Gadis Malang Milik Tuan Kejam

Gadis Malang Milik Tuan Kejam
Bab 40


__ADS_3

Malam harinya..


Sean masih setia menemani Lisa yang masih belum sadarkan diri.Ia juga enggan meninggalkan kamar perawatan Lisa,setelah Lisa dipindahkan kekamar khusus VIP.


Sean bahkan juga tidak berniat ingin makan sesuatu untuk mengisi perutnya yang kosong.Seolah ia tidak memperdulikan dirinya,karna ingin menunggu Lisa tersadar.


Sean baru menyadari jika perasaannya sangat terpukul,kala ia harus melihat keadaan Lisa yang kini masih terbaring lemah dan tak berdaya.Ia pun tidak bisa membayangkan saat Lisa harus merasakan dirinya kesakitan karna keracunan.


Juan kembali datang kerumah sakit dan menemui Sean.


"Tuan."sapa Juan dari belakang Sean.


"Bagaimana ??kau sudah membereskannya??" tanya Sean dengan nada dinginnya.


"Belum tuan,tapi saya sudah tahu siapa dalang yang sudah berusaha mencelakai nyonya..dan saya tidak mau terburu-buru untuk membereskannya..saya ingin menunggu perintah dari tuan..Hukuman apa yang pantas kita berikan tuan." jawab Juan menjelaskannya pada Sean.


"Tunggu sampai istriku pulih ,kau bawa dia kehadapan ku setelah kami pulang." jawab Sean memberi perintah pada Juan.


"Baik tuan..Dan saya sudah membawakan pakaian ganti untuk tuan..Dan juga makan malam..Tuan harus mengisi energi tuan.." ujar Juan memberitahu Sean.


"Letakkan saja disitu." jawab Sean tanpa menoleh.


"Baik..Kalau begitu saya akan berjaga diluar..Permisi tuan." ucap Juan sambil mengangguk memberi hormat dan pergi meninggalkan Sean dikamar tersebut.


Sean tidak menjawab dan tetap fokus menatap Lisa sambil menggenggam tangan Lisa.

__ADS_1


Tengah malamnya Sean masih terus duduk disamping Lisa.Tangannya pun tak lepas dari tangan Lisa.Seakan ia tidak mau jauh dari Lisa.


Sesaat Sean pun tertidur,tidak kuasa menahan rasa kantuknya.


Namun,ketika ia baru akan memejamkan matanya.Sean merasakan ada pergerakan pelan dari jari Lisa.


Seketika Sean membuka matanya dan mendekati Lisa.


"Lisa..Ini aku..Kau bisa dengan aku??"panggil Sean dengan nada pelan yang mencoba memanggil Lisa.


Lisa perlahan membuka matanya,dan dengan pelan melirik kearah Sean.


"Tuan sean.." panggil Lisa dengan nada yang sangat lemah.


Lisa hanya diam dan tetap menatap Sean.


Sean dengan cepat menekan tombol untuk memanggil perawat dan sang dokter.


Tak berapa lama sang dokter dan beberapa perawat memasuki kamar perawatan.Dengan cepat memeriksa keadaan Lisa.Sean hanya bisa melihatnya dari kejauhan.


Ia sedikit merasa lega,menunggu Lisa yang akhirnya tersadar dan membuka matanya.


Setelah memeriksa Lisa,dokter pun menghampiri Sean.


"Bagaimana?" tanya Sean singkat.

__ADS_1


"Untungnya pasien sudah melewati masa kritisnya..Dan kita tinggal menunggu untuk masa pemulihannya tuan." jawab Sean.


"Tidak terjadi yang buruk pada tubuhnya kan??"tanya Sean memastikan.


"Tidak tuan..Karna pasien cepat dibawa kesini,kami tim medis juga dengan cepat menangani kondisinya..Dan untungnya racun yang memasuki tubuhnya,dapat kita keluarkan dengan cepat.. jadi tidak terjadi hal buruk pada tubuhnya tuan.."jawab dokter menjelaskannya pada Sean.


"Oke..Berapa hari dia akan dirawat??aku ingin membawanya pulang." tanya Sean.


"Kita bisa lihat kondisinya dulu sampai besok..Jika menunjukkan pemulihan yang bagus,besok kita bisa ijinkan..Tapi alangkah baiknya jika pasien dirawat dulu sampai beberapa hari disini tuan..Agar kita bisa memantau terus keadaanya." saran sang dokter pada Sean.


"Oke..Lakukan sesuai tugas kalian..Aku ingin istri ku kembali sehat seperti semula." ujar Sean menyetujui saran sang dokter.


"Baik tuan.. kalau begitu kami permisi dulu.." jawab sang dokter langsung meninggalkan Sean dan Lisa.


Setelah sang dokter dan perawat meninggalkan kamar perawatan,Sean kembali mendekati Lisa sambil menggenggam tangan Lisa.


"Bagaimana keadaanmu??apa yang kau rasakan saat ini??apakah masih sakit??"tanya Sean dengan begitu khawatirnya pada Lisa.


Lisa perlahan menggelengkan kepalanya.


"Kalau begitu kau tidur lah..agar kondisimu cepat pulih..Aku akan terus menemanimu.."ujar Sean dengan nada pelannya.Dan tanpa pikir panjang Sean mengecup dahi Lisa dengan lembut.


Lisa pun langsung memejamkan matanya sambil menunjukkan senyuman kecil.


"Selamat tidur istriku.." ucap Sean dengan lembut.

__ADS_1


__ADS_2