
Adelia menemani Lisa ke sebuah tempat perbelanjaan.Adelia pikir Lisa akan mengajaknya ketempat perbelanjaan yang elit.Tapi ternyata Lisa justru mengajak Adelia ke sebuah pasar tradisional.
Kukira orang kaya perginya ketempat yang elit,baru kali ini aku nemu nyonya orang kaya perginya kepasar tradisional.. batin Adelia yang heran.
"Adelia..Apakah kamu tahu makanan kesukaan tuan Sean??" tanya Lisa sembari berjalan memasuki pasar tradisional.
Seketika Adelia pun tersadar dari lamunannya.
"Oh.. itu,tuan suka makanan chinese food nyonya..Tidak terlalu pedas dan tidak terlalu asin juga.." jawab Adelia menjelaskan.
"Chinese food?? itu makanan apa??" tanya Lisa yang bingung karna tidak mengerti bahasa yang diucapkan Adelia.
"Maksud saya tuan Sean menyukai masakan bernuansa makanan china nyonya.. Seperti capcay,puyung hai,dan lain-lain nyonya." jawab Adelia menjelaskan lagi.
Seketika membuat Lisa tertunduk lesu.
"Sepertinya tuan Sean tidak akan menyukai masakan saya Adelia." ujar Lisa dengan nada murung.
"Kenapa nyonya?" tanya Adelia bingung.
"Karna saya tidak ada kemampuan memasak yang seperti itu..Saya cuma bisa masak masakan orang kampung Adelia." jawab Lisa.
Adelia pun langsung tersenyum.
"Kenapa nyonya tidak menunjukkan kemampuan nyonya apa adanya.. jangan meras tidak percaya hanya karna selera tuan Sean tidak sesuai dengan kemampuan nyonya.. Saya yakin tuan pasti akan suka masakan nyonya,karna tuan pasti akan merasa terharu.. mencoba makanan dari masakan istrinya sendiri." ucap Adelia memberi nasehat pada Lisa.
"Menurutmu begitu?" tanya Lisa memastikan.
"Iya nyonya.. intinya nyonya Lisa harus percaya diri.. jangan mundur sebelum mencoba.." jawab Adelia menyemangati Lisa.
Lisa seketika tersenyum sambil mengangguk.
Setelah dari pasar,Lisa dan Adelia segera pulang kemansion Sean.
Tapi saat ia akan menuju parkiran,tanpa sengaja Lisa melihat sosok Vina sang ibu.
Begitu juga dengan Vina yang secara bersamaan melihat Lisa dari kejauhan.
__ADS_1
"Bukankah itu Lisa??" ujar Vina sembari memastikan siapa yang ia lihat.
Lisa yang memastikan jika yang ia lihat benar ibunya,dengan cepat menarik tangan Adelia.
"Ayo Adelia..Kita langsung ke mobil." ujar Lisa menarik tangan Lisa menuju ke mobil dengan sangat terburu-buru.
Adelia yang terkejut dan bingung hanya mengikuti perintah Lisa.
"Iya nyonya."jawab Adelia.
Vina pun mencoba mengejar Lisa karna ia yakin yang dilihatnya adalah Lisa.
"Lisa..Lisa tunggu nak.." panggil Vina mengejar yang sudah memasuki mobilnya.
Dan pasa akhirnya dia tidak dapat mengejar Lisa.Karna laju mobil yanv sudah pergi menjauh darinya.
"Ahh.. Sial,aku gagal mengejarnya..Kenapa dia langsung menghindar..??"umpat Vina yang kesal karna gagal mengejar Lisa.
Sementara Lisa langsung menghela nafas lega karna tidak berhasil bertemu dengan Vina sang ibu.Sebab ia masih merasa takut dan trauma dengan perlakuan Vina.Terlebih ia begitu kecewa dengan tindakannya yang menjual dirinya hanya demi uang.
...****************...
Sean bergegas pulang kemansionnya bersama Juan.
Tiba dirumah Sean disambut langsung oleh Lisa.Sesaat membuat Sean tersentuh saat disambut oleh Lisa dengan senyumannya yang manis.
"Selamat datang tuan Sean." sambut Lisa.
Sean hanya mengangguk dan beberapa saat menatap Lisa.Ia pun mendekati Lisa dan mengusap rambut Lisa dengan lembut.Membuat wajah Lisa menjadi merah karna merasa malu.
Sementara Siska yang melihatnya dari kejauhan merasa kesal.Ia begitu geram melihat ke romantis Sean dan Lisa.Siska hanya bisa memandanginya dengan tajam sambil mengepalkan kedua tangannya.
Siska pun berjalan ke dapur,dan melihat beberapa masakan yang akan disajikan ke meja makan.Sesaat ia pun mendapatkan ide sembari melirik kemakanan tersebut.Ia pun beberapa saat mengawasi situasi dapur yang para pelayan sedang sibuk masing-maisng dengan pekerjaan mereka.
Seolah mendapat kesempatan lengah,ia pun mulai melakukan aksi untuk melakukan sesuatu pada makanan tersebut.
Selamat menikmati makan malam buatan istri kampunganmu tuan Sean..Maaf aku harus melakukan ini,karna aku sangat tidak suka melihatmu memperlakukan perempuan kampungan itu dengan begitu mesra.. ujar Siska dalam hatinya..
__ADS_1
"Apakah tuan ingin makan malam sekarang??Saya sudah menyiapkan makan malam untuk tuan..Dan aku yang memasaknya sendiri.." tanya Lisa sekaligus memberitahu Sean.
Sesaat Sean mengernyitkan alisnya keatas.
"Kau yang memasak??" tanya Sean memastikan.
Lisa mengangguk pelan sambil tersenyum tipis.
"Ya sudah..Aku akan bersihkan tubuhku dulu..kau tunggu lah diruang makan." ujar Sean.
Lisa pun langsung mengangguk dan Sean berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.
"Adelia." panggil Lisa pada Adelia.
"Iya nyonya." jawab Adelia.
"Bantu saya menyiapkan makan malam ya.." ujar Lisa pada Adelia.
"Biar saya saja dengan pelayan nyonya..Nyonya lebih baik menemani tuan Sean saja.." jawab Adelia.
"Oh.. begitu..baik lah..Terima kasih Adelia." ucap Lisa.
"Sama-sama nyonya." jawab Adelia tersenyum.
Lisa menuju kamar pribadinya Sean.Tiba dikamar,Lisa tidak melihat Sean dikamarnya.
Mungkin dia sedang mandi.. gumamnya dalam hati.
Lisa pun berinisiatif mempersiapkan pakaian yang akan dipakai Sean setelah mandi.Tapi saat ia baru saja akan mengeluarkan pakaiannya dari dalam lemari.Tiba-tiba sebuah dekapan erat melingkar ke tubuh Lisa.
Membuat Lisa seketika terkejut dan terpaku.
Sean yang ternyata mendekap tubuh Lisa dengan sangat erat.Dan bahkan menaruhkan kepalanya diatas bahu Lisa.Lisa pun hanya bisa diam dan tak berani menoleh kearah Sean.
"Aroma tubuhmu sangat harum..Biarkan aku seperti ini beberapa detik." sahut Sean dengan nada pelan.
Lisa hanya mengangguk dan tidak bisa menolak ucapan Sean.Karna bagaimana pun Sean sudah menjadi suami sahnya.Yang berhak melakukan apa pun pada dirinya.
__ADS_1
"Minggu depan kita akan pergi berlibur..untuk berbulan madu..Persiapkan dirimu.." sahut Sean yang membuat Lisa dapat merasakan deruh nafas Sean yang begitu berat.
"Iya tuan..Saya mengerti." jawab Lisa mengangguk mengerti.