Gadis Kembar

Gadis Kembar
BAB 41 Ungkapan Hati


__ADS_3

Sejak kejadian di rumah kosong tadi , Silva lebih banyak diam. . ia tidak Enak hati dengan Samuel , hanya karena mantan yang menjadi masalah .


Silva duduk di kursi panjang depan rumah kosong itu . ia menyerahkan hukuman apa yang pantas untuk wanita itu pada Sam .


" Va , Are you oke ? " Ucap Samuel sambil mengelus lembut punggung Silva dan duduk di samping nya .


" Aku , baik-baik Saja Sam '' Jawab Silva sambil tersenyum tulus pada. Samuel.


" Ehem " Samuel berdehem sejenak , untuk menetralkan kegugupannya ..


Kemudian , ia menatap mata Silva dengan lekat ..


" Sam ? kenapa ? apa ada yang salah dengan wajah ku ? " Tanya Silva heran saat melihat wajah serius Sam..


" Aku hanya ingin bertanya pada mu va , jawab jujur pertanyaan ku ini . Meskipun itu menyakitkan, tapi coba la untuk jujur " Ujar Samuel sambil terus memandang wajah cantik Silva .


" Katakan , aku akan menjawab dengan jujur " Ucap Silva mantap .


" Maksud penuturan kamu tadi pada Wanita itu , apa itu benar ? " Tanya Sam to the poin ..


" Penuturan yang mana Sam ? aku tidak mengerti kamu membicarakan apa !! " Silva bingung harus menjawab apa , pasalnya ia memang tidak mengerti ucapan mana yang Sam tanyakan .


Samuel meraup pelan wajah nya .


" Va , yang kamu bilang tadi bahwa aku adalah masa depan dan terakhir mu . Itu maksudnya apa ? apa kamu hanya ingin membuat wanita itu supaya tidak menyakiti mu lagi , atau apa ? jelaskan pada ku Silva . " Ujar Samuel mengenggam jari jemari Silva.


Silva tersenyum lucu melihat ekspresi wajah Sam yang imut .


" Sam , dengar kan aku . Aku tulus mengatakan itu , seperti nya aku sudah mulai jatuh cinta pada mu dan mencoba membuka hati ku untuk mu " Silva tersenyum manis ke arah Samuel.


Wajah Samuel langsung terlihat semangat lagi .


" Benar kah ? kamu tidak berbohong ? va , jika kamu terpaksa jangan katakan itu , aku bisa menunggu sampai kamu bersedia mencintai dan membuka hatimu tulus untuk ku " Ucap Sam menatap mata indah milik Silva .


Silva membalas tatapan mata Samuel .


" Sam , aku memang sudah mencintaimu , tidak tahu kapan itu terjadi . Seperti nya ini semua sangat cepat , tapi .. aku memang ingin menjadi kan mu bagian dari hidup ku . Aku percaya , bahwa kamu tidak seperti Reno mantan ku ." Jelas Iva pada Sam ..


Bibir Sam terbentuk ke atas .. ia tersenyum bahagia , mendengar ucapan tulus Silva untuk nya .


" Aku sangat bahagia sayang , akhirnya perjuangan dan penantian ku tidak sia-sia " Ujar Samuel tersenyum sambil memeluk tubuh Silva .


Silva pun membalas pelukan samuel dengan erat . ia sudah mantap mendarat kan hati nya untuk Samuel , Karena , ia yakin bahwa Samuel adalah pilihan yang tepat untuk nya .


🕊


🕊


🕊

__ADS_1


Di tempat lain , di sebuah cafe yang indah . Tampak seorang wanita cantik tengah memandangi ponsel nya .


" Hufft !! Aku harus terus berusaha melupakannya.. dia bukan jodoh ku , dia milik kakak ku . Sadar vi , Jangan Sampai khilaf " Ujar wanita itu berbicara sendiri ..


Ya , Wanita yang tak lain Adalah Silvi , adik kembar Silva . ia istirahat makan siang di cafe yang dekat dengan kantor milik Andre Wijaya sang Ayahanda tersayang .


Tiba-tiba datang seorang wanita berdiri di samping kursi Silvi .


" Boleh saya duduk di sini Nona Silvi ? " Tanya Wanita itu ..


Silvi mendongakkan kepala nya saat mendengar pertanyaan wanita yang berdiri di samping nya itu .


" Eh , Jen , Silahkan duduk " Silvi mempersilahkan Jeny duduk sambil tersenyum ..


Jeny tersenyum pada Silvi , kemudian ia duduk di kursi yang bersebrangan dengan Silvi .


" Nona Silvi sudah makan ? " Tanya Jeny basa basi.


" Sudah " Jawab Silvi singkat sambil tersenyum .


Jeny membalas senyuman Silvi , kemudian ia memanggil pelayan di cafe itu dan memesan makan Siang nya .


" Oya Jen , kamu anak sematawayang atau punya saudara lain ?" Entah kenapa ucapan itu tiba-tiba saja keluar dari mulut Silvi .


" Saya tiga bersaudara Nona . Saya punya Kakak dan adik laki-laki . " Jawab Jeny


" Oh , berarti anak Ibu kamu , cuma kamu doang cewek nya ? " Ucap Silvi


" Oya , saya dengar . Nona juga punya saudara kembar ya ? " Tanya Jeny


" Iya , Saya punya Saudara kembar . Dan dia kakak saya , ya !! Wajah nya mirip sekali dengan saya , mungkin kalau kamu berjumpa dengannya akan bingung melihat mana kakak dan mana adik " Jawab Silvi sambil terkekeh pelan .


" Wah , pasti kakak Nona itu cantik ya , sama seperti Nona Silvi " Ucap Jeny memuji Silvi .


" Enggak kok , Saya itu gak cantik . Saya biasa aja , masih kalah jauh dengan kakak saya " Ujar Silvi merendah .


Makanan pesanan Jeny pun datang . kemudian Mereka mengobrol ringan ..


Dan tak Lama datang seorang pria mendekat ke meja Silvi dan Jeny .


" Hay " Ujar Pria itu berdiri di samping kursi Jeny .


Jeny langsung menghentikan makannya dan menatap tak suka pada pria itu .


" Mau apa Anda kemari ? " Tanya Jeny Dingin


" Tentu saja menemui mu . Aku sangat merindukan mu Jen " Ujar pria itu tidak tahu malu pada Silvi yang memandang heran pada kedua nya .


" Cih .. Rindu ? Anda urus saja Selingkuhan anda itu . Kenapa masih repot-repot menemui saya ? " Ujar Jeny Sinis .

__ADS_1


" Kenapa kamu bicara begitu ? jangan berani macam-macam dengan ku ya . Huh !! " Pria itu menatap Jeny Tajam.


Jeny pun menatap pria itu tidak kalah tajam pula ,,


Tiba-tiba , Silvi angkat bicara .


" Jangan tunjukkan mata tajam anda itu tuan . Anda merusak mood kami saja " Ujar Silvi santai .


Pria itu pun beralih memandang Silvi masih dengan tajam .


" Jangan urusi urusan yang tidak kau tahu Nona " Ujar pria itu dengan mata yang menatap Silvi tidak suka .


" Heh , memangnya kenapa tuan ? Anda bicara pada Adik saya . tentu saja saya akan ikut campur , karena .. Saya melihat adik saya tidak suka dengan kedatangan Anda " Ucap Silvi masih santai .


" Cih , Sejak kapan kamu punya kakak Jen ? , mengaku-ngaku saja . Tidak punya malu " Pria itu berdecih kecil pada Silvi .


",Tutup mulut anda tuan Mahardika , jangan bicara sembarangan pada kakak saya !! " Bentak Jeny pada pria itu yang bernama Mahardika .


" Kau lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti padamu Jeny Maheswari " Pria itu langsung pergi keluar dari cafe tersebut dengan membawa amarah nya .


Setelah kepergian pria itu , Jeny hanya diam tertunduk . kemudian ia menghela nafas pelan dan menatap wajah Silvi yang kala itu juga menatap nya .


'' Nona , maaf kan dia . " Ujar Jeny pelan pada Silvi


Silvi tersenyum tulus pada Jeny .


" Tidak masalah Jeny , saya senang bisa membantu kamu '' Ujar Silvi ..


" Kamu jangan takut dengan ancaman pria itu . ada saya yang akan terus membantu kamu " Silvi memegang tangan Jeny dengan lembut .


" Ya sudah , ayo kita kembali ke kantor " Ujar Silvi mengajak Jeny . Karena jam istirahat sudah selesai ..



Yang lagi bahagia Guys 😍😍



Silvi siap membantu , jika itu demi kebaikan 😁😁



**Jeny Maheswari 🙈🙈


Happy Reading Guys ❤


See you Next part 💃🏻💃🏻


jangan lupa tinggalkan jejak kalian 😘

__ADS_1


LIKE , VOTE , KOMEN DAN HADIAHNYA ..


TAP JUGA TANDA ❤**


__ADS_2