Gadis Malang Milik Tuan Kejam

Gadis Malang Milik Tuan Kejam
Bab 46


__ADS_3

Tiba dikamar,Sean langsung mendekap tubuh Lisa dari belakang.Ia mendekapnya dengan sangat erat,hingga membuat Lisa terkejut.


"Ke..Kenapa??" tanya Lisa tanpa menoleh dengan perasaanya yang gugup.


"Tidak ada..Aku hanya ingin seperti ini."jawab Sean dengan nada pelan.


Lisa pun dapat merasakan deruh nafas Sean yang berat ,saat wajahnya berada diposisi atas bahunya.


"Tuan..Bolehkah saya minta sesuatu??"tanya Lisa.


Sean langsung melepas dekapannya dan membalikkan tubuh Lisa kearahnya.


"Apakah kau ingin pergi ke suatu tempat?"tanya Sean.


"Suatu tempat??"tanya balik Lisa.


"Ya..aku akan menemanimu,kemana pun yang kau mau."jawab Sean.


"Apakah aku boleh ke pasar malam tuan??"tanya Lisa.


"Pasar malam??kau ingin pergi kesana??"tanya Sean ingin tahu.


Lisa mengangguk pelan.


...****************...

__ADS_1


Icah kembali melamun memikirkan keadaan Lisa.Sejak dikejar oleh Vina ibunya,Icah sudah tidak pernah bertemu dengan Lisa lagi.


ibu Icah yang melihat Icah melamun dikamar,langsung menghampirinya.


"Icah.."panggil ibunya.


Icah pun langsung menoleh kearahnya.


"Ya bu."jawab Icah.


"Apa yang sedang kau lamunkan nak?kau sedang memikirkan sesuatu?"tanya ibunya sembari duduk disamping Icah.


Icah langsung menarik nafas panjangnya.


"Ya bu..Aku merindukan Lisa..Sampai saat ini aku tidak tahu dimana dia sekarang.."jawab Icah mengungkapkan curahan hatinya.


"Belum bu..aku sangat mengkhawatirkan keadaanya..Dia tidak memiliki siapa pun..aku takut dia bisa bertemu dengan orang jahat bu." jawab Icah.


"Kita doakan saja semoga Lisa dalam keadaan baik-baik saja Icah..Semoga Tuhan juga melindungi dirinya." ucap ibunya menghibur Icah.


Icah cuma mengangguk dan menuruti nasehat ibunya.


"Daripada kau cuma berdiam diri dikamar,temani ibu pergi yuuk." ujar ibunya mengajak Icah.


"Biasa..Ayo.." jawab ibu Icah tersenyum sambil menarik tangan Icah pergi.

__ADS_1


Icah pun ikut tersenyum dan menuruti ajakan ibunya.


...****************...


Sean begitu terkejut saat tiba disebuah pasar malam yang tidak pernah sekali pun ia datangin.Sean hanya bisa menatap bingung dan aneh melihat suasana pasar malam yang begitu ramai pengunjung dan arena permainan yang juga ramai.


"Kau yakin,ini tempatnya??"tanya Sean pada Lisa dengan tatapan aneh.


Lisa pun tersenyum sambil mengangguk pada Sean.


"Iya tuan..Apakah tuan keberatan kalau saya mengajak kesini??"tanya balik Lisa.


"Tidak..hari ini aku akan mengikuti apa pun yang kau inginkan.. "ujar Sean dengan nada wibawanya.


"Terima kasih tuan." jawab Lisa.


Sean akhirnya menuruti apa pun yang akan dilakukan Lisa dipasar malam.Lisa pun memanfaatkannya dengan mencoba semua permainan dipasar malam tersebut.Yang tempatnya sudah mirip seperti taman ria.Memiliki banyak arena permainan untuk anak kecil mau pun juga dewasa.


Melihat Lisa begitu menikmati dan tersenyum bahagia.Sean pun ikut merasa ikut bahagia,terlebih melihat senyuman polos yang ditunjukkan oleh Siska padanya.


"Apakah kau sering ketempat yang seperti ini??"tanya Sean saat mereka menaiki bianglala.


Lisa langsung memasang wajah murung sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak tuan..Seumur hidup saya belum pernah ke tempat yang seperti ini..Dan ini untuk pertama kalinya saya kesini..Karna selama ini saya hanya bisa melihatnya dari kejauhan tanpa mencoba sekali pun untuk datang ketempat ini." jawab Lisa apa adanya.

__ADS_1


"Dan apakah kau senang??"tanya Sean ingin tahu.


"Iya tuan..Saya sangat senang dan bahkan juga sangat bahagia..saya merasa bersyukur akhirnya saya bisa datang kesini karna tuan..terima kasih untuk kebaikan tuan." jawab Lisa kembali tersenyum.


__ADS_2