Gadis Kembar

Gadis Kembar
Promo novel terbaru


__ADS_3

Hai guys..


Mom balik lagi bawa novel terbaru nih..


Untuk yang penasaran, bisa klik profil Mom dan pilih ceritanya di sana ya. Mom harap kalian msh menjadi pembaca setia karya recehan Mom. Mom tidak akan menjadi apa-apa tanpa kalian semua para reader ku ❤. Jadi, Mom butuh dukungannya.


Silahkan Like, Vote, Komen, Hadiah, dan yang tidak suka menunggu bisa tap Favorit 🤗. Love you dan terimakasih atas dukungannya selama ini All 😘😘. Jangan lupakan Rate 5 dan juga tips nya 🙈.


***



**Nama ku Husna Almaida yang akrabnya di panggil Alma. Aku seorang kepala divisi di salah satu perusahaan industri, yang berkembang di dunia gadget/Smartphone. Banyak orang yang mengakui kecantikan ku, meskipun aku sehari-hari memakai hijab.


Seorang pria bernama Romi Alatas yang menjabat sebagai manager di perusahaan tempat ku bekerja ternyata mempunyai perasaan lebih kepada ku.


Kami menikah dan hingga beberapa tahun aku tidak kunjung hamil, hingga suami ku berselingkuh dengan pembantu di rumah ku sendiri.


Hati wanita mana yang tidak sakit, saat melihat suaminya sendiri bercinta dengan wanita lain di ranjang yang biasa aku gunakan saat melakukan hubungan dengan suami ku. Akankah aku bisa memaafkan suami ku atas segala kesalahannya? Atau aku lebih memilih bercerai dan hidup menjanda?


Simak kelanjutannya berikut !!!


Bab. 1 APS


**Halo semua..


Bertemu lagi dengan Mom AL di cerita yang berbeda..


Mom kali ini menerbitkan cerita tentang poligami dan perselingkuhan. Semoga ceritanya nyambung dan kalian semua pada betah membacanya ya 😘.

__ADS_1


👇**


Husna Almaida, wanita berhijab yang mempunyai wajah manis juga sifat yang baik, sopan, dan sedikit jutek dengan tinggi badan 168cm. Saat ini, Almaida atau sering di sapa Alma berusia 28tahun. Meskipun usia yang sudah matang, Alma tidak pernah memikirkan tentang pernikahan. Banyak pria di sekitarnya ingin meminang Alma, akan tetapi Alma selalu menolak dengan alasan belum siap membina bahtera rumah tangga. Alma tidak peduli dengan omongan orang yang mengatakan dirinya adalah perawan tua.


Seperti sekarang, Alma sedang berbelanja di gerobak sayur keliling yang kebetulan lewat depan komplek perumahannya.


"Nak Alma,, Kamu ini cantik, baik, juga sudah berumur. Tapi kenapa belum menikah?" tanya Ibu-ibu komplek yang juga sedang belanja sayuran itu.


Alma menoleh sekilas ke arah Ibu itu.


"Belum ada jodohnya, Bu. Saya tidak mempermasalahkan tentang pernikahan.." sahut Alma santai sambil terus memilih sayuran.


"Nak.. Usia udah matang belum nikah juga, kamu mau di kata'in sebagai perawan tua?" Ibu sebelahnya pun bertanya juga kepada Alma.


Alma tidak menjawab ucapan ibu itu, dia memasukkan belanjaannya kedalam plastik setelah di hitung oleh pedagang sayur.


"Eh,, Si Alma! Kalau di bilangin ada aja jawabannya," Ibu yang bernama Dijah pun menatap sinis punggung belakang Alma yang sudah menjauh.


"Udah biarin aja, Bu. Semoga anak-anak kita gak seperti dia, menjadi perawan tua," sambung ibu bernama Ani itu ikut bicara.


Kembali ibu-ibu itu memilih sayuran mereka sambil menggosip.


🍁


🍁


Sesampainya di rumah, Alma langsung menuju dapur dan membuka plastik yang berisi sayuran. Dengan membawa sayuran, Alma berjalan ke arah kulkas sambil mengoceh, "Memang tuh ibu-ibu suka banget julid ya? Bukannya ngurusin anak mereka, malah ngurusin orang lain!"


Alma berbicara dengan tangan yang sibuk memasukkan sayuran ke dalam kulkas. Dia berdiri dan..

__ADS_1


"Astaga Mama!!" Alma memegang dadanya sendiri akibat terkejut. "Mama ngagetin aja tau gak?" Alma memasang wajah merajuk, dia berjalan menuju kursi yang berada di dapur.


"Habis Mama dengar dari tadi kamu marah mulu. Ada apa sih nak?" tanya sang Mama kepada Alma.


"Alma lagi sebel, itu tuh.. Sih,, ibu Dijah sama Bu Narsih, repot banget ngurusin hidup Alma." Alma menuang air putih ke dalam gelas dan menenggaknya hingga tandas. Setelah itu, Alma langsung meletakkan kembali gelas di atas meja.


"Memangnya apa yang mereka katakan?" Mama Alma yang bernama Ani mendudukkan dirinya di kursi seberang Alma.


"Mereka bilang Alma udah berumur kok belum nikah? dan mereka juga bilang kalau Alma nanti bisa di cap sebagai perawan tua. Kesel kan, Ma?" Alma menoleh ke arah Mama nya sejenak.


Ani hanya tertawa melihat wajah kesal Alma.


"Mereka bicara ada benarnya juga, Alma.. Mama sendiri heran, kamu udah berumur, kerjaan juga udah enak, rumah sudah punya, dan kamu udah membahagiakan Mama. Tapi kenapa kamu gak pernah berpikiran untuk menikah? Apalagi yang kamu pikirkan sih nak?" Ani berbicara lembut kepada Alma.


"Ih... Kan Mama... Kok malah ikutan memojokkan Al?" Alma bangkit dari duduknya dengan wajah kusut.


"Eh.. Mama belum selesai bicara, kamu mau kemana?" tanya Ani heran yang melihat Alma sudah melangkahkan kakinya.


"Al mau ke kamar!" sahut Alma cuek, dan dia berjalan dengan menghentak-hentakkan sandalnya yang dia pakai.


Ani hanya menggelengkan kepala melihat putri tunggalnya itu.


"Andai kamu masih berada di sini Mas.. Pasti Alma sudah menikah, dan dia tentu akan mendengarkan ucapan mu," Ani berbicara lirih. Dia sangat sedih sebab mengingat sang suami yang sudah meninggal dunia akibat kecelakaan 3 tahun yang lalu. Di situlah Alma banting tulang untuk menafkahi dirinya. Sedangkan Ani, dia sudah tua dan tidak kuat untuk bekerja.




__ADS_1


__ADS_2