
Vina langsung menghampiri seseorang yang selama ini ia cari.Sembari berjalan ia pun memungut sebuah kayu yang kebetulan ada didepan matanya.
"Brengsek kau..!! penipu,bajingan sialan..!!! kau sudah menipu,kembalikan uang ku. kembali kam mobil ku bedebah sialan..!!!"teriak Vina yang langsung memukuli Roy dengan kayu yang tadinya ia pungut.
Dengan perasaan yang sangat emosi dan memuncak.Vina seakan tidak peduli dengan tindakannya.Sebab ia masih tidak terima dengan apa yang sudah dilakukan Roy padanya.Terlebih ia melihat Roy ternyata bersama Eva.
"Brengsek kau Eva..Musuh dalam selimut ternyata kau sudah bersekongkol dengan bajingan ini..akan ku bunuh kau ja*ang sialan..!!" teriak Vina histeris yang kini memukuli Eva dengan kayu.
Bagaimana tidak,jika seorang teman yang dianggapnya sudah seperti saudara.Ternyata menusuknya dari belakang.Berjalan dengan mesranya bersama lelaki yang dicintainya.Dan juga ikut menipu dirinya selama ini.
Aksi Vina pun seketika menjadi tontonan warga sekitar,tapi tidak ingin ikut campur.Mereka lebih memilih membiarkan keributan yang Vina lakukan pada Roy dan Eva.
__ADS_1
"Vina sakit..Aku bisa jelaskan..!!" ujar Eva mencoba melindungi dirinya dengan menghindari pukulan Vina.Tapi,Vina yang sudah gelap mata tidak peduli dengan penjelasan Eva.Dia lebih memilih melampiaskan rasa sakitnya dengan terus memukuli Eva.
"Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi ja*ang sialan..!!Kau tega sudah menipuku,ternyata kau juga mengincar bajingan ini.."sahut Vina yang terus memukuli Eva.
Roy yang sudah dipukuli Vina,tidak bisa tinggal diam melihat Vina membabi buta memukuli Eva.
Roy langsung menarik tangan Vina dan mendorongnya dengan kuat.Hinggak membuat Vina jatuh tersungkur.
Bruk..
Vina hanya menatap tajam kearah Roy.
__ADS_1
"Eva,jelaskan ini semua pada ku??kenapa kau tega sekali padaku??bukankah selama ini aku sudah baik padamu..!!" tanya Vina yang kini menoleh kearah Eva sambil tetap menatap tajam.
Mendapatkan perlakuan kasar dari Vina,Eva pun juga menatap tajam kearah Vina sambil tersenyum sinis.
"Roy benar,kau saja yang terlalu tolol,kenapa mudah sekali ditipu Vina.. jangan salahkan aku kenapa aku melakukan ini semua..itu karna kau terlalu sombong..kau bahkan menolak menolong Dela,dan sejak saat itu aku bekerja sama dengan Roy untuk memanfaatkan mu..dan membuatku ingin sekali memberimu sebuah karma..Karma yang bukan hanya kesombongan mu tapi karna kau sudah menjual anakmu.." ujar Eva panjang lebar.
Sesaat Vina menatap bingung pada Eva.
"Apa maksudmu??" tanya Vina.
"Aku tidak ada maksud apa-apa..selama ini aku berteman denganmu bukan karna aku menyukaimu..Aku hanya ingin memanfaatkan mu..tapi setelah aku tahu bagaimana kehidupan mu selama ini,ternyata kau wanita yang kejam..jadi tidak ada salahnya aku memberi mu pelajaran sedikit,bagaimana rasanya kalau kau tidak memiliki segalanya..Tidak punya anak,tidak punya teman,dan tidak punya harta..apakah kau masih bisa bersikap sombong..Jadi nikmati saja hidupmu yang sudah tidak berarti apa-apa..sekarang kau hanya seorang wanita gelandangan yang tidak memiliki apa pun..Ayo sayang,kita pergi.." ujar Eva langsung mengajak Roy pergi.
__ADS_1
Sementara Vina hanya berteriak histeris menerima kenyataan pahit dalam hidupnya.
"Brengsek kalian semua..!!!" teriak Vina histeris.