
Setelah membereskan Rexa dan kekasihnya,Juan kembali ke parkiran menuju mobil Sean.Didalam mobil terlihat Sean sudah duduk dengan tenang.
"Kau sudah membereskan mereka??" tanya Sean dengan nada tenang.
"Sudah tuan." jawab Juan mengangguk.
"Oke.. Kita pulang." sahut Sean memberi perintah.
"Baik tuan.." jawab Juan langsung melaju kan mobilnya menuju mansionnya.
Sesampainya dimansion,Sean langsung berjalan kejamarnya.Tapi sebelum sampai ia ke kamarnya,tiba-tiba Siska datang menghampirinya.
"Selamat malam tuan.." sapa Siska dengan nada lembut sambil menyibakkan rambutnya kebelakang telinganya.Yang dengan sengaja memperlihatkannya pada Sean.
Sean hanya mengernyitkan pandangannya pada Siska.
"Apa tuan mau minum teh hangat??kebetulan saya sudah membuatkan teh ini untuk tuan." ujar Siska yang sudah lebih dulu mempersiapkan minuman tersebut sebelum Sean memasuki mansionnya.Karna ia sudah tahu saat kepulangan Sean yang masih berada diarea luar mansionnya.
Sesaat Sean melirik kearah teh yang masih dipegang Siska.Siska hanya tersenyum dan terus menatap Sean.
__ADS_1
Sean seketika menatap dingin kearah Siska seolah tidak nyaman dengan gelagat yang ditunjukkan Siska padanya.
"Apakah kau tidak tahu peraturan dirumah ini??" tanya Sean dengan nada dinginnya dan tenang.
"Ah..Maaf tuan,kalau saya lancang.. saya hanya ingin memberikan teh ini saja untuk tuan.." sahut Siska yang tanpa merasa takut dan malu.Karna tujuannya memang untuk sengaja ingin menggoda Sean secara nekat.Tidak peduli jika Sean adalah majikannya sendiri dan sudah memiliki istri yaitu Lisa.
"Untukmu saja.. Dan jaga sikapmu untuk tidak bicara langsung dengan tuan rumah." ucap Sean memberi peringatan pada Siska dengan tegas.
Sean meninggalkan Siska menuju kamar,tanpa memperdulikan Siska yang masih berdiri mematung memegangi teh tersebut.
Siska yang menerima penolakan dari Sean seketika merasa kesal.Seolah ia tidak terima dengan penolakan yang diberikan Sean padanya.
Sean mendekati Lisa dan menggeserkan helaian rambut Lisa yang sebagian menutupi wajah Lisa.Sean perlahan memperhatikan wajah Lisa yang begitu polos saat tertidur.
Dan ntah apa yang dipikirkannya,Tanpa merencanakannya Sean mengecup dahi Lisa dengan sangat lembut.
Kuharap kau tetap bersamaku,walaupun suatu saat kau akan mengetahui siapa diriku sebenarnya.. batin Sean tetap fokus memperhatikan Lisa yang masih tertidur.
Beberapa saat Sean beranjak bangkit dan berjalan kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
Tak berapa lama,ia pun selesai membersihkan tubuhnya dan keluar dari kamar mandi.Tanpa diduga,ia melihat Lisa yang tiba-tiba terbangun.
"Kau terbangun??" tanya Sean berjalan menghampiri Lisa.
Lisa yang masih dalam keadaan mengantuk menoleh kearah Sean.
"Oh.. kapan tuan pulang??maaf saya tidak tahu kalau tuan sudah pulang." sahut Lisa menunjukkan ekspresi wajah mengantuk nya.Membuat Sean sesaat merasa lucu melihat ekspresi wajah Lisa yang seperti anak kecil.
Tanpa sadar Sean pun tersenyum kecil.
"Aku baru saja pulang..Kenapa kau terbangun??" jawab Sean dan bertanya.
Belum sempat Lisa menjawab tiba-tiba terdengar bunyi suara yang berasal dari perut Lisa.
Kruuukk..
Perhatian Sean pun teralihkan kearah perut Lisa yang tiba-tiba bunyi.Sean semakin tersenyum,saat melihat ekspresi Lisa yang seketika menjadi malu dan menunduk.
Sementara Lisa hanya bisa menundukkan kepalanya karna merasa sangat malu.
__ADS_1
"Kau lapar?" tanya Sean