Gadis Kembar

Gadis Kembar
BAB 46 Kemarahan Zein


__ADS_3

Silva yang hanya tersenyum miring ketika dagu nya di pegang erat oleh pria itu yang tak lain adalah Mahardika , Atau sering di sapa Dika . Sang mantan kekasih Jeny .


" Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan pada saya , saya tidak takut tuan MAHARDIKA Yang terhormat " Ujar Silvi tertawa mengejek


Dika yang geram akan ejekan Silvi langsung mencengkram dagu Silvi lebih kuat .


" Cih , berani sekali kau melawan ku . Dasar wanita berandalan " Satu tangan Dika terangkat untuk menampar pipi Silvi kembali . Silvi hanya memejamkan mata , ia pasrah dengan apa yang akan terjadi .


Namun semua diluar dugaan , Saat Dika ingin menampar Silvi , tiba-tiba suara bariton Dari arah belakang mereka bersuara .


" Hentikan !! " Ujar Suara itu mengagetkan Dika dan Silvi .


Dika kemudian melepaskan cengkraman tangannya pada dagu Silvi , dan menoleh ke belakang .


" Kak Zein " Gumam nya pelan .


Zein dan Jeny berjalan mendekat ke arah Dika dan Silvi .


Kemudian , setelah sudah dekat , Jeny langsung membantu Silvi berdiri .


" Astaga Kak Silvi , bibir kakak berdarah " Ucap Jeny khawatir , Zein pun menatap Silvi , kemudian mata nya beralih menatap Dika Tajam .


" Berani sekali kau memukul seorang wanita Hah ??!! " Bentak Zein dengan Emosi yang meledak .


" Kak Zein , ini tidak seperti yang...." Belum selesai Dika bicara , Zein sudah melayangkan satu bogem mentah di wajah Nya .


Dika hanya meringis memegang Pipi nya yang Panas akibat pukulan dari Zein .


" Jangan pernah sentuh orang-orang yang berada di sekitar ku . Jika kau masih ingin hidup dan melihat dunia ini , Kau belum pernah tau Kemarahan seorang Zein Maheswari bukan ? " Ucap Zein sambil menatap benci ke arah Dika .


" Kak , Tadi dia..." Lagi-lagi ucapan Dika terhenti , karena Zein mengangkat satu jari telunjuk nya .


" Jangan banyak bicara Tuan Mahardika . Adik ku sudah menceritakan semuanya pada ku , adik ku bukan boneka yang bisa sesuka hati mu kau permainkan . Aku hanya diam saja sewaktu adik ku menjelaskan semua kelakuan mu pada ku , tapi kali ini .. Kau menyakiti orang yang tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa " Jelas Zein sambil terus menatap wajah Dika .


Saat ini Zein sangat marah .


" Kak , tapi wanita itu ikut campur dengan urusan ku . Aku tadi sudah memperingatkan nya supaya jangan sok jadi pahlawan kesiangan " Ujar Dika tidak merasa bersalah .


Bugh !!


Satu pukulan mendarat lagi di wajah Dika hingga mengeluarkan sedikit darah dari hidung nya.


Dika menatap tajam ke arah Zein .


" Kenapa ? Anda marah dengan saya ? Ini belum seberapa tuan Dika . Anda tidak merasa bersalah karena sudah menyakiti adik saya dan wanita itu ? " Ujar Zein sambil menunjuk Silvi .

__ADS_1


" Memalukan " Lanjutnya lagi sambil tersenyum Sinis .


Dika hanya diam saja , ia tidak ingin berurusan dengan Zein . Karena Zein terkenal menjadi sosok pria yang tega dan nekat jika melawan musuh nya .


" Pergi dari tempat ini sekarang juga , dan jangan pernah menganggu adik ku atau orang-orang yang berada di sekitar ku jika Anda masih sayang nyawa " Ujar Zein Serius .


Dika langsung membalikkan badan , dan pergi dari parkiran rumah mewah keluarga Wijaya itu . ia tidak ingin masalah menjadi panjang ..


Setelah kepergian Dika , Zein langsung menatap dua wanita yang saat itu tengah menatap Zein takut .


Kala pandangan mata Zein menatap Silvi .. Silvi langsung tertunduk , Entah kenapa ..


Zein berjalan mendekati Silvi dan Jeny .


" Kak Zein , coba lihat sudut bibir kak Silvi berdarah . Kita harus mengobatinya dulu " Ucap Jeny khawatir .


Tanpa menjawab ucapan Jeny , Zein langsung menarik tangan Silvi ke dekat mobil nya untuk segera di obati .


" Hey !! " pekik Silvi hanya kaget ketika tangannya di tarik tanpa izin .


Zein tidak Peduli dengan pekikan Silvi , ia hanya menatap lurus ke depan menuju tempat di mana mobil nya berada .


" Tunggu di sini " Ujar Zein memerintah Silvi , lalu ia masuk ke dalam mobil mengambil sesuatu .


Tanpa bicara apa pun , Zein langsung mengeluarkan Alkohol dan kapas untuk membersihkan darah Yang ada di sudut bibir Silvi ..


" Aw !! " Ringis Silvi karena sedikit perih .


" Kenapa ?Apa sedikit perih ? bukannya Anda seorang preman Nona Silvi ? Anda ingin menghadapi pria itu sendirian bukan ? " Zein akhirnya membuka suara .


" Untung saja tadi Jeny cepat masuk ke dalam mengabari saya , jika tidak .. Entah apa yang pria brengsek itu lakukan pada Anda " Lanjut Zein berbicara.


Silvi hanya diam saja mendengar perkataan Zein , ia tidak ada niatan sedikit pun untuk membalas nya . Entah jika nanti ..


" Tadi juga kalau sampai keluarga Samuel atau Keluarga anda tahu , masalah itu pasti akan panjang " Zein menjeda ucapannya sambil menatap Silvi yang memandang ke arah lain .


" Maaf jika saya berbicara terlalu banyak " Ucap Zein kemudian .


Silvi yang mendengar itu pun menoleh kan kepala nya , hingga ia bisa menatap wajah tampan Zein dari dekat .


'Astaga Jantung ku' Ucap Silvi dalam hati , Karena saat itu jantung nya berdetak lebih kencang di saat ia menatap Zein dari dekat .


" Ehm , Saya sudah terbiasa dulu mengalami hal seperti ini tuan " Silvi berdehem dulu sebelum bicara .


Zein mengerutkan kening nya ..

__ADS_1


'Terbiasa?' Dalam hati Zein heran


" Apa anda dulu memang seorang preman ? " Ujar Zein tiba-tiba .


" Bukan preman tuan Zein , bahkan bisa dibilang lebih dari itu " Jawab Silvi santai


Zein mengangkat sebelah alisnya tanda bertanya , (apa ?)


Silvi yang tahu bahasa isyarat Zein langsung menjelaskan.


" Dulu saya seorang penjahat tuan Zein , ayah angkat saya di fitnah korupsi , dan saya tidak terima dengan tuduhan itu . Para pelaku yang menuduh ayah , menyakiti ayah ketika ia pulang kerja saat terkahir kali " Silvi menjeda ucapan nya , ia mengigit bibir bawah nya , agar air mata tidak tumpah .


Kemudian ia menghela nafas dan memulai bicara lagi ..


" Ayah saya pulang babak belur , Abang angkat saya juga tidak terima dengan semua tuduhan yang mereka berikan pada ayah . Ibu menangis terus ketika mendengar ayah bercerita , Saya dan Abang saya tidak sanggup melihat kedua orang yang kami sayangi bersedih . Lalu kami mencari orang-orang jahat itu , dan .. Saya membunuh nya karena dendam . Bahkan , dulu banyak orang yang menyewa tenaga saya untuk membunuh , sebelum saya bekerja di perusahaan tempat saya bekerja dulu. " Silvi akhirnya menangis , ia tidak sanggup mengingat betapa banyak dosa yg saat itu sudah ia lakukan .


Silvi menghapus air mata nya kasar .


" Sial !! Dia turun ke pipi tanpa permisi " Gumam Silvi kesal , dan gumaman nya itu masih terdengar oleh Zein.


tiba-tiba bibir Zein terangkat ke atas sedikit , hingga membentuk senyum tipis .



Silvi saat mengingat hidup nya dulu 😭😭



Mata **Abang Zein saat menatap Silvi 😍😍


Happy Reading Guys ❤


See you Next part 💃🏻


Jangan Lupa LIKE , VOTE , KOMEN DAN HADIAHNYA 🔥🔥


Follow juga Fb dan Ig Otor


#Facebook @Bundanya Al


#Instagram @Bundanya Al


Thank You so much to All of you ..


Yang udah baca cerita otor dari awal hingga saat ini 😘😘**

__ADS_1


__ADS_2