
2 hari kemudian..
Kondisi Lisa semakin pulih dan membaik.Sang dokter pun akhirnya mengijinkan Lisa untuk diperbolehkan pulang.
Sean dan Lisa meninggalkan rumah sakit dan menuju pulang ke mansion.
Tiba dimansion,seluruh pelayan dan pengawal Sean menyambut kepulangan Lisa dengan perasaan suka cita.
Namun,tidak dengan Siska yang justru melirik sinis dan kesal.
Sial..Kenapa dia masih saja hidup..harusnya dia mati saja..gerutu Siska dalam hatinya.
Sean sesaat menoleh kearah Adelia.
"Pelayan Adelia." panggil Sean dengan nada wibawanya.
"Iya tuan." sahut Adelia berjalan kearah Sean sambil menunduk.
"Antarkan nyonya kekamar." ucap Sean memberi perintah pada Adelia.
"Baik tuan."jawab Adelia mengangguk.
"Dan setelah itu kau ke ruang aula."sambung Sean sebelum Adelia mengantar Lisa ke kamar nya
"Baik tuan,setelah mengantar nyonya saya akan segera keruang aula." jawab Adelia lagi.
__ADS_1
"Mari nyonya,saya antar kekamar" sambung Adelia pada Lisa.
Lisa mengangguk dan menuruti ajakan Adelia.
Setelah Adelia dan Lisa meninggalkan mereka.Sean kali ini melirik kearah Siska yang masih menunduk.
"Juan..Lakukan sesuai perintahku." ujar Sean langsung meninggalkan para pelayan dan pengawalnya.
"Baik tuan ."jawab Juan mengangguk.
*
*
"Saya senang,akhirnya nyonya pulang dan dalam sehat kembali..Maaf,untuk insiden yang terjadi pada nyonya..Karna saya berani sumpah jika itu bukan perbuatan saya." ungkap Adelia.
"Apa maksudmu Adelia??kenapa kamu minta maaf??Saya tidak menyalahkan kamu." tanya Lisa dengan nada pelan.
"Insiden yang terjadi pada nyonya,itu disebabkan karna nyonya keracunan..Dan saya telah difitnah,bahwa saya yang telah sengaja melakukannya..Tapi saya berani sumpah,saya tidak melakukan hal keji itu pada nyonya." ungkap Adelia lagi berusaha menjelaskan.
"Keracunan??apakah dari kue itu??"tanya Lisa mengingat kembali tentang kue itu.
Adelia mengangguk pelan.
"Lalu siapa yang sudah memfitnahmu Adelia??"tanya Lisa ingin tahu.
__ADS_1
"Pelayan Siska nyonya..Dia tiba-tiba saja menuduh saya yang sudah sengaja meracuni kue yang nyonya makan kemarin..padahal selama saya bekerja disini,saya tidak pernah berani memberikan makanan yang tanpa seijin tuan Sean..apalagi pemberian dari kita sendiri..karna dirumah ini memiliki aturan agar tidak sembarangan memberi makanan pada tuan atau nyonya." jawab Adelia menjelaskan kembali.
Lisa pun sangat terkejut setelah mendengar berita sebenarnya.Ia bahkan tidak tahu jika kue tersebut telah diracuni.Ia pikir setelah memakan kue itu,ia hanya merasa kesakitan dan tidak mengerti jika dirinya akan merasa keracunan.
Apakah ini ulah pelayan Siska??bukankah dia yang sudah memberikan kue itu padaku..Dan mengatakan jika kue itu dari Adelia.. gumam Lisa yang langsung mengingat Siska.
"Tidak apa-apa Adelia..Saya tidak menyalahkan mu..Saya mempercayai mu..Apa yang sudah terjadi pada saya,anggap saja ini musibah yang tanpa disengaja.."sahut Lisa mempercayai Adelia.
Seketika Adelia meneteskan air matanya sambil tersenyum.
"Terima kasih nyonya..Nyonya sudah mempercayai saya..Saya akan terus berbakti untuk nyonya.." jawab Adelia sambil menunduk.Adelia begitu bersyukur jika Lisa masih mempercayainya.
"Lalu,apakah sudah terbukti siapa yang sudah melakukannya??" tanya Lisa penasaran.
"Sudah nyonya..Setelah ini saya akan pergi keruang aula..Untuk membuktikan bahwa saya tidak bersalah dan menunjukkan siapa pelakunya." jawab Adelia.
"Bisakah aku ikut bersamamu??aku ingin melihatnya.."tanya Lisa.
"Tapi nyonya,saya harus meminta ijin dulu pada tuan Sean." ujar Adelia.
"Tidak apa-apa Adelia,saya yang akan ini ijin langsung pada tuan Sean."ucap Lisa.
"Baik nyonya..Kalau begitu,mari ikut saya." jawab Adelia menuruti permintaan Lisa.
Dan akhirnya Lisa dan Adelia menuju ruang aula.
__ADS_1