
Hari sudah menjelang pagi .
"Hoek..Hoek.." Terdengar di kamar mandi seseorang tengah memuntahkan sesuatu dari mulut nya .
"Astaga , apa aku masuk angin ya ?" Bergumam sendiri sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing .
Kemudian seseorang wanita itu membasuh wajah dan mencuci mulut nya dengan air .
"Sayang !!" Teriak seorang pria berlari kecil menuju sang wanita berdiri.
"Kamu kenapa ?" Tanya Samuel sambil menangkup wajah sang istri .
Ya , Wanita yang tadi muntah adalah Silva , istri Samuel .
"Aku gak papa , cuma kepala ku pusing , perut aku juga rasa nya gak enak" Ucap Silva lemah
"Kamu sarapan dulu ya ? Aku ambil kan dulu . Ayo , kamu duduk di sofa kamar aja" Ucap Samuel lembut dan perhatian , mengajak Silva keluar dari kamar mandi .
"Maaf ya Sam , jadi kamu yang mengurusi aku" Ucap Silva menunduk
"Hey !!" Samuel menangkup wajah Silva
"Kamu gak boleh ngomong gitu , sebagai pasangan suami istri sudah wajar jika istri gak enak badan suami yang mengurus nya . Jika bukan suami lalu siapa lagi ?" Tanya Samuel mengecup kening Silva lembut
Silva hanya tersenyum bahagia mendapatkan suami seperti Samuel , ia memeluk tubuh Samuel dari samping . Dan mereka berdua berjalan menuju Sofa .
Silva duduk di sofa kamar .
"Kamu di sini aja , aku mau ambil sarapan dulu!" Seru Samuel lagi , kemudian ia berjalan menuju pintu kamar , dan pergi ke dapur .
10 Menit kemudian , Samuel kembali lagi menuju kamar .
"Sayang , ini sarapannya" Ucap Samuel mendekat ke arah Silva dengan membawa nampan berisi susu putih hangat dan sepotong roti bakar .
"Sam , aku tidak selera" Rengek Silva pada Samuel
"Ayo lah sayang , sedikit saja ."Samuel menyodorkan sepotong kecil roti bakar ke depan mulut Silva .
Mau tidak mau Silva pun membuka mulut nya .
"Nah , bagus . Sekarang minum susu nya , supaya perut kamu terasa hangat" Ujar Samuel menyodorkan segelas Susu putih saat Silva sudah selesai memakan beberapa potong kecil roti bakar .
Silva meminum susu itu .
"Sam , kamu gak ke kantor ?" Tanya Silva heran karena saat ini hari sudah hampir siang .
Dan jam sudah menunjukkan pukul 08.30 WIB.
"Sebentar lagi . Aku pemilik perusahaan itu , jadi santai saja" Ucap Samuel Meletakkan nampan di meja .
"Seharusnya jangan begitu , kamu harus memberikan contoh yang baik untuk para karyawan kamu" Ucap Silva memberi pengertian .
__ADS_1
"Iya sayang , aku tau itu" Samuel menarik gemas hidung Silva .
"Aku begini juga karena gak tega buat ninggalin kamu sendirian di rumah . Keadaan kamu lagi kurang sehat kan ?" Lanjut Ucapan Samuel sambil menatap wajah pucat Silva .
Silva tersenyum tipis .
"Kamu gak usah khawatir , di rumah kan ada bik Surti dan Pak Dadang''Ucap Silva .
Surti adalah ART di rumah Samuel dan silva , sedangkan Dadang , dia adalah satpam di rumah Kediaman Samuel dan Silva .
"Huft !!" Terdengar Samuel menghembuskan nafas pelan
"Ya sudah , aku bersiap dulu" Ucap Samuel beranjak dari duduk nya dengan terpaksa
Cup
Sam mengecup pucuk kepala Silva .
Sebenarnya ia tidak ingin pergi ke kantor , karena keadaan Silva . tapi mau bagaimana lagi ? permintaan Silva sang pawang hati tidak mungkin di tolak
Samuel berjalan ke arah kamar mandi .
15 Menit kemudian , samuel keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya .
ia berjalan ke arah lemari lalu mengambil pakaian yang akan ia pakai .
"Sam , Maaf aku hari ini tidak bisa menyiapkan pakaian mu" Ucap Silva sedih
"Tidak masalah sayang , aku mengerti keadaan kamu" Ucap Samuel tersenyum manis ke arah Silva .
Lalu ia memakai pakaiannya di hadapan Silva . Tidak ada lagi malu-malu , karena sudah biasa nya memang begitu .
Biasanya setiap akan ke kantor , Silva dengan cekatan menyiapkan pakaian dan sarapan untuk sang suami . Akan tetapi , akhir-akhir ini Silva merasa tidak enak badan dan malas mengerjakan apa pun . Untung saja Samuel bisa mengerti .
Selesai berganti pakaian , Samuel menyisir rambut nya dan menyemprotkan parfum pemberian dari Silva ke jas yang ia pakai .
Samuel mendekat ke arah Silva yang tengah berbaring di ranjang .
"Sayang , aku berangkat dulu ya !" Pamit Samuel lembut pada Silva sambil mengelus rambut Silva .
Silva hanya menganggukkan kepala .
Samuel memeluk Silva , namun baru juga sebentar , Silva sudah mendorong kuat tubuh Samuel hingga Samuel terhuyung ke belakang .
"Hoek..Hoek.."Silva mual dan menutup mulut nya dengan sebelah telapak tangannya, ia buru-buru turun dari ranjang dan berlari masuk ke dalam kamar mandi .
Samuel heran oleh situasi saat ini .
Tak lama kemudian , Silva keluar dari kamar mandi dengan memegangi perut dan kepalanya .
Samuel berlari kecil ke arah sang istri , dan memapah tubuh sang istri supaya duduk di ranjang .
__ADS_1
"Sayang , aku gak usah ke kantor aja hari ini ya ? Kamu buat aku khawatir . Kalo do kantor aku juga gak akan fokus kerja nanti karena mikirin keadaan kamu" Ucap samuel menggenggam jemari Silva .
Silva menatap samuel dengan mata sayu dan tersenyum tipis . ia menggelengkan kepala .
"Kamu harus ke kantor Sam , aku tidak apa-apa . Nanti siang juga sembuh" Silva membelai wajah suami nya , agar suaminya itu tidak khawatir .
"Tapi.." Ucapan Samuel terpotong .
"Udah , kamu buruan berangkat . Keburu siang , nanti aku bakalan nelpon Silvi supaya kemari menemani ku" Ucap Silva mengatakan ide nya .
"Cukup bagus !" Seru Samuel setuju .
"Ya sudah, aku berangkat dulu ya" Samuel ingin memeluk tubuh Silva lagi .
Tapi Silva mengangkat telapak tangannya tanda stop
"Sam , jika kamu mau memelukku . Ganti dulu parfum kamu . Aku mual mencium bau nya" Ujar Silva .
Samuel mengerutkan dahi .
"Sayang , ini kan parfum yang kamu pilih dan beli kan untuk ku . Bagaimana bisa kamu bilang parfum ini membuat mu mual ? biasa nya juga enggak" Seru Sam heran .
"Entah la , aku juga tidak tahu . Pokoknya kamu harus ganti parfum atau aku gak mau kamu peluk lagi" Ancam Silva pada Samuel
"Iya iya , aku akan mengganti parfum ku . Dan nanti biar kamu saja yang memilihkannya , aku takut salah" Sahut Samuel pasrah dengan permintaan aneh Silva .
Silva hanya menganggukkan kepala senang .
"Ya udah , aku pergi ya ? Kamu hati-hati di rumah . Dan jangan lupa telepon Silvi supaya kemari menemani mu" Peringatan Samuel .
Silva menganggukkan Kepalanya lagi .
Lalu Samuel pergi menuju pintu kamar , dan pergi berangkat kerja ...
ia tidak mencium kening atau pun memeluk Silva , karena Silva menolak nya dengan alasan parfum .
'Apa yang terjadi dengan istri ku ya ?' Batin Sam dalam hati sambil menuruni tangga .
ADA YANG TAU SILVA KENAPA???
**Yang Sabar ya Bang Sam 💪.
Peluk Othor aja kalo gak sini !! 🙈😂😂
HAPPY READING ❤
SEE YOU NEXT PART 💃🏻
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 🔥🔥**
__ADS_1