Gadis Kembar

Gadis Kembar
BAB 20 Kesedihan Dewi


__ADS_3

Setelah selesai urusan di rumah sakit , Silvi segera kembali ke rumah Ibu nya .. ia sudah meminta izin untuk tidak masuk kerja hari ini..


Silvi mengendarai sepeda motor trail nya dengan perlahan , ia bingung harus bicara apa pada Dewi nanti . Silvi tidak ingin sang ibunda tercinta nya bersedih , akan tetapi ia juga harus menjelaskan pada ibunya , bahwa ia sudah tahu siapa orang tua kandung nya ..


Saat ini Silvi sudah sampai di pekarangan rumah sang ibu , Kemudian ia turun dari motor dan membuka helm Full Face nya ..


Sebelum berjalan ke arah pintu rumah, Silvi berhenti sebentar lalu menarik nafas dan membuang nya perlahan , berulang kali itu ia lakukan , hingga saat sudah merasa rileks Silvi membuka pintu rumah nya dan memanggil sang ibu .


" Ibu , Ibu Dimana?" Ujar Silvi setengah berteriak karena sang ibu tidak terlihat di dalam rumah , maupun di dapur ..


" Kemana ibu ?" Gumam Silvi


Lalu Silvi berjalan ke arah kamar nya , namun saat melewati kamar sang ibu , Silvi mendengar seperti ada suara orang menangis di dalam sana ..


Silvi mengintip sedikit kedalam kamar Dewi , Dan pemandangan yg ia lihat adalah ibunya sedang menangis sambil masih menggunakan mukenah , seperti nya habis sholat zuhur .


Silvi menajamkan telinganya , ia mendengar bahwa sang ibu menangis sambil berbicara 'jika nanti Silvi sudah mengetahui orang tua kandung nya , dan ia ingin kembali dengan orang tua nya . Dewi ikhlas melepaskan Silvi , meskipun ia masih sangat ingin sang putri berada di dekatnya sampai akhir ia menutup mata' Begitulah sebagian gumaman dewi yang masih terdengar di telinga Silvi ..


Silvi kemudian menutup pelan pintu kamar dewi lalu ia berjalan cepat ke kamar nya , Setelah sampai di kamar Silvi langsung merebahkan dirinya di ranjang sambil menangis tersedu sedu dengan posisi wajah yang ditutupi bantal.


" Vi sayang ibu , ivi gk bisa liat ibu menangis'' Gumam ivi di bawah bantal tersebut


15 menit sudah Silvi menangis hingga tertidur pulas , ia mengingat suka duka hidup bersama dewi dan yang lainnya .


tidak mudah bagi nya meninggalkan keluarga ini ..


Lalu terdengar pintu kamar terbuka ..


Ceklek !!


Seorang wanita paruh baya berpenampilan sederhana menghampiri silvi yang masih dalam keadaan posisi semula .


" Ivi sayang , bangun nak . Kamu harus mandi sebentar lagi menjelang maghrib " Ujar dewi lembut sambil mengelus kepala Silvi


Eugh ,, Silvi melenguh khas orang bangun tidur..


" Bu , Vi masih ngantuk " Jawab silvi enggan membuka matanya .


" Tapi sebentar lagi menjelang maghrib sayang , Kamu harus mandi kemudian kita makan malam bersama . Ayo cepat bangun !" Ujar Dewi masih berbicara lembut sambil mencium mengelus punggung Silvi ..


Kemudian Silvi membalikkan badannya dari posisi telungkup itu , saat membuka mata pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah wajah sang ibu yang tersenyum manis ke arah nya .. Sungguh Silvi tidak tau apa yang akan terjadi Jika ia mengatakan segalanya nanti ..

__ADS_1


" Anak gadis kok males banget sih nak " Ujar Dewi terkekeh melihat wajah Silvi yang memandang nya tanpa berkedip ..


" Ya udah , Ivi mandi dulu " Ucap ivi pada Dewi


" Ibu tunggu di meja makan ya!!" Seru dewi


Silvi hanya mengangguk kan kepala sambil berjalan menuju kamar mandi ..


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian , Silvi keluar dari kamar menuju ke arah meja makan , Dimana sang ibu dan Riko sudah duduk di sana .


" Nih anak gadis , Males banget sih . Satu harian tahan banget molor " Sarkas Riko


" Biarin , iri aja , wek !! " Balas Silvi sambil menjulurkan lidah nya mengejek ke arah Riko


" Udah udah , kenapa sih kalian berdua ini hobi banget berantem . Gak baik lo di depan makanan adu mulut begini " Ujar dewi menengahi . Karena jika dibiarkan tidak akan kelar perdebatan mereka berdua ..


Kemudian mereka bertiga makan malam bersama dengan santai dan sesekali mengobrol ringan ..


Hingga saat sudah selesai makan malam , Silvi membuka suara ..


" Bu , Ada yang ingin Silvi Sampai kan " Ujar Silvi pada Dewi


" Ada apa nak ? " Tanya Dewi penasaran


" Vi udah tau tentang orang tua kandung vi " Ujar Silvi dan itu membuat dewi yang sedang minum menjadi tersedak ..


Uhuk uhuk , Dewi ter-batuk batuk


" Bu , ibu gak apa-apa ? " Tanya Silvi sambil mengelus punggung sang ibu ..


Sedangkan Reno dia hanya menatap sang adik tidak percaya..


" Bagaimana kamu bisa mengetahui tentang orang tua kandung mu ? " Reno bertanya Pada Silvi dengan wajah datar nya ..


" Em , Vi udah kenal sama kakak ivi dari beberapa bulan yang lalu bang , tapi vi gak tau kalau dia itu kakak kandung vi . Emang wajah kami berdua mirip , sangat sangat mirip " Ujar Silvi menahan tangisnya karena melihat sang ibu yang hanya diam mematung dengan tatapan kosong ..


" Lalu apa yang ingin kamu putus kan nak ?" Tanya dewi tiba tiba dan itu membuat Silvi bingung ..


" Vi gak tau bu , Ivi gak mau ninggalin ibu . Tapi jujur ivi juga kangen dengan wanita yang sudah melahirkan vi ke dunia ini " Silvi menjawab dengan suara yang gemetaran dan mata berembun


" Jika kamu ingin tinggal bersama mereka tidak apa nak , ibu akan merelakan . Ibu sadar bahwa orang tua kandung kamu lebih berhak dari pada ibu" Ujar dewi dengan air mata yang sudah mengalir di wajah nya ..

__ADS_1


" Bu , ibu jangan Bicara begitu . Kalau tidak ada ibu dan ayah , Ivi gak tau gimana nasib ivi sekarang ini " Ucap Silvi menangis , ia tidak bisa lagi membendung air matanya ..


Kemudian dewi menghapus air matanya .. Saat ini dewi tidak boleh menjadi egois , ia harus bisa menerima kenyataan ..


" Sayang , maaf kan perkataan ibu . Ibu tidak bermaksud egois dan membuat mu bingung , ibu hanya takut kamu melupakan ibu nak ." Dewi mencoba berkata tenang


Silvi mendongakkan kepala setelah sekian lama menunduk , kemudian ia menghapus air matanya dan menatap dewi ..


" Bu , vi tau ini semua begitu sulit . Tapi vi janji , jika nanti vi udah tinggal bersama dengan orang tua kandung vi . Ivi pasti akan sering-sering ke sini buat nemuin ibu '' Ujar ivi mencoba meyakinkan dewi


" Baiklah , Jadi kapan kamu akan pergi ke rumah mereka nak ? " Tanya dewi pada silvi


" Ibu ngusir ivi ? " Tanya ivi tidak percaya dengan ucapan Dewi yang seperti menyuruh mya pergi dari rumah itu


" Bukan gitu sayang , Ibu gak mau orang tua kandung kamu berpikir bahwa ibu menahan kamu disini " Ucap Dewi sambil terkekeh pelan .


Dewi akan mencoba rela untuk berjauhan dari ivi .


" Ibu tenang aja , mereka orang baik dan pasti mengerti semua ini " Ujar Silvi sambil tersenyum .


" Besok pagi mereka pasti akan kemari buat jemput Ivi . Gak papa kan bu ? " Lanjut Silvi pada Dewi


" Baiklah , Ibu akan menyiapkan makanan dan kue untuk menyambut mereka besok " Ujar dewi tersenyum dan itu membuat hati Silvi lega jika nanti harus pergi dari rumah itu ..


Kemudian mereka berdua berpelukan .


Dan Seorang pria yang sedari tadi hanya menyimak obrolan pilu antara Ibu dan adiknya itu hanya terdiam ..


" Tidak ada lagi bahan ejekan ku jika sudah pulang ke rumah " Gumam pelan pria tersebut , tapi masih terdengar di telinga Silvi..


" Abang jangan bicara gitu , pasti vi bakalan sering main ke sini nanti " Ujar Silvi menatap sang abang sambil merentangkan tangannya meminta pelukan..


" Aku paling malas dengan adegan sedih seperti ini " Ucapnya lagi sambil memeluk Adik dan ibunya ..



**Riko Dan Silvi ☺☺


Happy Reading guys ❤


See you next part 💃🏻💃🏻

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak , LIKE , VOTE , FAVORIT DAN HADIAHNYA 😘


Dukungan Kalian adalah SEMANGAT Author 🤗**


__ADS_2