
Siska dengan iseng nya menemui Adelia masih sibuk di dapur.
"Kau masih punya muka berada disini??"tegur Siska dengan sinis.
Adelia pun langsung menoleh kearah asal suara Siska.
"Memangnya kenapa??aku masih bekerja disini,tentu saja aku masih berada disini." jawab Adelia dengan nada datar sambil mengeringkan gelas ditangannya.
"Seharusnya kau sudah diusir dari sini,karna masalah nyonya Lisa..Kalau aku jadi dirimu aku sudah lebih dulu pergi dari sini,karna kehadiranmu juga tidak akan diterima lagi disini." sahut Siska yang sengaja menghasut Adelia.
"Oya..??jadi kau menganggap keracunannya nyonya Lisa karna ku??dan kau pikir seluruh penghuni dimansion ini akan percaya dengan semua tuduhan dan fitnahan mu yang tidak masuk akal??"tanya Adelia dengan santainya.
Siska hanya menatap sinis.
"Dengar,kita tunggu saja kepulangan nyonya Lisa dan tuan Sean..Disaat nantinya mereka sudah pulang,itu akan membuktikan siapa yang sebenarnya sudah bertindak keji??kau apa aku??orang yang dari awal yang selalunya membenci nyonya Lisa bukannya kau sendiri??bisa-bisanya kau melakukan taktik murahan dan kotor untuk menjebakku..Bersiap-siap saja jika pada akhirnya kau yang akan diusir dari tempat ini..Bahkan bukan cuma diusir tapi akan ada lagi yang akan membuat hidupmu hancur,karna ulahmu sendiri..Kau masuk pada lubang jebakan mu sendiri." ujar Adelia yang menantang Siska dengan tatapan sinis dan langsung pergi.
Siska yang tidak sempat membalas kata-kata Adelia,hanya bisa mendengus kesal.
Dasar perempuan sialan..Kau tunggu saja,kau pasti akan diusir dari sini.. batin Siska dalam hatinya.
__ADS_1
...****************...
Esok paginya..
Lisa mulai membuka matanya dan terbangun.Sesaat ia menoleh kesamping dengan pelan.Ia melihat Sean sedang duduk dengan kepala menunduk.Kedua tangan yang dilipat kedada dan mata yang tertutup.
Sean yang tidak ingin berjauhan dengan Lisa,memilih terus berada disamping Lisa.Yang sadar ia tertidur dengan posisi duduk.
Lisa sangat terharu dengan sikap dan perhatian Sean.Sebagai suaminya Sean benar-benar memperhatikan dirinya.Dan juga mengkhawatirkan keadaannya.
Beberapa saat Sean pun terbangun dan melihat Lisa yang sudah terbangun.
Lisa mengangguk pelan.
Sean dengan cepat menuangkan air minum kedalam gelas.Setelah itu Sean mengubah kasur yang dipakai Lisa dengan posisi duduk.
Dengan hati-hati Sean membantu Lisa untuk minum.
"Apa kau lapar?" tanya Sean dengan nada pelan.
__ADS_1
Lisa pun mengangguk pelan.
Sean mengambil bubur yang ada di mangkuk.Yang sudah disediakan oleh perawat sebelumnya.
Sean menyuapkan bubur tersebut kemulut.Dengan sangat sabar Sean terus menyuapkan bubur ke mulut Lisa hingga habis.Sean sangat senang bisa melihat Lisa dengan lahapnya menghabiskan buburnya.
"Apakah keadaanmu sudah lebih baik??Apakah ada yang kau rasa sakit??"tanya Sean masih mengkhawatirkan keadaan Lisa.
Lisa tersenyum menggelengkan kepalanya.
Sean pun menggenggam tangan Lisa sambil tersenyum tipis menatap Lisa.
"Aku minta maaf,karna sudah membuatmu seperti ini..Ini diluar pengawasanku." ungkap Sean merasa bersalah.
"Tidak apa-apa tuan..Ini cuma musibah.."jawab Lisa dengan pelan.
"Aku janji,setelah ini aku akan lebih menjagamu dan akan melindungi mu.."ucap Sean meyakinkan Lisa dengan tulus hatinya.
Lisa mengangguk dan kembali tersenyum pada Sean.Sean langsung mengecup dahi Lisa dengan lembut.Dan memeluk tubuh Lisa dengan erat.
__ADS_1