
Tak terasa usia kandungan Silvi sudah 9 bulan . Dan tinggal menunggu siang malam saja menanti kelahiran bayi nya .
"Zein , aku takut !!" Rengek Silvi memeluk lengan Zein sambil berbaring tidur .
"Apa sih yang kamu takuti sayang ? Ada aku yang selalu berada di samping kamu . Aku akan menjadi penyemangat untuk kamu !" Ucap Zein lembut mengelus lembut rambut Silvi .
"ya sudah , kamu tidur !" Seru Zein memeluk tubuh sang istri
Silvi pun memejamkan matanya .
Beberapa menit kemudian., kepala Zein menunduk untuk melihat wajah sang istri . Dan terdengar lah dengkuran halus yang keluar dari mulut nya .
"Sudah tidur !" Ujar Zein mengeratkan pelukannya sambil memejamkan mata menyusul Silvi ke alam mimpi .
~~
Pukul 04.00 WIB .
Silvi menggeliat karena perutnya terasa mules .
"Kok perut aku mules ya ? ke kamar mandi dulu deh!" Ujar Silvi bicara sendiri lalu turun dari atas ranjang .
Silvi berjalan ke arah kamar mandi dan masuk ke dalam nya .
(Reader tau la ya kan jika orang mules itu ngapain !! Buang Air Besar .)
Tak lama kemudian Silvi keluar dari kamar mandi .
"Huft , akhirnya selesai ." Ia ingin naik ke atas ranjang , namun perutnya mendadak mules kembali .
"Kok mules lagi ? apa aku kontraksi ya ? tapi biasa nya juga gak kayak gini !" Silvi bergumam pelan .
ia berbalik arah menuju kamar mandi .
Saat Silvi sedang buang air kecil , tiba-tiba cairan kental berwarna putih bercampur darah keluar .
"Astaga !!' Pekik Silvi kaget .
ia langsung menyiram cairan itu dengan air kemudian berdiri .
dan saat berdiri , ia memegang perutnya .
"Auh , kenapa perut ku sakit sekali ? melilit !!" Ucap Silvi bingung .
"Jangan-jangan !!" Silvi sudah menduga nya.
ia buru-buru keluar kamar mandi dan menghampiri Zein yang masih berada di atas ranjang .
"Zein , Zein bangun !!!" Seru Silvi menggoyangkan badan Zein lumayan kuat hingga membangunkan nya .
"Hm !! Ada apa sayang ??" Tanya Zein lemas.
"Zein aku sudah mau melahirkan , ayo cepat ke rumah sakit . Auh !!" Ucap Silvi menahan rasa melilit di perutnya .
Mendengar keluhan silvi , Zein langsung terduduk dan membuka mata lebar-lebar .
"Kamu mau lahiran ??" Tanya Zein memastikan sambil menatap wajah Silvi yang meringis
Silvi hanya menganggukkan kepala saja menjawab nya .
"Tunggu sebentar , aku ambil kunci mobil dulu !" Seru Zein bingung , dan ia berlari menuju kamar mandi .
Silvi pun heran melihat suaminya malah berlari ke kamar mandi .
__ADS_1
"Zein , kamu ngapain malah mau ke kamar mandi ?? Aku udah gak kuat , sakit banget ini !!" rengek Silvi heran .
Zein menghentikan langkah nya .
"Loh , ngapain aku ke kamar mandi ?? Agh " Zein bergumam pelan sambil mengacak rambut nya sendiri .
ia sudah seperti orang linglung karena buru-buru .
Zein berjalan cepat ke arah meja rias dan mengambil kunci mobil nya , tak lupa ia membawa tas berisi peralatan dan baju-baju bayi nya .
"Ayo sayang !" Seru Zein memegang pundak Silvi untuk keluar dari kamar .
ia tidak tega melihat sang istri kesakitan begitu , hingga tanpa sadar , tubuh Silvi sudah melayang di udara .
"Zein !!!" pelik Silvi kaget .
"Sst !! Diam lah sayang , kamu kalo jalan sendiri lama , lebih baik aku gendong aja . Aku gak tega ngeliat wajah kesakitan kamu !" Ucap Zein berjalan perlahan menuruni tangga dengan menggendong silvi ala bride style dan membawa tas di tangannya .
Untung saja rumah mereka hanya tingkat satu , jadi mereka berdua telah sampai di lantai bawah , dan Zein dengan berjalan cepat membawa Silvi ke dalam mobil , tak lupa Zein mengunci pintu terlebih dahulu .
Mobil mereka melaju ke arah rumah sakit. ...
#Skip_perjalanan .
Mereka berdua telah sampai di rumah sakit .
Zein turun duluan dari mobil , lalu membuka kan pintu untuk Silvi dan menggendong Silvi masuk ke dalam rumah sakit .
"Suster , istri saya akan melahirkan , dan cepat antar kami ke ruangan Dokter Hafizah " Ucap Zein memerintah pada seorang suster yang lewat di depannya.
Ya , Dokter kandungan Silvi selama ini adalah dokter Hafizah , sama seperti Silva . Karena , memang Silva yang menyarankan agar Silvi kontrol dan melahirkan di bantu dokter Hafizah saja .
"Sebentar tuan !" Perawat itu segera berlari kecil mengambil kursi roda .
"Silahkan duduk Nyonya !" Ujar Sang perawat meletakkan kursi roda di hadapan Zein .
Setelah sampai di depan ruangan bersalin , Suster menghentikan kursi roda itu.
"Sebentar tuan , saya panggilkan dokter Hafizah nya dulu'' Ujar perawat itu berlalu menuju ke ruangan dokter hafizah .
Tak lama kemudian , dokter Hafizah berjalan cepat menuju Zein dan Silvi yang terus merintis kesakitan. .
"Tuan , Nyonya ." Sapa dokter Hafizah terlebih dahulu , untung saja hari ini Dokter hafizah ada jadwal malam . jadi dini hari pun masih berada di rumah sakit.
"Apa sudah ada tanda-tanda ingin melahirkan ?" Tanya Dokter menatap wajah berkeringat Silvi.
Silvi menganggukkan kepala nya .
"Tadi , sewaktu saya buang air kecil , keluar cairan kental berwarna putih campur darah dok " Ujar Silvi memberitahu .
"Mari Nyonya , kita lihat dulu sudah buka berapa !" Ujar dokter masuk ke dalam ruang bersalin diikuti oleh Silvi yang di papah Zein .
"Silahkan berbaring Nyonya dan tekuk lutut anda !" Seru dokter pada Silvi .
Silvi pun mengikuti perkataan dokter itu .
Sedangkan Zein , ia hanya memperhatikan saja dari samping ranjang .
"Baru pembukaan 8 , sebentar lagi akan pembukaan sempurna , saya sarankan supaya Nyonya berjalan jalan terlebih dahulu supaya mempercepat pembukaan selanjutnya" Jelas dokter Hafizah menatap Silvi .
"Saya permisi keluar dulu , setengah jam lagi , saya akan kembali ke sini lagi" Dokter Hafizah berpamitan sambil tersenyum ramah
Lalu dokter Hafizah keluar dari kamar itu .
__ADS_1
Silvi turun dari ranjang .
"Sayang , aku bantu jalan-jalan nya ya !" Ujar Zein menawarkan ..
Silvi menggelengkan kepala .
"Tidak usah Zein , aku bisa pelan-pelan berjalan sendiri" Silvi tersenyum tulus pada Zein.
Zein hanya bisa pasrah .
25 Menit kemudian .
"Auh , Zein ! Perut ku sangat melilit , bahkan ini semakin sakit dan terus menerus !" pekik Silvi kesakitan .
Zein langsung berdiri dari duduk nya dan menekan tombol kecil di atas ranjang .
Tak lama kemudian Dokter Hafizah datang ke kamar bersalin itu .
"Bagaimana nyonya ? apa kontraksi nya sudah ada perkembangan ??" Tanya dokter mendekat ke arah ranjang .
"I-iya dokter . perut saya sangat melilit sekali dan terus menerus !" Silvi meringis menahan mules di perutnya .
"Silahkan berbaring nyonya !" Dokter Hafizah langsung memeriksa pembukaan saat Silvi sudah berbaring di atas ranjang.
"Baik lah , pembukaan sudah lengkap , nyonya harus mengikuti aba-aba dari saya !" Ujar dokter memberi perintah
Silvi hanya menganggukkan kepala patuh .
Dengan Zein yang berada di samping menggenggam tangan Silvi ...
"Kamu harus semangat sayang , demi aku dan anak kita . kamu harus kuat !" Bisik Zein lembut di telinga Silvi .
Silvi mulai mengejan.
Dan saat beberapa kali mengejan .
"Ayo nyonya , terus .. Jangan berhenti di jalan , sebentar lagi bayi anda keluar , anda pasti bisa dan kuat . Ayo nyonya !!" Dokter hafizah memberi semangat saat melihat wajah lelah Silvi.
Wajah yang di penuhi keringat dan nafas ngos-ngosan tidak beraturan ...
"Semangat sayang , I love you , I love you so much !" Zein berbisik mengatakan kata romantis dan semangat di telinga Silvi .
Dan Saat mengejan selanjutnya .
Silvi menggenggam kuat tangan Zein , dan ..
"Oek , oek .." Terdengar tangisan bayi di dalam ruangan itu .
Zein tersenyum bahagia melihat bayi yang di lahir kan sang istri .
"Sayang , anak kita sudah lahir" Ujar Zein bahagia .
Silvi yang kala itu sangat kelelahan , hanya menatap sayu pada bayi mungil yang sedang di bersihkan oleh dokter
HAYO TEBAK BAYI NYA LAKI-LAKI APA PEREMPUAN ???
SENYUM KEBAHAGIAAN SILVI 😊
**DAN INI SENYUM HARU KEBAHAGIAAN ZEIN 🙈 MELELEH HATI ADEK 🙃🙃
__ADS_1
HAPPY READINg ❤
JANGAN LUPA SELALU BERIKAN DUKUNGAN 🔥🔥**