Gadis Kembar

Gadis Kembar
BAB 54 Liburan dan Prewedding 2


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 WIB


Setelah selesai Lari pagi , Sam , Iva , Zein , Ivi dan Daniel duduk bersama-sama.


" Aku ingin memberi kabar gembira pada kalian semua " Ujar Samuel tersenyum melihat teman nya satu persatu .


Mereka semua mengerutkan dahi penasaran apa yang akan Samuel katakan .


" Katakan Sam , Ada apa ? kenapa kamu membuat kami semua penasaran ? " Ujar Silva tidak sabaran .


" Baik lah sayang ku . " Ujar Samuel tersenyum menggoda ke arah Silva .


" Di karena kan sebentar lagi acara pernikahan ku dengan Silva . Aku sudah memesan tiket liburan untuk kalian Semua , kita akan liburan sekaligus Prewedding ku dengan Silva " Ucap Samuel membuat mereka yang ada di sana terkejut .


" Sam ? Kamu bercanda ya ? Emang kamu beli tiket buat Liburan kemana ? " Tanya Silva menatap Samuel .


Samuel membalas tatapan mata Silva .


" Swiss Sayang " Jawab Samuel lembut .


" Swiss !! " Teriak mereka berbarengan .


Samuel hanya menaik turun kan alisnya sambil tersenyum ..


" Sam , Jika ingin prewedding ,, Aku rasa kita tidak perla sejauh itu . Aku juga tidak masalah jika kita prewedding di daerah sini saja , yang penting dengan mu " Ucap Silva memberi pengertian pada Sam .


" Tidak sayang , aku ingin setiap langkah menuju pernikahan kita itu terkesan " Ucap Samuel membantah keinginan Silva .


" Tapi Sam... " Ucapan Silva terpotong oleh Zein .


" Aku tidak bisa ikut dengan kalian Sam " Ujar Zein tenang .


" Why ?? " Samuel bertanya pada Zein .


" Aku ini punya tanggung jawab besar di bandara . Aku seorang pilot Sam , tidak bisa seenaknya saja meninggalkan pekerjaan ku " Ujar Zein membantah .


" Oh God , Ayo lah Zein !! Ini hanya beberapa hari saja . Aku nanti yang akan mengatur semuanya .." Ujar Sam yakin


" Tapi Sam , aku ti...." Belum selesai Zein berbicara , samuel langsung menyela nya .


" Sudah la Zein ,, Aku sudah bilang pada mu , biar aku yang urus semua nya . Dan di antara kalian juga tidak boleh ada yang menolak rencana ku ini " Ucap Samuel memperingati mereka semua .


Tunggu dulu ,, Bukan mereka semua ! Ada satu orang yang tidak masuk dalam hitungan Sam .


Mata samuel kemudian tertuju pada orang itu ..


" Kecuali Kau !! " Samuel menunjuk Daniel .


" Aku tidak membelikan tiket untuk mu " Ujar Sam santai .


Daniel hanya mengedikkan bahu tidak peduli .


" Sam , kamu kok gak adil gitu sih ? Aku mau Daniel ikut . Dia itu juga sahabat aku Sam , malah dia lebih dulu yang mengenal ku dari pada kamu ." Ujar Silva tidak terima , jika sahabat baik nya tidak masuk dalam hitungan .


" Baiklah sayang , Jika kamu meminta dia untuk ikut , aku akan membelikan tiket untuk nya " Ujar Samuel Mengalah .


" Tidak perlu Tuan Samuel , saya tidak akan merusak momen bahagia kalian semua . Saya tidak perlu ikut ." Ujar Daniel santai .

__ADS_1


" Niel !!! " Silva memberi peringatan pada Daniel .


" Astaga Silva , Ayolah . Aku rasa Tunangan mu itu takut jika aku mengajak nya bersaing" Ujar Daniel bergurau .


" Cih , Takut ? Bahkan saya lebih segala-gala nya dari pada Anda . " Keangkuhan samuel mulai muncul .


Silva yang melihat situasi seperti nya tidak nyaman langsung mengalihkan pembicaraan .


" Baiklah jika kamu tidak ikut , tidak masalah .. itu artinya kamu tidak lagi menganggap ku sahabat " Ucap Silva Cuek .


" Huh , Sulit untuk ku menolak jika kamu sudah ngambek begini " Pasrah Daniel .


" Baiklah aku ikut , dan aku akan membeli tiket sendiri . Uang ku masih cukup untuk membeli 1000 tiket pergi ke Swiss " Ujar Daniel ingin menyaingi ke sombongan Sam.


" Cih !! Belagu " Decih Samuel pelan .


Silvi hanya menyimak obrolan mereka . ia setuju setuju saja jika berlibur ke Swiss , Pasal nya ia juga belum pernah ke negara itu .


'Akhirnya , aku bisa jalan-jalan ke luar negeri ' Jerit hati Silvi riang .


Biarlah dia di bilang katrok/kampungan . Yang terpenting hati nya saat ini gembira.


Saat Silvi hanya diam saja , Sepasang mata yang saat itu empunya juga berada di rombongan mereka duduk .. Menatap Silvi lekat , hingga seulas senyum tipis terbit di bibir nya .


🕊


🕊


🕊


Hari sudah menjelang Siang . Saat ini Silvi sudah bersiap pergi ke rumah ibu dewi ..


" Kok sepi , Pada kemana ? " Gumam Silvi pelan .


" Bik..." Silvi memanggil ART yang ada di rumah itu .


ART itu berlari kecil dari arah dapur .


" Iya Non Silvi , Ada apa ? " Tanya ART itu , sekarang ia sudah bisa membedakan mana Silva dan Silvi , karena sudah terbiasa bertemu .


" Pada kemana kok rumah sepi ? " Tanya Silvi pada ART Itu .


" Oh , Tuan dan Nyonya pergi keluar Non .. Sedangkan Non Silva ada di taman Samping " Tunjuk ART Itu ke samping rumah keluarga Wijaya .


Silvi kemudian menganggukkan kepalanya .


" Ya sudah kalau begitu , saya mau nemui kak Silva dulu " Ujar Silvi tersenyum lalu pergi berjalan ke taman samping rumah ..


" Kak !! " Panggil Silvi saat sudah melihat Sang Kakak kembar nya .


Silva yang saat itu tengah bermain ponsel dan menghidupkan earphone menoleh , Berhubung Earphone yang ia pakai suaranya tidak terlalu kuat , jadi ia bisa mendengar panggilan dari Silvi .


" Ivi ? Sini !! " Sahut Silva pada Silvi .


Silvi berjalan ke arah dimana Silva duduk .


" Kamu mau ke rumah Ibu Dewi ? " Tanya Silva pada Silvi saat silvi sudah duduk di samping nya .

__ADS_1


" Iya , kakak gak mau ikut ? " Tanya Silvi balik pada Silva .


" Em " Silva berpikir dulu.


" Kakak ikut deh , di rumah juga suntuk . Gak ada kegiatan " Ujar Silva setuju .


" Kakak siap-siap dulu ya ? " Lanjutnya .


" Ya udah , Vi tunggu di mobil ya!! '' Teriak Silvi saat Silva sudah berjalan masuk ke dalam rumah .


Setelah Silva sudah selesai bersiap , Mereka berdua langsung pergi ke arah rumah ibu dewi , Dengan menggunakan mobil Silvi .


🌹🌹🌹


45 Menit berlalu , mereka sudah sampai di halaman depan rumah Dewi .


Untung saja jalanan tidak terlalu macet , jadi mereka bisa cepat sampai di rumah Dewi .


" Ibu !! " Panggil Silvi pada Dewi , ia langsung masuk saja ke dalam rumah . Karena pintu rumah dewi juga terbuka .


Dewi yang kala itu sedang menyiapkan makan Siang di meja makan langsung tersenyum bahagia melihat putri nya datang .


" Sayang !! " Dewi langsung berjalan ke arah Silvi berdiri .


ia langsung memeluk Silvi menuangkan kerinduannya pada Sang putri .


" Ibu baru selesai masak ya ? Pas banget , Vi tadi belum makan siang ." Ujar Silvi senang akhirnya bisa merasakan lagi masakan Sang Ibunda .


" Kamu lapar ? Ya sudah ayo duduk " Ujar Dewi


" Ayo Nak Silva , kita makan Siang bersama " Ajak dewi pada Silva .


Silva hanya menganggukkan kepala dan tersenyum Ramah pada Dewi .


Kemudian Dewi mengajak Silva dan Silvi duduk di meja makan .


" Bentar ya , Ibu manggil Abang kamu dulu " Ujar Dewi lembut pada Silvi .


Silvi hanya mengangguk saja .


Tak lama kemudian Riko dan Dewi datang ke meja makan .


mereka berdua langsung duduk .


" Ayo nak , Silahkan di makan . Cicipi masakan Ibu , maaf kalau tidak pas di lidah kamu " Ujar Dewi Lembut pada Silva .


" Terimakasih Ibu . Jika Silvi menyukai masakan ibu , itu tanda nya memang masakan ibu tidak ada duanya " Ujar Silva Tersenyum .


Kemudian mereka semua makan bersama .



**Yang kangen Abang Riko bilang HADIR 😅


Happy Reading Guys ❤


See you Next Part 💃🏻

__ADS_1


Jangan lupa berikan dukungan dan Follow akun Mom Al 😘**


__ADS_2