Gadis Malang Milik Tuan Kejam

Gadis Malang Milik Tuan Kejam
Bab 81


__ADS_3

Sean pun langsung mengapit kedua pipi Sandra dengan kuat.


"Kau bilang kau salah apa??kau sudah menyerang istriku,kau membuat wajahnya terluka..apa kau masih ingin bikang kau salah apa?" tanya balik Sean dengan tatapan iblisnya.


"Ekh..Ma..Maafkan aku Sean..Ku kira kau tidak akan tahu.. tolong maafkan aku.." sahut Sandra mencoba mengatakannya walau pun mulutnya sedang dicengkram oleh Sean.


Sean kembali menghempaskan wajah Sandra dengan kuat.


"Maaf..Kau pikir hanya maaf saja bisa membuatmu tidak akan mengulanginya lagi??padahal kau tahu,aku sudah memperingatkan mu untuk menjauh dari kehidupan ku,sebelum kau menyesal.tapi sepertinya kau sengaja ingin menantang ku.." ujar Sean sembari berjalan kearah kursi dan menyeretnya kehadapan Sandra.


Sandra pun hanya bisa menangis dan memohon sambil melipatkan kedua tangannya.


"Tuan Sean..Hiks..Tolong maafkan aku..Aku sudah bersalah padamu..Maafkan aku,aku janji tidak akan menganggu kehidupanmu dan istrimu..Hiks..Aku janji akan pergi dari kota ini untuk selamanya." ucap Sandra memohon dan memberanikan dirinya bersimpuh di kaki Sean.


Sean yang sudah merasa muak dengan kelakuan Sandra,tanpa pikir panjang Sean mengangkat kursi yang ada ditangannya.Dan langsung melempar keras tepat diatas tubuh Sandra.


Brak..


Sandra seketika tidak sadarkan diri,akibat kursi yang dilemparkan keras kearahnya.


Sementara Sean hanya menatap tenang dengan kondisi Sandra yang sudah tidak sadarkan diri.


"Jika kau masih berani muncul dikota ini,aku tidak akan segan untuk membakarmu hidup-hidup.." ucap Sean pada Sandra yang sudah terkapar tidak berdaya.Walaupun Sandra tidak sadarkan diri setidaknya baginya Sean,Sandra dapat mendengar semua peringatannya.

__ADS_1


Setelah membereskan Sandra,Sean langsung meninggalkan Sandra begitu saja sendirian di kamarnya.


Ia seolah tidak peduli dengan kondisi Sandra yang sudah terluka .Karna ia sudah cukup puas meluapkan emosinya pada Sandra.Sebab Sandra sudah menyebabkan Lisa terluka akibat ulahnya.


...****************...


Seorang asisten pribadi datang menemui tuan Fabio diruang kerjanya.


"Selamat siang tuan..Maaf saya menganggu waktu tuan." sahut sang asisten pribadinya.


tuan Fabio pun menoleh kearah sang asisten pribadinya bernama Rudi.


"Ada apa??" tanya tuan Fabio.


"Benarkah..Terima kasih Rudi." ucap tuan Fabio yang langsung tersenyum semangat.


"Sama-sama tuan..Saya permisi." jawab Rudi sambil mengangguk dan beranjak meninggalkan ruang kerja tuan Fabio.


Tuan Fabio pun langsung membuka dokumen tersebut yang masih berada didalam amplop besar.Ia tampak tidak sabar ingin melihat dan mengetahui hasil tes DNA yang dilakukannya bersama Lisa.


Beberapa saat ia pun membaca isi dokumen tersebut,terlebih ia terfokus pada hasil tes DNA-nya.


...****************...

__ADS_1


Setelah meninggalkan hotel,dimana Sean membereskan Sandra.Ia pun pulang ke mansion pribadinya.


Tiba dimansion,Adelia langsung menyambut Sean sambil menunduk.


"Dimana istriku??" tanya Sean dengan nada dingin.


"Nyonya sedang beristirahat tuan..Setelah saya obati lukanya,nyonya sepertinya lelah dan langsung tidur." jawab Adelia menjelaskan dan tetap kepala menunduk.


Tanpa menanggapi ucapan Adelia,Sean langsung berjalan melalui Adelia menuju kamar pribadinya.


Sementara Juan memilih berdiri diam sampai Sean pergi ke kamarnya.


Adelia pun langsung menghampiri Juan yang masih berdiri.


"Tuan..Apa kau tahu siapa yang sudah menyerang nyonya kita??" tanya Adelia penasaran.


Juan pun menoleh datar pada Adelia.


"Apakah kau ditugaskan untuk bergosip dengan ku??"tanya balik Juan dengan nada cuek.


Seketika Adelia melirik sinis sambil memiringkan bibirnya.


"Aku kan cuma tanya.. dasar pria dingin.." celoteh Adelia yang berani menyindir Juan.

__ADS_1


Adelia langsung pergi meninggalkan Juan.Juan hanya tersenyum melihat tingkah Adelia.


__ADS_2