Ucap Pria itu bergumam pelan .
kemudian ia membalikkan badannya , dan segera berlari ke arah lain ..
BINGUNG OTOR NI HARUS PILIH YANG MANA ? KEDUA NYA SAMA-SAMA AUTOR SUKA 😭😭
HUAAA !!! AUTOR SERAKAH
YANG SEBENTAR LAGI MAU PREWED GUYS ❤❤
**Akang bewok 😭😭
Happy Reading Guys ❤
See you Next part 💃🏻
__ADS_1
Jangan Lupa berikan dukungan Kalian dan Follow akun Novel Otor 😘**