
Keesokan pagi nya , Sebuah mobil mewah sudah terparkir Di halaman Rumah Ibu Silvi ..
Dan terlihat didalam rumah Dewi tampak beberapa orang mengobrol ringan sambil memakan kue dan minum teh ..
Dan tak lama keluarlah Seorang gadis cantik dari dalam kamar nya menyeret sebuah koper besar .. Gadis tersebut melangkah menuju tempat dimana orang-orang itu berbincang .
" Hey sayang , kamu udah selesai berkemas ? " Seorang wanita paruh baya namun masih terlihat cantik itu berdiri dari duduk nya dan menghampiri gadis yang saat itu berdiri dihadapan mereka .
" I-iya tante , saya udah selesai " Jawab Silvi grogi
" Loh loh , kenapa panggilnya tante ? Sayang , panggilnya itu Mama dan itu.." Laras menunjuk suaminya
" Papa , jangan lupa ya ? Panggil kami sama seperti Silva " ucap Laras menjelaskan
" I-iya ma " Silvi tersenyum kikuk
Kemudian matanya beralih ke Arah sang bunda yang menatap nya sendu .. Huh , Sungguh , Jika badan silvi bisa di bagi dua ia ingin tinggal bersama keduanya .
" Bu ? " Panggil Silvi sambil mendekat ke arah Dewi
" Ibu jangan sedih ya , kan udah vi bilang . Ivi bakalan sering main ke sini " Ucap Silvi sambil memeluk sang ibu erat .
" Iya nak , ibu mengerti. Kamu baik-baik ya di sana, jangan lupa makan dan jangan banyak pikiran " Nasehat Dewi
" Ibu ini , vi kan bakalan sering ke sini . kayak gak bakalan ketemu lagi aja " Silvi terkekeh pelan berusaha mencairkan suasana yang pilu ini
" Ibu hanya mengingatkan nak " Jawab dewi tersenyum
Tiba-tiba Laras mendekat dan berkata
" Kamu tenang aja mbak Dewi , Silvi akan saya jaga sebaik mungkin , seperti mbak menjaga nya selama ini " Ujar Laras sambil men-genggam tangan dewi
" Baik lah nyonya laras . Saya percaya pada anda " Ujar Dewi yakin
" Jangan panggil nyonya mbak , panggil saja Laras , saya rasa usia kita tidak jauh beda " Ujar Laras sambil tersenyum
" Ma ? Apa masih lama ? Iva harus ke butik lagi . Banyak pesanan menunggu " Ujar Silva Berbicara sambil mendekat kearah Laras , Dewi , dan Silvi
" Iya bentar lagi sayang " Jawab Laras sambil membelai lembut rambut Silva
Kemudian mata Silva beralih ke Silvi
" Akhirnya aku punya temen juga di rumah " Ujar Silva bahagia
__ADS_1
" Ya sudah , Bu Dewi . Kami pamit dulu , karena saya juga harus ke kantor " Andre berkata undur diri
..."Ya sudah , hati-hati ya . Jaga Silvi , jika ada apa-apa segera hubungi saya " Ujar dewi sambil berjalan keluar mengantarkan keluarga andre ke depan teras rumah....
" Bu , Vi pamit ya . Jangan kecapean dan jangan banyak pikiran , Kalau ibu kangen vi , ibu bisa video call atau telpon supaya vi langsung nemui ibu " Ujar Silvi menenangkan Hati Dewi
" iya nak , ibu mengerti" Balas dewi tersenyum melihat perhatian sang putri
" Kalau begitu kami pamit ya Bu Dewi " Ucap andre sambil berjabat tangan dengan Dewi dan berjalan menuju mobil ..
" Iva pamit juga ya bu " Silva berucap sambil memeluk tubuh dewi
" Bu ?" Silvi menangis menghambur ke pelukan sang ibunda yang selama ini menjaga nya ..
" Ingat omongan Vi tadi , jangan terlalu banyak pikiran " Ujar Silvi kembali
" Iya sayang , kamu juga jaga diri ya . Hati-hati" Dewi mencium seluruh wajah sang putri dan kembali memeluknya erat
Setelah Dewi melepaskan pelukannya , Silvi segera berjalan ke arah motor trail kesayangan ..
Kemudian Laras mendekat dan memeluk erat tubuh Dewi..
Lalu Laras mengenggam tangan Dewi sambil berkata
" Mbak , terimakasih sekali lagi sudah merawat putri saya . Saya tidak tau apa jadi nya putri saya kalau bukan mbak yang menolong nya " Laras men-jeda ucapannya .
" Saya percaya pada kamu laras " balas Dewi tersenyum kearah Laras
Mereka berpelukan kembali , Lalu Laras berjalan kearah mobil nya ..
Mereka melambaikan tangan ke arah dewi , Lalu mobil tersebut melaju pergi meninggalkan pekarangan Rumah Dewi begitu pun motor Silvi ..
Dan tinggal-lah dewi sendiri di rumah itu menatap nanar mobil dan motor yang sudah menjauh ..
'Aku harus kuat' batin dewi
🕊
🕊
🕊
Di sebuah rumah mewah terlihat seorang gadis yang baru turun dari Motornya menatap penuh kagum di sekeliling rumah itu .
__ADS_1
'mewah sekali' batin gadis itu
Sewaktu ia singgah ke rumah itu , ia tidak terlalu memperhatikan sekeliling nya ..
Dan sekarang ini lah ia memperhatikan sedetail mungkin sudut-sudut rumah mewah yang saat ini akan menjadi tempat tinggal nya .
'Aku tidak menyangka bahwa akan memiliki suasana baru seperti ini' batin silvi masih tidak percaya
Silvi memasuki rumah mewah itu .
" Sayang ? " Panggil Laras pada Silvi
" Sini mama tunjukkin kamar kamu '' Lanjutnya sambil menggandeng tangan silvi menaiki tangga menuju sebuah kamar..
Sesampainya di depan kamar itu , Laras segera membuka nya kemudian menarik tangan silvi masuk ..
" Nah ini kamar kamu , Kamu suka kan ? " Laras bertanya pada Silvi
" Suka ma , kamarnya bagus " Ujar Silvi tersenyum
" Syukurlah kalau kamu suka , Ini kamar Silva , Dan Di sebelah sana kamar mama " Laras menunjukkan kamar mereka masing-masing .
Silvi hanya ber 'oh' ria sambil mengangguk kan kepala
" Ya udah , mama tinggal dulu ya . Kalau ada apa-apa panggil mama " Laras berkata lembut sambil mengelus rambut Silvi
" Iya ma " Jawab Silvi singkat
Kemudian Laras keluar dari kamar Silvi ,, Dan silvi langsung membantingkan Tubuhnya ke kasur empuk di kamar itu..
" Gak nyangka , ternyata gue anak orang kaya " Ujar Silvi tersenyum
" Beres-beres barang dulu akh " Lanjut Silvi sambil beranjak dari tempat tidur nya menuju koper yang ia bawa tadi .
Sederhana Namun Bersinar ❤
**Gak nyangka gue ternyata orang kaya 🙈🙈
Happy Reading Guys ❤
__ADS_1
See you next part 💃🏻💃🏻
Jangan lupa tinggalkan jejak , LIKE , VOTE , KOMEN DAN HADIAHNYA 😘**