
Lisa pun langsung berjalan mundur,setelah dibentak oleh Sean.Ia tak mengira jika Sean saat ini terlihat begitu menakutkan.Ketika emosinya sedang meluap dan murka.
Juan yang merasa kasihan melihat Lisa,mencoba memberanikan diri untuk memisahkan Sean dari Dareen yang sudah dalam keadaan sekarat.
"Tuan..Sebaiknya lepaskan tuan dareen..Kasihan nyonya Lisa." sahut Juan memberitahu Sean.
Sean pun menoleh sesaat kearah Lisa yang masih dalam keadaan syok.
Sean langsung melepaskan cekikkannya pada Dareen.
"Uhuk..uhuk.."rintih Dareen yang merasa kesakitan akibat cekikan yang dilakukan Sean padanya.
Sean masih menatap tajam kearah pada Dareen.
"Jika tidak memandangmu sebagai keluargaku,kau mungkin sudah kulenyapkan.."ucap Sean dengan nada dingin.
"Kalau kau masih berani ingin menantang ku,bukan dirimu saja yang akan kulenyapkan,seluruh keluargamu juga bisa ku lenyap kan..enyalah dari hidup ku sekarang manusia bang*at..!!!" sambung Sean memberi peringatan pada Dareen.
Dareen tak bisa berkata apa pun.Ia lebih memilih diam dan tak berani untuk melawan Sean.Terlebih saat Sean mengkhaitkan keluarganya.
Kepribadiannya yang masih masih labil dan belum bisa bersikap dewasa,membuatnya tanpa berpikir sebelumnya.Dengan apa yang sudah ia lakukan pada Lisa.
__ADS_1
Setelah memberi pelajaran keras pada Dareen,Sean menghampiri Lisa yang hanya diam menunduk karna perasaannya yang masih syok.
"Ayo kita pulang." ujar Sean mengajak Lisa sambil menggandeng tangan Lisa.
Lisa hanya mengikutinya tanpa berkata apa pun.
...****************...
Vina menerima ajakan Roy untuk diantarkan pulang ke rumahnya.
Tiba dikediaman Vina,sesaat Roy tercengang kala melihat keadaan rumah Vina yang begitu besar dan mewah.
"Jadi kau tinggal disini??"tanya Roy pada Vina.
"Rumah biasa dan sederhana??kau bercanda..hahaha..rumah mu sangat besar dan elit..kau pasti memiliki keluarga besar,makanya kau memiliki rumah sebesar ini."puji Roy dengan gurauannya.
"Tidak..Disini aku hanya tinggal sendiri,tidak memiliki keluarga besar." jawab Vina.
"Oh..begitu.."sahut Roy singkat.
"Apakah kau mau masuk??setidaknya aku bisa menyuguhkan teh untukmu."tanya Vina.
__ADS_1
"Tidak usah..terima kasih,aku merasa malu jika harus menerima sambutanmu." jawab Roy menolak.
"Tidak apa-apa..untuk apa kau merasa malu..bukankah kita teman,jangan merasa sungkan..Ayo masuk lah.."ujar Vina.
"Baik lah,kalau diperbolehkan." kata Roy yang akhirnya menerima ajakan Vina untuk memasuki kawasan rumahnya.
Saat memasukinya,Roy kembali tercengang.Melihat situasi rumah Vina yang benar-benar bagus.
'sepertinya dia wanita kaya..artinya aku memang harus memanfaatkannya.'batin Roy sambil tersenyum sinis dalam hatinya.
...****************...
Kediaman tuan Fabio.
"Aku ingin kau mengatur pertemuanku lagi dengan Sean."ujar tuan Fabio pada asisten pribadinya saat ia sedang makan siang.
"Baik tuan..Tapi kalau boleh saya tahu,dengan alasan apa kita untuk bertemu dengan tuan Sean tuan??"tanya asisten pribadinya.
"Katakan aku ingin makan malam bersamanya..dan minta ia untuk mengajak istrinya juga..Persiapkan jamuan makan malam dirumah ini." jawab tuan Fabio menjelaskan.
"Baik tuan..Dan bagaimana dengan wanita yang sudah menerima uang dari tuan??"tanya asisten pribadinya.
__ADS_1
"Biarkan saja dulu..Akan ada waktunya aku akan mengungkap semuanya..Fokuskan pada tujuan utama ku dulu."jawab tuan Fabio.
"Siap tuan.."jawab asisten pribadinya.