Gadis Malang Milik Tuan Kejam

Gadis Malang Milik Tuan Kejam
Bab 57


__ADS_3

"Juan..Apakah kau sudah menyiapkan tiket untuk kami pergi ke pulau?"tanya Sean memastikan.


Karna sebelumnya,Sean memerintahkan semua keperluannya pergi ke pulau bersama Lisa,untuk berbulan madu.


"Sebelumnya saya minta maaf tuan..Sepertinya untuk bulan ini tuan belum bisa berpergian dulu.."ujar Juan memberitahukan pada Sean.


Sean pun mengernyitkan alisnya keatas karna bingung.


"Kenapa??"tanya Sean.


"Karna bulan ini jadwal tuan sudah penuh untuk urusan pekerjaan.Terlebih dengan urusan kerja sama tuan dengan tuan Fabio.Yang baru tuan sepekati semalam."jawab Juan menjelaskan.


Sean pun langsung menghela nafasnya dengan sedikit kecewa.


"Ya sudah..kau atur semua jadwal ku..dan tapi ada satu hal yang aku ingin kau selidiki." ucap Sean.


"Tentang apa tuan?"tanya Juan ingin tahu.


"Selidiki dan cari tahu tentang tuan Fabio.Aku merasa ada yang janggal dengan bisnis yang dia jalani..Awasi setiap pergerakkannya." ujar Sean.


"Tapi tuan..Bukankah selama ini tuan sudah lama bekerja sama dengan tuan Fabio?"tanya Juan memastikan.


"Ya..tapi saat ini aku justru merasa curiga dengan bisnis barunya.."ujar Sean.

__ADS_1


"Baik tuan..Saya akan segera selidiki dan mengawasi setiap pergerakkannya."jawab Juan mengangguk.


"Kau boleh pergi." perintah Sean menyuruh Juan pergi.


Juan pun langsung meninggalkan Sean dari ruangannya.


Setelah Juan pergi,Sean mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Lisa lagi.


"Halo Tuan." sahut Lisa disana.


"Kau dimana??"tanya Sean.


"Saya baru saja keluar dari salon spa..dan baru akan mau pulang."jawab Lisa.


"Oh..Oke..mungkin aku tidak akan pulang untuk malam ini..karna urusan pekerjaan ku masih banyak.."ujar Sean memberitahu Lisa.


Sean menghela nafas panjangnya.


"Kata-kata mu seakan membuatku tidak bisa jauh darimu.."ungkap Sean tanpa sadar.


Lisa yang mendengarnya hanya tersenyum tanpa menjawab.


"Secepatnya aku akan pulang besok pagi."sambung Sean langsung menutup panggilannya.

__ADS_1


Lisa pun hanya terdiam dan masih tersenyum.Icah yang masih bersama Lisa sesaat menatap penasaran.


"Kenapa??apa yang sudah dikatakan suami mu??"tanya Icah.


"Ah tidak..Bukan apa-apa.."jawab Lisa menggelengkan kepalanya.


"Ah..Kau pasti bohong..ck.." sahut Icah yang langsung cemberut.


"Dia cuma bilang tidak bisa pulang malam ini..karna sibuk dengan pekerjaan ya."jawab Lisa menjelaskan.


"Oyaa??kau yakin??"tanya Icah.


"Iya Icah..Untuk apa aku bohong.."jawab Lisa apa adanya.


"Resiko juga ya,menikah dengan pria sibuk..Apa suami itu seorang pria pebisnis??"


"Mungkin..Aku juga tidak begitu tahu..Tapi kurasa perkiraan mu benar Cah.."ujar Lisa.


"Kalau begitu kau harus extra menjaga perasaannya,extra menjaga pandangannya dari wanita lain..Karna umumnya seorang pria pebisnis itu akan selalu dikelilingi wanita cantik..Kita boleh mempercayainya,tapi kita juga harus waspada,jangan sepenuhnya mempercayainya."ujar Icah menasehatinya.


"Tapi,rasanya aku tidak pantas seperti itu Cah..Aku dinikahi tanpa perasaan,tanpa mengenal satu sama lain..Dia membeli ku,tidak mungkin aku menuntutnya harus setia padaku..Aku hanya akan berusaha menjadi istri yang baik untuknya..Dan berharap dia setia padaku tanpa tuntutan atau paksaan..mempercayainya hanya sejalan dengan waktu."ujar Lisa sedikit murung.


"Ya kau benar..Aku berharap selama pria itu menjadi suamimu,bisa setia padamu..menjaga pandangannya dan menjaga hatimu..Jangan sampai dia menyakiti perasaanmu..Banyak berdoa pada Tuhan agar pernikahan kalian tetap baik-baik saja Lis."ucap Icah.

__ADS_1


Lisa pun tersenyum mengangguk.


"Terima kasih Cah." jawab Lisa.


__ADS_2