Gadis Kembar

Gadis Kembar
BAB 42 Pertemuan tidak sengaja


__ADS_3

Sudah hampir 2 minggu Silva dan Samuel menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih . Kemesraan mereka berdua terkadang membuat saudari kembar Silva menjadi obat nyamuk jika pergi bersama .


Seperti saat ini , mereka bertiga sedang ada di dalam mobil , setelah pulang dari rumah Ibu Dewi , mereka memutuskan berkeliling Mall . Ya , Silvi setiap kali ada libur atau waktu senggang pasti menyempatkan untuk ke rumah ibu Dewi .


" Huh , ini yang paling tidak aku suka jika pergi dengan mereka. . Jahat sekali " Gumam Silvi pelan ketika melihat sepasang kekasih itu bermesraan di dalam mobil .


" Vi , kamu kenapa diam saja ? apa , kamu tidak nyaman pergi bersama kami ? " Tanya Silva tidak enak hati melihat wajah murung sang adik .


" Eh , tidak kak .. Aku baik-baik saja , kalian lanjutkan saja bermesraan nya " Ujar Silvi asal .


Silva dan Samuel hanya saling pandang mendengar perkataan Silvi barusan ..


Kemudian mereka berdua diam saja , sampai tiba di Parkiran Mall .


Mereka bertiga turun dari mobil .


" Akh , akhirnya sampai juga " Ujar Silvi sambil tersenyum senang ..


" Ayo kak , Sam , aku sudah tidak sabar melihat barang-barang branded keluaran terbaru " Silvi terlihat semangat , Ia meninggalkan Sam dan Iva yang berada di belakang tak jauh dari ny berjalan .


Sampailah di dalam Mall , Silvi langsung antusias melihat dan membeli barang-barang branded yang ia Suka .


" Aku heran melihat adik mu , dia tidak seperti mu " Ucap Sam sambil menggeleng kan kepala .


'' Dia itu bar-bar , sedangkan kamu pendiam . Tapi aku suka yang pendiam itu " Samuel melanjutkan ucapannya sambil tersenyum manis ke arah Silva..


" Apaan sih kamu Sam , biar bagaimana pun , sia itu adik aku " Ujar Silva


Sam hanya merangkul pinggang sang kekasih pujaan nya , sambil berjalan-jalan melihat apa yang mungkin mereka suka ..


Sudah 4 Paper bag di tangan Silvi saat ini , sedangkan Silva , hanya 2 ...


" Astaga , bagaimana ini , memang sulit sekali tidak punya kekasih ya . Tidak ada yang membawakan barang-barang ku , padahal aku kan masih ingin membeli beberapa lagi " Silvi terus mengomel .


Silva hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum lucu melihat ocehan sang adik ..


" Maka nya , kau cepat cari pasangan . Jangan ngoceh mulu tau nya " Celetuk Samuel mengejek Silvi.


" Hah ? menyebalkan !!" Silvi langsung berjalan cepat sampai tidak melihat jalan , ia meninggalkan Sam dan Silva . Sehingga saat sudah jauh dari mereka , Silvi tiba-tiba menabrak seseorang Dan ...


Brukk !!


'' Aw " Ringis Silvi saat ia terjatuh akibat menabrak orang dan dengkul nya menatap lantai ..


ia langsung berdiri dan berkata .


" Hei tuan , seharusnya anda berjalan memakai mata , bagaimana bisa jalan selebar ini anda menabrak saya ? Apes banget nasib gue hari ini " Oceh Silvi pada pria itu ..


Ya , seorang pria tampan dan gagah berdiri tegap dihadapan Silvi ..


" Maaf kan Aku " Ujar Pria itu menatap wajah Silvi .


Silvi hanya melongo mendengar penuturan pria di hadapannya itu .


'Maaf ? Dan dia bilang apa tadi ? Aku ? yang benar saja . Apa pria ini Salah orang, atau wajah ku mirip seseorang ? ' oceh silvi dalan hati ..

__ADS_1


" Kenapa kamu diam saja ? katakan sesuatu . Kita berjumpa lagi di sini dan tidak sengaja . Mungkin kita berjodoh " Ucap Pria itu tersenyum bahagia .


" What ? Jodoh ? Anda yang benar saja tuan ? saya baru berjumpa dengan anda hari ini , dan anda bilang kita berjodoh ? haha .. yang benar saja ! " Ucap Silvi diiringi tawa garing


" Silva , Aku merindukan mu " Pria itu berkata sambil memeluk tubuh Silvi ..


Silvi yang mendapat serangan mendadak hanya mematung , ia heran . Apa yang terjadi ? dan Silva ? pria ini mengenal Silva ? . Banyak pertanyaan yang Silvi pikirkan saat ini .


Di saat silvi masih termenung memikirkan apa yang terjadi ,Tiba-tiba ia tersentak kaget ketika ada seseorang yang menarik kuat lengan pria itu hingga pria itu terhuyung ke belakang .


" Kau ? Mau apa kau kemari ? " Tanya pria itu geram saat melihat wajah seseorang yang tadi menarik tangannya .. Ya , seorang wanita pasti nya .


Plak !!


Sebuah tamparan keras mendarat di salah satu pipi Silvi .. Silvi hanya tidak mengira kejadian seperti ini akan menghampirinya ...


ia diam saja sambil menatap wanita itu tajam .


'berani sekali kau!!' Batin Silvi geram..


" Jani , kau ini apa-apaan !! Kenapa kau menamparnya ? hah ? kau .. '' Ucapan pria itu terhenti , karena wanita yang bernama Jani itu menyelanya ....


" Sebaiknya kau diam saja Reno , aku sudah muak dengan tingkah mu ini . kau tidak mengerti sedikit pun perasaan ku , kau hanya mengejar wanita sialan ini saja!!.." Wanita itu berucap sambil menatap tajam ke arah pria yang tadi ia panggil Reno .


Kemudian pandangannya beralih ke arah Silvi yang masih memegangi pipi nya , karena saat ini pipi Silvi terasa panas , bahkan di sudut bibirnya sedikit mengeluarkan cairan merah kental , Mungkin karena wanita yang bernama meri itu menampar nya sangat keras hingga bibir nya mengeluarkan darah ..


" Dan kau wanita Sialan tidak tahu malu "'Ujar wanita itu menunjuk wajah Silvi ..


" kau bilang kau tidak punya perasaan lagi dengan Reno , tapi apa ? sekarang kau malah berpelukan mesra dengan Reno di tempat umum seperti ini . Dasar wanita murahan , menjijikan . Cih !! " Wanita itu berkata sambil menunjuk wajah Silvi dan sedikit membentak .


hingga tanpa sadar , saat ini mereka menjadi tontonan orang .


Ia tersenyum sinis sambil berjalan mendekat ke Arah wanita yang bernama Jani itu .


" Sebelum nya turun kan tangan kotor anda itu Nona .. Jani " Ujar Silvi santai sambil mengibaskan kasar jari telunjuk Jani .


" Seharusnya anda bertanya dahulu apa yang terjadi , jangan asal membentak , menghina dan memaki seseorang " Lanjut Silvi berbicara ..


" Apa lagi yang mau kau jelaskan wanita murahan ? Sudah jelas-jelas kalian tadi berpelukan , dan kau mau mengelak lagi ? Dasar J*l*ng " Bentak Jani melunjak .


Plak !!


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Jani ,,


ia memegang pipi nya yang terasa kebas .


" Berani sekali kau..." Jani berkata sambil menunjuk wajah Silvi dan menatap nya tajam , akan tetapi perkataannya terhenti , karena Silvi memotong nya .


" Apa ? Hah ? Mau apa Anda Nona ? " Silvi berkata sambil memajukan wajah nya hingga hampir mendekati hari telunjuk jani .


" Jangan mencari masalah dengan ku Nona " Lanjut Silvi dengan wajah datar nya ..


Silvi melihat sekeliling , kemudian berkata ..


" Bubar kalian semua !! Apa kalian pikir ini sebuah pertunjukan yang harus di tonton . Bubar " Bentak Silvi pada kerumunan orang-orang itu .

__ADS_1


Semua orang langsung bubar begitu saja , karena takut dengan tatapan tajam dari Silvi yang seperti ingin memakan mereka hidup-hidup ..


'Kakak , Sam , kalian dimana ? bodoh sekali aku tadi meninggalkan kalian di belakang . Aku tidak mengenal mereka . Apa yang harus aku lakukan ?' ujar Silvi bingung dalam hati .


" Ehem " Silvi berdehem sebentar sambil memikirkan apa yang harus ia lakukan saat ini.


" Sebelumnya saya beritahu dulu kepada kalian berdua , Saya Silvi . Adik kembar Silva , Kalian Salah orang " Silvi berkata sambil memandang Reno dan Jani bergantian .


" Silvi ? Adik kembar ? Tidak mungkin . Kenapa kau masih hidup ? bukannya kau sudah meninggal ? jangan ngada-ngada Silva. Ini tidak lucu " Ujar Reno tidak percaya .


" Terserah jika anda tidak percaya tuan , dan anda .. Wanita yang tidak tau sopan santun .. bertanya dulu sebelum anda berbicara .. Dasar mulut tidak bersekolah " Ucap Silvi asal


Jani hanya geram mendengar ucapan Silvi ...


" Apa kau bilang ? berani sekali kau berkata seperti itu pada ku !! " Bentak wanita itu sambil mendorong badan Silvi lumayan kencang .


" Hei , Anda di biar kan semakin melunjak ya Nona .. " Silvi gantian mendorong badan wanita itu kuat , hingga wanita itu terjatuh ..


" Aw " Wanita itu meringis kesakitan karena b*k*ng nya mencium lantai Mall ..


Wanita itu berdiri dan dengan cepat menarik rambut Silvi .


Silvi yang mendapat serangan tiba-tiba tidak bisa menghindar ..


" Hei , Lepaskan tangan mu dari rambut ku . Kau menyakiti ku wanita gila , lepaskan !! " Bentak Silvi sambil berusaha melepaskan tangan Jani dari rambutnya .


" Dasar wanita Halu .. Kau malu ya , karena ketahuan berpelukan dengan suami orang ? sampai mengarang cerita segala bahwa kau punya saudari kembar ? memalukan !! " Jani masih terus menarik rambut Silvi .


Silvi yang juga tidak mau kalah dan di tuduh begitu saja langsung menarik rambut Jani gantian ..


" Akh , Lepaskan rambut ku wanita Halu . Aku akan membunuh mu setelah ini " Ucap Jani kesakitan , karena Silvi sangat kuat menarik rambutnya ..


" Bunuh ? Silahkan saja . Aku tidak takut dengan ancaman bodoh mu itu , Karena aku bukan Silva yang takut dengan ancaman murahan seperti itu " Ujar Silvi marah


Dan terjadi lah tarik menarik rambut dan adu mulut ..


Sedangkan Reno , ia bingung harus bagaimana ..


Kira-kira ..


Apakah akan ada yang memisahkan para wanita saling jambak itu ?


Atau kah rambut mereka akan botak karena rontok akibat dijambak ?


Entah lah , Author juga lagi berpikir .. 😂😂



**Aku Silvi , bukan Silva . Tentu saja perilaku kami berbeda 😈😈


Happy Reading Guys ❤


See you next part 💃🏻💃🏻


Jangan lupa tinggalkan Jejak..

__ADS_1


LIKE , VOTE , KOMEN DAN HADIAH NYA 😘


Tap tanda ❤ ya Guys 😘😘**


__ADS_2