Gadis Kembar

Gadis Kembar
BAB 64 Kenyataan


__ADS_3

Saat Samuel sudah berhasil membuka pintu kamar hotel yang ia tempati , Matanya terbelalak lebar ..


" Apa yang kalian lakukan ?!! " Bentak Samuel pada dua orang yang sangat ia kenal itu tidur dalam satu Ranjang .


Akibat suara Sam yang kencang , Dua orang Yang kala itu sedang tertidur pun langsung membuka mata nya .


" A......" Jerit Silvi


" Apa yang sudah kau lakukan pada ku ? Dasar pria kurang ajar ! " Bentak Silvi sambil memegangi selimutnya yang ia guna kan hingga menutupi batas lehernya .


Zein pun kaget , kemudian ia ingat kejadian beberapa jam yang lalu .


" Aku tidak menghancurkan masa depan mu vi , aku tidak melakukan apa pun pada mu sewaktu kamu tadi tidur " Ujar Zein menjelaskan ..


" Hiks .. Hiks .. " Silvi menangis mengingat pemaksaan zein pada nya tadi .


ia langsung berlari ke kamar mandi dengan membawa selimut yang menutupi badannya .


Saat melihat Silvi sudah berada di kamar mandi , Sam langsung berjalan ke arah Ranjang .


ia menarik tangan Zein supaya bangun dari ranjang itu ..


Bugh


Satu kali hantaman mengenai pipi sebelah kiri Zein .


" Dasar memalukan , apa yang sudah kau lakukan pada Calon adik ipar ku , Huh ? Kau ingin menghancurkan hidup nya ? Jawab Aku !!! " Bentak Sam tepat di depan Wajah Zein .


" Sam aku bisa menjelaskannya , ini Tidak.." Ucapan Zein terpotong karena Sam dengan cepat memukul kembali wajah nya .


Bugh bugh


Zein terkapar di lantai , karena Beberapa kali terkena hantaman dari Sam . pipi nya juga lebam dan sudut bibirnya mengeluarkan darah .


" Dasar tidak bedebah sialan ! Kau sudah membuat Calon istri ku menangis , dan kau sudah menghancurkan pertemanan kita dan kepercayaan ku pada !! " Samuel berteriak di hadapan Zein .


ia menjambak Rambut Zein dan ingin memberi hantaman lagi .

__ADS_1


Namun saat tangan Sam sudah melayang di udara , tiba-tiba seseorang berteriak .


" Hentikan Sam !! " Teriak orang itu yang tak lain adalah Silvi .


ia berjalan cepat keluar kamar mandi , dan sekarang Silvi sudah memakai baju Zein , entah dari mana ia mendapatkan nya .


" Kau bisa membunuh nya jika begini ! " Bentak Silvi saat ia sudah sampai di dekat Sam dan Zein .


Silvi langsung menarik paksa tangan Sam yang berada di pundak Zein .


Lalu ia mencoba membantu Zein berdiri .


Sam yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum miring .


ia langsung berjalan ke arah Silvi dan Zein yang sudah berdiri namun masih sempoyongan .


" Ikut dengan ku ! " Ucap Sam singkat sambil menarik tangan Silvi dan Zein keluar dari kamar .


Sam berada di depan pintu kamar Silva .


tot tok tok !!


Ceklek !


Pintu kamar terbuka ..


Dan yang membuka adalah Dina . Tanpa bicara apa pun Sam langsung membawa Zein dan Silvi masuk ke dalam kamar , kemudian melemparkan pelan tubuh kedua orang itu Hinga terduduk di tepi Ranjang .


Silva yang melihat kejadian itu hanya mengerutkan dahi nya bingung ..


" Silvi !! " Panggil Silva dengan Lirih .


Matanya sembab dan hidung nya merah , mungkin karena ia terlalu lama menangis .


Silvi tidak menjawab panggilan Silva , ia hanya tertunduk lesu saja .


Silva langsung berjalan ke arah sang adik , dan memeluknya .

__ADS_1


" Kamu kemana aja vi ? Kakak khawatir !! " Ujar Silva lembut sambil mengelus lembut rambut sang adik .


Silvi tidak menjawab pertanyaan Silva , ia hanya tertunduk dan menangis ..


Silva yang melihat sang adik menangis pun langsung melepaskan pelukannya .


ia heran dengan apa yang terjadi , karena sang adik tidak biasa nya lemah seperti ini .


" Apa yang sudah terjadi ? kenapa ? " Tanya Silva menangkup wajah Silvi yang sudah penuh air mata .


Tatapan Silva lalu beralih pada Zein yang kala itu duduk di samping Silvi , Zein tidak menggunakan baju .


" Kamu ? Jangan bilang kalau .. " Silva langsung membekap mulut nya karena kaget dengan apa yang ia pikirkan .


ia menggelengkan kepala , semoga saja apa yang ia pikirkan saat ini salah .


" Sam , kamu bisa menjelaskan pada ku ? Apa yang aku pikirkan ini benar ? Jawab Sam jawab !! " Ujar Silva menangis sambil mengguncangkan tubuh Sam pelan .


Sam hanya memeluk tubuh Silva dan mengelus punggung nya dengan lembut .


Silva mendongakkan kepalanya menatap Sam yang hanya memandang lurus ke depan dengan wajah datar nya .


" Sam , Jika kamu diam seperti ini , itu berarti.." Silva tidak melanjutkan kata-kata nya , ia sudah mengerti apa yang terjadi saat ini .


ia hanya menangis saja dalam pelukan Sam .


Ceklek !!


Pintu kamar Silva terbuka , dan tampak lah seorang pria , dengan wajah yang sudah merah padam menahan amarah nya berjalan cepat masuk ke dalam kamar hotel Silva .


KIRA - KIRA , APA YANG AKAN DILAKUKAN PRIA ITU YA ??



**Silva meminta penjelasanπŸ˜‘πŸ˜‘


Happy Reading Guys ❀

__ADS_1


See you Next part πŸ’ƒπŸ»πŸ’ƒπŸ»


Jangan LUPA LIKE , VOTE , KOMEN DAN HADIAHNYA πŸ”₯πŸ”₯**


__ADS_2