
Akhirnya Lisa dan Icah menghabiskan waktunya dengan terus mengobrol sambil meluapkan mencurahkan rasa rindu yang sudah terpendam beberapa saat lamanya.
"Lisa..Sepertinya aku harus pulang..Lain waktu kita masih bisa bertemu kan?" ujar Icah sembari bersiap-siap.
"Iya Cah..Kita masih bisa bertemu.."jawab Lisa.
"Ya sudah..Nanti kita sambung lagi melalui chat..Aku pulang ya..Jaga dirimu baik-baik..Selalu memberiku kabar." ucap Icah mengingatkan Lisa.
"Iya tenang saja..Hati-hati Cah.." jawab Lisa sambil melambaikan tangannya saat Icah sudah meninggalkan kediamannya.
Dan tak berapa lama,mobil Sean memasuki area mansionnya.Sean langsung turun dari mobilnya dan Lisa yang melihat kepulangan Sean,langsung menghampirinya.
"Apakah itu tadi temanmu??"tanya Sean pada Lisa.
"Iya tuan..Dia cuma datang berkunjung..maaf,kalau saya tidak ijin dulu pada tuan,kalau teman saya akan datang."jawab Lisa menunduk.
"Tidak apa-apa..Jika cuma dia teman mu aku tidak akan melarangmu..Tapi ku minta jangan terlalu sering untuk datang kemansion kita..Aku tidak melarang mu jika kau ingin bertemu diluar."ujar Sean memberitahu Lisa.
"Baik tuan..Terima kasih."sahut Lisa mengangguk.
__ADS_1
"Bersiap-siap lah,hari ini kita akan pergi makan malam..Aku ada pertemuan dengan seseorang."ujar Sean menyuruh Lisa.
Lisa kembali mengangguk dan mengikuti Sean dari belakang.
Malam harinya..
Sean mengajak Lisa pergi makan malam disebuah restoran mewah yang letaknya dihotel bintang lima.
Tiba di restoran,terlihat seorang pria tua dengan penampilan yang sangat berwibawa dan formal.Tengah duduk tenang sambil menunggu kedatangan Sean.
Sean dan Lisa berjalan menuju meja pria tersebut.
Tuan Fabio pun langsung beranjak bangkit dan menyapa Sean.
"Oh..Halo..Selamat malam.."sapa tuan Fabio dengan ramahnya.
"Maaf,kalau kami sudah membuat anda menunggu." ujar Sean merasa tidak enak hati
"Oh..Jangan pikirkan..Aku juga baru saja tiba..Dan siapa wanita disampingmu??sepertinya aku baru melihatnya.?"tanya tuan Fabio yang sesaat melirik kearah Lisa uang berada disamping Sean.
__ADS_1
"Ah..Perkenalkan dia adalah istriku..Dia bernama Lisa." jawab Sean memperkenalkan Lisa pada tuan Fabio.
"Lisa,perkenalkan beliau adalah tuan Fabio...Rekan bisnis ku.."ujar Sean pada Lisa.
Tuan Fabio dan Lisa pun saling bersalaman dan melemparkan senyuman diantaranya.
"Se..Selamat malam tuan Fabio."sapa Lisa dengan perasaan gugup dan menunduk.
"Selamat malam nona Lisa..Ayo kita duduk dulu."sahut tuan Fabio mengajak Sean dan Lisa untuk duduk.
"Aku sudah memesankan menu spesial di restoran ini..Kuharap kalian menyukainya." sahut tuan Fabio.
"Terima kasih tuan Fabio..Ini suatu kehormatan untuk kami,karna kita bisa bertemu lagi." jawab Sean.
"Hahah..Jangan sungkan..Aku sudah menganggapmu seperti keluarga ku..Kita nikmati saja dulu makan malam ini..setelah itu kita baru akan membahas kerja sama yang sudah kita sepekati..bagaimana??" jawab tuan Fabio.
Sean hanya mengangguk sambil tersenyum.Begitu juga dengan Lisa,namun ia masih dalam posisi menunduk.Sebab Lisa merasa canggung dan gugup,saat harus duduk bersama orang asing.
Sementara tuan Fabio,beberapa kali memperhatikan sosok Lisa yang seperti tidak asing baginya.
__ADS_1
Kenapa wajah istrinya seperti mirip seseorang..Dan bahkan tidak asing.. gumam tuan Fabio merasa aneh saat ia terus memperhatikan wajah Lisa.