
"Bawa wanita itu keluar ." sahut Sean memberi perintah pada Juan untuk membawa wanita yang bersama tuan Tang pergi.
Juan pun langsung mengangguk dan menuruti perintah Sean.
Wanita tersebut yang sudah terlihat syok dan ketakutan.Dengan cepat bergegas mengikuti Juan agar selamat dari suasana yang baginya sudah mencekam.
Sean kembali menatap dingin kearah tuan Tang.
"Katakan,apakah kau menyuruh orang untuk menghabisiku??" tanya Sean pada tuan Tang sembari duduk tenang dengan mengambil sebuah gelas yang berisikan wine.Tepat berada disamping tempat ia duduk saat ini.
"Cih.. Memangnya kenapa??bukankah kau yang lebih dulu mencari masalah padaku?? kau mencoba merebut lahan yang sudah menjadi targetku.. dan seketika lahan itu tidak bisa ku ambil lagi.." jawab tuan Tang menatap tajam.
"Lalu apakah dengan cara kau menyuruh pembunuh bayaran,kau bisa menghabisiku??" tanya Sean masih dengan sikapnya yang tenang.
" Seharusnya kau memang harus mati.. tapi aku terlalu bodoh memilih pembunuh bayaran tolol untuk membunuh mu..!!!" jawab tuan Tang masih berani menjawab pertanyaan Sean dengan lantang.
Sesaat Sean tersenyum miring dan beranjak bangkit.
__ADS_1
"Kalau begitu,bagaimana jika dengan tanganmu saja kalau kau ingin menghabisiku??" tanya Sean sengaja memancing tuan Tang untuk melawannya.
"Cuih.. Aku tidak akan mengotori tanganku untuk menghabisi manusia iblis sepertimu..!!! Jhon..Jhon.. Dimana kau????" teriak tuan Tang mencoba memanggil Jhon yang adalah kaki tangan tuan Tang sekaligus pengawal pribadi yang akan selalu melindungi tuan Tang.
Namun,sayangnya panggilan tuan Tang tak membuat sang pengawal datang menghampirinya.
"Jhon..Dimana kau brengsek..!!!" teriak tuan Tang lagi memanggil pengawalnya.
Dan tak berapa lama,beberapa pengawal pribadi Sean datang dengan membawa seseorang yang sudah dalam keadaan sekarat.
Tuan Tang begitu terkejut saat melihat seseorang yang dalam keadaan sekarat tersebut ternyata adalah Jhon.Sang pengawal pribadinya yang sudah dihajar habis-habisan oleh Juan dan pengawal lainnya.
Sean hanya melirik sesaat dan kali ini menatap dingin kearah tuan Tang.
"Bagaimana??Apa kau akan tetap mengandalkan pengawalmu yang sebentar lagi akan mati didepan matamu??" tanya Sean yang kini menatap tajam kearah tuan Tang.
Seketika membuat tuan Tang menjadi ketakutan dan raut wajah yang mulai panik.
__ADS_1
"Apa mau mu sekarang brengsek..!!!Jangan pikir jika kau membunuhku,kau bisa lolos.. hidupmu juga akan tidak akan tenang kalau membunuh kami semua..!!!" ujar tuan Tang yang masih saja berani menantang Sean.
Sean kembali tersenyum miring.Dan beberapa saat,Sean menoleh kebelakang yang mengarah pada Juan.
Ia menadahkan tangannya kearah Juan,seolah mengisyaratkan meminta sesuatu dari Juan.
Juan yang mengerti isyarat tersebut langsung mengangguk dan mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya.Juan berjalan kearah Sean dan memberikan sesuatu pada Sean.
"Justru hidupku akan lebih tenang jika aku sudah menyingkirkan kalian semua " jawab Sean langsung mengarahkan sebuah senjata pistol kearah pengawal tuan Tang.
Dan menembaki pengawal tuan Tang yang sudah sekarat dengan beberapa kali tembakan kearah kepalanya.
Dor...Dor..
Terdengar suara tembakan yang berkali-kali menghujani kepala pengawal tuan Tang yang sudah sekarat.
Seketika pengawal tuan Tang pun langsung tewas tak bernyawa.Darah segar pun langsung mengalir membanjiri seluruh tubuh sang pengawal tuan Tang yang sudah mati.
__ADS_1
Tuan Tang yang melihat juga seketika langsung syok dan seluruh tubuhnya pun gemetaran karna takut.Ia tak mengira jika Sean akan benar-benar membunuh pengawal pribadinya yang sudah sekarat sebelumnya.