
Sejak kejadian di rumah kosong tadi , Silva lebih banyak diam. . ia tidak Enak hati dengan Samuel , hanya karena mantan yang menjadi masalah .
Silva duduk di kursi panjang depan rumah kosong itu . ia menyerahkan hukuman apa yang pantas untuk wanita itu pada Sam .
" Va , Are you oke ? " Ucap Samuel sambil mengelus lembut punggung Silva dan duduk di samping nya .
" Aku , baik-baik Saja Sam '' Jawab Silva sambil tersenyum tulus pada. Samuel.
" Ehem " Samuel berdehem sejenak , untuk menetralkan kegugupannya ..
Kemudian , ia menatap mata Silva dengan lekat ..
" Sam ? kenapa ? apa ada yang salah dengan wajah ku ? " Tanya Silva heran saat melihat wajah serius Sam..
" Aku hanya ingin bertanya pada mu va , jawab jujur pertanyaan ku ini . Meskipun itu menyakitkan, tapi coba la untuk jujur " Ujar Samuel sambil terus memandang wajah cantik Silva .
" Katakan , aku akan menjawab dengan jujur " Ucap Silva mantap .
" Maksud penuturan kamu tadi pada Wanita itu , apa itu benar ? " Tanya Sam to the poin ..
" Penuturan yang mana Sam ? aku tidak mengerti kamu membicarakan apa !! " Silva bingung harus menjawab apa , pasalnya ia memang tidak mengerti ucapan mana yang Sam tanyakan .
Samuel meraup pelan wajah nya .
" Va , yang kamu bilang tadi bahwa aku adalah masa depan dan terakhir mu . Itu maksudnya apa ? apa kamu hanya ingin membuat wanita itu supaya tidak menyakiti mu lagi , atau apa ? jelaskan pada ku Silva . " Ujar Samuel mengenggam jari jemari Silva.
Silva tersenyum lucu melihat ekspresi wajah Sam yang imut .
" Sam , dengar kan aku . Aku tulus mengatakan itu , seperti nya aku sudah mulai jatuh cinta pada mu dan mencoba membuka hati ku untuk mu " Silva tersenyum manis ke arah Samuel.
Wajah Samuel langsung terlihat semangat lagi .
" Benar kah ? kamu tidak berbohong ? va , jika kamu terpaksa jangan katakan itu , aku bisa menunggu sampai kamu bersedia mencintai dan membuka hatimu tulus untuk ku " Ucap Sam menatap mata indah milik Silva .
Silva membalas tatapan mata Samuel .
" Sam , aku memang sudah mencintaimu , tidak tahu kapan itu terjadi . Seperti nya ini semua sangat cepat , tapi .. aku memang ingin menjadi kan mu bagian dari hidup ku . Aku percaya , bahwa kamu tidak seperti Reno mantan ku ." Jelas Iva pada Sam ..
Bibir Sam terbentuk ke atas .. ia tersenyum bahagia , mendengar ucapan tulus Silva untuk nya .
" Aku sangat bahagia sayang , akhirnya perjuangan dan penantian ku tidak sia-sia " Ujar Samuel tersenyum sambil memeluk tubuh Silva .
Silva pun membalas pelukan samuel dengan erat . ia sudah mantap mendarat kan hati nya untuk Samuel , Karena , ia yakin bahwa Samuel adalah pilihan yang tepat untuk nya .
🕊
🕊
🕊
__ADS_1
Di tempat lain , di sebuah cafe yang indah . Tampak seorang wanita cantik tengah memandangi ponsel nya .
" Hufft !! Aku harus terus berusaha melupakannya.. dia bukan jodoh ku , dia milik kakak ku . Sadar vi , Jangan Sampai khilaf " Ujar wanita itu berbicara sendiri ..
Ya , Wanita yang tak lain Adalah Silvi , adik kembar Silva . ia istirahat makan siang di cafe yang dekat dengan kantor milik Andre Wijaya sang Ayahanda tersayang .
Tiba-tiba datang seorang wanita berdiri di samping kursi Silvi .
" Boleh saya duduk di sini Nona Silvi ? " Tanya Wanita itu ..
Silvi mendongakkan kepala nya saat mendengar pertanyaan wanita yang berdiri di samping nya itu .
" Eh , Jen , Silahkan duduk " Silvi mempersilahkan Jeny duduk sambil tersenyum ..
Jeny tersenyum pada Silvi , kemudian ia duduk di kursi yang bersebrangan dengan Silvi .
" Nona Silvi sudah makan ? " Tanya Jeny basa basi.
" Sudah " Jawab Silvi singkat sambil tersenyum .
Jeny membalas senyuman Silvi , kemudian ia memanggil pelayan di cafe itu dan memesan makan Siang nya .
" Oya Jen , kamu anak sematawayang atau punya saudara lain ?" Entah kenapa ucapan itu tiba-tiba saja keluar dari mulut Silvi .
" Saya tiga bersaudara Nona . Saya punya Kakak dan adik laki-laki . " Jawab Jeny
" Oh , berarti anak Ibu kamu , cuma kamu doang cewek nya ? " Ucap Silvi
" Oya , saya dengar . Nona juga punya saudara kembar ya ? " Tanya Jeny
" Iya , Saya punya Saudara kembar . Dan dia kakak saya , ya !! Wajah nya mirip sekali dengan saya , mungkin kalau kamu berjumpa dengannya akan bingung melihat mana kakak dan mana adik " Jawab Silvi sambil terkekeh pelan .
" Wah , pasti kakak Nona itu cantik ya , sama seperti Nona Silvi " Ucap Jeny memuji Silvi .
" Enggak kok , Saya itu gak cantik . Saya biasa aja , masih kalah jauh dengan kakak saya " Ujar Silvi merendah .
Makanan pesanan Jeny pun datang . kemudian Mereka mengobrol ringan ..
Dan tak Lama datang seorang pria mendekat ke meja Silvi dan Jeny .
" Hay " Ujar Pria itu berdiri di samping kursi Jeny .
Jeny langsung menghentikan makannya dan menatap tak suka pada pria itu .
" Mau apa Anda kemari ? " Tanya Jeny Dingin
" Tentu saja menemui mu . Aku sangat merindukan mu Jen " Ujar pria itu tidak tahu malu pada Silvi yang memandang heran pada kedua nya .
" Cih .. Rindu ? Anda urus saja Selingkuhan anda itu . Kenapa masih repot-repot menemui saya ? " Ujar Jeny Sinis .
__ADS_1
" Kenapa kamu bicara begitu ? jangan berani macam-macam dengan ku ya . Huh !! " Pria itu menatap Jeny Tajam.
Jeny pun menatap pria itu tidak kalah tajam pula ,,
Tiba-tiba , Silvi angkat bicara .
" Jangan tunjukkan mata tajam anda itu tuan . Anda merusak mood kami saja " Ujar Silvi santai .
Pria itu pun beralih memandang Silvi masih dengan tajam .
" Jangan urusi urusan yang tidak kau tahu Nona " Ujar pria itu dengan mata yang menatap Silvi tidak suka .
" Heh , memangnya kenapa tuan ? Anda bicara pada Adik saya . tentu saja saya akan ikut campur , karena .. Saya melihat adik saya tidak suka dengan kedatangan Anda " Ucap Silvi masih santai .
" Cih , Sejak kapan kamu punya kakak Jen ? , mengaku-ngaku saja . Tidak punya malu " Pria itu berdecih kecil pada Silvi .
",Tutup mulut anda tuan Mahardika , jangan bicara sembarangan pada kakak saya !! " Bentak Jeny pada pria itu yang bernama Mahardika .
" Kau lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti padamu Jeny Maheswari " Pria itu langsung pergi keluar dari cafe tersebut dengan membawa amarah nya .
Setelah kepergian pria itu , Jeny hanya diam tertunduk . kemudian ia menghela nafas pelan dan menatap wajah Silvi yang kala itu juga menatap nya .
'' Nona , maaf kan dia . " Ujar Jeny pelan pada Silvi
Silvi tersenyum tulus pada Jeny .
" Tidak masalah Jeny , saya senang bisa membantu kamu '' Ujar Silvi ..
" Kamu jangan takut dengan ancaman pria itu . ada saya yang akan terus membantu kamu " Silvi memegang tangan Jeny dengan lembut .
" Ya sudah , ayo kita kembali ke kantor " Ujar Silvi mengajak Jeny . Karena jam istirahat sudah selesai ..
Yang lagi bahagia Guys 😍😍
Silvi siap membantu , jika itu demi kebaikan 😁😁
**Jeny Maheswari 🙈🙈
Happy Reading Guys ❤
See you Next part 💃🏻💃🏻
jangan lupa tinggalkan jejak kalian 😘
__ADS_1
LIKE , VOTE , KOMEN DAN HADIAHNYA ..
TAP JUGA TANDA ❤**