
Waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 WIB
Setelah selesai Lari pagi , Sam , Iva , Zein , Ivi dan Daniel duduk bersama-sama.
" Aku ingin memberi kabar gembira pada kalian semua " Ujar Samuel tersenyum melihat teman nya satu persatu .
Mereka semua mengerutkan dahi penasaran apa yang akan Samuel katakan .
" Katakan Sam , Ada apa ? kenapa kamu membuat kami semua penasaran ? " Ujar Silva tidak sabaran .
" Baik lah sayang ku . " Ujar Samuel tersenyum menggoda ke arah Silva .
" Di karena kan sebentar lagi acara pernikahan ku dengan Silva . Aku sudah memesan tiket liburan untuk kalian Semua , kita akan liburan sekaligus Prewedding ku dengan Silva " Ucap Samuel membuat mereka yang ada di sana terkejut .
" Sam ? Kamu bercanda ya ? Emang kamu beli tiket buat Liburan kemana ? " Tanya Silva menatap Samuel .
Samuel membalas tatapan mata Silva .
" Swiss Sayang " Jawab Samuel lembut .
" Swiss !! " Teriak mereka berbarengan .
Samuel hanya menaik turun kan alisnya sambil tersenyum ..
" Sam , Jika ingin prewedding ,, Aku rasa kita tidak perla sejauh itu . Aku juga tidak masalah jika kita prewedding di daerah sini saja , yang penting dengan mu " Ucap Silva memberi pengertian pada Sam .
" Tidak sayang , aku ingin setiap langkah menuju pernikahan kita itu terkesan " Ucap Samuel membantah keinginan Silva .
" Tapi Sam... " Ucapan Silva terpotong oleh Zein .
" Aku tidak bisa ikut dengan kalian Sam " Ujar Zein tenang .
" Why ?? " Samuel bertanya pada Zein .
" Aku ini punya tanggung jawab besar di bandara . Aku seorang pilot Sam , tidak bisa seenaknya saja meninggalkan pekerjaan ku " Ujar Zein membantah .
" Oh God , Ayo lah Zein !! Ini hanya beberapa hari saja . Aku nanti yang akan mengatur semuanya .." Ujar Sam yakin
" Tapi Sam , aku ti...." Belum selesai Zein berbicara , samuel langsung menyela nya .
" Sudah la Zein ,, Aku sudah bilang pada mu , biar aku yang urus semua nya . Dan di antara kalian juga tidak boleh ada yang menolak rencana ku ini " Ucap Samuel memperingati mereka semua .
Tunggu dulu ,, Bukan mereka semua ! Ada satu orang yang tidak masuk dalam hitungan Sam .
Mata samuel kemudian tertuju pada orang itu ..
" Kecuali Kau !! " Samuel menunjuk Daniel .
" Aku tidak membelikan tiket untuk mu " Ujar Sam santai .
Daniel hanya mengedikkan bahu tidak peduli .
" Sam , kamu kok gak adil gitu sih ? Aku mau Daniel ikut . Dia itu juga sahabat aku Sam , malah dia lebih dulu yang mengenal ku dari pada kamu ." Ujar Silva tidak terima , jika sahabat baik nya tidak masuk dalam hitungan .
" Baiklah sayang , Jika kamu meminta dia untuk ikut , aku akan membelikan tiket untuk nya " Ujar Samuel Mengalah .
" Tidak perlu Tuan Samuel , saya tidak akan merusak momen bahagia kalian semua . Saya tidak perlu ikut ." Ujar Daniel santai .
__ADS_1
" Niel !!! " Silva memberi peringatan pada Daniel .
" Astaga Silva , Ayolah . Aku rasa Tunangan mu itu takut jika aku mengajak nya bersaing" Ujar Daniel bergurau .
" Cih , Takut ? Bahkan saya lebih segala-gala nya dari pada Anda . " Keangkuhan samuel mulai muncul .
Silva yang melihat situasi seperti nya tidak nyaman langsung mengalihkan pembicaraan .
" Baiklah jika kamu tidak ikut , tidak masalah .. itu artinya kamu tidak lagi menganggap ku sahabat " Ucap Silva Cuek .
" Huh , Sulit untuk ku menolak jika kamu sudah ngambek begini " Pasrah Daniel .
" Baiklah aku ikut , dan aku akan membeli tiket sendiri . Uang ku masih cukup untuk membeli 1000 tiket pergi ke Swiss " Ujar Daniel ingin menyaingi ke sombongan Sam.
" Cih !! Belagu " Decih Samuel pelan .
Silvi hanya menyimak obrolan mereka . ia setuju setuju saja jika berlibur ke Swiss , Pasal nya ia juga belum pernah ke negara itu .
'Akhirnya , aku bisa jalan-jalan ke luar negeri ' Jerit hati Silvi riang .
Biarlah dia di bilang katrok/kampungan . Yang terpenting hati nya saat ini gembira.
Saat Silvi hanya diam saja , Sepasang mata yang saat itu empunya juga berada di rombongan mereka duduk .. Menatap Silvi lekat , hingga seulas senyum tipis terbit di bibir nya .
🕊
🕊
🕊
Hari sudah menjelang Siang . Saat ini Silvi sudah bersiap pergi ke rumah ibu dewi ..
" Kok sepi , Pada kemana ? " Gumam Silvi pelan .
" Bik..." Silvi memanggil ART yang ada di rumah itu .
ART itu berlari kecil dari arah dapur .
" Iya Non Silvi , Ada apa ? " Tanya ART itu , sekarang ia sudah bisa membedakan mana Silva dan Silvi , karena sudah terbiasa bertemu .
" Pada kemana kok rumah sepi ? " Tanya Silvi pada ART Itu .
" Oh , Tuan dan Nyonya pergi keluar Non .. Sedangkan Non Silva ada di taman Samping " Tunjuk ART Itu ke samping rumah keluarga Wijaya .
Silvi kemudian menganggukkan kepalanya .
" Ya sudah kalau begitu , saya mau nemui kak Silva dulu " Ujar Silvi tersenyum lalu pergi berjalan ke taman samping rumah ..
" Kak !! " Panggil Silvi saat sudah melihat Sang Kakak kembar nya .
Silva yang saat itu tengah bermain ponsel dan menghidupkan earphone menoleh , Berhubung Earphone yang ia pakai suaranya tidak terlalu kuat , jadi ia bisa mendengar panggilan dari Silvi .
" Ivi ? Sini !! " Sahut Silva pada Silvi .
Silvi berjalan ke arah dimana Silva duduk .
" Kamu mau ke rumah Ibu Dewi ? " Tanya Silva pada Silvi saat silvi sudah duduk di samping nya .
__ADS_1
" Iya , kakak gak mau ikut ? " Tanya Silvi balik pada Silva .
" Em " Silva berpikir dulu.
" Kakak ikut deh , di rumah juga suntuk . Gak ada kegiatan " Ujar Silva setuju .
" Kakak siap-siap dulu ya ? " Lanjutnya .
" Ya udah , Vi tunggu di mobil ya!! '' Teriak Silvi saat Silva sudah berjalan masuk ke dalam rumah .
Setelah Silva sudah selesai bersiap , Mereka berdua langsung pergi ke arah rumah ibu dewi , Dengan menggunakan mobil Silvi .
🌹🌹🌹
45 Menit berlalu , mereka sudah sampai di halaman depan rumah Dewi .
Untung saja jalanan tidak terlalu macet , jadi mereka bisa cepat sampai di rumah Dewi .
" Ibu !! " Panggil Silvi pada Dewi , ia langsung masuk saja ke dalam rumah . Karena pintu rumah dewi juga terbuka .
Dewi yang kala itu sedang menyiapkan makan Siang di meja makan langsung tersenyum bahagia melihat putri nya datang .
" Sayang !! " Dewi langsung berjalan ke arah Silvi berdiri .
ia langsung memeluk Silvi menuangkan kerinduannya pada Sang putri .
" Ibu baru selesai masak ya ? Pas banget , Vi tadi belum makan siang ." Ujar Silvi senang akhirnya bisa merasakan lagi masakan Sang Ibunda .
" Kamu lapar ? Ya sudah ayo duduk " Ujar Dewi
" Ayo Nak Silva , kita makan Siang bersama " Ajak dewi pada Silva .
Silva hanya menganggukkan kepala dan tersenyum Ramah pada Dewi .
Kemudian Dewi mengajak Silva dan Silvi duduk di meja makan .
" Bentar ya , Ibu manggil Abang kamu dulu " Ujar Dewi lembut pada Silvi .
Silvi hanya mengangguk saja .
Tak lama kemudian Riko dan Dewi datang ke meja makan .
mereka berdua langsung duduk .
" Ayo nak , Silahkan di makan . Cicipi masakan Ibu , maaf kalau tidak pas di lidah kamu " Ujar Dewi Lembut pada Silva .
" Terimakasih Ibu . Jika Silvi menyukai masakan ibu , itu tanda nya memang masakan ibu tidak ada duanya " Ujar Silva Tersenyum .
Kemudian mereka semua makan bersama .
**Yang kangen Abang Riko bilang HADIR 😅
Happy Reading Guys ❤
See you Next Part 💃🏻
__ADS_1
Jangan lupa berikan dukungan dan Follow akun Mom Al 😘**