
Sudah hampir 2 minggu Silva dan Samuel menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih . Kemesraan mereka berdua terkadang membuat saudari kembar Silva menjadi obat nyamuk jika pergi bersama .
Seperti saat ini , mereka bertiga sedang ada di dalam mobil , setelah pulang dari rumah Ibu Dewi , mereka memutuskan berkeliling Mall . Ya , Silvi setiap kali ada libur atau waktu senggang pasti menyempatkan untuk ke rumah ibu Dewi .
" Huh , ini yang paling tidak aku suka jika pergi dengan mereka. . Jahat sekali " Gumam Silvi pelan ketika melihat sepasang kekasih itu bermesraan di dalam mobil .
" Vi , kamu kenapa diam saja ? apa , kamu tidak nyaman pergi bersama kami ? " Tanya Silva tidak enak hati melihat wajah murung sang adik .
" Eh , tidak kak .. Aku baik-baik saja , kalian lanjutkan saja bermesraan nya " Ujar Silvi asal .
Silva dan Samuel hanya saling pandang mendengar perkataan Silvi barusan ..
Kemudian mereka berdua diam saja , sampai tiba di Parkiran Mall .
Mereka bertiga turun dari mobil .
" Akh , akhirnya sampai juga " Ujar Silvi sambil tersenyum senang ..
" Ayo kak , Sam , aku sudah tidak sabar melihat barang-barang branded keluaran terbaru " Silvi terlihat semangat , Ia meninggalkan Sam dan Iva yang berada di belakang tak jauh dari ny berjalan .
Sampailah di dalam Mall , Silvi langsung antusias melihat dan membeli barang-barang branded yang ia Suka .
" Aku heran melihat adik mu , dia tidak seperti mu " Ucap Sam sambil menggeleng kan kepala .
'' Dia itu bar-bar , sedangkan kamu pendiam . Tapi aku suka yang pendiam itu " Samuel melanjutkan ucapannya sambil tersenyum manis ke arah Silva..
" Apaan sih kamu Sam , biar bagaimana pun , sia itu adik aku " Ujar Silva
Sam hanya merangkul pinggang sang kekasih pujaan nya , sambil berjalan-jalan melihat apa yang mungkin mereka suka ..
Sudah 4 Paper bag di tangan Silvi saat ini , sedangkan Silva , hanya 2 ...
" Astaga , bagaimana ini , memang sulit sekali tidak punya kekasih ya . Tidak ada yang membawakan barang-barang ku , padahal aku kan masih ingin membeli beberapa lagi " Silvi terus mengomel .
Silva hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum lucu melihat ocehan sang adik ..
" Maka nya , kau cepat cari pasangan . Jangan ngoceh mulu tau nya " Celetuk Samuel mengejek Silvi.
" Hah ? menyebalkan !!" Silvi langsung berjalan cepat sampai tidak melihat jalan , ia meninggalkan Sam dan Silva . Sehingga saat sudah jauh dari mereka , Silvi tiba-tiba menabrak seseorang Dan ...
Brukk !!
'' Aw " Ringis Silvi saat ia terjatuh akibat menabrak orang dan dengkul nya menatap lantai ..
ia langsung berdiri dan berkata .
" Hei tuan , seharusnya anda berjalan memakai mata , bagaimana bisa jalan selebar ini anda menabrak saya ? Apes banget nasib gue hari ini " Oceh Silvi pada pria itu ..
Ya , seorang pria tampan dan gagah berdiri tegap dihadapan Silvi ..
" Maaf kan Aku " Ujar Pria itu menatap wajah Silvi .
Silvi hanya melongo mendengar penuturan pria di hadapannya itu .
'Maaf ? Dan dia bilang apa tadi ? Aku ? yang benar saja . Apa pria ini Salah orang, atau wajah ku mirip seseorang ? ' oceh silvi dalan hati ..
__ADS_1
" Kenapa kamu diam saja ? katakan sesuatu . Kita berjumpa lagi di sini dan tidak sengaja . Mungkin kita berjodoh " Ucap Pria itu tersenyum bahagia .
" What ? Jodoh ? Anda yang benar saja tuan ? saya baru berjumpa dengan anda hari ini , dan anda bilang kita berjodoh ? haha .. yang benar saja ! " Ucap Silvi diiringi tawa garing
" Silva , Aku merindukan mu " Pria itu berkata sambil memeluk tubuh Silvi ..
Silvi yang mendapat serangan mendadak hanya mematung , ia heran . Apa yang terjadi ? dan Silva ? pria ini mengenal Silva ? . Banyak pertanyaan yang Silvi pikirkan saat ini .
Di saat silvi masih termenung memikirkan apa yang terjadi ,Tiba-tiba ia tersentak kaget ketika ada seseorang yang menarik kuat lengan pria itu hingga pria itu terhuyung ke belakang .
" Kau ? Mau apa kau kemari ? " Tanya pria itu geram saat melihat wajah seseorang yang tadi menarik tangannya .. Ya , seorang wanita pasti nya .
Plak !!
Sebuah tamparan keras mendarat di salah satu pipi Silvi .. Silvi hanya tidak mengira kejadian seperti ini akan menghampirinya ...
ia diam saja sambil menatap wanita itu tajam .
'berani sekali kau!!' Batin Silvi geram..
" Jani , kau ini apa-apaan !! Kenapa kau menamparnya ? hah ? kau .. '' Ucapan pria itu terhenti , karena wanita yang bernama Jani itu menyelanya ....
" Sebaiknya kau diam saja Reno , aku sudah muak dengan tingkah mu ini . kau tidak mengerti sedikit pun perasaan ku , kau hanya mengejar wanita sialan ini saja!!.." Wanita itu berucap sambil menatap tajam ke arah pria yang tadi ia panggil Reno .
Kemudian pandangannya beralih ke arah Silvi yang masih memegangi pipi nya , karena saat ini pipi Silvi terasa panas , bahkan di sudut bibirnya sedikit mengeluarkan cairan merah kental , Mungkin karena wanita yang bernama meri itu menampar nya sangat keras hingga bibir nya mengeluarkan darah ..
" Dan kau wanita Sialan tidak tahu malu "'Ujar wanita itu menunjuk wajah Silvi ..
" kau bilang kau tidak punya perasaan lagi dengan Reno , tapi apa ? sekarang kau malah berpelukan mesra dengan Reno di tempat umum seperti ini . Dasar wanita murahan , menjijikan . Cih !! " Wanita itu berkata sambil menunjuk wajah Silvi dan sedikit membentak .
hingga tanpa sadar , saat ini mereka menjadi tontonan orang .
Ia tersenyum sinis sambil berjalan mendekat ke Arah wanita yang bernama Jani itu .
" Sebelum nya turun kan tangan kotor anda itu Nona .. Jani " Ujar Silvi santai sambil mengibaskan kasar jari telunjuk Jani .
" Seharusnya anda bertanya dahulu apa yang terjadi , jangan asal membentak , menghina dan memaki seseorang " Lanjut Silvi berbicara ..
" Apa lagi yang mau kau jelaskan wanita murahan ? Sudah jelas-jelas kalian tadi berpelukan , dan kau mau mengelak lagi ? Dasar J*l*ng " Bentak Jani melunjak .
Plak !!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Jani ,,
ia memegang pipi nya yang terasa kebas .
" Berani sekali kau..." Jani berkata sambil menunjuk wajah Silvi dan menatap nya tajam , akan tetapi perkataannya terhenti , karena Silvi memotong nya .
" Apa ? Hah ? Mau apa Anda Nona ? " Silvi berkata sambil memajukan wajah nya hingga hampir mendekati hari telunjuk jani .
" Jangan mencari masalah dengan ku Nona " Lanjut Silvi dengan wajah datar nya ..
Silvi melihat sekeliling , kemudian berkata ..
" Bubar kalian semua !! Apa kalian pikir ini sebuah pertunjukan yang harus di tonton . Bubar " Bentak Silvi pada kerumunan orang-orang itu .
__ADS_1
Semua orang langsung bubar begitu saja , karena takut dengan tatapan tajam dari Silvi yang seperti ingin memakan mereka hidup-hidup ..
'Kakak , Sam , kalian dimana ? bodoh sekali aku tadi meninggalkan kalian di belakang . Aku tidak mengenal mereka . Apa yang harus aku lakukan ?' ujar Silvi bingung dalam hati .
" Ehem " Silvi berdehem sebentar sambil memikirkan apa yang harus ia lakukan saat ini.
" Sebelumnya saya beritahu dulu kepada kalian berdua , Saya Silvi . Adik kembar Silva , Kalian Salah orang " Silvi berkata sambil memandang Reno dan Jani bergantian .
" Silvi ? Adik kembar ? Tidak mungkin . Kenapa kau masih hidup ? bukannya kau sudah meninggal ? jangan ngada-ngada Silva. Ini tidak lucu " Ujar Reno tidak percaya .
" Terserah jika anda tidak percaya tuan , dan anda .. Wanita yang tidak tau sopan santun .. bertanya dulu sebelum anda berbicara .. Dasar mulut tidak bersekolah " Ucap Silvi asal
Jani hanya geram mendengar ucapan Silvi ...
" Apa kau bilang ? berani sekali kau berkata seperti itu pada ku !! " Bentak wanita itu sambil mendorong badan Silvi lumayan kencang .
" Hei , Anda di biar kan semakin melunjak ya Nona .. " Silvi gantian mendorong badan wanita itu kuat , hingga wanita itu terjatuh ..
" Aw " Wanita itu meringis kesakitan karena b*k*ng nya mencium lantai Mall ..
Wanita itu berdiri dan dengan cepat menarik rambut Silvi .
Silvi yang mendapat serangan tiba-tiba tidak bisa menghindar ..
" Hei , Lepaskan tangan mu dari rambut ku . Kau menyakiti ku wanita gila , lepaskan !! " Bentak Silvi sambil berusaha melepaskan tangan Jani dari rambutnya .
" Dasar wanita Halu .. Kau malu ya , karena ketahuan berpelukan dengan suami orang ? sampai mengarang cerita segala bahwa kau punya saudari kembar ? memalukan !! " Jani masih terus menarik rambut Silvi .
Silvi yang juga tidak mau kalah dan di tuduh begitu saja langsung menarik rambut Jani gantian ..
" Akh , Lepaskan rambut ku wanita Halu . Aku akan membunuh mu setelah ini " Ucap Jani kesakitan , karena Silvi sangat kuat menarik rambutnya ..
" Bunuh ? Silahkan saja . Aku tidak takut dengan ancaman bodoh mu itu , Karena aku bukan Silva yang takut dengan ancaman murahan seperti itu " Ujar Silvi marah
Dan terjadi lah tarik menarik rambut dan adu mulut ..
Sedangkan Reno , ia bingung harus bagaimana ..
Kira-kira ..
Apakah akan ada yang memisahkan para wanita saling jambak itu ?
Atau kah rambut mereka akan botak karena rontok akibat dijambak ?
Entah lah , Author juga lagi berpikir .. 😂😂
**Aku Silvi , bukan Silva . Tentu saja perilaku kami berbeda 😈😈
Happy Reading Guys ❤
See you next part 💃🏻💃🏻
Jangan lupa tinggalkan Jejak..
__ADS_1
LIKE , VOTE , KOMEN DAN HADIAH NYA 😘
Tap tanda ❤ ya Guys 😘😘**