
Saat memasuki kamar,Sean melihat Lida yang tengah tertidur pulas.Sean berjalan menghampiri Lisa dan memperhatikan ekspresi wajah Lisa yang sedang tertidur,begitu nyenyak dan polos.
Sean membelai rambut Lisa dengan lembut dan sesaat mengecup rambut Lisa.
"Maafkan aku,sudah membuatmu seperti ini." ujar Sean bicara sendiri.
Dan tak berapa lama,terdengar suara ponselnya berbunyi.
"Halo.-" sahut Sean.
...****************...
Vina mengundang Eva untuk datang kerumahnya.
Saat Eva tiba dikediaman Vina,Ia merasa bingung.
"Vina,kenapa kau melarang ku mengajak Dela??Biasanya kau selalu mengajak kami berdua??" tanya Eva yang penasaran.
"Itu karna aku tidak mau lagi berurusan dengannya.." jawab Vina datar.
"Kenapa??apa yang terjadi??"tanya Eva semakim penasaran.
"Dia tidak terima saat aku menolak untuk pinjamkan uang padanya.. "jawab Vina lagi.
__ADS_1
"Pinjam uang??untuk apa??Dela tidak pernah cerita soal ini." tanya Eva lagi.
"Dia terlilit hutang..pinjam uang seenaknya tanpa berpikir jumlah itu besar atau tidak." ujar Vina.
"Berapa jumlah yang ingin dia pinjam?"
"10 juta.." jawabnya singkat.
"Hah??kau serius??itu gila.. hutang apa dia sampai sebesar itu." ujar Eva yang terkejut.
"Aku tidak tahu,mungkin hutang dengan lintah darat untuk berjudi..dia menjamin secepatnya akan membayar,dan dia pikir aku akan percaya..Sementara kehidupan dia aku tahu seperti apa.. dia saja yang tidak tahu diri." sindir Vina menyungging Dela.
"Begitu..Jadi ceritanya sekarang kalian sedang berperang dingin??" tanya Eva.
Eva hanya diam sambil mengangguk,seakan paham dengan ucapan Vina.
"Dan ada satu hal yang ingin kuberitahu padamu." kata Vina sambil menyulutkan sebatang rokok untuk dia hisap.
"Soal apa?"tanya Eva penasaran.
"Dalam waktu dekat,aku akan menikah." jawab Vina memberitahu Eva.
"Apa??kau akan menikah??dengan siapa??sepertinya aku tidak pernah melihatmu menjalin hubungan dengan siapa pun." tanya Eva yang langsung terkejut dengan jawaban Vina.
__ADS_1
"Dengan seseorang yang usianya lebih muda dariku..Memang mendadak,tapi sebenarnya kami sudah menjalin hubungan beberapa waktu lalu..Awalnya ku kira cuma iseng saja,tidak berpikir pria itu akan serius pada ku..melihat umurku kau sudah tahu kan??tapi rupanya dia ingin serius dan menikah denganku." jawab Vina menjelaskannya panjang lebar.
Eva pun seketika memberi tepuk tangan yang kencang pada Vina.
"Woah..kalau begitu selamat Vina,semoga pilihanmu yang terbaik dan kau hidup bahagia bersamanya..Siapa pun dia,yang penting bertanggung jawab untukmu." ucap Eva memberi selamat pada Vina.
Vina pun langsung tersenyum.
"Terima kasih..Kuharap juga begitu." ujar Vina berterima kasih pada Eva.
"Lalu dimana kau akan mengadakan resepsinya??"tanya Eva ingin tahu.
"Sebuah gedung resepsi dan kami sudah mempersiapkan semuanya..hanya tinggal menunggu tiba harinya saja." jawab Vina menjelaskan.
"Dan apakah kau akan mengundang putri mu Lisa??"
"Untuk apa??aku sudah tidak ada kaitannya lagi dengannya..Sekarang aku sudah punya calon suami,dan tidak berniat ingin lagi untuk mencari keberadaanya..Aku ingin hidup bahagia bersama lelaki yang kucintai.."jawab Vina menolak menyinggung nama Lisa.
"Kau yakin tidak main memanfaatkan Lisa lagi??"tanya Eva memastikan.
"Tidak..Ku anggap dia bukan anak ku lagi..Tugasku sudah selesai mengurusi anak bawa sial untukku.." jawab Vina dengan sinis.
"Jika dia bawa sial,bagaimana bisa kau mendapatkan semua uang yang kau miliki sekarang??" sindir Eva.
__ADS_1
Vina melirik tajam dan terdiam.