
Setelah meluapkan seluruh emosinya,Dareen perlahan mencoba mendekati Lisa.Dan mencoba untuk menyentuh wajah Lisa.
Namun,Lisa langsung menoleh yang seakan ingin menolak sentuhan tangan Dareen dari wajahnya.
Mendapatkan penolakkan dari Lisa,Dareen menari nafas panjangnya dan langsung beranjak bangkit.
Dan tiba-tiba saja,Dareen kembali meluapkan seluruh amarahnya dengan membuang barang-barang yang ada didepan matanya.
"Arrghhh..!!!"teriak Dareen yang melampiaskan amarahnya dengan menghancurkan barang apa saja yang ada didepan matanya.
Prang..
Prang..
Lisa yang kembali ketakutan seketika menangis.Ia tak mengira jika Dareen yang ia lihat dari penampilannya begitu ramah dan seperti orang yang mudah akrab.Namun ternyata orang yang mudah emosi dan melampiaskannya dengan menghancurkan barang begitu saja.
"Kenapa kau harus menolak ku Lisa???apa kau sangat membenciku??hah???"bentak Dareen dengan penuh emosi.
Lisa masih menangis dan tidak berani menatap kemarahan Dareen yang sudah meluap.
Bruak...
Sebuah tendangan keras mengarah kepintu yang langsung terbuka.
__ADS_1
Dareen dan Lisa pun terkejut yang langsung menoleh kearah sosok Sean.
Tatapan yang begitu tajam seketika membuat Sean murka,kala melihat Lisa yang masih dalam keadaan terikat dan menangis.
"Dareen..!!!teriak Sean pada Dareen yang langsung menghampiri Dareen.
Sebuah pukulan keras langsung mendarat kearah wajah Dareen.Sean memukuli wajah Dareen berkali-kali tanpa rasa ampun.
"Manusia brengsek..!!berani sekali kau melakukan ini padaku..Apakah kau mencoba melawan ku??"teriak Sean yang terus menghajar Dareen.
Dareen pun berusaha untuk melawan,tapi ia sadar ia kalah tenaga dengan Sean yang memiliki kekuatan tenaga yang lebih besar.
Buk..Buk..
"Maaf nyonya..Kami sudah lengah pada anda..Ayo ikuti saya,kita tinggalkan tempat ini."sahut Juan mengajak Lisa untuk meninggalkan tempat tersebut.
Namun saat ia ajan meninggalkan tempat Dareen.Sesaat Lisa melihat pemandangan yang mengerikan yang dilakukan Sean.
Sean terus memukuli Dareen hingga berdarah dan terluka.Bahkan menghajar Dareen dengan melemparkan kursi kearahnya.
Brakk..
"Akh.."lirih Dareen yang mulai tak berdaya.
__ADS_1
Melihat Dareen yang merintih kesakitan,Lisa masih menahan diri untuk meninggalkan tempatnya.
Juan pun menatap bingung kearah Lisa.
"Nyonya..Mohon ikuti saya."sahut Juan kembali mengajak Lisa.
Lisa masih melihat Sean yang kini mencekik Dareen yang sudah dalam terluka parah.
"Apa kau ingin hidupmu berakhir di tangan ku??bukankah aku sudah memperingatkan mu untuk jangan coba mengusik kehidupan kami??Tapi sepertinya kau sudah bosan hidup.."ujar Sean dengan mada dingin dan tatapan yang sangat tajam.
"Ekh..Ekh..Aku hanya..Ingin..ekh..merebut Lisa darimu..paman..daripada dia hidup ..ekh..bersama lelaki pembunuh sepertimu..ekh."ucap Dareen sambil merintih dan menahan tangan Sean dengan kedua tangannya agar membuatnya bisa bernafas.
"Tahu apa kau manusia bajin*an..??kurasa kau memang sudah bosan hidup rupanya..Lebih baik kau mati saja sialan..!!!"teriak Sean semakin mencekik Dareen dengan lebih dalam.
Namun..
Lisa dengan cepat menghampiri Sean dan menarik tangan Sean yang akan membunuh Dareen.
"Tidak..jangan tuan..Jangan lakukan ini..Tuan tidak boleh membunuhnya..Hiks.." sahut Lisa memohon pada Sean.
Sean langsung menoleh tajam kearah Lisa.Ia semakin emosi kala Lisa justru membela Dareen.
"Kau ingin membelanya??hah??"bentak Sean tanpa sadar pada Lisa.
__ADS_1
Lisa pun langsung terkejut syok saat dirinya dibentak oleh Sean.Karna tidak pernah sekali pun Sean meninggikan suara padanya.