
Saat Samuel sudah berhasil membuka pintu kamar hotel yang ia tempati , Matanya terbelalak lebar ..
" Apa yang kalian lakukan ?!! " Bentak Samuel pada dua orang yang sangat ia kenal itu tidur dalam satu Ranjang .
Akibat suara Sam yang kencang , Dua orang Yang kala itu sedang tertidur pun langsung membuka mata nya .
" A......" Jerit Silvi
" Apa yang sudah kau lakukan pada ku ? Dasar pria kurang ajar ! " Bentak Silvi sambil memegangi selimutnya yang ia guna kan hingga menutupi batas lehernya .
Zein pun kaget , kemudian ia ingat kejadian beberapa jam yang lalu .
" Aku tidak menghancurkan masa depan mu vi , aku tidak melakukan apa pun pada mu sewaktu kamu tadi tidur " Ujar Zein menjelaskan ..
" Hiks .. Hiks .. " Silvi menangis mengingat pemaksaan zein pada nya tadi .
ia langsung berlari ke kamar mandi dengan membawa selimut yang menutupi badannya .
Saat melihat Silvi sudah berada di kamar mandi , Sam langsung berjalan ke arah Ranjang .
ia menarik tangan Zein supaya bangun dari ranjang itu ..
Bugh
Satu kali hantaman mengenai pipi sebelah kiri Zein .
" Dasar memalukan , apa yang sudah kau lakukan pada Calon adik ipar ku , Huh ? Kau ingin menghancurkan hidup nya ? Jawab Aku !!! " Bentak Sam tepat di depan Wajah Zein .
" Sam aku bisa menjelaskannya , ini Tidak.." Ucapan Zein terpotong karena Sam dengan cepat memukul kembali wajah nya .
Bugh bugh
Zein terkapar di lantai , karena Beberapa kali terkena hantaman dari Sam . pipi nya juga lebam dan sudut bibirnya mengeluarkan darah .
" Dasar tidak bedebah sialan ! Kau sudah membuat Calon istri ku menangis , dan kau sudah menghancurkan pertemanan kita dan kepercayaan ku pada !! " Samuel berteriak di hadapan Zein .
ia menjambak Rambut Zein dan ingin memberi hantaman lagi .
__ADS_1
Namun saat tangan Sam sudah melayang di udara , tiba-tiba seseorang berteriak .
" Hentikan Sam !! " Teriak orang itu yang tak lain adalah Silvi .
ia berjalan cepat keluar kamar mandi , dan sekarang Silvi sudah memakai baju Zein , entah dari mana ia mendapatkan nya .
" Kau bisa membunuh nya jika begini ! " Bentak Silvi saat ia sudah sampai di dekat Sam dan Zein .
Silvi langsung menarik paksa tangan Sam yang berada di pundak Zein .
Lalu ia mencoba membantu Zein berdiri .
Sam yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum miring .
ia langsung berjalan ke arah Silvi dan Zein yang sudah berdiri namun masih sempoyongan .
" Ikut dengan ku ! " Ucap Sam singkat sambil menarik tangan Silvi dan Zein keluar dari kamar .
Sam berada di depan pintu kamar Silva .
tot tok tok !!
Ceklek !
Pintu kamar terbuka ..
Dan yang membuka adalah Dina . Tanpa bicara apa pun Sam langsung membawa Zein dan Silvi masuk ke dalam kamar , kemudian melemparkan pelan tubuh kedua orang itu Hinga terduduk di tepi Ranjang .
Silva yang melihat kejadian itu hanya mengerutkan dahi nya bingung ..
" Silvi !! " Panggil Silva dengan Lirih .
Matanya sembab dan hidung nya merah , mungkin karena ia terlalu lama menangis .
Silvi tidak menjawab panggilan Silva , ia hanya tertunduk lesu saja .
Silva langsung berjalan ke arah sang adik , dan memeluknya .
__ADS_1
" Kamu kemana aja vi ? Kakak khawatir !! " Ujar Silva lembut sambil mengelus lembut rambut sang adik .
Silvi tidak menjawab pertanyaan Silva , ia hanya tertunduk dan menangis ..
Silva yang melihat sang adik menangis pun langsung melepaskan pelukannya .
ia heran dengan apa yang terjadi , karena sang adik tidak biasa nya lemah seperti ini .
" Apa yang sudah terjadi ? kenapa ? " Tanya Silva menangkup wajah Silvi yang sudah penuh air mata .
Tatapan Silva lalu beralih pada Zein yang kala itu duduk di samping Silvi , Zein tidak menggunakan baju .
" Kamu ? Jangan bilang kalau .. " Silva langsung membekap mulut nya karena kaget dengan apa yang ia pikirkan .
ia menggelengkan kepala , semoga saja apa yang ia pikirkan saat ini salah .
" Sam , kamu bisa menjelaskan pada ku ? Apa yang aku pikirkan ini benar ? Jawab Sam jawab !! " Ujar Silva menangis sambil mengguncangkan tubuh Sam pelan .
Sam hanya memeluk tubuh Silva dan mengelus punggung nya dengan lembut .
Silva mendongakkan kepalanya menatap Sam yang hanya memandang lurus ke depan dengan wajah datar nya .
" Sam , Jika kamu diam seperti ini , itu berarti.." Silva tidak melanjutkan kata-kata nya , ia sudah mengerti apa yang terjadi saat ini .
ia hanya menangis saja dalam pelukan Sam .
Ceklek !!
Pintu kamar Silva terbuka , dan tampak lah seorang pria , dengan wajah yang sudah merah padam menahan amarah nya berjalan cepat masuk ke dalam kamar hotel Silva .
KIRA - KIRA , APA YANG AKAN DILAKUKAN PRIA ITU YA ??
**Silva meminta penjelasanππ
Happy Reading Guys β€
__ADS_1
See you Next part ππ»ππ»
Jangan LUPA LIKE , VOTE , KOMEN DAN HADIAHNYA π₯π₯**