
"Wah.. Lisa,kau yakin mengajak ku kesini??"tanya Icah memastikan kembali pada Lisa.Yang ternyata mengajak Icah ke sebuah salon spa.
Lisa pun tersenyum mengangguk.
"Iya Cah..Kamu tidak keberatan kan??"tanya Lisa pada Icah.
Icah langsung tersenyum lebar dan bersemangat.
"Lisa..kata siapa aku keberatan,justru ini kesempatan bagus..Haha..Keberuntungan untukku..Terimakasih Lisa..hehe.."jawab Icah pada Lisa.
"Jangan berterima kasih pada ku Cah,aku lah yang seharusnya berterima kasih padamu..Karna kamu sudah banyak menolongku..selama ini aku sudah banyak menyusahkanmu dan bahkan berhutang budi padamu..Semoga ini bisa membalas semua kebaikan mu selama ini padaku Cah." ungkap Lisa pada Icah.
Icah pun langsung menepuk bahu Lisa.
"Aku menolongmu tanpa mengharap balasan Lisa..Aku menolongmu karna atas dasar kemanusiaan..Sudah kewajiban kita menolong sesama manusia yang saling membutuhkan..Terlebih kau bukan orang lain kita sudah saling mengenal sejak kecil..Artinya aku sudah menganggapmu seperti keluargaku,saudaraku..Jadi jangan merasa kau berhutang budi padaku..Jangan menganggapku seperti orang lain..Oke." sahut Icah menjelaskannya pada Lisa.
Lisa langsung mengangguk tersenyum.Memahami semua ucapan Icah padanya.
__ADS_1
"Terima kasih ya Cah..Ya sudah ayo kita masuk..Kita manjakan diri kita disini."ujar Lisa mengalihkan pembicaraan sembari mengajak Icah masuk kedalam Spa tersebut.
"Suami mu luar biasa ya..Tahu bagaimana memanjakan istri tercintanya...Kau sungguh beruntung Lis..Heheh.."puji Icah.
"Terima kasih Cah..Aku hanya bisa bersyukur menikah dengan orang yang bisa menerima semua kekurangan ku.."jawab Lisa.
"Dan kuharap jodohku bisa seperti mu..Heheh.."gurau Icah tertawa kecil.
Lisa hanya tersenyum kembali.
"Kenapa kau harus tahu dimana dia??apa hubungannya dengan mu??"tanya Vina yang masih mencurigai pria itu.
"Bukankah aku sudah bilang aku akan memberitahu mu asal kau beritahu aku dimana putri mu sekarang??"jawab pria itu semakin menatap dingin.
"Tapi sayangnya aku tidak tahu dimana dia sekarang..Kalau kau ingin bertemu dengannya,silakan kau cari sendiri..karna aku sudah tidak peduli lagi dengannya."jawab Vina masih dengan nada lantangnya.
"Begitu..Jadi kau benar-benar tidak memperdulikan putrimu,karna kau sudah menjualnya??"tanya pria itu yang tiba-tiba menebak dan menyingungnya.
__ADS_1
Seketika membuat Vina terkejut.
"Siapa kau sebenarnya??darimana kau tahu tentang itu??apa kau memata-mataiku??"tanya Vina yang semakin penasaran dengan sosok pria tersebut.
"Aku tetap tidak akan memberitahu mu,sampai kau menjawab pertanyaan ku..jadi apa benar,kau sudah menjual putrimu??dengan siapa kau menjualnya??"tanya pria itu lagi yang masih bertahan tetap tidak memberitahu Vina siapa dirinya.
"Memangnya kenapa?itu bukan urusanmu..!!dengan siapa aku menjualnya juga itu bukan urusanmu..Kau membuang-buang waktuku.. siapa pun dirimu ,aku juga tidak peduli..berani sekali kalian membawaku kesini..Aku bisa saja melaporkan kalian atas tuduhan penculikkan..paham..!!!" sentak Vina yang emosi pada pria tersebut.
Vina beranjak bangkit sembari akan berjalan meninggalkan tempat pria itu.Namun,para pria berbadan besar yang adalah para pengawal pria tersebut langsung menghalangi Vina untuk meninggalkan tempatnya.
Vina seketika menatap tajam kearah para pengawal tersebut.
"Mau apa kalian??minggir kalian semua..!!!jangan coba menghalangi ku brengsek..!!!" bentak Vina semakin emosi.
"Maaf nyonya..Anda tidak diperbolehkan pergi tanpa perintah tuan kami..Silakan anda kembali ketempat tadi.." sahut salah satu dari pengawal itu pada Vina.
Vina menoleh tajam kearah pria yang masih duduk tenang memandang lurus kearahnya.
__ADS_1