
Saat ini Silvi sudah sampai di cafe yang Samuel beritahu ..
ia turun dari mobil sambil melihat-lihat cafe tersebut .
" Bener ini cafe nya ? kok sepi ya ? " Gumam ini sambil terus berjalan ke arah pintu cafe ..
Setelah ia membuka pintu itu ,,
" Kok gak ada orang ? apa aku salah cafe ? tapi gak mungkin , ini tuh bener lokasi yang dikirim tuh cowok sombong " Ujar Silvi sambil terus berjalan menyusuri cafe itu
Ia berjalan terus , sampai pada akhirnya , tak jauh dari pintu masuk , lampu mati , hanya menyisakan banyak lilin lilin di sepanjang jalan , Silvi menyipitkan mata nya saat seperti melihat sebuah meja yang tak jauh dari dia berdiri ..
" Astaga , tuh pria sombong bisa romantis juga ya ? gak nyangka gue . Aduh kak-kak , bodoh banget sih lu gak mau diajak kencan sama ni cowok " Monolog Silvi berbicara sendiri .
Silvi sudah sampai di dekat meja yang ia lihat tadi , namun sebelum menuju meja itu , ada sebuah taburan bunga mawar berbentuk Hati ⤠, dan di meja itu sudah dihias sebagus mungkin , Silvi mengedarkan pandangannya ke sekeliling . Hanya satu kata yang bisa ia ucapkan , yaitu ' WOW' ..
" Rasanya seperti mau dilamar " Silvi cekikikan sendiri ..
" Tapi tunggu , di mana pria itu ? " Ia bertanya pada dirinya sendiri ..
Kemudian dari belakang Silvi ada suara tepuk tangan ,,
Dan muncul lah Seorang pria tampan , dengan pakaian simpel nya , kaos polos berwarna hitam di padukan jas berwarna milo , ia sangat menawan ..
Pria itu berjalan mendekati Silvi yang terbengong menatap nya tanpa berkedip .
" Hei Sayang , kenapa kamu memandang ku seperti itu ? Kamu gak takut jatuh cinta pada ku ? " Ujar pria itu setelah sampai di dekat Silvi.
Silvi yang tersadar dari lamunannya segera memalingkan wajah . ia tidak boleh terbawa perasaan , jangan mencintai pria ini ..
" Em , bisa kita langsung makan saja ? Aku sudah sangat lapar " Ujar Silvi bar-bar
" Sayang , tidak biasanya kamu berbicara manis begini pada ku !! Aku rasa kamu sudah tersadar. ,kalo sebenarnya kamu terpesona pada ku bukan ? " Samuel tersenyum melihat perubahan wajah Silvi , wajah nya memerah seperti kepiting rebus ..
" Anda ini bisa saja tuan , mana mungkin saya terpesona dengan anda , anda bukan tipe saya " Ucap Silvi mencoba mengontrol gugup nya .
Tanpa meminta izin samuel langsung menarik tangan Silvi , kemudian membawa nya duduk di kursi meja makan itu ..
__ADS_1
" Silahkan duduk bidadari ku " Ucap samuel Tersenyum sambil menarik mundur kursi tersebut , supaya Silvi bisa duduk ..
Silvi hanya membalas dengan Senyuman , jujur ia tidak bisa menahan senyum nya , meskipun saat ini dia hanya menggantikan peran Silva , tapi dia benar-benar sangat bahagia .
'Awal nya aku memang ragu untuk kencan dengan pria sombong ini , tapi kenapa saat ini aku ingin sekali selalu berkencan dengannya' batin silvi Saat melihat senyum manis samuel
Silvi langsung tersadar daru khayalannya ..
" Astaga, ni otak kok eror gini ya " Gumam Silvi pelan
" Kau mengatakan sesuatu ? " Tanya samuel , karena , ia seperti mendengar Silvi berbicara
" T-tidak Tuan " Silvi gugup , karena samuel menatapnya lama ..
Kemudian datang lah seorang pelayan , meletakkan makanan dan minuman di meja mereka. ..
Setelah pelayan tersebut pergi,,
" Aku mempersiapkan ini semua untuk mu " Ujar Samuel tulus sambil tersenyum manis ..
" Hah ? Benarkah? " Jawab Silvi reflek
Astaga , saat ini Silvi baru sadar , ini semua untuk Silva, bukan dirinya .
Silvi hanya tersenyum manis mendengar penuturan samuel ..
" Ya sudah , ayo kita makan " Ajak Samuel pada Silvi
đšđš
Setelah Selesai makan , mereka mengobrol ringan ..
" Va , Aku gak nyangka kalau sebenarnya kamu itu asyik orang nya , mudah akrab . Padahal setau ku , kamu itu cuek dan dingin " Samuel penasaran dengan sikap Seorang gadis di depannya ini yang ia pikir Silva ..
" Aku ,, em .. Memang Seperti ini " Silvi berbicara bingung..
" Aku bisa sangat jatuh cinta dengan mu , jika sikap mu manis begini dengan ku " Ujar samuel bahagia
__ADS_1
Hah ? Cinta ?
Sungguh hati Silvi berbunga-bunga mendengar kata itu , Apalagi terucap tulus dari bibir pria yang tampan mempesona seperti Samuel .
Tapi kata yang samuel ucapkan itu untuk Silva , bukan Untuk nya ..
'Huh , Silva . beruntung sekali lu di cintai pria seperti Samuel' batin Silvi dalam hati ..
Setelah berbincang-bincang , mereka berdua memutuskan pulang . mereka berjalan berdampingan menuju parkiran , dan saat Silvi ingin membuka pintu mobil nya ..
" Va ? " Samuel memanggil Silvi .
Silvi membalikkan badan , kemudian menatap samuel yang saat ini berada di hadapannya .
" Ada apa ? " Sahut Silvi
" Tidak apa-apa , Kamu hati-hati ya nyetir nya , jangan kemana-mana lagi , Ini sudah malam '' Ujar samuel mengingat kan Silvi ..
Silvi hanya mengangguk dan tersenyum miris .. Lagi-lagi ia terbawa suasana ..
Silvi langsung masuk kedalam mobil nya , dan melajukan mobil tersebut meninggalkan parkiran ..
'' Kenapa gue bisa terbawa perasaan sih ? Akh , Sial " Silvi mengomel sendiri di dalam mobil..
" Beruntung banget lu va , dari kecil ngrasain kehidupan mewah , dan sekarang lu dicintai oleh pria seperti Sam " Silvi berbicara , seperti nya ia iri dengan Silva..
BAGAIMANAKAH SELANJUTNYA ?
APA YANG AKAN SILVI LAKUKAN ?
IKUTI KISAH SELANJUTNYA DI "GADIS KEMBAR " đ
**Tatapan mu , Senyuman mu .. meleleh hati adek bang !! đđ
Happy Reading guys â¤
__ADS_1
See you next part đđťđđť
Jangan lupa tinggalkan jejak , LIKE , VOTE , KOMEN DAN HADIAH NYA đvg**