
"Si..Siska.. Siska yang sudah menyuruhku .."jawab lelaki tersebut dengan bahasa tertatih karna merasakan kesakitan.
Juan langsung menghempaskan kepala lelaki tersebut dengan keras.Hingga membuat lelaki tersebut jatuh pingsan.
Siska yang sudah melihat isi video tersebut semakin gugup dan raut wajahnya yang mulai ketakutan.
Juan menaruh kembali ipadnya dan kini berdiri dihadapan Siska yang sudah diam mematung.
"Kau pasti bertanya-tanya kenapa kau bisa terekam dalam video itu.." ujar Juan dengan nada dingin.
Siska masih diam menunduk.
"Apakah kau lupa jika di seluruh mansion ini terpasang kamera pengawas..Apakah kau bekerja disini hanya untuk mendapatkan uang,tanpa mempelajari semua aturan dimansion ini??dan bahkan kau berusaha ingin menyingkirkan nyonya Lisa..taktikmu sungguh sangat amatiran..Kau salah dengan taktikmu itu,kau bisa lolos pelayan Siska.." ujar Juan memberi peringatan pada Siska.
"Dan sekarang kami menunggu jawabanmu..Kau masih ingin berdalih atau kau mengakui kesalahanmu??" tanya Juan menatap tajam kearah Siska.
Tanpa diduga Siska pun langsung berlutut dan menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
"Ma..Maafkan saya tuan..Saya bersalah..Saya mengakui semua yang sudah saya lakukan..Hiks..Saya mengaku khilaf tuan..Hiks..Maafkan saya nyonya Lisa." ucap Siska dengan nada terisak sambil menyesali perbuatannya.
Adelia yang mengetahuinya tidak terkejut,karna Adelia sudah menebak jika itu memang lah ulah perbuatan Siska.Mengingat Siska yang sebelumnya pernah mempermainkan masakan Lisa dengan menaburi garam.
Sementara Juan juga sudah mencurigai ulah Siska sejak masuk ke mansion Sean untuk bekerja.Dan mencari tahu kebenarannya dengan Adelia.Untuk membuktikan jika semua ulah Siska.
"Sekarang kau baru merasa khilaf,karna kau sudah ketahuan buktinya ..Apakah khilaf saja kau pikir bisa diterima begitu saja??" tanya Juan.
"Nyonya..Maafkan saya..Saya melakukan ini karna saya hanya merasa iri..melihat Adelia bisa sangat dekat dengan nyonya..Hiks..Tolong ampuni saya nyonya Lisa." sahut Siska memohon pada Lisa.Sambil menunjukkan ekspresi tangisnya pada Lisa.Dan mengabaikan perkataan Juan.
Lisa pun merasa tak tega,tapi ia juga tidak bisa memaafkan kesalahan Siska yang hampir membuatnya kehilangan nyawa.
Siska terdiam dan menunduk.
Juan pun sesaat menoleh kearah Sean.
"Tuan..Hukuman apa yang pantas untuk pelayan Siska??Saya akan segera lakukan."tanya Juan menunggu perintah dari Juan.
__ADS_1
"Lakukan sesuai keinginan mu..Aku tidak memperdulikan nya lagi..singkirkan dia dari tempat ini selamanya. "ujar Sean beranjak bangkit dan membawa Lisa keluar dari ruang aula.
"Adelia..kau boleh pergi sekarang."perintah Juan pada Adelia.
Adelia langsung tersenyum sambil mengangguk.
"Baik..Terima kasih tuan."jawab Adelia langsung pergi meninggalkan Juan dan Siska.
Kini Juan dan Siska yang berada diruang tersebut.
Terlihat Siska yang masih diam menunduk sambil terus menangis.
"Hentikan tangisanmu itu..Karna aku tahu itu cuma alibi mu saja..Sudah sejak awal aku memperingati mu untuk jangan coba mencari masalah ditempat ini..Tapi sepertinya kau mengabaikan peringatan ku..Sekarang,bersiap-siap lah kau akan menanggung resikonya..Sebentar lagi polisi akan menjemputmu..Dan dinikmati saja hidupmu mendekam dipenjara." ujar Juan memberi peringatan pada Siska dan langsung meninggalkan Siska.
Siska pun mencoba mengejar Juan,namun langsung dihalangi oleh kedua pengawal Sean.
"Tuan..Tolong,ampuni saya..jangan laporkan saya ke polisi..Hiks..Tuan.. tuan Juaaannn..!!!"teriak Siska yang histeris.
__ADS_1
Tapi Juan tidak memperdulikan teriakan Siska.Karna Siska pantas mendapatkan apa yang sudah dia lakukan pada Lisa.Setidaknya Sean tidak menyuruh Juan untuk menghabisi nyawa Siska.Karna hanya membuat Siska mendekam dipenjara,sudah membuat hidup Siska akan hancur selamanya.