Gadis Kembar

Gadis Kembar
EXTRA PART BAB 12


__ADS_3

2 Bulan kemudian .


Matahari tengah menyinari dunia dan menyapa pasangan suami istri yang kala itu masih bergelung nyaman di dalam selimut nya .


"Eugh !!" Seorang wanita cantik menggeliatkan tubuh nya karena mata nya terkena pancaran sinar matahari .


"Sudah pagi ternyata !!" Gumam wanita itu pelan sambil membuka selimutnya dan turun perlahan dari ranjang .


Untuk turun dari ranjang saja ia kesusahan sebab sekarang perutnya sangat membuncit hingga menyebabkan berat badannya naik drastis .


"Huft !!! Akhirnya bisa juga turun dari ranjang !" Ucap Silva tersenyum sambil mengelus perut buncitnya .


ia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri .


15 menit kemudian , ia sudah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah mandi nya .


Silva berjalan ke arah lemari , mengambil daster longgar yang akan ia pakai . Selama hamil , Silva selalu memakai daster jika sedang berada di rumah . Rasanya sangat lega jika memakai daster di saat hamil apa lagi kembar , karena perut akan sangat besar .


ia memakai daster dan berjalan menuju meja rias untuk mengeringkan rambut nya yang basah dengan hairdryer .


Setelah selesai melakukan ritual berdandan , Silva segera membangunkan sang suami .


"Sam !! Bangun , udah siang . Kamu kan harus ke kantor !!" Seru Silva lembut menggoyangkan tubuh Samuel ..


"Hm .. iya sayang , sebentar lagi !!" Jawab Sam malas dengan masih memejamkan matanya .


Silva hanya menggelengkan kepala saja ...


"Ya sudah , aku akan menyiapkan pakaian mu dulu " Ujar silva berlalu menuju lemari lagi mengambil pakaian kerja Samuel .


Saat masih memilih pakaian mana yang akan Sam pakai , ia merasa perutnya melilit dan sakit .


"Auh , kenapa perut ku sakit sekali ??" Gumam Silva meringis pelan sambil memegangi perut dan mengelusnya perlahan .


"Kamu kenapa sayang ??" Silva mengelus perutnya sambil berbicara pada bayi yang berada di dalam kandungan nya .


Tak lama rasa kontraksi itu hilang .


"Huft !!" Silva menghembuskan nafas lega .


ia kembali melakukan aktivitas nya .


Namun belum juga mengambil pakaian , lagi-lagi perut Silva mengalami kontraksi yang amat hebat dan lama .


ia tidak tahan dan langsung berteriak .


"Sam , Samuel !! Perut ku sakit . Auh !!!" Jerit Silva memegangi pinggiran lemari .


Samuel kaget dengan suara istri nya yang menjerit , ia langsung membuka mata dan duduk di atas ranjang .


"Sayang , kamu kenapa ??" Tanya Sam khawatir .


"Entah lah , p-perut ku sa-sakit sekali" Ujar silva terbata-bata sambil menarik dan menghembuskan nafas ...


"Sayang , kamu ngompol ??" Ujar Samuel heran karena ada air yang mengalir dari area paha Silva .


"Astaga Sam , sepertinya aku akan melahirkan . ayo cepat kita ke rumah sakit , aku sudah tidak tahan . perut ku sakit sekali !!!" Ujar Silva merengek sambil terus mengatur nafas nya .


"I-iya !!" Sahut Sam gugup .

__ADS_1


ia langsung lompat dari ranjang , menuju tas besar yang berisi pakaian bayi-bayi mereka , lalu ia ambil , kemudian ia mengambil kunci mobil dan berjalan mendekat ke arah Silva .


"Ayo sayang !!" Ujar Samuel memapah tubuh Silva .


"Tapi sam , kamu yakin a-akan pergi ke rumah sakit ?" Tanya Silva yang mampu membuat Samuel bingung .


"Maksud nya ?" Tanya Sam balik karena tidak mengerti .


"I-itu , celana kamu !!" Ujar Silvi menunjuk celana Samuel .


Samuel melihat ke bawah , dan ia menepuk pelan jidat nya sendiri , karena buru-buru dan bingung , ia sampai lupa berganti pakaian .


"Hampir saja aku lupa , kamu tunggu disini ya , aku ganti dulu" Ucap Samuel berjalan ke arah lemari mencari celana panjang nya .


Bagaimana tidak malu ? saat itu Samuel hanya memakai celana bokser pendek dan piyama tidur lengan pendek .


Selesai berganti , Samuel langsung berjalan lagi ke arah Silvi yang sudah nyengir akibat kontraksi yang ia alami itu .


"Ayo !!" Ajak Sam memapah tubuh sang istri .


ia membuka pintu kamar .


"Bi .. Bibi !!!" Seru Samuel berteriak memanggil ART nya .


Sang ART pun langsung berlari kecil dari dapur menuju kamar Samuel yang saat itu memang berada di lantai bawah .


"Iya tuan ?" Tanya Art itu saat sudah sampai di depan kamar Samuel .


"Istri saya mau melahirkan , tolong bawakan tas besar yang berada di dalam kamar saya ke mobil . Cepat ya !!" Perintah Samuel sambil berjalan ke luar rumah .


Samuel menuju mobil nya . Saat semua peralatan bayi sudah di dalam mobil , samuel langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit dengan kecepatan sedang .


15 Menit kemudian , karena Samuel sedikit kencang melajukan mobil milik nya dan lagi keadaan jalan pun tidak terlalu ramai , maka Sam bisa cepat sampai di rumah sakit .


"Ayo turun sayang !!" Ajak Samuel membuka kan pintu mobil untuk sang istri .


"Sam ,perutku sakit sekali !" Ujar Silva lirih dengan di penuhi keringat yang berada di dahi nya.


"Sabar ya sayang , ayo kira masuk !" Ucap Samuel berjalan ke arah dalam rumah sakit dengan memapah Silva dan membawa tas besar di tangannya .


"Sus , suster !" Teriak Sam saat sudah berada di dalam rumah sakit itu .


Perawat pun langsung berlari kecil ke arah Samuel dan Silva dengan mendorong kursi roda .


Silva duduk di kursi roda itu .


"Bawa kami menuju ruangan bersalin dokter hafizah !" Ujar sam tidak sabar .


"Baik tuan" Jawab perawat wanita itu sambil mendorong kursi roda menuju ruangan Dokter Hafizah.


Dokter hafizah segera berlari kecil ke arah Sam dan Silva karena tadi salah satu perawat memanggil nya .


"Apa sudah ada tanda-tanda ingin melahirkan Nyonya ??" Tanya dokter pada Silva yang kala itu masih berada di kursi roda .


"Sepertinya air ketuban sudah pecah dok !!" Seru Silva berkeringat .


"Baiklah , ayo cepat bawa Nyonya ke ruangan bersalin" Ucap dokter Hafizah Dengan berjalan cepat ke arah pintu ruang bersalin .


Kursi roda Silva di dorong masuk ke dalam ruangan itu .

__ADS_1


"Mari Tuan , anda boleh masuk untuk menemani dan memberi semangat pada istri anda" Ucap dokter memerintah .


Samuel langsung masuk ke dalam ruangan dan melihat Silva yang sedang mengatur nafas dengan keringat membasahi dahi nya .


"Sayang !" Seru Samuel mendekat ke arah ranjang pasien .


ia menatap Silva sendu , ia tidak tega melihat istri nya kesakitan begini .


"Kamu harus semangat , setelah ini , aku tidak akan menyuruh mu hamil lagi . Semangat demi anak-anak kita dan aku" Ujar Samuel memberikan kata-kata penyemangat untuk sang istri .


"Kamu bisa menjambak ku , mencakar ku atau pun meremas kuat tangan ku !" Lanjut perkataan Samuel lagi .


Silva hanya tersenyum tipis saja .


Samuel mengelus lembut rambut Silva .


"S-sam , perut ku sangat sakit sekali . Bahkan lebih dari yang tadi . Auh ..!!" Ringis Silva memegangi perut nya .


"Sebentar !!" Samuel langsung menoleh pada dokter yang saat itu tengah menyiapkan air mandi bayi dan juga pakaian-pakaian bayi .


"Dok , dokter !! Coba periksa dulu istri saya , dia bilang perutnya sudah sangat sakit" Ujar Samuel berteriak .


Dokter pun langsung menoleh kan kepala , dan berjalan ke arah ranjang pasien .


"Silahkan tekuk kedua lutut anda nyonya!" Perintah sang dokter dan diikuti oleh Silva .


Lalu dokter itu mengecek pembukaan pada jalan lahir sang bayi .


"Sudah waktu nya . Nyonya , anda harus mengikuti apa yang saya katakan !" Ucap dokter itu memulai aba-aba .


Silva hanya menganggukkan kepala saja .


"Ayo nyonya , satu , dua , tiga , dorong !" Perintah sang dokter .


Lalu Silva mulai mengejan , dengan di temani Samuel yang berada di samping nya menggenggam tangan Silva.


Dan karena Silva tidak sadar mengejan , ia sampai memegang erat lengan Samuel hingga kuku nya menancap di sana.


Silva terus mengejan atas perintah sang dokter .


"Ia sedikit lagi nyonya , rambut nya sudah terlihat . Ayo dorong terus , jangan berhenti di jalan !!" Ujar dokter Hafizah menyemangati .


"Emm ,,, A ............!!!!" Dorongan terakhir dan ..


"oek , oek " Suara tangisan bayi pun terdengar di ruangan bersalin itu .


"Alhamdulillah !!" Ucap Samuel tersenyum sambil mengecup kening Silva .


"Lihat sayang , anak kita sudah lahir !" Samuel mengecup terus menerus jari jemari Silva yang berada dalam genggaman nya.


Silva tersenyum bahagia , akhirnya sang buah hati sudah lahir ke dunia dengan selamat , meskipun Sam dan Silva tidak mengetahui jenis kelamin bayi mereka .


Karena mereka sudah sepakat tidak ingin mengetahui jenis kelamin bayi mereka melalui USG .Jika USG pun , samuel dan silva hanya mengetahui tumbuh kembang dan posisi bayi mereka saja.



**Papi dan Mami 🙈🙈


HAPPY READING ❤

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGAL KAN JEJAK DAN KOMENTAR 🔥🔥**


__ADS_2