Gadis Kembar

Gadis Kembar
BAB 48 Keinginan Mama Laras


__ADS_3

Matahari sudah terbit dari ufuk timur . Menyinari wajah Pria tampan nan gagah yang saat itu masih bergelung Nyaman di bawah selimutnya .


Pria tampan itu pun terbangun kala matanya terkena pancaran sinar mentari .


" Astaga , Jam berapa ini ? " Pria itu kaget ketika melihat cuaca yang sudah terang benderang ..


ia langsung melompat dari tempat tidur ketika tahu bahwa saat ini jam sudah menunjukkan pukul 07.45 WIB .


" Aduh , kok bisa telat bangun gini sih ? Hari ini ada penerbangan pagi lagi " Ujar Pria tampan itu yang tak lain adalah Pilot Zein .


Zein bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri .


Tak butuh waktu lama , hanya sekitar 10 menit Zein sudah keluar dari kamar mandi .


Ia tidak bisa berlama-lama di kamar mandi , karena sudah terlambat .


Zein segera memakai pakaian seragam Pilot nya , ia tidak punya waktu lagi untuk berganti nanti di Ruang ganti Bandara .


Setelah selesai bersiap , Ia segera menuruni anak tangga .


" Pagi Semua " Sapa Zein kepada anggota keluarga nya yang berada di meja makan .


" Pagi " Jawab mereka serempak.


" Tumben kamu terlambat bangun Zein ? " Tanya sang Ayah pada Zein.


" Zein juga gak tau Yah , padahal Zein tadi malam tidurnya cepat . mungkin karena kecapekan kali " Jawab Zein sekenanya .


" , Zein langsung berangkat ya Bun , Udah telat " Pamit Zein pada Sang bunda .


kemudian ia mencium kening sang bunda , dan mengacak pelan rambut sang adik yaitu Jeny .


" Kamu kok gak sarapan dulu nak ? Makan roti kamu dulu lah sedikit untuk mengganjal lapar " Ujar sang bunda .


" Nanti aja di Bandara Zein cari makanan Bun "Sahut Zein .


Tanpa berkata apa pun lagi Zein keluar dari rumah berlantai 2 itu .


ia menuju motor kesayangannya . Padahal Zein mempunyai mobil sendiri , namun entah mengapa ia lebih suka menaiki motor ketika berangkat bekerja .

__ADS_1


Zein pun pergi meninggalkan Area Rumah nya menuju ke bandara ..


🕊


🕊


🕊


Sementara di tempat lain , Sebuah keluarga kecil tengah bahagia karena acara tadi malam yang berjalan lancar .


" Akhirnya anak Mama menemukan Pasangannya " Ujar Sang Mama pada Anak Gadis nya yang kala itu tersipu malu .


" Va juga gak nyangka Ma . Ternyata dia Jodoh va " Ujar Seorang gadis yaitu Silva .


Laras tersenyum menjawab ucapan Silva . Kemudian matanya beralih pada Silvi yang saat itu tengah sarapan dengan Santai nya .


" Silvi sayang , Kakak kamu kan sudah dapat pasangan , sekarang giliran kamu yang mencari pasangan " Ucap Laras tersenyum pada Silvi


" Uhuk , uhuk ..." Silvi tersedak akibat ucapan sang mama..


" Ma .. Vi belum kepikiran buat menikah " Ucap Silvi merajuk .


" Sayang , apa kamu selamanya mau hidup sendiri ? Mama juga pengen liat kamu duduk di pelaminan . Apa lagi kalau barengan sama kakak kamu , Mama pasti sangat bahagia " Ujar Laras panjang Lebar.


" Vi udah selesai sarapan . Mau berangkat ke kantor dulu " Ucap Silvi mengelap mulut nya dengan tisu .


" Pa , Silvi berangkat duluan ya ! " Lanjut Silvi pada Andre sang Papa .


Tanpa menunggu jawaban semua orang yang ada dimeja makan , Silvi segera bangkit dari duduk nya menuju ke arah pintu rumah .


ia segera menaiki mobil kesayangannya , dan melajukan mobil tersebut ke arah kantor .


" Ma !! Mama kok bicara gitu sih sama Silvi ? kan kasian dia . Iva cuma takut Silvi jadi merasa terdesak akibat ucapan Mama tadi " Ujar Silva menjelaskan pada Laras.


" Sayang , Mama kan cuma berandai . Nanti kalau adik kamu udah pulang bekerja , Mama akan menjelaskan pada nya maksud dari ucapan mama tadi " Ucap Laras tersenyum pada Silva .


Silva hanya tersenyum dan memeluk tubuh Sang mama .


" Pa , Ma , Va berangkat ke butik dulu ya " Ujar Silva berpamitan .

__ADS_1


Andre hanya menganggukkan kepalanya saja , dan laras berkata .


" Hati-hati ya Sayang " Ujar Laras.


Silva langsung melangkah keluar rumah .


setelah kepergian Silva , Andre menatap Laras .


" Ma , Papa minta mama jangan pernah bicara seperti tadi lagi pada Ivi . Bukan apa , Papa hanya gak mau jika nanti Silvi merasa tidak nyaman tinggal bersama kita " Ujar Andre Menjelaskan .


" Iya pa , Mama minta maaf . Nanti mama akan menjelaskan pada Silvi " Ujar Laras pada Andre .


" Ya sudah , Papa berangkat dulu ya " Andre berpamitan pada Laras.


Laras mengikuti langkah suaminya keluar Rumah , sambil menenteng tas kerja milik sang Suami .


" Papa hati-hati ya . Jangan terlalu kecapean " Ucap Laras sambil memeluk tubuh Andre .


" Kamu jangan terlalu banyak pikiran ya Ma . Ingat kesehatan kamu " Andre mengecup kening sang istri , kemudian melepaskan pelukan mereka .


Lalu berjalan menuju mobil yang sudah menunggunya .


Mobil Andre pergi meninggalkan Area rumah Keluarga Wijaya .



Tuan pilot yang aduhaii 😍😍



Ekspresi Silvi saat Sang Mama membicarakan pernikahan 😱😱



**Dan ini yang lagi bahagia Guys 😃😘


Happy Reading Guys ❤


See you Next Part 💃🏻

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak


LIKE , VOTE , KOMEN , HADIAH , FAVORIT DAN FOLLOW AKUN NOVEL MOM AL 😘😘**


__ADS_2