
Vina kembali pulang ke kediaman dengan wajah yang kusut.Ia pulang tanpa bersama Roy yang seharusnya sudah menjadi suaminya saat ini.
Hari pernikahan yang dimana dinanti kan oleh setiap pengantin,kini hanya menjadi khayalan yang tidak akan pernah terjadi pada hidup Vina.Yang justru menjadi mimpi buruk untuknya.Lelaki yang dicintainya yang seharusnya datang mengucapkan janji suci pernikahan di acara yang sakral,tapi a malah menghilang.Menghilang tanpa kabar dan tidak tidak tahu dimana keberadaannya saat ini.
Vina begitu syok dan harapannya hancur seketika.Disaat ia hampir menjadi seorang istri dari lelaki yang dicintainya,tapi Ryo dengan tega menghancurkan perasaannya.Dan yang lebih menyakitkan lagi Roy ternyata membawa kabur mobil dan atm milik Vina yang masih berisikan uang yang cukup banyak.hati Vina pun semakin hancur,kala apa yang sudah diberikan pada Roy justru dibawa kabur olehnya.
Tiba dikediamannya,ia dikejutkan dari beberapa orang yang tengah memasang spanduk tulisan.Vina begitu terkejut saat melihat tulisan tersebut,yang menyatakan jika rumahnya telah dijual.
__ADS_1
"Apa-apaan ini??siapa kalian??seenak saja kalian memasang ini didepan pintu ku..!!" sentak Vina langsung emosi dan mencoba menarik spanduk tulisan tersebut.
Mereka pun langsung menoleh dan mencoba menghadang Vina yang akan menerobos masuk.
"Maaf nyonya,rumah ini sudah dijual pada kami..dan akan kami jual kembali dengan harga tinggi." jawab seorang pria paruh baya
"Apa dijual??Siapa yang bilang rumah ini akan dijua?apa buktinya??aku tidak pernah menjual rumah ini,dan kalau pun dijual aku sama sekali tidak menerimanya..!!" tanya Vina masih emosi.
__ADS_1
Vina langsung membaca dan seketika terkejut.Ia begitu syok jika satu-satunya rumah yang dimiliki justru telah dijual oleh Roy tanpa sepengetahuannya.Ia juga tidak menyadari kapan ia menandatangani surat kepemilikkan rumahnya.Sementara surat tersebut sudah ia simpan tanpa sepengetahuan Roy.
"Ini tidak mungkin,aku tidak pernah menjual rumah ini..Kalian pasti salah,kalian pasti penipu kan??pergi kalian dari sini..ini rumah ku,kalian tidak bisa mengambil rumah ku begitu saja..pergi kalian brengsek..!!!" teriak Vina pada mereka dan mencoba mengusir mereka dari rumahnya.
Si pria yang tidak ingin mengalah,langsung menyuruh anak buahnya untuk mengusir Vina .Karna rumah yang dimiliki Vina sudah menjadi miliknya,tidak mungkin dia pergi meninggalkan rumah yang sudah dia beli.
Beberapa pria yang menjadi anak buah si pria itu langsung menyeret paksa Vina untuk pergi dari area rumah itu.Seakan tidak memandang Vina sebagai wanita,mereka tetap menyeret paksa dan mengusir Vina menjauh dari rumah itu.Vina yang merasa tidak dapat melawan hanya bisa menangis dan menjerit histeris.Melihat harta yang dimilikinya sudah menjadi milik orang lain.Vina seakan tidak tahu harus berbuat apa,karena dia sudah tidak memiliki apa pun selain rumahnya.
__ADS_1
Demi untuk pernikahannya yang mewah,membuatnya dia harus menghabiskan biaya yang cukup besar dan menghabiskan seluruh tabungan yang dimiliki.tanpa pikir jika biaya yang sudah dia keluarkan ternyata tidak kembali lagi padanya
"Tidaaakkk..!!!!Brengsek kalian semua..!!brengsek kau Roy..Bajingan..!!!" teriak Vina dengan histerisnya.