
Saat Semua orang yang berada di dalam kamar hotel Silva terdiam dengan pikiran mereka masing-masing , tiba-tiba pintu kamar terbuka .
Dan saat sudah terbuka sepenuhnya , tampak seorang pria dengan wajah memerah menahan amarah nya , berjalan ke arah mereka dengan cepat ..
Bugh bugh bugh !!!
Tanpa bicara apa pun pria itu langsung memberikan bogem mentah nya pada wajah Zein .
Zein hanya bisa pasrah saja menerima kemarahan semua orang pada nya .
Nyata nya , ia memang bersalah .
Pria itu segera di tarik oleh Dion , karena tidak ingin masalah semakin panjang .
" Hentikan Kak , Sudah !! " Ujar Silvi berlari kecil ke arah Zein .
" Diam kamu di situ !!! " Bentak pria itu dengan wajah emosi nya ..
Silvi yang kala itu hampir dekat dengan Zein langsung menghentikan langkah nya , ia tidak pernah melihat sang kakak angkat se-marah itu .
" Abang , Tapi.... " Perkataan Silvi terpotong oleh ucapan Riko .
" Abang bilang Diam !! Kamu tidak mendengar perkataan abang huh ? Seharusnya kita memang tidak ikut pergi ke tempat ini !! " Teriak Riko yang kala itu ingin mendekat ke arah Zein .
Zein yang sedang di bantu berdiri oleh Dion dan Dina hanya diam saja .
Saat ini wajah nya sudah tidak berbentuk lagi , Wajah nya lebam , bibir sedikit Robek hingga mengeluarkan darah , dan hidung yang juga mengeluarkan darah ..
" Abang tapi Zein tidak melakukan apa pun pada ku !! " Teriak Silvi pada Riko ..
kemudian mata nya beralih menatap Zein , Silvi langsung menangis , ia tidak bisa lagi memendam kesedihannya melihat wajah Zein saat ini .
Silvi langsung berlari ke arah Zein , ia tidak peduli dengan perintah sang abang .
Setelah sampai di dekat Zein , Silvi menatap lekat wajah Zein .
" Maaf !! " Ujar Zein lirih .
Hanya kata itu yang bisa ia katakan pada Silvi .
Silvi yang mendengar ungkapan maaf dari Zein menggelengkan kepalanya .
" Untuk apa kamu minta maaf Zein ? Jika tidak karena jebakan seseorang , kamu tidak akan melakukan hal itu pada ku kan ? Lagi pula , kamu tidak menghancurkan masa depan ku . Kamu bisa menuntaskan nya sendiri tanpa menyentuh bagian yang terpenting dalan hidup ku .'' Ujar Silvi tertunduk sambil terisak .
Zein mengangkat sebelah tangannya , mengelus lembut Rambut Silvi .
__ADS_1
" I LOVE YOU " ujar Zein pelan dan hanya di dengar oleh Silvi saja ..
Silvi menatap mata Zein , dan ia menemukan ketulusan serta kejujuran dari perkataan Zein barusan .
ia tersenyum simpul melihat Zein yang juga tersenyum tipis pada nya .
Dan tiba-tiba Silvi kaget saat tangannya di tarik oleh seseorang .
" Silvi kamu ini apa-apaan sih ? Jelas-jelas dia udah nyakiti kamu dan kamu malah peduli dengannya ? " Ujar Silva marah .
ia tidak menyangka dengan sikap sang adik ..
" Kak , Vi bisa jelasin semuanya . please kalian semua dengerin penjelasan kita berdua dulu!! " Ucap Silvi tegas .
Mereka semua yang ada di sana langsung terdiam .
Kemudian Silvi dan Zein menjelaskan semuanya tanpa mengurangi atau melebihkan kata-kata ..
Setelah Silvi dan Zein selesai menjelaskan , Riko langsung mengepalkan tangannya .
" Untung saja kau tidak menyentuh barang berharga adik ku , kalau sampai kau berani menyentuh nya , Akan ku bunuh kau dengan tangan ku sendiri " Ujar Riko kesal .
" Tidak mungkin Tuan , saya sangat mencintai Silvi , saya tidak mungkin menyentuh nya sebelum halal " Ujar Zein yakin .
Silvi beranjak dari duduk nya menuju laci di dekat meja Rias .
Ya , Kotak P3K yang tersimpan di dalam kamar hotel .
" Aku akan membersihkan luka mu " Seru Silvi lembut pada Zein .
Zein hanya tersenyum mendengar Seruan Silvi .
Saat Silvi ingin membuka kotak itu , tiba-tiba gerakannya terhenti karena sebuah tangan kekar menahannya .
" Berikan saja pada Dina , atau Daniel , Kamu ikut abang ! " Ujar Riko menarik tangan Sang adik .
Silvi pun tidak bisa membantah ajakan sang abang.
Mereka berdua keluar menuju ke kamar Riko .
Setelah masuk ke dalam kamar Riko , Riko langsung mendudukkan tubuh sang adik di tepi ranjang .
Sedangkan ia , ia berjalan ke arah pintu balkon kamar .
" Setelah apa yang sudah dia lakukan pada mu , apa kamu masih tetap mencintainya ? " Tanya Riko tiba-tiba sambil memandang Lurus ke arah balkon ..
__ADS_1
Silvi yang mendengar pertanyaan dari abang nya langsung berjalan ke arah sang abang .
" Tentu bang . Entah kenapa vi sangat mencintai Zein , dari awal bertemu hingga sekarang . Awal nya vi pikir itu cuma rasa kagum atau grogi , tapi setelah vi melihat Zein dengan wanita lain , hati vi gak terima bang ." Ujar Silvi saat sudah berada di samping Riko .
" Tolong jangan cegah Silvi untuk terus mencintai Zein bang . Vi yakin Zein itu orang baik , Dia tadi cuma di jebak " Lanjut Silvi memberi pengertian pada Riko .
Riko hanya diam saja mendengar pengertian dari Silvi . Entah apa yang ia pikirkan saat ini .
" Beres kan pakaian mu , kita pulang malam ini " Ujar Riko meninggalkan Silvi menuju lemari nya .
Silvi membalikkan tubuh nya dan melihat Sang abang membereskan baju-baju nya .
Silvi langsung berjalan mendekat ke arah Riko .
" Pulang ? Bang , Sebaiknya besok saja " Bantah Silvi .
Riko langsung menghentikan aktivitas nya memasukkan baju ke dalam koper .
ia menatap Silvi dengan tajam .
" Kamu tidak mendengar apa yang abang katakan ? Kita pulang dan jangan membantah . Ibu dan Nyonya Laras harus tau semua ini , jadi kita bisa melanjutkan apa yang akan menjadi keputusan bersama nanti " Ujar Riko tak terbantah kan .
Kemudian ia melanjutkan aktivitas memasukkan baju nya ke dalam koper ,
Sedangkan Silvi , ia hanya terdiam mematung saja .
" Apa kamu masih tidak mendengar perkataan abang Silvi ? Kembali ke kamar mu dan bereskan semua barang-barang mu " Ucap Riko sekali lagi .
" Tapi Kak Silva dan yang lainnya ? '' Ucapan Silvi terpotong oleh Riko .
" Terserah mereka mau ikut kita pulang atau tidak " Ucap Riko singkat sambil menutup Resleting kopernya ..
setelah semua baju nya sudah ia masukkan ke dalam koper , ia lalu membuka pintu dan keluar dari kamar di ikuti oleh Silvi yang berada di belakang nya .
Silva dan Samuel (Doble S) 😍😍
**Riko dan Silvi 🙈🙈
Happy Reading Guys ❤
See you Next part 💃🏻
__ADS_1
Otor tunggu dukungan kalian 🔥🔥**