
Matahari sudah terbit dari ufuk timur . Menyinari wajah Pria tampan nan gagah yang saat itu masih bergelung Nyaman di bawah selimutnya .
Pria tampan itu pun terbangun kala matanya terkena pancaran sinar mentari .
" Astaga , Jam berapa ini ? " Pria itu kaget ketika melihat cuaca yang sudah terang benderang ..
ia langsung melompat dari tempat tidur ketika tahu bahwa saat ini jam sudah menunjukkan pukul 07.45 WIB .
" Aduh , kok bisa telat bangun gini sih ? Hari ini ada penerbangan pagi lagi " Ujar Pria tampan itu yang tak lain adalah Pilot Zein .
Zein bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri .
Tak butuh waktu lama , hanya sekitar 10 menit Zein sudah keluar dari kamar mandi .
Ia tidak bisa berlama-lama di kamar mandi , karena sudah terlambat .
Zein segera memakai pakaian seragam Pilot nya , ia tidak punya waktu lagi untuk berganti nanti di Ruang ganti Bandara .
Setelah selesai bersiap , Ia segera menuruni anak tangga .
" Pagi Semua " Sapa Zein kepada anggota keluarga nya yang berada di meja makan .
" Pagi " Jawab mereka serempak.
" Tumben kamu terlambat bangun Zein ? " Tanya sang Ayah pada Zein.
" Zein juga gak tau Yah , padahal Zein tadi malam tidurnya cepat . mungkin karena kecapekan kali " Jawab Zein sekenanya .
" , Zein langsung berangkat ya Bun , Udah telat " Pamit Zein pada Sang bunda .
kemudian ia mencium kening sang bunda , dan mengacak pelan rambut sang adik yaitu Jeny .
" Kamu kok gak sarapan dulu nak ? Makan roti kamu dulu lah sedikit untuk mengganjal lapar " Ujar sang bunda .
" Nanti aja di Bandara Zein cari makanan Bun "Sahut Zein .
Tanpa berkata apa pun lagi Zein keluar dari rumah berlantai 2 itu .
ia menuju motor kesayangannya . Padahal Zein mempunyai mobil sendiri , namun entah mengapa ia lebih suka menaiki motor ketika berangkat bekerja .
__ADS_1
Zein pun pergi meninggalkan Area Rumah nya menuju ke bandara ..
🕊
🕊
🕊
Sementara di tempat lain , Sebuah keluarga kecil tengah bahagia karena acara tadi malam yang berjalan lancar .
" Akhirnya anak Mama menemukan Pasangannya " Ujar Sang Mama pada Anak Gadis nya yang kala itu tersipu malu .
" Va juga gak nyangka Ma . Ternyata dia Jodoh va " Ujar Seorang gadis yaitu Silva .
Laras tersenyum menjawab ucapan Silva . Kemudian matanya beralih pada Silvi yang saat itu tengah sarapan dengan Santai nya .
" Silvi sayang , Kakak kamu kan sudah dapat pasangan , sekarang giliran kamu yang mencari pasangan " Ucap Laras tersenyum pada Silvi
" Uhuk , uhuk ..." Silvi tersedak akibat ucapan sang mama..
" Ma .. Vi belum kepikiran buat menikah " Ucap Silvi merajuk .
" Sayang , apa kamu selamanya mau hidup sendiri ? Mama juga pengen liat kamu duduk di pelaminan . Apa lagi kalau barengan sama kakak kamu , Mama pasti sangat bahagia " Ujar Laras panjang Lebar.
" Vi udah selesai sarapan . Mau berangkat ke kantor dulu " Ucap Silvi mengelap mulut nya dengan tisu .
" Pa , Silvi berangkat duluan ya ! " Lanjut Silvi pada Andre sang Papa .
Tanpa menunggu jawaban semua orang yang ada dimeja makan , Silvi segera bangkit dari duduk nya menuju ke arah pintu rumah .
ia segera menaiki mobil kesayangannya , dan melajukan mobil tersebut ke arah kantor .
" Ma !! Mama kok bicara gitu sih sama Silvi ? kan kasian dia . Iva cuma takut Silvi jadi merasa terdesak akibat ucapan Mama tadi " Ujar Silva menjelaskan pada Laras.
" Sayang , Mama kan cuma berandai . Nanti kalau adik kamu udah pulang bekerja , Mama akan menjelaskan pada nya maksud dari ucapan mama tadi " Ucap Laras tersenyum pada Silva .
Silva hanya tersenyum dan memeluk tubuh Sang mama .
" Pa , Ma , Va berangkat ke butik dulu ya " Ujar Silva berpamitan .
__ADS_1
Andre hanya menganggukkan kepalanya saja , dan laras berkata .
" Hati-hati ya Sayang " Ujar Laras.
Silva langsung melangkah keluar rumah .
setelah kepergian Silva , Andre menatap Laras .
" Ma , Papa minta mama jangan pernah bicara seperti tadi lagi pada Ivi . Bukan apa , Papa hanya gak mau jika nanti Silvi merasa tidak nyaman tinggal bersama kita " Ujar Andre Menjelaskan .
" Iya pa , Mama minta maaf . Nanti mama akan menjelaskan pada Silvi " Ujar Laras pada Andre .
" Ya sudah , Papa berangkat dulu ya " Andre berpamitan pada Laras.
Laras mengikuti langkah suaminya keluar Rumah , sambil menenteng tas kerja milik sang Suami .
" Papa hati-hati ya . Jangan terlalu kecapean " Ucap Laras sambil memeluk tubuh Andre .
" Kamu jangan terlalu banyak pikiran ya Ma . Ingat kesehatan kamu " Andre mengecup kening sang istri , kemudian melepaskan pelukan mereka .
Lalu berjalan menuju mobil yang sudah menunggunya .
Mobil Andre pergi meninggalkan Area rumah Keluarga Wijaya .
Tuan pilot yang aduhaii 😍😍
Ekspresi Silvi saat Sang Mama membicarakan pernikahan 😱😱
**Dan ini yang lagi bahagia Guys 😃😘
Happy Reading Guys ❤
See you Next Part 💃🏻
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak
LIKE , VOTE , KOMEN , HADIAH , FAVORIT DAN FOLLOW AKUN NOVEL MOM AL 😘😘**